Anda di halaman 1dari 26

BAGIAN THT - KL REFERAT

FAKULTAS KEDOKTERAN April 2018


UNIVERSITAS PATTIMURA

OTITIS MEDIA SEROSA

Asmayuni Jumad (2011-83-006)

Pembimbing:
dr. Julu Manalu, Sp.THT-KL

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


PADA BAGIAN THT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2018
PENDAHULUAN

• Otitis media serosa biasanya dikenal dengan nama lain otitis media
musinosa, otitis media efusi, otitis media sekrotoria atau otitis media
mucoid (glue ear).
• Otitis media efusi sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat juga
mengenai orang dewasa. Rata-rata insiden OME sebesar 14% - 62%,
namun beberapa penelitian lain melaporkan angka rata-rata
prevalensi OME sebesar 2% - 52%.
• Di Indonesia, data mengenai otitis media efusi masih jarang
ditemukan karena kurangnya pelaporan angka kejadian penyakit
ini. Penelitian khusus mengenai otitis media efusi juga kurang
karena minimalnya keluhan pada pasien yang menderita penyakit
ini.
2.1 ANATOMI TELINGA
TELINGA LUAR
(DAUN TELINGA)
TELINGA LUAR
(LIANG TELINGA)
TELINGA TENGAH
TELINGA TENGAH
(BAGIAN DARI TELINGA TENGAH)
TELINGA TENGAH
(MEMBRAN TIMPANI)
TELINGA TENGAH
(TUBA AUDITIVA)
TELINGA TENGAH
(TULANG PENDENGARAN)
TELINGA DALAM
TELINGA DALAM
(LABIRINTUS OSSEUS)
TELINGA DALAM
(LABIRINTUS MEMBRANASSEUS)
PERSARAFAN
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

DEFINISI
Otitis media serosa merupakan keadaan terdapatnya sekret
yang non purulen ditelinga tengah, sedangkan membran
timpani utuh. Adanya cairan pada telinga tengah dengan
membran timpani yang utuh tanpa tanda-tanda infeksi
disebut juga otitis media dengan efusi
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

ETIOLOGI
Gangguan fungsi tuba eustachius merupakan penyebab
utama. Gangguan tersebut dapat terjadi pada:
• Peradangan kronik rongga hidung, nasofaring, faring
misalnya oleh alergi
• Barotrauma
• Pembesaran adenoid dan tonsil
• Tumor nasofaring
• Celah langit-langit
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

PATOFISIOLOGI
Sembuh/normal

Tekanan Fungsi tuba tetap


negatif di terganggu
Gangguan tuba Efusi OME
telinga Infeksi (-)
tengah
Tuba tetap terganggu
Etiologi: Infeksi (+)
Perubahan tekanan udara tiba-tiba
Alergi / infeksi
OMA
Brotrauma
Sumbatan

OME
Sembuh OMSK
PATOFISIOLOGI
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

MANIFESTASI KLINIK
• Rasa tersumbat pada telinga atau suara sendiri
terdengar lebih nyaring atau berbeda.
• Terasa seperti ada cairan yang bergerak dalam telinga
pada saat posisi kepala berubah.
• Nyeri dalam telinga
• Tinitus, vertigo, atau pusing kadang-kadang ada dalam
bentuk yang ringan.
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

Anamnesis : PEMFIS
• Pendengaran
1. Pem. daun telinga :
berkurang
normal
• Rasa tersumbat pada
telinga
2. Pem. Liang telinga :
• Suara sendiri
lapang, sekret (-), Massa
terdengar lebih
(-)
nyaring / berbeda
pada telinga yang
3. Pemfis Membran
sakit (diplacusis
timpani : RC (-), intak (-)
binauralis)
• Rasa sedikit nyeri
4. Tes Garputala
(saat awal tuba
Tuli konduksi
eustachius terganggu
OME
Akut

OME
Kronik
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

PENATALAKSANAAN

MEDIKAMENTOSA
BEDAH
1. Dekongestan
1. Miringitomi,
2. Anti histamin
2. Pemasangan tuba
3. Antibiotik (jika hasil
timpanostomi
biopsi ada bakteri)
3. Adenoidektomi.
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

KOMPLIKASI

Komplikasi yang dapat terjadi pada otitis media serosa


adalah otitis media supuratif kronik (OMSK), labirinitis,
mastoiditis, meningitis. Selain itu perubahan yang terjadi
pada telinga tengah dapat mengakibatkan penyakit otitis
menjadi otitis media adesiva dan otitis media kronis maligna
2.2. OTITIS MEDIA SEROSA

PROGNOSIS

Otitis media dengan efusi biasanya hilang dengan sendirinya


selama beberapa minggu atau bulan. Kebanyakan anak tidak
mengalami kerusakan pada pendengaran jangka panjang
mereka atau kemampuan berbicara, bahkan ketika cairan
tetap selama berbulan-bulan
KESIMPULAN
 Otitis media serosa biasanya dikenal dengan
nama lain otitis media musinosa, otitis media
efusi, otitis media sekrotoria atau otitis media
mucoid (glue ear).

 Penatalaksaan dari OMS ini terbagi menjadi


bedah dan non bedah. Pengobatan dapat
mempercepat proses ini. OME biasanya tidak
mengancam nyawa. Kebanyakan anak
mengalami kerusakan pada pendengaran jangka
panjang atau kemampuan berbicara.
TERIMA KASIH……………….

Beri Nilai