Anda di halaman 1dari 22

Peran zat gizi terhadap penyakit

infeksi saluran napas bawah


(lower respiratory tract infections)

Desty adinda
Eka ariska lubis
Angela nova natalia
infeksi saluran napas bawah

Mulai dari bagian


bawah Bronkitis,
ISPaB epiglotis Pneumonia
sampai alveoli paru
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2007, proporsi
kematian Balita akibat pneumonia
menempati urutan kedua yaitu 15,5%
setelah diare (25,2%).
bronkitis
• Infeksi pd bronkus yg berasal dr hidung
dan tenggorokan. Gejalanya diawali batuk
pilek tp infeksi menyebar ke bronkus
sehingga batuk smakin parah

• Bronkitis terbagi dua: akut dan kronik


Zat gizi yang berperan dalam penyembuhan
penyakit Infeksi saluran napas bawah
• Protein
• Micronutrients
• vitamin A
• Vitamin C
• Vitamin E
• Zinc (Seng)
PROTEIN

 Protein mempunyai fungsi khas yang tidak


dapat digantikan oleh zat gizi lain yaitu
membangun serta memelihara sel-sel dan
jaringan tubuh
 Khusus untuk anak-anak, asupan protein di
perlukan lebih tinggi daripada orang dewasa,
karena mereka masih dalam masa pertumbuhan
 Fungsi protein diantaranya untuk membantu
pertumbuhan, pemeliharaan dan membangun
enzim, hormon dan imunitas, oleh sebab itu
protein sering kali disebut sebagai zat
pembangun. Protein dibagi dua, yakni berasal
dari hewani dan nabati. Sumber pangan yang
mengandung protein antara lain ikan, telur,
daging, susu dan kacang-kacangan
VITAMIN A
• Vitamin A merupakan senyawa poliisoprenoid
yang mengandung cincin sikloheksenil. Vitamin
A atau retinol merupakan istilah generik bagi
semua senyawa dari sumber hewani yang
memperlihatkan aktivitas biologik vitamin A.
Senyawa tersebut disimpan dalam bentuk ester
retinol di dalam hati. Di dalam sayur, vitamin A
berwujud sebagai provitamin dalam bentuk
pigmen β-karoten berwarna kuning
• Vitamin A penting untuk pertumbuhan dan
perbaikan jaringan tubuh, kesehatan mata,
melawan bakteri dan infeksi, mempertahankan
kesehatan jaringan epitel, membantu
pembentukkan tulang dan gigi
• Antioksidan juga merupakan bahan yang menghambat
atau mencegah keruntuhan, kerusakan atau kehancuran
akibat oksidasi
• Tingkat keparahan penyakit selalu berkorelasi dengan
tingkat defisiensi vitamin A. Kematian selalu
berhubungan dengan infeksi diantaranya pneumonia
dan diare berat. Pemberian vitamin A dosis besar dapat
menurunkan risiko kematian akibat infeksi
VITAMIN C
• Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam
air, tidak tahan terhadap panas dan dibutuhkan
untuk tumbuh kembang anak.
• Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan.
Vitamin C juga penting untuk membentuk
kolagen, serat, struktur protein serta
meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi
dan membantu tubuh menyerap zat besi
Vitamin C dapat mencegah infeksi,
kemungkinan karena pemeliharaan terhadap
membran mukosa atau pengaruh terhadap
fungsi kekebalan.
Sama seperti vitamin A, vitamin C juga jika
berlebihan ataupun kekurangan akan
menimbulkan masalah, diantaranya jika
kekurangan vitamin C akan mengakibatkan
skorbut, anemia, perdarahan gusi serta
depresi dan gangguan saraf. Kelebihan juga
akan mengakibatkan hal yang tidak baik
seperti hiperoksaluria dan resiko lebih tinggi
terhadap batu ginjal
Vitamin E dapat meningkatkan sistem imun
dengan memperbaiki fungsi sel T, juga sebagai
antioksidan yang melindungi limfosit, otak, dan
jaringan lain dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sumber utama vitamin E adalah minyak tumbuh-
tumbuhan, terutama minyak kecambah gandum
dan biji-bijian. Minyak kelapa dan zaitun hanya
sedikit mengandung vitamin E. Sayuran dan
buah-buahan juga merupakan sumber vitamin E
yang baik. Daging, unggas, ikan, dan kacang-
kacangan mengandung vitamin E dalam jumlah
terbatas
• Zink berperan dalam fungsi
ZINK kekebalan, yaitu dalam fngsi sel T
dan dalam pembentukan antibodi sel
B.
• Gejala-gejala kekurangan zinc
diantaranya menurunnya ketajaman
indera perasa, melambatnya
penyembuhan luka, gangguan
pertumbuhan, menurunnya
kematangan seksual, terganggunya
sistem imun, terganggunya fungsi
kelenjar tiroid, laju metabolisme dan
gangguan homeostasis.
• Suplementasi seng meningkatkan fungsi imun,
termasuk hipersensitivitas tipe lambat, dan
meningkatkan jumlah limfosit CD4 (helper).
• Pada penelitian eksperimental, defisiensi seng
terbukti mengganggu fungsi imun seluler dan
humoral. Gangguan fungsi imun ini menyebabkan
anak rentan terhadap penyakit infeksi termasuk
ISPA
• Defisiensi seng menyebabkan gangguan fungsi
imun non spesifik seperti kerusakan epitel
saluran nafas, menggangu fungsi leukosit PMN,
sel natural killer dan aktivitas komplemen dan
fungsi imun spesifik seperti penurunan jumlah
sitokin. Gangguan fungsi imun non spesifik dan
spesifik tersebut akhirnya memudahkan anak
menderita ISPA
REFERENSI
 Fitriyah, R., Mahmudiono, T., 2013. Hubungan Asupan Dan Pola
Konsumsi Vitamin A, Protein Dan Zinc Dengan Kejadian Ispa
Dan Status Gizi Pada Anak. Jurnal Media Gizi Indonesia, Vol. 9,
No. 1 Januari–Juni 2013: hlm. 60–65.
 Asfianti, F., Nazir, H.M., Husin, S., Theodorus.,2013. Pengaruh
Suplementasi Seng dan Vitamin A Terhadap Kejadian ISPA dan
Diare pada Anak. Jurnal Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Moh.Hoesin /Fakultas Kedokteran Universitas
Sriwijaya, Palembang. Vol. 15, No. 2, Agustus 2013.
 Ningrum, F.R., 2016. Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A
Dan Status Gizi Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di
Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2016 . Jurnal FKM
Universitas Andalas. Padang.
 Yanti. 2008. Hubungan pemberian kapsul vitamin A dengan
kejadian ISPA pada balita di Kota Payakumbuh. Tesis FKM
UGM, Yogyakarta.
MEKANISME GIZI - PNUEMONIA
 Orang dengan gizi kurang dan gizi buruk
(terutama balita) memiliki potensi untuk terkena
penyakit pneumoni alebih besar dari pada orang
dengan BB normal.
pneumonia Dehidrasi

Suhu tubuh
Peradangan alveolus meningkat

Terbentuk eksudat Produksi sputum


dalam alveoli meningkat
/
Sputum bau n
kental
O2 ke vena
/
terhambat
anoreksia

Gangguan
hipoksemia pemenuhan
nutrisi
Gangguan pola napas
Kemenkes RI. 2012. Pedoman Pengendalian Penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Direktorat Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
.
Terimakasih