Anda di halaman 1dari 19

LATAR BELAKANG

Aspek Sosiologis
“KLA”
1. Kondisi yang tidak kondusif bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam
kehidupan keluarga, teman sebaya, masyarakat, media massa dan politik.
2. Pada kehidupan keluarga terjadi pelunturan nilai-nilai kekeluargaan,
merenggangnya hubungan antara anak dan orang tua, anak dengan anak, dan
antar keluarga tau tetangga.
3. Sikap permisif terhadap nilai-nilai sosial yang selama ini telah dianut mulai
ditinggalkan.

Aspek Antropologis
1. Memudarnya nilai-nilai kebersamaan, paguyuban dan kekerabatan merupakan
faktor yang membuat menurunnya nilai-nilai yang selama ini memberikan rasa
nyaman bagi anak dalam masyarakat.
2. Perubahan global mengancam tata nilai, agama, sosial, dan budaya lokal.

Aspek Perlindungan
1. Terbatasnya tempat yang aman bagi anak.
2. Masih banyaknya anak yang menjadi korban kekerasan, pelecehan, diskriminasi,
dan perlakuan salah.
Aspek Kelembagaan
1. Kebijakan, program dan kegiatan pembangunan anak masih parsial dan
segmentatif.
2. Belum semua daerah menempatkan pembangunan anak sebagai prioritas.

Definisi “KLA”
Kota Layak Anak adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem
pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan
sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana
secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan
kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

Tujuan “KLA”
Untuk membangun inisiatif pemerintahan kabupaten/kota yang
mengarah pada upaya transformasi konsep hak anak ke dalam kebijakan,
program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak di
kabupaten/kota.
Landasan Hukum “KLA”
Landasan hukum tingkat nasional
1. UU No.4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak;
2. UU No.3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak;
3. UU No.4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat;
4. UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika;
5. UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
6. UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
7. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
8. UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
9. UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga;
10. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
11. UU No.12 Tahun 2005 tentang Kewarganegaraan;
12. UU No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban;
13. UU No.21 Tahun 2007 tentang PTPPO (Penanganan Tindak Pidana
Perdagangan Orang);
Lanjutan ..........Landasan Hukum “KLA”

14. UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;


15. Peraturan Pemerintah No.38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan
Pemerintah Daerah kab/kota;
16. Perpres No.5 Tahun 2010 tentang rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Th 2010-2014;
17. Keppres No.36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak
(Convention on the rights of the child);
18. Keppres No.84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Pengangkatan
Menteri Negara Kabinet Indonesia Bersatu II;
19. Inpres No.1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksana Prioritas
Pembangunan Nasional Tahun 2010;
20. Peraturan Walikota Metro No.27/KPTS/B-3/2012 tentang Perlindungan
Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kota Metro;
21. Perda Kota Metro No. 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan.
organisasi Dunia “World Fit For Children(WFC) memberikan perhatian khusus
untuk 4 bidang :
1. Promosi hidup sehat;
2. Penyediaan pendidikan yang berkualitas;
3. Perlindungan terhadap perlakuan salah, eksploitasi dan kekerasan;
4. Penanggulangan HIV/AIDS

WFC menekankan prinsip yang mendasari gerakan global untuk


menciptakan dunia yang layak bagi anak :
• Mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak;
• Membasmi kemiskinan;
• Tidak seorang anak pun boleh ditinggalkan/ tertinggal;
• Memberikan perhatian dan pengasuhan bagi semuan anak;
• Memberikan pendidikan bagi semua anak;
• Melindungi anak dari segala bahaya dan eksploitasi;
• Melindungi anak dari peperangan;
• Memberantas HIV/AIDS;
Millenium Development Goals (MDGs) yang menekankan 8 tujuan yaitu :

• Menghapus kemiskinan;
• Memastikan pendidikan dasar untuk laki-laki dan
perempuan;
• Mengembangkan kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan;
• Menurunkan angka kematian anak;
• Memperbaiki kesehatan ibu hamil;
• Memerangi HIV/AIDS;
• Menjamin kelangsungan lingkungan hidup; dan
• Membangun kemitraan global.
Hak-hak Dasar Anak 5 Klaster Hak Anak

• Hak atas kelangsungan 1. Hak sipil dan kebebasan;


hidup; 2. Lingkungan keluarga dan
• Hak untuk tumbuh dan pengasuhan alternatif;
berkembang; 3. Kesehatan dasar dan
• Hak atas perlindungan; kesejahteraan;
• Hak untuk berpartisipasi 4. Pendidikan, pemanfaatan
dalam kehidupan waktu luang dan kegiatan
masyarakat. budaya;
5. Perlindungan khusus.
HAK ANAK
Anak mempunyai hak untuk : Untuk mendapatkan :
 Bermain, berkreasi dan  Nama dan identitas;
berpartisipasi;
 Kewarganegaraan;
 Berhubungan dengan orang
tua bila dipisahkan;  Pendidikan dan Informasi;
 Bebas beribadah menurut  Standar kesehatan paling
agamanya; tinggi;
 Bebas berkumpul dan
berserikat;  Standar hidup yang layak.
 Kelangsungan hidup, tumbuh
dan berkembang;
 Hidup dengan orang tua.
TAHAPAN PENGEMBANGAN 2. Perencanaan, terdiri dari Rencana Aksi
“KLA” Daerah Pengembangan KLA atau RAD-KLA
3. Pelaksanaan, meliputi Gugus Tugas KLA
1. Persiapan, terdiri dari : memobilisasi semua sumber daya, baik yang
 Komitmen, dalah dukungan dari ada di Pemerintahan, masyarakat, dan dunia
para pengambil keputusan di usaha secara terencana, menyeluruh, dan
Kab/Kota untuk menjadikan berkelanjutan.
Kab/Kota menjadi “KLA”. 4. Pemantauan, untuk mengetahui
 Pembentukan Gugus Tugas “KLA”, perkembangan dan hambatan pelaksanaan
adalah Lembaga Koordinatif yang pengembangan KLA secara berkala sesuai
dengan rencana.
beranggotakan unsur eksekutif,
legislatif, dan yudikatif yang 5. Evaluasi, dilakukan untuk menilai hasil
pelaksanaan pengembangan KLA, aspek yang
membidangi anak, perguruan
harus diperhatikan adalah capaian seluruh
tinggi, dunia usaha, LSM, yang indikator KLA. Evaluasi dilakukan oleh Gugus
melibatkan anak(Forum Anak). Tugas KLA dan dilakukan setiap tahun mulai
 Pengumpulan Data Dasar, yang dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai
berkaitan dengan situasi dan kabupaten/kota.
kondisi anak-anak di Daerah 6. Pelaporan, dilakukan oleh Bupati/Walikota,
Kabupaten/Kota yang disusun disampaikan kepada Gubernur dengan
tembusan kepada Mentri Negara PP dan PA
secara berkala&berkesinambungan.
dan Mendagri.
PRINSIP DAN STRATEGI “KLA”
Prinsip “KLA” Strategi “KLA”
1. Non diskriminasi 1. Setiap proses penyusunan :
2. Kepentingan terbaik bagi kebijakan, program dan
anak kegiatan;
3. Hak untuk 2. Setiap tahapan
hidup,kelangsungan pembangunan: perencanaan
hidup dan dan penganggaran,
perkembangan anak; pelaksanaan, pemantauan
4. Penghargaan terhadap dan evaluasi;
pendapat anak. 3. Setiap tingkatan wilayah:
nasional, provinsi, dan
kabupaten/kota, kecamatan,
dan desa.
PENDEKATAN “KLA”
1. Bottom-up: dimulai dari keluarga, gerakan
masyarakat,meluas ke Rt/Rw, ke desa/kelurahan,
dalam wujud “Kelurahan Layak Anak”, meluas ke
Kecamatan, dalam wujud “Kecamatan Layak
Anak” kemudian ke Kab/Kota, dalam wujud
“Kab/Kota Layak Anak”.
2. Top-Down: dimulai dari tingkat Nasional,
menuju ke Provinsi dan berujung ke Kab/Kota.
3. Kombinasi antara Bottom-up dan Top-Down:
Replikasi Internal dan Replikasi Eksternal.
Siapa yang berperan mewujudkan
KLA?
1. Lembaga Legislatif: 4. Lembaga masyarakat
Nasional dan Daerah perduli/pmerhati anak
2. Lembaga Yudikatif : 5. Dunia Usaha
Nasional dan Daerah 6. Akademisi
3. Lembaga Pemerintah : 7. Masyarakat
– Pusat/Nasional – Individu (anak dan orang
– Provinsi dewasa)
– Kabupaten/Kota – keluarga
– Kecamatan
– Desa/Kelurahan
Adapun Implementasi dari Pengembangan KLA di Kota Metro
yaitu :
1. Adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 75 Kelompok Paud.
2. Kelompok-kelompok BKB sebanyak 76 yaitu :
• BKB Standar/Biasa : 36 Kelompok
• BKB Holistik : 40
(HI terintegrasi dengan Paud dan Posyandu)
3. Adanya Pusat Layanan Autis (PLA) yang diperuntukkan bagi anak penyandang
disabel khususnya Autis.
4. Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R), ada 19 Kelompok yang
berfungsi memberi penyuluhan tentang Narkoba, HIV/AIDS, dan Kesehatan
Reproduksi (KesPro) bagi remaja/mahasiswa.
5. Forum Anak Kota Metro
6. PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera), kegiatannya meliputi :
• Pelayanan KB
• Konsultasi/Konseling tentang Kesehatan Reproduksi(KesPro) bagi remaja
dan PUS
• Membantu sosialisasi tentang Kespro ke kelompok-kelompok PIK R,
Forum Anak dan ke sekolah-sekolah.
7. Rumah Aman, ada 1 buah di Polres Kota Metro
8. UPPA, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak di Polres Kota Metro
9. UPT-TK, Unit Pelaksana Teknis Tindak Kekerasan, bertempat di RSUD. A.Yani Kota
Metro
10. Jumlah sekolah di Kota Metro,
– TK : 61
– SD/MI : 66
– SMP/MTs : 29
– SMA/MA : 38
– SLB Negri :1
– SLB Swst :4
Keseluruhan dari sekolah-sekolah tersebut berada diwilayah yang mudah
dijangkau untuk menunjang kelancaran dan keselamatan para siswa/murid,
Pemerintah Daerah juga menyediakan Bis Sekolah sebanyak 2 buah.
11. Penyediaan Zona Selamat Sekolah didepan sekolah-sekolah.
12. Menyediakan arena bermain anak, yang berlokasi di :
– Lapangan Samber
– Taman Merdeka
– Taman Mulyojati
– Taman Ki Hajar Dewntara (Iring Mulyo)
13. Program Sekolah Inklusi : mulai dari SD s.d SLTA dengan tujuan untuk memberikan
peluang dan kesempatan yang sama bagi para ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)
dalam memperoleh pendidikan agar mereka dapat bersosialisasi dengan
lingkungan.
14. UPT Sanggar seni, berlokasi di Jl. Jend. Sudirman Kota Metro, kegiatannya meliputi
: latihan drama, tari, musik yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan seni
budaya bagi anak-anak.
15. UPT Olahraga, berlokasi di GOR Kota Metro kegiatannya meliputi : latihan Olahraga
bagi anak-anak yang berbakat di bidang olahraga.
GAMBARAN UMUM
TENTANG KOTA METRO
Kota Metro merupakan Kota Kecil yang dijuluki Kota Pendidikan, luas wilayah Kota
Metro lebih kurangnya 68,74 km2 dengan kepadatan penduduk 2,116 jiwa. Jumlah
penduduk Kota Metro seluruhnya 153.517 jiwa, terdiri dari :
– 0 - 1 Tahun berjumlah 763 jiwa
– 1 - 5 Tahun berjumlah 6678 jiwa
– 5 - 6 Tahun berjumlah 4275 jiwa
– 7 - 12 Tahun berjumlah 14.689 jiwa
– 13 - 15 Tahun berjumlah 10.435 jiwa
– 16 - 18 Tahun berjumlah 17340 jiwa

VISI KOTA METRO :


“Metro Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan Berlandaskan
Pembangunan Partisipatif Tahun 2016-2020”.
DATA KEKERASAN TERHADAP ANAK
Tahun 2015
Usia 0 – 17 Tahun Perempuan 10 orang dan Laki-laki 3 orang, dengan jenis kejahatan :
Kejahatan Sexual : 6
Kejahatan fisik : 4
Kejahatan sex, eksploitasi dan penelantaran : 3

Tahun 2014
Usia 0 - 17 Tahun Perempuan 4 orang dan Laki-laki 5 orang, dengan jenis kejahatan :
Kejahatan Sexual : 4
Kejahatan fisik : 5
DATA ANAK PMKS
TAHUN 2014
1. Anak Balita Terlantar : 47
2. Anak Terlantar : 153
3. Anak Berhadapan dengan Hukum :1
4. Anak dengan Disabilitas : 125
PROFIL KOTA LAYAK ANAK (KLA)
KOTA METRO