Anda di halaman 1dari 41

KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami prinsip pemilihan alat


berdasarkan ketelitian pengukuran yang
dipersyaratkan.
3.2 Memahami prinsip kerja peralatan dalam
penggunaan peralatan dasar laboratorium
(alat-alat gelas dan non gelas).
MACAM-MACAM PERALATAN
LABORATORIUM

Peralatan
Dasar
Laboratorium

Peralatan Peralatan non Peralatan


gelas gelas pemanas
PERALATAN GELAS
 Peralatan gelas pada laboratorium berdasarkan
ketahanan terhadap panas pada suhu tinggi dibagi
menjadi 2:

Peralatan
gelas

Gelas tahan Gelas tidak


panas tahan panas

 Gelas tahan panas biasanya bermerek IWAKI / Pyrex


JENIS-JENIS PERALATAN GELAS

 Berdasarkan fungsinya, peralatan gelas dibagi menjadi 3


jenis :

Peralatan
gelas

Gelas Gelas
Gelas dasar
pengukuran analisis
CONTOH peralatan gelas dasar
No Nama Alat Fungsi Alat
1 Gelas beaker menempatkan larutan; menampung bahan kimia
berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung;
melarutkan bahan dan memanaskan bahan
2 Pengaduk membantu menuangkan cairan dalam erlenmeyer
kaca atau gelas beker, mengaduk padatan dalam
pembuatan larutan
3 Corong kaca membantu memindahkan larutan dari wadah yang
satu ke wadah yang lain yang bermulut kecil
4 Kaca arloji digunakan untuk sebagai tempat menimbah bahan
berupa padatan atau pasta
5 Cawan petri menumbuhkan mikroba pada analisa mikrobiologi
6 Kondensor memanaskan reagen dengan proses refluk
(pemanasan dengan pendingin balik (Condensor).
7 Corong Untuk memisahkan cairan atau yang berasal dari
pemisah dua campuran atau lebih yang berbeda berat
jenisnya.
8 Tabung reaksi untuk tempat mereaksikan dua larutan / bahan
kimia
CONTOH GELAS PENGUKURAN
No Nama Alat Fungsi Alat

1 Gelas ukur Mengukur volume larutan dengan ketelitian


sedang
2 Pipet volum mengukur volume larutan hanya satu skala /
ukuran dengan ketelitian tinggi

3 Pipet ukur mengukur volume larutan dengan berbagai


ukuran volume dan memindahkan larutan
dari satu wadah ke wadah lainnya

4 Labu ukur menumbuhkan mikroba pada analisa


mikrobiologi
5 Buret mengukur volume larutan dengan ketelitian
tinggi pada proses titrasi.
CONTOH GELAS ANALISIS

No Nama Alat Fungsi Alat

1 Mengukur suhu dengan satuan tertentu


Termometer (Celsius (0C), Reamur (0R), Fahrenheit
(0F), dan Kelvin (K)

2 Higrometer alat untuk mengukur kelembaban


udara menggunakan prinsip kerja
dengan 2 termometer.

3 piknometer alat yang digunakan untuk mengukur


berat jenis (BJ) suatu larutan.
Peralatan bukan gelas diperlukan untuk mendukung
PERALATAN

penggunaan peralatan lain seperti peralatan gelas,
peralatan pemanas dan peralatan untuk menimbang.
NON GELAS  Berikut ini contoh-contoh peralatan non gelas beserta
fungsinya:
Contoh
Peralatan
Non Gelas
Contoh
Peralatan
pemanas
Contoh
peralatan
pemanas
ALAT INSTRUMEN ANALISIS/UJI

 UV-Vis Spektrofotometer
IR Spectrophotometer (Spektrofotometer infra merah)
IR Spectroscopy can detect inorganic compounds containing
polyatomic ions and metal oxide. The band positions, shape and
peak intensity decide the characteristics of functional groups
 Untuk mengetahui gugus funsional yang ada (-OH, -CH2-, -CH3,-
C=O, CHO, aromatis, dll) kualitatif
BET
The Micromeritics ASAP 2010 system is equipped with an
optional molecular diffusion pump, a chemisortion
system, and a density functional theory (DFT) software
package. It can be used to measure surface area, pore
volume, mesopore and micropore size distribution,
adsorbate-adsorbent interaction energy (physisorption ),
and dispersion and partricle size of supported metals
(chemisorption).
SEM (Scanning Electron Microscopy)
The microscope shows surface images up to several thousand times
magnification. An additional feature is the ability to determine elemental

composition with the attached EDAX apparatus.


TEM
Transmission Electron
Microscop
TGA/DTA
Thermogravimetric Analysis (TGA) merupakan teknik mengukur
perubahan berat suatu sampel bila temperaturnya berubah dengan laju
tertentu. Sedangkan Differential Thermal Analysis (DTA) merupakan
teknik analisis untuk mengukur perubahan kandungan panas sebagai
fungsi perubahan temperatur
MS (Mass Spectrometer)
 Untuk menentukan masa molekul sampel uji
XRD (Difraksi Sinar-X)

 Untuk menentukan kristalinitas, kemurnian, perubahan


fase sampel.
ION ANALYZER
SPM
(Scanning Probe Microscopy)
GC/MS
MODEL PENGGUNAAN ALAT LAB

Penyaringan (filtration)
a. Melipat kertas saring
Cara menyaring larutan

b. Menyaring larutan
Cara Titrasi

a. Pegang kran dengan


tangan kiri dan labu
erlenmeyer dengan
tangan kanan
b. Selalu arahkan skala
buret di depan
praktikan untuk
memudahkan
mengukur volume.
Gambar manakah
memegang yang benar?
Pemisahan dengan Corong pisah
A. Memasukan cairan ke corong pisah

1. Tempatkan corong ke leher 2. Tuangkan pelarut ekstraksi Volume 3. Tutup corong


corong pisah. Tuangkan total dalam corong pisah tidak boleh pisah.
cairan yang akan diekstraksi lebih besar dari ¾ volume corong pisah.
Gojoklah corong pisah dengan
posisi direbahkan dan arahkan
stopcock ke jendela /ventilasi
B. mengoyang larutan dalam corong pisah

Ambil corong pisah dengan posisi tertutup dan goyang perlahan, kemudian rebahkan dan secara
perlahan buka stopcock corong pisah untuk mengeluarkan tekanan. Tutup stopcock corong pisah
kembali, dan ulangi prosedur ini hingga tinggal sedikit tekanan yang dilepaskan (lihat gambar
berikut)

Sekarang, gojok corong pisah selama beberapa detik, keluarkan tekanan, kemudian gojok lagi. 30
detik biasanya cukup untuk tercapai keseimbangan zat terlarut antara 2 pelarut (lihat gambar
berikut)
Distilasi sederhana
Distilasi

 Distilasi fraksionasi
KOMPETENSI DASAR

3.6 Menerapkan penanganan limbah non B3 berdasarkan


sifat dan karakteristiknya
3.7 Menganalisis kelayakan penyimpanan dan pembuangan
bahan Kimia
limbah PLASTIK
 Jangan dibakar, kecuali dalam alat pembakar khusus.
 limbah plastik jangan dikubur, sebaiknya dibuang pada
wadah khusus pembuangan plastik

limbah -limbah LAIN


 limbah kertas dibuang dlm wadah khusus untuk kertas
dan sebaiknya dibakar dalam satu tempat pembakaran
 limbah -limbah yang tajam (mata pisau, syringe,
jarum) harus ditempatkan dalam kotak khusus dan tidak
boleh dicampur dengan limbah lainnya.
KOMPETENSI DASAR

3.11 Menganalisis sifat-sifat bahan kimia dalam pembuatan


larutan/reagensia.
4.11 Membuat dan menstandarisasi larutan/reagensia.
TEKNIK PELARUTAN & PENGENCERAN

Teknik Pelarutan
Hal Langkah
1. Sifat analisis 1. Tetapkan : kualitatif atau kuantitatif (sesuai
tujuan analisis)
2. Kuantitas larutan (volume, 2. Tetapkan : sesuaikan dengan kebutuhan
konsentrasi)
3. Kuantitas zat padat (rumus, 3. Tetapkan : rumus zat padat (kristal), daya
kelarutan, massa) larut, dan massa padatan yang akan
dilarutkan (dihitung)
4. Sifat zat padat 4. Tetapkan : stabil, higroskopis, atau
bereaksikah dengan air?
5. Alat ukur massa (neraca) 5. Kuantitatif : neraca teknis
Kualitatif : neraca teknis atau necara
analitik
6. Alat ukur volum 6. Kualitatif : gelas ukur
Kuantitatif : labu takat atau labu ukur
Hal Langkah

7. Pelarutan 7. Teknik pelarutan

a. Peralatan a. Siapkan : gelas kimia, batang pengaduk, botol


pendukung timbang, corong, pipet tetes, botol semprot, botol
kemasan pereaksi
b. Kualitatif : pindahkan padatan ke gelas kimia dan
b. Pelaksanaan larutkan dengan akuades secukupnya, lalu
pindahkan ke gelas ukur, dan tuangi akuades
sampai tanda batas
kuantitatif : pindahkan dahulu seluruh padatan ke
gelas kimia dan larutkan dengan akuadesw
secukupnya, lalu pindahkan seluruhnya (secara
kuantitatif) ke labu ukur lewat corong, tambahkan
akuades sedemikian, keringkan bagian atas skala,
lalu terakhir secara tetes demi tetes sampai tanda
batas volum, tutup labunya dan homogenkan
c. Pengemasan c. Bilas botol pereaksi bersih/kering dengan sedikit
larutan di atas, dan pindahkan seluruh larutan ke
botol ini, tutup, dan beri label dengan jelas
Teknik Pengenceran

A. Teknik Pengenceran dari Cairan Pekat


 Pra pengenceran :
- Hitung volum cairan pekat dan volume akuades yang
akan diukur
- Ukur volum akuades tersebut dan siapkan di gelas kimia
 Teknik pengukuran volum cairan pekat :
- Lakukan pengukuran volume di ruang asam, dan
pembacaan volume sesegera mungkin
- Sebaiknya gunakan masker, jika asam pekatnya berasap
 Pencampuran/Pelarutan :
- Segera alirkan perlahan cairan pekat lewat batang
pengaduk ke dalam gelas kimia yang berisi akuades di
atas
- Hitung balik, konsentrasi cairan hasil pengenceran,
tambahkan sesuai dengan kekurangan akuades.
B. Teknik pengenceran dari cairan kurang
pekat
Cara :
Ukur akuades (hasil hitung) dengan gelas ukur
(berukuran sesuai dengan volum akhir larutan);
kemudian tuangkan larutan lebih pekatnya ke
dalam gelas ukur tersebut sampai volumnya
mendekati tanda batas; lanjutkan penambahan
tetes per tetes sampai tanda batas volum akhir
yang diharapkan.
RUMUS PENGENCERAN LARUTAN :

Hubungan pengenceran molar (M)


M1V1 = M2V2
Hubungan pengenceran persen (%v/v)
V1P1 = V2P2
Hubungan pengenceran persen (%b/b)
V1P1d1 = V2P2d2