Anda di halaman 1dari 18

Masamba 9 Mei 2018

 Risiko rendah
 1. pasien sehat dg diabetes yang terkontrol
oleh diet dan obat
 2. kadar hba1c < 7
 Risiko sedang , dapat menjalankan puasa
dengan hati hati

 1. pasien sehat dg DM yang terkontrol oleh


obat atau short acting insulin
 2. kadar hba1c < 8
 Risiko tinggi, diperbolehkan tidak berpuasa

 1. GDP 150
 2. HbA1c > 8 – 10
 3. memiliki komplikasi mikrovaskular
 4. tinggal sendirian (mendapat terapi
sulfonilurea atau insulin)
 5. usia > 75 tahun
 6. penyakit jantung berat, strok, kanker
 Risiko sangat tinggi , tidak direkomendasikan
berpuasa

 1. GDP > 300


 2. hba1c > 10
 3. hipoglikemia berat 3 bulan terakhir
 4. DM tipe 1
 5. hamil
 6. adanya penyakit akut
 7, sementara HD
1. Niat karena Allah, motivasi tertinggi,
optimisme
2. Motivasi kuat = kesiapan mental dan fisik
seharian selama berpuasa
3. Niat yang kuat = setting tubuh: hormon
berubah  asam lambung lebih rendah pada
orang yang berpuasa
4. Organ pencernaan yang lain : usus, liver dan
organ ginjal dan kulit  bekerja lebih efektif
dan efisien
1. Menu sahur pilih makanan berserat dan protein
tinggi  proses pencernaan lambat, insulin
dikeluarkan bertahap
2. Hindari menu sahur yang manis-manis 
insulin dikeluarkan cepat  cepat lapar di siang
hari
3. Hindari kopi saat sahur  dehidrasi, cepat haus
4. Disunnahkan utk sahur mendekati imsak 
tubuh mempunyai waktu cukup utk membakar
makanan jadi energi  badan tidak lemas
5. Jangan tidur setelah sahur, manfaatkan
dengan olah raga ringan dilanjutkan dengan
aktivitas seperti biasa
6. Padatkan aktivitas. Lakukan aktivitas yang
banyak mendatangkan pahala dan dapat
merangsang pengeluaran hormon anti
insulin  kadar gula tidak turun, tubuh
bugar
7. Jangan berhenti berolah raga selama puasa,
lakukan menjelang berbuka.
8. Cukup tidur, tidak berlebihan  sel-sel otot
dan organ tubuh pulih kembali.
Tidur berlebihan  tubuh loyo, kulit wajah
kering dan tidak segar
1. Ta’jil di awal waktu dengan air putih dan
kurma, baru kemudian makanan yang manis
2. Hindari minum es atau minuman bersoda 
pencernaan tidak berfungsi normal  perut
kembung
3. Setelah sholat Maghrib, berbuka dengan
makanan berserat dan vitamin tinggi 
buah berwarna merah atau kuning, sayuran
hijau tua atau kacang-kacangan
4. Kunyah makanan dengan baik, 33 kali, tidak
tergesa-gesa  pencernaan ringan
5. Setelah sholat taraweh, bisa dilanjutkan
dengan makanan ringan
6. Mengurangi makanan berlemak, yang
diawetkan, penyedap rasa, bumbu berbau
tajam
1. Untuk menjalankan fungsinya, setiap organ
tubuh butuh air. Minum 8 gelas sebelum
puasa esok hari.
2. Perbanyak minum air, semua organ
berfungsi baik
1. Puasa = menahan diri
2. Pengendalian emosi dan berpikir positif 
hati damai  sempurna puasa dan
metabolisme tubuh
1. Saat puasa, produksi kelenjar air liur
berkurang  mulut cepat asam dan berbau
2. Dianjurkan tetap gosok gigi dan mandi.
Gosok gigi  sisa makanan tidak
membusuk di mulut. Mandi  segar,
terhindar dehidrasi
1. Makanan sumber energi yang baik dan
tahan lama (misal : kurma, madu)
2. Hindari permen
3. Makanan dan minuman suplemen. Pilih
yang mengandung sedikit mungkin zat non
gizi (kafein, pemanis, pengawet)
4. Obat-obatan ringan (obat demam, diare,
sakit kepala)
 Bolusnya dosis pagi pindahkan ke dosis buka
puasa
 Dosis bolus malam pindahkan pada saat
sahur (1/2 dosis sebelumnya).
 Dosis siang pindahkan pada saat makan
malam (hanya jika makan malam)
 Untuk basal tetap digunakan sebelum tidur.
Menjaga tubuh tetap segar saat berpuasa
sangat penting demi kesempurnaan ibadah.
Semoga bisa menambah kesempurnaan puasa
kita, ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan
Rasulullah, mengisinya dengan amalan-amalan
bermanfaat.