Anda di halaman 1dari 15

Sofosbuvir and Velpatasvir for HCV

in Patients with Decompensated Cirrhosis

Pembimbing:
dr. Dasril Nizam, Sp.PD-KGEH

Disusun oleh :
ARGIA ANJANI
1102013041
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I R. SAID SUKANTO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 20 NOVEMBER – 26 JANUARI 2017
SIROSIS HATI

Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan


stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif. Ditandai
dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus
regeneratif.

Secara Klinis dibagi dua :


• Sirosis Hepatis kompensata
• Sirosis Hepatis Dekompensata
PENDAHULUAN
• Jumlah pasien dengan sirosis dekompensata yang disebabkan oleh infeksi
kronis HCV diproyeksikan mengalami peningkatan.

• Regimen untuk pengobatan infeksi HCV saat ini, pada pasien sirosis
dekompensata adalah ledipasvir-sofosbuvir plus ribavirin selama 24 minggu
• Inhibitor nukleotida NS5B sofosbuvir disetujui untuk pengobatan infeksi HCV
yang dikombinasikan dengan agen lainnya.
• Velpatasvir adalah penghambat protein HCV NS5A dengan aktivitas antiviral
terhadap semua genotipe HCV

• Pengobatan dengan sofosbuvir-velpatasvir dalam tablet kombinasi dosis


tetap selama 12 minggu menghasilkan tingginya tingkat tanggapan virologi
yang bertahan (Sustained Virologic Response) di antara pasien dengan
genotipe HCV 1 sampai 6 tanpa sirosis atau dengan sirosis yang
dekompensata
METODE PENELITIAN
• Menilai kemanjuran dan keamanan dosis tetap
Tujuan sofosbuvir-velpatasvir dengan/tanpa ribavirin selama
12 minggu atau sofosbuvir-velpatasvir selama 24
Penelitian minggu pada pasien yang terinfeksi genotipe HCV 1
sampai 6 dan dengan sirosis dekompensata.

• > 18 tahun dengan infeksi HCV kronis pada genotipe dan


sirosis dekompensasi.
• Pasien yang tidak diikutsertakan adalah pasien yang telah
Sampel menjalani transplantasi hati, pasien yang telah menerima
pengobatan penghambat NS5A atau inhibitor NS5B analog
nukleida, pasien dengan trombosit <30.000/mm atau CCT <50
ml/menit

Desain • Multicenter, open-label trial


Penelitian
• Tingkat serum HCV RNA
Penilaian Studi • Genotipe IL28B
• Tes dan klinis standar (CPT dan MELD score)

• Tingkat sustained virologic response (didefinisikan


Study sebagai HCV RNA <15 IU/mL) pada 12 minggu
setelah akhir pengobatan pada semua pasien yang
End- menjalani penggolongansecara acak dan menerima
setidaknya satu dosis obat.
Points • Perubahan dari skor CPT dan MELD pada 12 minggu
setelah akhir pengobatan.
• Peneliti melakukan perbandingan
tingkat sustained virologic response
pada ketiga kelompok perlakuan.
Analisis Statik • Peneliti juga melakukan analisis
perubahan skor CPT dan MELD
yang telah ditentukan sebelumnya
dari awal sampai 12 minggu pasca-
perawatan.
HASIL
KARATERISTIK DASAR

438 pasien di skrining, 268


dilakukan pengacakan, 267
orang diantaranya memulai
terapi. 1 orang dari kelompok
yang menerima sofobusvir-
velpatasvir + ribavirin, tidak
mengikuti terapi dan
dikeluarkan dari analisa
EFIKASI (KEBERHASILAN)
Sustained Virologic Response
Perubahan Fungsi Hati
• Dari 267 pasien yang diobati, 250 memiliki skor
CPT dan MELD pada minggu pasca-perawatan.
Dari 250 pasien ini, 47% mengalami
peningkatan skor CPT, 42% tidak mengalami
perubahan dalam skor CPT, dan 11%
mengalami pemburukan dalam skor CPT
(Gambar 1A).

• Dari 223 pasien dengan skor MELD awal < 15


pada minggu pasca-perawatan, sebanyak 51%
memiliki skor MELD membaik, 22% tidak
mengalami perubahan, dan 27% mengalami
pemburukan (Gambar 1B).

• Dari 27 pasien yang memiliki skor MELD awal


>15, 81% memiliki skor MELD yang membaik,
11% tidak mengalami perubahan, dan 7%
mengalami pemburukan(Gambar 1C).
Keamanan
• Kejadian Tidak Diharapkan (KTD/adverse event) terjadi pada 1 pasien yang
menerima sofosbuvir–velpatasvir selama 12 minggu, 4 dari mereka yang
menerima sofosbuvir-velpatasvir plus ribavirin, dan 4 dari mereka yang
menerima sofosbuvir–velpatasvir selama 24 minggu.
• Efek samping serius yang paling umum adalah ensefalopati hepatik dan
sepsis
• KTD yang paling umum terjadi pada semua kelompok adalah kelelahan
(29%), mual (23%), dan sakit kepala (22%). Anemia, diare, dan insomnia
juga umum terjadi pada pasien yang menerima sofosbuvir–velpatasvir
plus ribavirin.
• 2 pasien meninggal setelah menghentikan studi pengobatan, dalam 30
hari setelah akhir pengobatan, dan 7 pasien meninggal >30 hari setelah
pengobatan berakhir.
• Sebagian besar kematian disebabkan oleh komplikasi penyakit hati
stadium akhir (yaitu, gagal hati, sepsis, atau kegagalan multiorgan).
Sembilan kematian terbagi rata di antara tiga kelompok perlakuan; tidak
ada yang dianggap terkait dengan terapi oleh penyidik
DISKUSI
• Pasien dengan sirosis dekompensasi yang disebabkan oleh infeksi HCV kronis
memiliki tingkat sustained virologic response yang tinggi pada ketiga kelompok
perlakuan

• Hanya 50% dari pasien dengan genotipe 3 yang menerima sofosbuvir-velpatasvir


memiliki sustained virologic response menunjukkan kontribusi ribavirin mungkin
sangat penting pada pasien dengan genotipe HCV 3

• Hasil penelitian sesuai dengan uji coba regimen antiretroviral lainnya. Dimana
pasien dengan genotipe 1 atau 4 dan kelas CPT B atau C yang menerima ledipasvir-
sofosbuvir plus ribavirin selama 12 atau 24 minggu memiliki tingkat sustained
virologic response sebesar 86 sampai 89% pada 12 minggu setelah akhir
pengobatan.

• Secara keseluruhan, tingkat KTD sama di antara ketiga kelompok perlakuan.


Keterbatasan:
• Peneliti hanya mendaftarkan pasien dengan dekompensasi hati moderat,
jadi hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi untuk pasien dengan
penyakit hati yang lebih parah.
• Jumlah pasien dengan HCV genotipe 2, 4, atau 6 terlalu kecil untuk
memungkinkan kesimpulan ditarik mengenai kemanjuran hepatosfir pada
pasien dengan genotipe ini.

Kesimpulan:
Pengobatan dengan tablet kombinasi dosis tetap dari sofosbuvir-velpatasvir
dengan atau tanpa ribavirin selama 12 minggu dan dengan sofobusvir-
velpatasvir selama 24 minggu menghasilkan tingkat sustained virologic
response yang tinggi dan perbaikan dini pada fungsi hati pada pasien dengan
sirosis dekompensasi yang disebabkan oleh HCV dari semua genotipe.
TERIMA KASIH