Anda di halaman 1dari 42

Lingkungan Geografi, Demografi,

Ekonomi, dan Keuangan


 Dalam bab ini kita akan membahas:

1. Lingkungan Geografi dan karakter karakter


Pasar
2. Lingkungan Demografi dan Ekonomi dan
Pengaruhnya terhadap karakter pasar
3. Lingkungan Keuangan
 Dua pertanyaan pokok yang dapat kita
temukan jawabannya dari mempelajari
kelompok lingkungan pemasaran ini, (yaitu
geografi, demografi) adalah:

1. Memahami potensi pasar sebuah negara


2. Karakter karakter unik dari pasar negara
tersebut
Lingkungan Geografi dan Karakter
Pasar
 Mempelajari lingkungan geografi berarti
mempelajari letak geografis sebuah negara
(apakah terletak di daerah tropis, sub tropis,
dsb)

 Perbedaan karakter demografis


menyebabkan perbedaan karakter
permintaan konsumen, misalnya dalam hal
permintaan jenis pakaian
 Bagi negara yang bermusim dingin mereka
memerlukan AC sebagai penyejuk udara di musim
panas dan pemanas udara pada saat musim
dingin

 Mobil merk Fiat, pernah dikenal sebagai si jago


mogok, karena saat itu menggunakan sistem
pendingin untuk kondisi Eropa dan tidak
dilakukan penyesuaian untuk kondisi di negara
tropis seperti Indonesia
Lingkungan Demografi dan Ekonomi serta
Pengaruhnya terhaap Karakter Karakter Pasar

 Kalau kita berbicara mengenai lingkungan


demografi berarti kita membicarakan
mengenai hal hal yang berkaitan dengan
kependudukan seperti jumlah dan
komposisi/struktur penduduk berdasarkan
jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan,
pendapatan dan sebagainya
 Lingkungan Demografi yang berbeda beda antara
negara menyebabkan perbedaan besarnya potensi
dan karakter permintaan pasar atas berbagai produk.

 Lingkungan Ekonomi berkaitan erat dengan


lingkungan demografi karena tingkat perkembangan
suatu negara akan mempengaruhi profil
demografinya yaitu komposisi penduduk berdasarkan
penghasilan, pekerjaan, pendidikan, dan bahkan usia
Sistem Perekonomian

 Sistem Perekonomian Kapitalis


 Sistem Perekonomian Sosialis
 Campuran

Keagen (2002)
 Pada sistem ekonomi kapitalis, dinamika
perekonomian diserahkan pada mekanisme
pasar bebas dan campur tangan pemerintah
atas kegiatan perekonomian tersebut sekecil
mungkin dan lebih pada menetapkan
kebijakan kebijakan publik yang berkaitan
dengan perekonomian.
 Sebaliknya pada sistem ekonomi sosialis,
kegiatan perekonomian nasional ditentukan
dan diatur oleh pemerintah yang berkuasa:
Pemerintah menentukan apa yang harus
diproduksi, berapa banyak yang harus
diproduksi dan dijual dengan harga berapa.
 Pada kenyataannya tidak ada sistem
perekonomian yang benar benar kapitalis
atau sosialis.

 Semua sistem kapitalis memiliki sebuah


sektor komando, artinya ditentukan oleh
pemerintah seperti misalnya ketentuan
perpajakan dan pengeluaran pemerintah…
 …dan semua sistem sosialis memiliki sektor
pasar-artinya diserahkan pada mekanisme
pasar, seperti misalnya pada petani di negara
negara sosialis diperbolehkan untuk menjual
sebagian panen mereka ke pasar bebas
seperti yang terjadi di Cina
Tahap Perkembangan Perekonomian
dan Pasar
 Berdasarkan perkembangan perekonomian
nasional, negara negara di dunia dibagi
dalam 4 (empat) tahap, yaitu:

1. tahap pra industri


2. Kurang berkembang (less developed)
3. Sedang berkembang (developing)
4. Maju (advanced)
 Berdasarkan pendapatan perkapita
penduduk (Keagen dan Green, 2002)
membagi negara negara di dunia menjadi 4
kelompok:

1. Negara berpenghasilan rendah


2. Negara berpenghasilan menengah kebawah
3. Negara berpenghasilan menengah keatas
4. Negara berpenghasilan atas
 Dalam upaya untuk perkapita dalam mata
uang untuk menggolongkan negara negara
berdasarkan pendapatan perkapita, kita
harus mengkonversikan pendapatan per
kapita dalam mata uang lokal ke mata uang
internasional yaitu US $, sehingga kita dapat
melakukan perbandingan antar negara
Negara berpenghasilan rendah
 Kelompok ini memiliki ciri ciri:

1. Sebagian penduduk bergerak di bidang pertanian


hanya untuk bertahan hidup sedangkan industrialisasi
masih terbatas dengan beberapa pengecualian seperti
Bangladesh dengan industri pakaian jadi
2. Tingkat Kelahiran tinggi
3. Tingkat melek huruf rendah
4. Sangat tergantung pada bantuan luar negeri
5. Situasi politik yang rusuh dan tidak stabil
6. Terkonsentrasi di bagian selatan sahara Afrika
 Beberapa negara berpenghasilan rendah:

Guinea, Koggo, Siera Leone, Malawi,


Mauritania, Burkina Faso, Liberia, Mozambiq,
Ghana, togo, Tanzania, Zambia, Kamboja,
Gambia, Nigeria
Negara berpenghasilan menengah
kebawah
 Bercirikanadanya mobilisasi tenaga kerja
yang relatif murah namun seringkali
bermotivasi tinggi untuk melayani target
target pasar dunia dan hal ini membentuk
keunggulan bersaing dalam industri industri
yang bersifat intensif tenaga kerja, matang
dan terstandarisasi seperti industri tekstil dan
mainan
Negara negara berpenghasilan
menengah keatas
 Ciri ciri kelompok negara ini:

1. Presentasi penduduk yang bergerak di bidang


pertanian menurun tajam karena mereka
berpindah ke sektor industri
2. Tingkat urbanisasi meningkat
3. Upah buruh meningkat namun masih dibawah
negara negara maju dan
4. Tingkat melek huruf tinggi dengan pendidikan
yang lebih maju
Negara negara berpenghasilan atas

 Dikenal dengan negara maju, negara industri,


atau pasca industri
 Beberapa kesalahpahaman dalam memperkirakan peluang peluang
pasar di dinegara negara kurang berkembang dan sedang berkembang:

1. Orang miskin tidak punya uang


2. Orang miskin terlalu terlalu terkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan
kebutuhan dasar daripada membuang mereka untuk barang barang
yang tidak perlu
3. Barang barang yg dijual di pasar sedang berkembang sedemikian
murah sehingga tidak ada peluang untuk pendatang baru memperoleh
keuntungan
4. Orang orang yang berpenghasilan rendah tidak dapat menggunakan
teknologi maju
5. Perusahaan pereusahaan global yang menargetkan segmen pasar kelas
ekonomi rendah dapat dikritik karena mengeksploitasi orang miskin
Lingkungan Keuangan

 Nilai tukar mata uang sebuah negara dapat mengalami


penguatan atau apresiasi maupun depresiasi atau
penurunan terhadap mata uang asing tsb.

 Penguatan mata uang lokal akan merugikan para


eksportir negara tsb karena untuk memperoleh nilai
yang sama dalam mata uang lokal, eksportir harus
menawarkan produknya di pasar internasional dengan
harga dalam mata uang internasional, umumnya
dalam US $ yang lebih tinggi
 Kotabe dan Helsen (2004), mengemukakan
daftar factor factor yang mempengaruhi nilai
tukar mata uang local terhadap mata uang
asing yang dikelompokkan dalam kelompok
kelompok factor factor ekonomi makro,
factor politik dan acak
 Faktor factor ekonomi makro:

1. Inflasi Relatif
2. Neraca pembayaran
3. Cadangan devisa
4. Pertumbuhan ekonomi
5. Pengeluaran pemerintah
6. Pertumbuhan jumlah uang yang beredar
7. Kebijakan tingkat bunga
 Faktor factor Politik:

1. Pengawasan Nilai Tukar


2. Pergantian Kepemimpinan Nasional atau
tahun pemilihan umum
Inflasi Relatif

 Sebuah negara yang mengalami tingkat


inflasi yang relative lebih tinggi dibandingkan
dengan negara negara mitra dagangnya akan
menyebabkan mata uangnya mengalami
depresiasi
Neraca Pembayaran

 Perbaikan (penurunan) neraca pembayaran


untuk barang barang dan jasa jasa
merupakan sebah tanda awal terjadinya
apresiasi atau depresiasi mata uangnya
Cadangan Devisa

 Sebuah pemerintahan dapat mengintervensi


pasasr valuta asingnya, untuk memperkuat
atau memperlemah mata uangnya melalui
bank centralnya dengan
menaring/meningkatkan atau melepaskan
cadangan devisanya
Pertumbuhan Ekonomi

 Jika sebuah negara mengalami pertumbuhan


perekonomian yang lebih cepat daripada
mitra mitra bisnis utamanya maka impor
negara tersebut cenderung akan lebih
berkembang pesat daripada ekspornya
Pengeluaran Pemerintah

 Sebuah peningkatan pengeluaran


pemerintah khususnya yang dibiayai oleh
APBN yang deficit, akan menyebabkan
tekanan tekanan inflasi pada perekonomian
dan depresiasi mata uangnya
Pertumbuhan Jumlah Uang yang
beredar
 Kenaikan jumlah uang yang beredar
umumnya akan mengarah ketingkat inflasi
yang lebih tinggi dan depresiasi mata uang
Kebijakan tingkat bunga

 Untuk mengendalikan tingkat inflasi, bank


central akan menaikkan tingkat bunga
perbankan sehingga sirkulasi uang di
masyarakat akan berkurang dan mengurangi
tingakt inflasi serta dapat meningkatkan
investasi asing yang akan mengarah pada
apresiasi mata uang negara tersebut
Pengawasan Nilai Tukar

Beberapa Negara melakukan pengawasan atas nilai tukar


mata uang dan kebijakan ini akan menyebabkan mata
uangnya menjadi over valued sehingga menyebabkan
mitra mitra dagangnya enggan melakukan impor barang
dari negar tersebut, keadaan ini akan menimbulkan pasar
gelap untuk mata uang asing, nilai tukar di apsar valuta
asing gelap cenderung akan lebih rendah daripada nilai
tukar resmi dan hal ini akan menimbulkan kesenjangan
yang besar antara nilai tukar resmi dan nili tukar di padar
gelap yang akan mengarah pada depresiasi mata uang
negara tersebut
Pergantian Kepemimpinan Nasional
atau tahun pemilihan umum

 Situasi seperti ini cenderung akan


menimbulkan spekulasi mengenai kebijakan
rezim yang terpilih, kebijakan yang pro
terhadap bisnis akan memperkuat posisi
mata uang negara tersebut
Faktor Acak (tak terduga)

 Faktor acak adalahkejadian yang tidak


diduga di suatu negara seperti misalnya
pembunuhan tokoh tokoh politik anjloknya
bursa saham yang berdampak negative,
mengabitkan mata uang local mengalami
depresiasi maupun penemuan kandungan
emas dan minyak bumi yang tak terduga
yang berdampak positif sehingga mata uang
local mengalami apresiasi