Anda di halaman 1dari 35

Martin (1988) mengartikan manajemen

logistik sebagai proses yang secara strategik


mengatur pengadaan bahan (procurement),
perpindahan dan penyimpanan bahan,
komponen dan penyimpanan barang jadi (dan
informasi terkait) melalui organisasi dan
jaringan pemasarannya dengan cara tertentu
sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan
baik untuk jangka waktu sekarang maupun
waktu mendatang melalui pemenuhan
pesanan dengan biaya yang efektif.
Pengertian pengadaan dalam buku
manajemen logistik ialah segala kegiatan
usaha untuk menambah dan memenuhi
kebutuhan barang dan jasa berdasarkan
peraturan yang berlaku dengan menciptakan
sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada.
1. Perencanaan dan penentuan kebutuhan
2. Penyusunan dokumen tender
3. Pengiklanan/penyampaian dengan lelang
4. Pemasukan dan pembukuan penawaran
5. Evaluasi penawaran
6. Pengusulan dan penetuan pemenang
7. Masa sanggah (periode jika ada
pengaduan/keluhan)
8. Penunjukkan pemenang
9. Pengaturan kontrak
10. Pelaksanaan kontrak/penyerahan barang.
1. Pembelian
2. Peminjaman
3. Menyewa
4. Membuat Sendiri
5. Menukarkan
6. Substitusi
7. Pemberian/ hadiah
8. Perbaikan/ rekondisi
Yang dimaksud dengan pembelian adalah
suatu pristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh
dua belah pihak dengan tujuan menukarkan
barang atau jasa dengan menggunakan alat
transaksi yang sah dan sama-sama memiliki
kesepakatan dalam transaksinya, dalam
pembelian terkadang akan terjadi tawar menawar
antara pembeli dan penjual hingga mendapatkan
kesepakatan harga yang kemudian akan
melakukan transaksi penukaran barang atau jasa
dengan alat tukar yang sah dan di sepakati kedua
belah pihak.
Untuk memenuhi kebutuhan logistik yang
dibutuhkan, organisasi tidak harus
melakukan usaha pembelian.
Organisasi/perusahaan juga dapat
mengadakan barang-barang yang dibutuhkan
dengan cara meminjam. Menurut (Dwiantara
dan Sumarto, 2004) meminjam merupakan
cara pemenuhan kebutuhan logistik yang
diperoleh dari pihak lain dengan cara tanpa
memberikan kontra prestasi (imbalan) dalam
bentuk apapun.
Menurut Pasal 1548 KUH Perdata
menyebutkan bahwa: perjanjian sewa-
menyewa adalah suatu perjanjian, dengan
mana pihak yang satu mengikatkan dirinya
untuk memberikan kepada pihak yang lainya
kenikmatan dari suatu barang, selama waktu
tertentu dan dengan pembayaran suatu
harga, yang oleh pihak tersebut belakangan
telah disanggupi pembayaranya
Membuat sendiri merupakan salah satu
upaya pemenuhan kebutuhan logistik dengan
cara membuat barang-barang yang
dibutuhkan. Pembuatan barang-barang
kebutuhan logistik ini harus benar-benar
disesuaikan dengan kebutuhan organisasi
baik dari sisi waktu maupun kualitas barang.
Menukarkan merupakan cara pemenuhan
kebutuhan logistik dengan jalan menukarkan
barang yang dimiliki dengan barang yang
dimiliki oleh pihak lain yang dibutuhkan oleh
organisasi/perusahaan. Pemilihan metode/
cara ini harus mempertimbangkan faktor
saling menguntungkan di antara kedua belah
pihak dan barang yang dipertukarkan harus
merupakan barang yang sifatnya kelebihan/
berlebihan yang dipandang tidak memiliki
daya guna untuk perusahaan.
Pengadaan barang melalui cara substitusi
adalah penggantian barang-barang yang
dibutuhkan dengan barang-barang lain yang
sejenis yang dapat menggantikan fungsi
barang yang dibutuhkan secara baik dan
cocok. Dengan cara ini, barang yang
dibutuhkan tidak harus sama persis dengan
permintaan unit kerja tetapi tetap dapat
dimanfaatkan tanpa mengurangi kinerja unit
kerja
Meski jarang terjadi, tetapi pengadaan
barang melalui proses pemberian (hibah) atau
hadiah tetap bisa menjadi salah satu
alternatif. Hibah/ pemberian barang ini
diberikan oleh pihak lain tanpa adanya ikatan
yang dapat merugikan organisasi/
perusahaan. Oleh sebab itu sebelum
menerima hibah/ pemberian unit logistik
harus benar-benar mengkaji dampak-
dampak yang tidak diinginkan di kemudian
hari.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi
penggunaan barang-barang yang ada di
organisasi maka unit logistik hendaknya
memiliki tenaga terampil yang dapat
melakukan usaha-usaha perbaikan (repair)
terhadap barang-barang logistik yang
mengalami kerusakan, terutama kerusakan
ringan.
Ada 5 komponen yang bergabung untuk
membentuk sistem logistik, yaitu :
1. Struktur Lokasi Fasilitas
2. Transportasi
3. Pengadaan Persediaan
4. Komunikasi
5. Penanganan dan Penyimpanan
1. Sistem Eselon
2. Sistem Langsung
3. Sistem Fleksibel
Istilah ini mengandung arti bahwa arus
produksi atau material itu berlangsung melalui
serangkaian lokasi yang berurutan sejak ia
bergerak dari tempat awal ke tujuan akhir.
Sistem Eselon menggunakan gudang-gudang
dengan tujuan untuk menggabungkan beraneka
ragam produk ke dalam suatu pengiriman
tunggal yang besar jumlahnya. Situasi eselon ini
mengutamakan penggudangan dengan maksud
memperoleh keuntungan dari volume besar di
samping menyediakan jenis produk yang
lengkap.
Bertolak belakang dengan pola eselon
adalah sistem yang beroperasi langsung dari
salah satu atau sejumlah pusat penumpukan
persediaan. Perusahaan yang menjalankan
distribusi mendapatkan bahwa usaha
pemasaran mereka paling baik ditunjang oleh
suatu perusahaan sentral.
 Sistem logistik yang paling lazim adalah sistem yang
mengkombinasikan prinsip-prinsip eselon dengan
prinsip-prinsip sistem langsung menjadi satu pola
operasi yang fleksibel, sebagaimana yang telah
dikemukakan sebelumnya. Selektivitas persediaan
didorong adanya dalam desain sistem logistik.
 Masing-masing perusahaan menghadapi masalah
pemasaran yang berlainan, dan memakai
kebijaksanaan logistik yang fleksibel yang berbeda-
beda pula dalam hal penggudangan. Perusahaan ini
harus mempelajari kebutuhan-kebutuhan logistiknya
sendiri untuk menentukan pola yang paling baik bagi
kebutuhan pelayanannya dengan total biasya yang
terendah.
1. Sumber daya alam
Sumber daya alam memiliki peran penting dalam
kegiatan ekonomi perusahaan. Kebutuhan dari
setiap kegiatan bisnis di sebuah perusahaan
pasti diperoleh dari alam.Sumber daya alam ini
adalah input utama dalam manajemen
logistic. Sumber daya alam merupakan salah
satu modal dasar untuk proses bisnis.
Pendayagunaan sumber daya alam ini menjadi
factor terpenting dalam penyediaan bahan
material yang nantinya akan diproses menjadi
suatu produk yang bernilai.
2. Sumber daya manusia

 Sumber daya manusia merupakan asset penting dalam


proses bisnis di lingkungan perusahaan. Sumber daya
manusia ini juga disebut sebagai agent of development
dimana berhasil tidaknya suatu proses bisnis ditentukan
oleh sumber daya manusia itu sebagai pemegang agent of
development. Sumber daya manusia adalah salah satu
factor produksi dalam suatu lingkup perusahaan dalam hal
ini di dalam proses bisnis manajemen logistic sebagai
salah satu inputnya.
 Dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi dalam
manajemen logistic ini diperlukan adanya pengelolaan
sumber daya manusia,dikarenakan sumber daya manusia
yang semakin berkualitas dapat menunjang tercapainya
tujuan-tujuan manajemen logistic.
3. Fasilitas pendanaan
Pembiayaan menurut Muhammad (2005:304),
secara arti luas berarti financing atau
pembelanjaan, yaitu pendanaan yang dikeluarkan
untuk mendukung investasi yang telah
direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun
dijalankan oleh orang lain. Dalam manajemen
logistic fasilitas pendanaan menjadi fakktor
penting yang harus dipikirkan agar dalam
melaksanakan proses manajemen logistic bisa
berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
4. Sistem informasi
Dalam proses manajemen logistic diperlukan
adanya system informasi yang diperlukan
sebagai input. System informasi ini dibutuhkan
sebagai acuan pengambil keputusan untuk
tindakan-tindakan yang akan diambil selanjutnya
dalam proses manajemen logistic. Dengan
adanya pengelolaan system informasi yang baik
dan benar maka jalannya proses manajemen
logistic bisa berjalan dengan baik, tanpa
pengelolaan system informasi yang baik pasti
proses manajemen logistiknya tidak akan
berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
1. Keunggulan kompetitip
Keunggulan kompetitif adalah kemampuan
perusahaan untuk memformulasi strategi
pencapaian peluang profit melalui
maksimisasi penerimaan dari investasi yang
dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua
prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan
untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu
adanya nilai pandang pelanggan dan
keunikan produk.
2. Waktu dan tempat
Dalam proses bisnis manajemen logistic,kita harus
memperhatikan waktu dan tempat. Dua factor ini menjadi
landasan penting dalam membangun proses bisnis, karena
dengan memperhatikan dua factor ini jika bisa dijalankan
dengan strategi yang bagus dalam merencanakan dan
melaksanakannya maka proses bisnis manajemen
logistiknya akan berjalan sesuai dengan apa yang
diharapkan. mampu menyediakan logistik sesuai dengan
kebutuhan, baik berkaitan dengan jenis dan
spesifikasinya, jumlah, waktu, maupun tempat
dibutuhkan, dalam keadaan dapat dipakai, dari sumber
yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan harga yang
layak, serta dengan memberikan pelayanan yang baik.

3. Perpindahan mulus ke pelanggan
Tujuan yang ingin dicapai oleh manajemen logistic
yaitu perpindahan mulus kepelanggan. Setiap
pelanggan mengharapkan produk yang bermutu dan
memiliki kualitas yang bagus dan tidak cacat saat
sudah sampai ketangan pelanggan. Kualitas itu
sendiri sering dianggap sebagai ukuran relatif
kebaikan suatu produk Pelanggan yang
mendapatkan produk yang diinginkannya sesuai
dengan yang ia harapkan maka akan berdampak
pada suatu perusahaan. Perusahaan yang berhasil
membuat pelanggannya puas terhadap produknya
maka ia akan bisa menigkatkan eksistensinya di
pangsa pasar.
4. Ketepatan manfaat
Suatu produk diciptakan untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan. Produk ini diciptakan
dengan desain produk yang tentu saja sesuai
dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh
pelanggan. Suatu Produk dibuat tentu saja untuk
memberikan manfaat kepada setiap
penggunanya,tetapi bagaimana memeberikan
manfaat yang tepat terhadap suatu produk untuk
pelanggan itu yang harus dipikirkan oleh sutu
perusahaan dalam hal ini manajemen logistic.
1. Alasan ekonomis
Sebuah prinsip dasar ekonomi yang
mendasari penggunaan gudang untuk
melayani pasar adalah pengiriman
gabungan. Seorang pengusaha mungkin
tadinya menjual f.o.b dipasar, tetapi jika
pemgiriman pasar cenderung lebih kecil dari
pada yang perlu untuk dapat memperoleh
tarif volume, maka dari sudut ekonomis
mungkin dapat dibenarkan untuk
mendirikan sebuah gudang.
2. Alasan pelayanan
gudang-gudang itu sering kali vital bagi
perluasan perusahaan yang menjual produk
secara nasional. Perusahaan yang kompetitif itu
menjual ke total pasar yang lebih luas dengan
maksud untuk memperoleh volume penjualan
yang paling menguntungkan. Keadaan pesaingan
ini barangkali akan memaksa produsen produsen
besar untuk memusatkan pabrikpabriknya
dimana biaya produksi adalah rendah atau
dimana terdapat banyak peminatan industri. Ini
adalah perlu karena tidak ada sub pasar
individual yang meminta total produksi suatu
perusahaan.
Akunting tradisional dan kebutuhan-
kebutuhan biaya logistik:
1. Neraca
neraca menunjukan posisi keungan suatu
perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
Tujuannya untuk mengikhtisarkan harta dan
hutang perusahaan itu dan untuk
mencerminkan kekayaan bersih dari
pemiliknya.
2. Daftar rugi atau laba
mencerminkan penghasilan dan biaya yang
berkaitan dengan operasi perusahaan itu
selama suatu jangka waktu. Tujuannya untuk
menentukan sampai berapa jauh keberhasilan
keuangan operasi perusahaan.
1. Identifikasi biaya
Pada umumnya semua biaya yang berkaitan
dengan penyelenggaraan manajemen
material, distribusi fisik dan transfer
persediaan, hendaklah dimasukan kedalam
suatu sistem klasifikasi biaya fungsional.
2. Menentukan biaya kerangka waktu
Masalah pokok dalam menentukan biaya yang
harus dicocokan adalah menyangkut jangka
waktu penghimpunan biaya-biaya itu untuk
pengukuran. Prinsip-prinsip akunting yang
telah umum diakui/diterima menghendaki
metode accrual yaitu metode dimana
diusahakan untuk mengkaitkan penghasilan
dan biaya-biaya dengan prestasi pelayanan
yang sesungguhnya.
3. Penentuan format biaya
Biaya logistik dapat disajikan dalam sejumlah
cara untuk tujuan manajerial. Tiga cara yang
lazim yaitu :
a. Pengelompokan fungsional
b. Pengelompokan alokasi
c. Pengelompokan level aktivitas
4. Penentuan format biaya alokasi
Penentuan format biaya alokasi terdiri dari
penentuan biaya logistik pada suatu ukuran
prestasi fisik yang berarti. Misalnya, total
biaya logistik per ton, per hundredweight, per
produk, per pesanan, per garis item, atau
beberapa ukuran fisik lainnya yang
memberikan dasar bagi analisa perbandingan
diantara periode-periode operting yang
berurutan.
TERIMA KASIH