Anda di halaman 1dari 34

DM, Hipertensi, Dislipidemia

dan Pencegahannya
Dr. Mathyas Thanama

Pontianak, 7 Desember 2017


DIABETES MELITUS
DIABETES MELITUS??

Asal Kata :
• Diabetes ( Yunani)  pancuran air
• Melitus (Latin)  manis

Istilah Awam :
• Kencing manis
• Sakit gula
DIABETES MELITUS

• American Diabetes Association (ADA) 2010


Penyakit metabolic dengan karakteristik tingginya kadar gula dalam
darah (hiperglikemia) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau keduanya

Indonesia termasuk 10 Negara terbesar penderita DM di dunia


Kalimantan Barat dan Maluku Utara prevalensi DM terbesar di
Indonesia ; 11,1% (Riskesdas 2007)
Klasifikasi DM
Kapan Dikatakan DM??

Gula Darah Puasa


> 126 mg/dL
(GDP)

Gula Darah Sewaktu


> 200 mg/dL
(GDS)

Tes Toleransi Glukosa


> 200 mg/dL
(TTGO)
Faktor Resiko
Riwayat Keluarga

Pola makan dan obesitas

Usia semakin bertambah

Merokok

Hipertensi

Masa kehamilan ( DM Gestasional)

Stress dalam jangka waktu lama


Hati-Hati Hipoglikemi !!!
• Berdebar-debar / “deg-
degan”
• Banyak berkeringat
• Gemetar
Penurunan kadar gula darah <
• Rasa lapar
60 mg/dL atau 80 mg/dL
• Pusing
disertai gejala klinis
• Gelisah
• Kesadaran menurun sampai
koma

Bila konsumsi obat DM HARUS MAKAN !!


1. EDUKASI / PENYULUHAN
2. Perencanaan Makan
3. OLAH RAGA ( Aktivitas Fisik )
4. Periksa Kadar Gula Darah & Konsultasi Medis
5. Minum Obat Teratur
Jumlah makanan

Sayuran
Karbohidrat

Protein
Lemak
Waktu makan bagi penderita DM

• Waktu makan bagi diabetesi lebih baik dengan porsi kecil namun dibagi
dalam beberapa waktu makan agar gula darah stabil
HIPERTENSI
Hipertensi
• Peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg secara kronis.

• Nilai tekanan darah diambil dari rerata 2x atau lebih pengukuran pada
setiap kali kunjungan ke dokter.

TD : 120 / 80

120 = Sistolik
80 = Diastolik
Faktor Resiko

• Male
• Genetik
• Age (men >55 years, women >65
years)
Multifaktorial • Dislipidemia
• DM
• Merokok
• Obesitas (BMI >30 kg/m2)
• Stress
• Asupan garam (natrium) yang tinggi
Gejala Hipertensi
• Tidak dirasakan (Asimtomatik)
• Sakit kepala
• Pusing
• Rasa berat di tengkuk
• Lemas
• Kesemutan
• Gangguan tidur
• Penglihatan kabur
Komplikasi Hipertensi
• Otak  Stroke, “pikun” (demensia vascular)
• Mata  Gangguan penglihatan, kebutaan
• Jantung  “pembengkakan” jantung, gagal jantung, penyakit
jantung koroner
• Ginjal  Gagal ginjal
• Pembuluh darah perifer  nyeri saat berjalan (claudication
intermitten)
Algoritma Tatalaksana Hipertensi

Modifikasi gaya hidup

Obat antihipertensi

Monitoring & evaluasi


DISLIPIDEMIA
DISLIPIDEMIA

DIS Lipid
“salah” , “kelainan” Lemak (Kolesterol, Trigliserid)

DISLIPIDEMIA
Kelainan metabolisme lemak (peningkatan / penurunan) dalam darah
Metabolisme Lemak

Kolesterol Total Trigliserid

Lemak Baik Lemak Jahat


(HDL) (LDL)
Nilai Optimal

Kolesterol Total Trigliserid

< 200 < 150

Lemak Baik (HDL) Lemak Jahat


(LDL)
Pria : >40
Wanita : >50 < 100
FAKTOR RESIKO

- Perokok - Obesitas
- Hipertensi - Diabetes
- HDL ≤ 40 - Riwayat Keluarga
- Riwayat Penyakit Jantung - Stres Psikologis
Koroner keluarga - Pola makan tinggi gula,
- Usia (pria ≥45, wanita ≥55) lemak dan kalori

AKURAT !!
Skrining : tiap 1-3 bulan /
tiap 1-2 tahun
Puasa : 8 – 10 jam
BAHAYA - nya
Lemak (Kolesterol & Trigliserid) menumpuk di dinding pembuluh darah ->
menyempit dan tersumbat

Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah (Aterosklerosis)


• Jantung  Penyakit Jantung Koroner
• Otak  Stroke

Dapat berakibat FATAL, bahkan KEMATIAN


Gejala Dislipidemia

• Kolesterol tinggi atau Trigliserid tinggi


Gejala  TIDAK KHAS
• Leher tegang
• Kesemutan
• Pegal – pegal
• Tanpa gejala
10 PETUNJUK HIDUP SEHAT

1. G (Glukosa) : Batasi penggunaan gula


2. U (Uric acid) : Batasi makanan (jeroan, alkohol, emping)
3. L (Lipid/ Lemak) : Hindari makanan yang berlemak
4. O (Obesitas) : Kontrol berat badan
5. H (Hipertensi) : Hindari konsumsi garam yang berlebihan
6. C (Cigarette) : Stop merokok
7. I (In activity) : Olah raga teratur
8. S (Stress) : Hindari stress
9. A(Alcohol abuse) :Stop minum – minuman beralkohol
10.R(Regular check up): Check up secara teratur
LATIHAN JASMANI
• 3-4 kali seminggu @30 menit
• Olahraga disesuaikan dengan status kesegaran jasmani, misalnya :
• Jalan
• Sepeda santai
• Jogging
• Berenang
• Aktivitas sehari-hari : jalan kaki ke warung, menggunakan tangga, menemui
langsung rekan kerja, jalan dari tempat parkir
Terima Kasih

Ada Pertanyaan?