Anda di halaman 1dari 57

TINJAUAN PUSTAKA KIMIA KLINIK

ASPEK KLINIS DAN LABORATORIS


DISLIPIDEMIA
Erna Romauli / Djoko Marsudi

1
PENDAHULUAN
 Dislipidemia :
o pe↑ kadar kolesterol dan/atau
o pe↑ kadar trigliserida
o Pe↓ kadar HDL
 Prevalensi :
o Studi Cina : 52,72% populasi studi
o Studi Jerman: 76% populasi studi
o Bervariasi tiap etnis
o ♂>♀

2
PENDAHULUAN
 Istilah
awal : “hiperlipidemia”

1967 ;Fredrickson et al  “hiperlipoproteinemia”

Dislipoproteinemia

Dislipidemia ≈ dislipoproteinemia
 Merupakan salah satu faktor aterosklerosis  peny.
kardiovaskuler
 Deteksi dini & penanganan :
 me↓ kadar LDL & TG; Cegah/perlambat
 me↑ kadar HDL aterosklerosis
3
Lipid darah berupa :
 Asam lemak
 Trigliserida
 Kolesterol
 Fosfolipid
 Hormon steroid
Kadarnya rendah
 Vitamin larut lemak

4
 Trigliserida (TG):
o Tdd gliserol ester dengan 3 rantai panjang asam lemak
o Terdapat pada makanan berlemak
o disintesis oleh liver dan jaringan adiposa
 Kolesterol (C) :
o Komponen membran sel, prekursor hormon steroid
o Di sintesis di liver
o Ekskresi di saluran empedu secara langsung atau
dikonversi jadi garam empedu
 Fosfolipid :
mirip trigliserida, salah satu residu asam lemak diganti
fosfat & basa nitrogen
5
Lipid :
tidak larut dalam air  butuh agen pembawa
o Asam lemak bebas (FFA) ~ diikat albumin
o Lipid lain ~ dibawa lipoprotein

LIPOPROTEIN
6
Tabel 1. Jenis dan karakteristik lipoprotein

7
Apolipoprotein
 Apolipoprotein : komponen protein pada lipoprotein
 Fungsi utama:
o memodulasi aktivitas enzim di lipoprotein
o mempertahankan intergritas kompleks lipoprotein
o memfasilitasi uptake lipoprotein dengan berperan
sebagai ligan pada reseptor spesifik di permukaan sel

8
Tabel 2. Apolipoprotein beserta komposisi dan fungsinya

9
Metabolisme Lipoprotein
Ada 4 jalur yaitu:
1. Jalur absorpsi lipid
2. Jalur eksogen
3. jalur endogen
4. jalur transport
kolesterol reverse

10
Jalur Absorpsi lipid
Makanan mengandung: Makanan mengandung:
-TG - Monogliserida, digliserida
Lipase
- Kolesteril ester(CE) - Kolesterol bebas + garam empedu
pankreas
- Fosfolifid - Lisofosfolifid

Agregat besar (micelles)

Mikrovili usus
FFA rantai panjang
(monogliserida, digliserida) FFA rantai pendek =
Albumin
Esterifikasi
TG+ CE + apoB-48 Sirkulasi darah

Kilomi
kron

11
Metabolisme lipoprotein eksogen-endogen

---- Jalur endogen


---- Jalur eksogen
CM, chylomicron; TG, triglyceride; CE, cholesteryl ester; FC, free cholesterol; BA, bile acids; MTP, microsomal triglyceride transport
protein; LPL, lipoprotein lipase; FFA, free fatty acid; CMR, CM remnant; IBAT, intestinal bile acid transporter; HMG-CoA,
hydroxymethylglutaryl-CoA; 7α-H, 7α-hydroxylase; ACAT, acyl cholesterol acyltransferase; VLDL, very-low-density lipoprotein; IDL,
12
intermediate-density lipoprotein; LRP, low density lipoprotein reseptor like protein; LDLR, low density lipoprotein receptor; LDL, low-
density lipoprotein; HL, hepatic lipase; CD36, macrophage scavenger receptor-B; SR-A, scavenger receptor A. 4
Jalur transport kolesterol reverse

ApoA-I, apolipoprotein A-I; ABCA1, ATP binding casette transporter A1; FC, Free cholesterol; PL, phospholipid; HDL, high-density
lioprotein; LCAT, lecithin cholesterol acyltransferase; CTEP, cholesterylester transfer protein; CE, cholesteryl ester; FFA, free fatty
13 LDL recerptor; SR-B1, scavenger receptor clas B1; ABCG5/ABCG8, ATP binding cassete transporter G5 dan G8; BA,
acid, LDLR;
bile acids; 7αH, 7α-Hydroxylase. 4
Regulasi kolesterol intrasel

14
LDL, low-density lipoprotein; ACAT, acyl-CoA cholesterol acyltransferase; HMG-CoA reductase, 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme
A reductase. 7
Klasifikasi dislipidemia
 Berdasarkan penyebab:
o Dislipidemia primer/Familial
 Penyebab: kelainan genetik
o Dislipidemia Sekunder
 Penyebab : keadaan/ penyakit dasar

15
Dislipidemia Primer
 Mutasi gen menyebabkan:
o Pe↑ produksi TG, pe ↓ klirens TG
o Pe↑ produksi kolesterol, pe ↓ klirens kolesterol
o Pe↓ produksi HDL, pe↑ klirens HDL
 Terutama pada anak
 Klasifikasi Fredrikson (dislipidemia familial)
o Tipe I : pe↑ TG dan kilomikron
o Tipe IIa : pe↑ LDL
o Tipe IIb : pe↑ TG, LDL, VLDL
o Tipe III : pe↑ TG, IDL
o Tipe IV : pe↑ TG, VLDL
o Tipe V : pe↑ TG, kilomikron, VLDL
16
Tipe I (TG↑, Kilomikron↑)
1. Defisiensi LPL (kilomikronemia)
 Autosomal Resesif(AR)
 Sintesis LPL↓  klirens kilomikron ↓
 Klinis : gangguan perkembangan infant,
eruptive xanthoma, lipemia retinalis,
hepatosplenomegali, pankreatitis
 Kadar TG : 1000 - >10.000 mg/dL
2. Defisiensi Apo CII
 AR
 >1:1.000.000
 Defisiensi fungsional ApoC II
 Klinis: pankreatitis, sindroma metabolik
 TG > 500 mg/dL

17
Tipe IIa (Kolesterol LDL ↑)
1. Hiperkolesterol poligenik
 Kelainan gen ?
 Klinis: PJK dini
 Kolesterol LDL>130 mg/dl

18
Tipe IIa (Kolesterol LDL ↑)
2. Hiperkolesterolemia Familial
 Autosomal Dominan(AD)
 Heterozigot 1/500 , homozigot 1/1.000.000
 Onset: usia muda, homozigot < 18 tahun , tidak
dipengaruhi faktor lingkungan
 Mutasi gen: gangguan LDL Receptor (sintesis,
transport, ikatan ligan, recycle)  uptake LDL↓ 
LDL plasma↑
 Klinis: xanthoma tendon, pe↑ risiko aterosklerosis
 Lab: homozigot kolesterol LDL 500-1000 mg/dL
heterozigot kolesterol LDL >190 mg/dL.
19
Tipe IIb (TG,LDL,VLDL↑)
 Hiperlipidemia familial kombinasi
 Defek gen ?
 Terdapat overproduksi apoB dan VLDL
 AD
 1:50 – 1:100
 Klinis: PJK < 60 tahun, obesitas,resistensi
insulin, hiperurisemia
 Lab : kolesterol LDL>160 mg/dL, HDL rendah,
apoB me↑, sd LDL me↑, VLDL me↑

20
Tipe III (TG,IDL↑)
 Disbetalipoproteinemia familial
 Defek gen apoE  klirens kilomikron, VLDL↓
 AR > AD
 1:1000-1:5000
 Klinis : xanthoma palmar, tuberoeruptive
xanthoma di lutut dan siku, pe↑ risiko PJK dini
 TG > 300 mg/dL, rasio kolesterol VLDL: TG >
0,3 [N: 0,15-0,25]

21
Tipe IV (TG,VLDL↑)
 Hipertrigliseridemia familial
 Defek gen ?, defek multipel
 AD
 1:50-1:100
 Klinis: tidak khas, obesitas, resistensi insulin,
pankreatitis.
 Lab : HDL rendah, hiperurisemia, TG >150 mg/dL
 bisa lebih tinggi pada kondisi :
intake hormon estrogen, hipotiroid, konsumsi
alkohol, pola makanan.

22
Tipe V (TG,kilomikron,VLDL↑)
 Hiperprebetalipoproteinemia
 AD
 Penyebab pasti ?  klirens VLDL me↓ dan/atau
sintesis VLDL me
 Aktivitas LPL ↓ /Normal
 Aktivitas ApoCII Normal
 Klinis: eruptive xanthoma, lipema retinalis,
pankreatitis, gangguan toleransi glukosa.
 TG >500 mg/dL, kolesterol LDL >130mg/dL

23
 Defek apoB-100 Familial
o AD
o 1:700
o Penyebab: mutasi gen apoB aviditas LDL terhadap
reseptor↓
o Klinis: xanthoma, xanthelasma, PJK
o Kolesterol total : 250-500 mg/dL

 Hiperapobetalipoprotreinemia
o Produksi berlebihan VLDL dan apoB di liver
o Pe↑ apoB, LDL sedikit me↑/normal, Rasio LDL/apoB
≤1,2

24
 Hipoalfalipoproteinemia
o AR
o Disebabkan beberapa defek genetik:
1. Mutasi/delesi gen apoA-I
2. Defisiensi LCAT
3. Penyakit Tangier; mutasi gen ABCA1
o Klinis: pe↑ risiko PJK

25
Dislipidemia sekunder
 Sering pada dewasa
 Faktor yang berpengaruh :
o Pola makan tinggi lemak jenuh, kolesterol dan
asam lemak trans (TFA)
o Beberapa kondisi/penyakit (Tabel 4)

26
Tabel 4. Penyebab dislipidemia sekunder

27
Manifestasi klinis
 Gejala klinis: asimptomatik, penumpukan lipid di
jaringan subkutan ~ aterosklerosis.
 Manifestasi kolesterol LDL ↑:
o Xanthelasma

28
Manifestasi klinis
o Xanthoma tendinous

o Xanthoma tuberous

29
Manifestasi klinis
 Manifestasi hipertrigliseridemia:
o Xanthoma planar

o Eruptive xanthoma

30
Manifestasi klinis
o Arcus cornea o Palmar xanthoma

o Lipemia retinalis

31
Pemeriksaan laboratorium
 Untuk menentukan besarnya risiko terhadap
peny. Kardiovaskuler
 Pemeriksaan profil lipid rutin:
o Kadar total kolesterol
o Kadar trigliserida
o Kolesterol HDL
o Kolesterol LDL
 Pemeriksaan tambahan :
o Lipoprotein (a)

32
Pemeriksaan Total kolesterol
 Metode enzimatik
 Reaksi :

 Prosedur :
reagen ditambahkan 3 -10 μl serum/plasma  diinkubasi 
terbentuk warna absorben diukur (fotometer λ= 500 nm)
 Interferens:
bahan berwarna & mengganggu reaksi oksidasi (bilirubin, asam
askorbat, hemoglobin)
 Kadar ideal : usia 2-17 tahun TG<170 mg/dl
usia >18 tahun TG <200 mg/dl
33
Pemeriksaan Trigliserida
 Metode enzimatik
 Reaksi :

 Interferens:
o Gliserol bebas ikut bereaksi  sebabkan overestimasi TG
10-20 mg/dL
o Diatasi dengan “glycerol blanking”
 Kadar ideal : <150 mg/dL

34
Pemeriksaan Kolesterol HDL
 Prinsip pemeriksaan: menghilangkan lipoprotein non-HDL 
kolesterol HDL diukur.
 Cara menghilangkan lipoprotein non-HDL dengan:
1. Cara presipitasi :
o Lipoprotein Non HDL+ polianion (dextran sulfat) + Mg 
presipitat dlm 10-15’  sentrifus 1500xg, 30’  supernatan
(HDL) diukur
o Terdapat reagen kombinasi polianion dan divalen kation seperti
heparin sulfat-MgCl2, dextran sulfat-MgCl2, fosfotungstate-MgCl2
2. Cara diikat antibodi:
Lipoprotein non-HDL diikat antibodi spesifik  HDL diukur
(lipoprotein yang terikat tidak ikut bereaksi)
 Kadar ideal kolesterol HDL ≥60 mg/dl

35
Pemeriksaan LDL kolesterol
I. Metode indirek : menggunakan perhitungan
a. Formula Friedewald

Keterbatasan tidak dianjurkan pada:


1) TG > 400 mg/dL
2) mengandung kilomikron (non-puasa)
3) penderita disbetaliproteinemia

36
Pemeriksaan LDL kolesterol
b. ß kuantifikasi :
Prosedur :
1) Sampel plasma EDTA [densitas (dl) = 1,006 g/ml] disentrifus
105.000 xg, 18 jam, t=10˚C  terpisah :
- supernatan [VLDL, kilomikron, ß-VLDL]
- infranatan [Lp dl> 1,006 g/ml] LDL, HDL, IDL ,Lp(a)
2) supernatan dibuang  infranatan diremix, rekonstitusi diukur
kolesterol diukur
3) Lp mengandung apoB-100 dipisahkan (presipitasi/antbodi) 
kolesterol HDL
4) kolesterol VLDL dan LDL dihitung dengan formula:

37
Pemeriksaan LDL kolesterol
II. Metode direk : diukur langsung
 Prinsip : Memisahkan/melarutkan fraksi non HDL 
Kolesterol HDL diukur.
 Menggunakan 2 reagen:
o Reagen I : melarutkan partikel non LDL
kolesterol dipecah oleh kolesterol esterase & kolesterol
oksidase  reaksi tidak berwarna
o Reagen II : melarutkan LDL
Kolesterol LDL dipecah oleh kolesterol esterase & kolesterol
oksidase  kolestenone + H2O2  H2O2 + substrat
kromogen  membentuk warna  absorben diukur
(fotometer bikromatik λ540 nm dan 700nm)
 Kadar LDL ideal <100 mg/dl
38
Pemeriksaan Lp(a)
 Metode: latex aglutination turbidimetric
 Reaksi :
Lp(a) + Antihuman Lp(a) mouse monoclonal
antibody-coated latex  Kompleks imun 
aglutinasi  kekeruhan diukur absorbennya
(λ= 600nm)

 Kadar Lp(a) ideal <50 mg/dl

39
Terapi Dislipidemia
 Tujuan : menurunkan risiko peny. kardiovaskuler
 Modalitas :
o Non-farmakologi : pengaturan pola hidup dan
makanan
o Farmakologi
o Penanganan faktor risiko lain dan penyakit
dasar

40
Terapi Farmakologis
 Terapi hiperkolesterolemia
 Statin: inhibitor HMG CoaA reductase  sintesis
kolesterol me↓, uptake LDL via LDLR me ↑
 Bile acid sequestrant : mengikat asam empedu di
usus  hambat absorbsi lipid
 Ezetimibe : menghambat absorpsi kolesterol
 Fibrates : stimulasi LPL

 Terapi hipertrigliseridemia
 Fibrate
 Derivat asam nikotinik: sintesis VLDL,LDL ↓ dan
me↑HDL
 Minyak ikan kaya ω-3 polyunsaturated fatty acids 
menurunkan sintesis VLDL
41
TERIMA KASIH

42
43
Defisiensi LPL dan Apo-CII

---- Jalur endogen


---- Jalur eksogen
CM, chylomicron; TG, triglyceride; CE, cholesteryl ester; FC, free cholesterol; BA, bile acids; MTP, microsomal triglyceride transport
protein; LPL, lipoprotein lipase; FFA, free fatty acid; CMR, CM remnant; IBAT, intestinal bile acid transporter; HMG-CoA,
hydroxymethylglutaryl-CoA; 7α-H, 7α-hydroxylase; ACAT, acyl cholesterol acyltransferase; VLDL, very-low-density lipoprotein; IDL,
44
intermediate-density lipoprotein; LRP, low density lipoprotein reseptor like protein; LDLR, low density lipoprotein receptor; LDL, low-
density lipoprotein; HL, hepatic lipase; CD36, macrophage scavenger receptor-B; SR-A, scavenger receptor A. 4
Yvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv

45
46
Pemeriksaan ApoB - ELISA

47
Small dense LDL (sdLDL)
 Adalah subfraksi LDL berukuran kecil, padat,
memiliki potensi aterogenik lebih besar.
 Karakterisitik: lebih lama di plasma, kemampuan
oksidasi tinggi, mengikat proteoglikan arteri,
afinitas thd reseptor LDL lebih kecil.
 Metode pengukuran:
 Nuclear Magnetic Resonance (NMR)
 Lipoprint
 HPLC
 Elektroforesis
 Ultrasentrifugasi
 Presipitasi

48
Disbetalipoproteinemia

---- Jalur endogen


---- Jalur eksogen
CM, chylomicron; TG, triglyceride; CE, cholesteryl ester; FC, free cholesterol; BA, bile acids; MTP, microsomal triglyceride transport
protein; LPL, lipoprotein lipase; FFA, free fatty acid; CMR, CM remnant; IBAT, intestinal bile acid transporter; HMG-CoA,
hydroxymethylglutaryl-CoA; 7α-H, 7α-hydroxylase; ACAT, acyl cholesterol acyltransferase; VLDL, very-low-density lipoprotein; IDL,
49
intermediate-density lipoprotein; LRP, low density lipoprotein reseptor like protein; LDLR, low density lipoprotein receptor; LDL, low-
density lipoprotein; HL, hepatic lipase; CD36, macrophage scavenger receptor-B; SR-A, scavenger receptor A. 4
Tangier disease
 AR
 Terjadi defek gen
ABCA1
 Gejala klinis: tonsil
hiperplasia warna
oranye, splenomegali,
dan neuropati perifer.

50
51
52
Dislipidemia sekunder akibat hipotiroid

53
54
Dislipidemia sekunder: sindrom nefrotik

55
Dislipidemia sekunder: CKD

56
57