Anda di halaman 1dari 24

FISTULA PERIANAL

Primananda Ayu Putri


Pendahuluan
 Fistel ani disebut juga fistel perianal atau fistel
para-anal.1 Fistel perianal merupakan
komunikasi abnormal antara anus dan kulit
perianal

 Angka prevalensi penyakit ini adalah 8,6 % kasus


tiap 100.000 populasi. Prevalensi pada pria
adalah 12,3% dari 100.000 populasi. Pada
wanita, berkisar 5,6 % dari 100.000 populasi.
Tinjauan Pustaka
Anatomi
FISTULA PERIANAL
Definisi
 Fistel ani disebut juga fistel perianal atau fistel para-
anal.1 Fistel adalah hubungan abnormal yang
berkembang antara dua bagian tubuh yang terpisah
dari satu sama lain. Fistel adalah kata Latin yang bila
diterjemahkan menjadi “pipa” atau “tabung.” Fistel
anorektal (Fistel ani) adalah komunikasi abnormal
antara anus dan kulit perianal
Etiologi

Abses
Spontan Trauma
Perianal

Carsinoma Infeksi
Klasifikasi

Fistel Fistel
Transsphingter Intersphingter

Fistel Fistel
Suprasfingter Ekstrasphingter
Fistel Transsphingter

 disebabkan oleh abses ischiorektal,


dengan perluasan jalur melalui sphingter
eksterna

 Terjadi sekitar 25 % dari semua fistel2


Fistel Intersphingter

 Terbatas pada ruang intersphingter dan sphingter


interna.

 Disebabkan oleh abses perianal.

 Terjadi sekitar 70 % dari semua fistel.


Fistel Suprasfingter
 Disebabkan oleh abses supralevator.

 Melewati otot levator ani, diatas puncak otot


puborektal dan masuk ke dalam ruang
intersphingter.

 Terjadi sekitar 5 % dari semua fistel.2

 Sangat jarang, dan jalur utamanya menyebrang


melewati levator ani.4
Fistel Ekstrasphingter
 Tidak melewati kanalis ani dan mekanisme
sphingter, melewati fossa ischiorektal dan otot
levator ani, dan bermuara tinggi di rektum.

 Terjadi sekitar 1 % dari semua fistel.2

 biasanya akibat sepsis intrapelvis atau operasi


bedah yang tidak tepat dari fistel yang lain
Manifestasi Klinis
 discharge persisten pada tempat drainase abses
 ditemukan organisme usus dari hasil kultur
 abses terjadi rekuren
 terdeteksi adanya indurasi baik secara klinis atau dalam
anestesi
DIAGNOSIS

 Adanya riwayat abses ani yang berulang dengan


drainase merupakan suatu petunjuk bahwa
seseorang mungkin mempunyai fistel.4
 Biasanya gejala terbatas pada pembengkakan
intermiten, drainase, pruritus dan ketidaknyamanan
yang bervariasi.
 Riwayat abses bermanfaat dalam diagnosis.4
 Muara eksterna biasanya terlihat sebagai titik
berwarna merah, mengalami inflamasi,
mengeluarkan nanah yang bercampur darah
dan tinja.
 Biasanya tidak nyeri3
 Pada colok dubur umumnya fistel dapat diraba
antara telunjuk di anus (bukan di rectum) dan
ibu jari di kulit perineum sebagai tali setebal kira-
kira 3 mm
Pemeriksaan Penunjang
 Peralatan yang dapat digunakan oleh dokter :6
 1. Fistel probe. Alat yang secara khusus dibuat untuk dimasukkan
ke dalam fistel
 2. Anoscope. Instrumen kecil untuk melihat kanalis ani.

Jika fistel rumit atau terletak pada tempat yang tidak lazim, dapat
digunakan :
 1. Diluted methylene blue dye. Disuntikkan ke dalam fistel.
 2. Fistulography. Memasukkan cairan kontras, kemudian
memfotonya.
 3. Magnetic resonance imaging
Tata Laksana
Fistulotomy . Flap Rektal

Lem fibrin
Penempatan
atau sumbat
Seton
kolagen
Komplikasi
 Komplikasi dini pasca operasi, sebagai berikut :
 Retensi urin
 Pendarahan
 Impaksi tinja
 Thrombosed wasir
 Komplikasi tertunda pasca operasi, sebagai berikut :
 Kambuh
 Inkontinensia
 Stenosis anal
Prognosis

 Fistel dapat kambuh bila lobang dalam tidak


turut dibuka atau dikeluarkan, cabang fistel tidak
turut dibuka, atau kulit sudah menutup luka
sebelum jaringan granulasi mencapai
permukaan