Anda di halaman 1dari 81

Oleh : GAMASWARA

Pembimbing : Dr. Rachmat, Sp. Rad


Proyeksi standar yang digunakan untuk foto
rontgen kepala adalah :
 Posisi AP, PA
 Lateral
 Posisi Water’s
 Posisi Caldwell
 Posisi Towne
 PA atau Occipito – Frontal
Untuk melihat detail – detail tulang frontal,
struktur kranium disebelah depan dan
pyramid os petrossus

posisi pasien prone, orbitomeatal line tegak


lurus film, sinar sentral diarahkan ke nasion,
membentuk sudut 150 caudal terhadap
orbitomeatal line, kurang lebih 2 inci di
bawah orbitomeatal base line
 Untuk melihat detail – detail calvaria cranii,
basis cranii, struktur tulang muka
 Posisi pasien prone, kepala miring ke lateral,
sehingga median sagital plane sejajar dengan
meja dan garis interorbital / interpupillary
tegak lurus terhadap film
 Sinar sentral diarahkan pada daerah fossa
hypophysealis, 2 cm didepan meatus
acusticus eksternus
 Tujuan pengambilan ini adalah melihat
gambaran di sinus paranasal (sinus
maxillaris)
 Cara pengambilan gambar mirip dengan
foto PA, leher agak ekstensi dan
orbitomeatal line membentuk sudut 370 –
400 terhadap film, sehingga gambaran orbita dan
maxilla tampak jelas
 Untuk melihat detail
cavum orbita, misal :
retinoblastoma, detsruksi
tulang orbita
 Posisi pasien supine,
orbitomeatalline
perpendikular terhadap
film, mirip PA tapi sinar
datang lebih ke arah
kepala
 Sinar sentral diarahkan
pada glabella,
membentuk sudut 150
terhadap garis
orbitomeatal
 Tujuan : melihat detail tulang occipital dan
foramen magnum
 Posisi pasien supine, garis orbital line tegak
lurus terhadap film, sinar sentral membentuk
sudut 30 terhadap orbitomeatal line pada
meatus acusticus eksternus, sinar keluar dari
cranium di sekitar daerah protuberansia
occipitalis eksterna
 Tabula eksterna
interna dan diploe
normal
 Sutura dan vaskular
marking normal
 Sella tursica dan
mastoid normal
 Dinding orbital kanan
dan kiri normal
 Tulang mandibula
normal
 Tampak discontinue
tulang nasal

 Kesan : Suspect fraktur


tulang nasal
 Vertebrae terdiri dari susunan 33 ruas
tulang.
 Vertebrae ini dibagi menjadi 5 bagian,
yaitu:
1. Cervical
2. Thoracal
3. Lumbar
4. Sakrum
5. Coccygeus (tulang ekor)

 5 vertebrae sakrum dan 4 vertebra


coccygeus
bersatu satu sama lain.
 24 vertebrae yang lain yaitu servical,
thoracal
dan lumbal tidak bersatu dan bisa
digerakkan.
 Di dalam susunan tulang tersebut
terangkai
pula rangkaian syaraf-syaraf, yang bila
terjadi
cedera di tulang belakang maka akan
mempengaruhi syaraf-syaraf tersebut.
 Sebuah tulang punggung terdiri atas
dua bagian, yaitu :
1. bagian anterior yang terdiri dari
badan tulang atau corpus vertebrae,
dan
2. bagian posterior yang terdiri dari
arcus vertebrae
Arcus vertebrae dibentuk oleh dua
"kaki" atau pediculus dan dua lamina,
serta didukung oleh penonjolan atau
procesus yakni procesus articularis,
procesus transversus, dan procesus
spinosus. Procesus tersebut membentuk
lubang yang disebut foramen vertebrale.
Ketika tulang punggung disusun,
foramen
ini akan membentuk saluran sebagai
tempat sumsum tulang belakang atau
medulla spinalis. Di antara dua tulang
punggung dapat ditemui celah yang
disebut
foramen intervertebrale.
Posisi AP
Posisi Lateral
Posisi Oblique

 Untuk melihat
jelas foramen
intervertebralis
 Processus
articularis pada
posisi oblique
•Allignment dan kedudukan
vertebrae cervikal masih
terlihat baik. Lordosis sedikit
melurus
•Tidak tampak fraktur,
destruksi, listhesis maupun
lesi litik blastik patologis
lainnya
•Pedikel intak, struktur
tulang masih tampak baik.
• Tampak osteofit di margin
anterior dan posterior korpus
vertebrae cervikal terutama
c3-c7
•Ruang diskus
intervertebralis masih terlihat
baik
•Jaringan lunak baik

•Kesan :Straight cervikalis


ringan dengan osteoarthrosis
cervikal
Bagian ini (L1-L5) merupakan
bagian paling tegap
konstruksinya
dan menanggung beban
terberat
dari yang lainnya. Bagian ini
memungkinkan gerakan fleksi
dan ekstensi tubuh, dan
beberapa
gerakan rotasi dengan derajat
yang kecil.
Proyeksi
AP
Corpus
vertebrae

Discus
p.
transvers p. Articular
e superior
p. p. Articular
spinosu posterior
s
Proyeksi Lateral

Corpus
vertebrae

Discus
Foramen
p. interverte
tranverse brale
p.
Articular p. spinosus
superior

p. Articular
posterior
•Tampak osteofit di margin
anterior, lateral dan
posterior korpus vertebrae
lumbal
•Ruang diskus dan foramina
intervertebralis setinggi L5-
S1 tampak menyempit
•Pedikel intak. Jaringan
lunak baik, tak tampak lesi
patologis

•Kesan : Straight lumbalis


dengan unstable lumbalis
dan osteoarhrosis lumbalis
Terdapat 5 tulang di bagian ini (S1-S5).
Tulang-tulang bergabung dan tidak
memiliki celah atau diskus intervertebralis
satu sama lainnya.
 Posisi : AP dan lateral
1. AP
p. spinosus

SIPS

coccyx
L5 sacrum

Hip
coccyx
Terdapat 3 hingga 5 tulang (Co1-Co5) yang
saling bergabung dan tanpa celah.
Posisi : AP dan lateral
1. AP
Sacral
hiatus

p.
transverse
coccyx
2. Lateral
sacrum

coccyx
Persendian terjadi antara caput humeri yang
bulat dengan cavitas glenoidalis scapula yang
dangkal dan berbentuk seperti buah pir.
Facies articularis diliputi oleh rawan sendi
hialin dan cavitas glenoidalis diperdalam oleh
adaanya fibro cartilago yang dinamakan
glenoidale
 Terdapat diantara trochlea dan capitulum
humeri Serta incisura trochlearis ulnae dan
caput radii. Fasies articularis ditutupi oleh
tulang rawan hialin
AP dan Lateral.
 Kedudukan tulang-
tulang manus kanan
terlihat baik
 Tidak tampak fraktur,
destruksi, dislokasi
maupun lesi litik/blastik
patologis lainnya
 Struktur tulang-tulang
baik, tidak tampak
porotik
 Tidak tampak
pembentukan
osteophyt. Celah sendi
masih terlihat baik
 Jaringan lunak kesan
baik, tak tampak lesi
patologis

KESAN : Tidak tampak


kelainan radiologis pada
tulang-tulang manus
kanan
 Tampak fraktur inkomplit pada sisi

medial os metakarpal V manus kanan

dengan disertai pembengkakan

jaringan lunak disekitarnya.

 Tulang-tulang manus kanan lainnya

masih terlihat baik.Struktur tulang-

tulang masih baik.

 Tidak tampak reaksi perostial maupun

lesi litik/blastik patologis lainnya

 Celah sendi masih terlihat baik, tidak

tampak pembentukan ostefit

 KESAN: Fraktur inkomplit di sisi medial

os metakarpal V manus kanan


• Tampak pergeseran os
pubis kiri ke superior
sehingga simpisis pubis
tidak simetris
• Tampak garis litic pada
iliac wing kiri, curiga
suatu fraktur inkomplit
• Kedudukan tulang-
tulang pelvis lainnya
baik. Struktur tulang-
tulang masih terlihat
normal.

• KESAN : suspect fraktur


inkomplit di iliac wing
kiri dan subluksasi di
simpisis pubis sisi kiri
Adalah sendi terbesar. sendi ini terdiri dari
dua buah sendi condylaris , antara condylus
femoralis medialis dan lateralis dengan
condylus tibie yang bersesuaian dengan sendi
plana antara patela dan facies patelaris
femoris
 Spur pada
ephypise
femur dan
tibia = OA
genu
 Os tibia &
fibula baik tak
tampak
fraktur
Posisi AP dan lateral
Pedis foto Kiri:
Kanan:  Tampak lesi
 Tampak lesi osteolytic dan
osteolitik pada sklerotic tulang-
metatarsal II & III tulang tarsal &
dan phalang
metatarsal I-V dan
proximal digiti II &
III phalang proximal
 Luxatio
digiti I
metatarsalphalang  Amputasi
eal digiti I,II,III,IV phalangeal digiti IV
 Amputasi & phalang
metatarsal V proximal digiti V