Anda di halaman 1dari 39

ALIRAN NON

NEWTON
NURHAYATI MARGATIANTINI, S.Farm., Apt.
ALIRAN NON NEWTON
Hampir seluruh sistem dispersi termasuk
sediaan-sediaan farmasi yang berbentuk
emulsi,suspensi dan sediaan setengah padat
tidak mengikuti hukum Newton Non
Newtonian Bodies

2
PLASTIS

TIDAK DIPENGARUHI
PSUDOPLASTIS
WAKTU

DILATAN

ALIRAN NON
NEWTON

THIKSOTROPIK

DIPENGARUHI
ANTI THIKSOTROPIK
WAKTU

RHEOPEKSI
3
ALIRAN PLASTIS
Disebut sebagai
Bingham bodies

Rate of shear
Kurva plastis tidak
melewati titik (0,0),
tetapi memotong
sumbu shearing
stress, dikenal f
dengan harga yield
(yield value). Shearing stress

4
ALIRAN PLASTIS
O Yield value adalah harga yang harus
dipenuhi agar cairan mulai
mengalir,sebelum yield value zat bertindak
sebagai bahan elastis setelah yield value
sistem mengalir sesuai dengan sistem
newton dimana shearing stress berbanding
dengan rate of shear.

5
ALIRAN PLASTIS
Harga stress dibawah yield value, zat bertindak
sebagai bahan elastis (seperti zat padat
Kemiringan rheogram disebut mobility ≈ fluiditas
pada sistem Newton.
Kebalikannya adalah viskositas plastis = U

f= yield value
dalam dyne cm-2
6
Contoh soal :
Suatu bahan plastis diketahui mempunyai yield
value 5200 dyne cm-2. Pada shearing stress di
atas yield value, F ditemukan meningkat secara
linear dengan meningkatnya G. Jika rate of shear
150 dt-1 pada saat F = 8000 dyne cm-2, hitung
viskositas plastis sampel tsb !

7
Contoh : dispersi cair dari
tragakan, Na alginat, metil
selulosa, CMC Na
Viskositas berkurang

Rate of shear
dengan meningkatnya rate
0f shear (cairan menjadi
encer)
Disebut shear thinning
system karena dengan
menaikkan tekanan geser
viskositas menjadi turun
Kurva tidak linier dan
tidak ada yield value Shearing
(melengkung) stress
8
• Eksponen N meningkat pada saat
aliran meningkat menjadi non-Newton
• N=1, alirannya adalah Aliran Newton

Persamaan Regresi Linear 9


ALIRAN DILATAN
O Suspensi tertentu
(persentase zat padat
terdispersi tinggi) 
peningkatan daya
hambat untuk mengalir
dengan meningkatnya
rate of shear.
O Volume meningkat
dengan terjadinya shear
 disebut dilatan
O Disebut sebagai shear
thickening system
10
THIKSOTROPI
O Menunjukkan adanya pemecahan struktur yang tidak
terbentuk dengan segera jika stress dihilangkan atau
dikurangi
O Terjadi pada shear thinning system (plastis, atau
pseudoplastis)
O Didefinisikan sebagai suatu pemulihan isoterm dan
lambat pada pendiaman suatu bahan yang
kehilangan konsistensinya karena shearing.

11
Pseudoplastis
Rate of shear

Plastis

Shearing stress

Gambar thiksotropi pada aliran plastis


dan pseudoplastis 12
PENGUKURAN
THIKSOTROPI
O Dengan melihat putaran histeresis yang
dibentuk oleh kurva menaik dan menurun
dari rheogram.
O Luas daerah histeresis merupakan suatu
ukuran pemecahan thiksotropi.

13
Pengukuran untuk plastis
(bingham bodies)
1. Menentukan pemecahan struktural terhadap
waktu pada rate of shear konstan.
-----t2-------
--t1---

1/U1

1/U2
Rate of shear

B= konstanta
thiksotropi
14

Shearing stress
2. Menentukan pemecahan struktural karena
meningkatnya shear rate.

1/U1
Rate of shear

1/U1
M=
konstanta
thiksotropi
Shearing stress
15
Thiksotropi negatif atau
antithiksotropi
O Menyatakan kenaikan
konsistensi pada kurva

Rate of shear
yang menurun.
O Contoh : magma
magnesia

Shearing stress
16
Penyebab :
O Meningkatnya frekuensi tumbukan dari partikel-
partikel terdispers, atau molekul-molekul polimer
dalam suspensi, menyebabkan ikatan antar partikel
naik, sehingga dalam keadaan keseimbangan
membentuk gumpalan-gumpalan besar. Dalam
keadaan diam, gumpalan pecah menjadi partikel-
partikel.

17
Rheopeksi
O Suatu gejala di mana suatu sol
membentuk gel lebih cepat jika diaduk
perperlahan-lahan atau kalau dishear
daripada jika dibiarkan tanpa
pengadukan

O Anti thiksotropi  rheopeksi

18
 Pada rheopeksi sistem terdeflokulasi dan berisi
solid dispersi lebih dari 50 %
 Pada antithiksotropi sistem terflokulasi dan berisi
solid dispersi 1- 10 %
 Gel pada rheopeksi = bentuk keseimbangan
 Bentuk keseimbangan pada antithiksotropi = sol

19
Pemilihan Viskometer
O Semua viskometer dapat digunakan untuk
menentukan viskositas sistem Newton dan
hanya viskometer yang mempunyai kontrol
shear stress yang bervariasi dapat
digunakan untuk bahan-bahan Non Newton.

20
Macam-macam viskometer
O Visk. Kapiler
O Visk. Bola jatuh Sistem Newton

O Visk. Cup & bob Sistem


O Visk. Kerucut dan lempeng Newton
dan Non
Newton
21
1. Viskometer kapiler
O Disebut sebagai viskometer ostwald
O Dasar : Hukum Poiseuille

22
Karena P tergantung pada kerapatan cairan (), maka :

23
a) Viskometer Ostwald
b) Viskometer Ubbelohde
c) Viskometer Ostwald- Canon- Fenske

24
Contoh soal
O Jika waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir
antara kedua tanda pada viskometer Ostwald
adalah 45 detik, untuk air adalah 100 detik (250C).
O Diketahui kerapatan aseton 0,788 gram cm-3,
kerapatan air 0,997 gram cm-3 dan viskositas air
0,8904 cps.
O Berapa viskositas aseton ?

25
2. Viskometer Bola Jatuh
O Disebut viskometer
Hoeppler
O Prinsip :
O Suatu bola gelas/besi jatuh
ke bawah dalam suatu
tabung gelas yang hampir
vertikal, mengandung
cairan uji pada temperatur
konstan. Laju jatuhnya bola
dengan  dan  tertentu
adalah kebalikan fungsi
viskositas sampel tersebut.
26
Dimana :
t : waktu (lamanya bola jatuh)
Sb : Gravitasi jenis dari bola
Sf : Gravitasi jenis dari cairan
B : Konstanta bola 27
3. Viskometer ‘Cup’ and ‘Bob’
O Prinsip :
O Sampel di’shear’ dalam ruang antara
dinding luar, ‘bob’ (rotor) dan dinding dalam
mangkuk (‘cup’).
O Viskometer Couette, mis : visk. Mac Michael
Mangkuk yang berputar
O Viskometer Searle, mis : visk. Rotovisco,
visk. Stormer
Rotor yang berputar
28
Viskometer stormer
Untuk aliran
plastis

Dimana :
Dimana :
Kv : Konstanta alat
Wf : intersep yield
W : berat beban value dalam gram
V : rpm 29
O Yield value

Dimana :
Rc : jari-jari mangkok
Rb : jari-jari rotor 30
31
Contoh soal :
O Suatu sampel gel dianalisis dengan viskometer
Stormer yang dimodifikasi. Berat w sebesar 450
gram menghasilkan kecepatan rotor v 350 rpm.
Suatu seri kecepatan diperoleh dengan
menggunakan berat pengendali lainnya,
diperoleh suatu rheogram aliran plastis. Intersep
yield value wf diperoleh dengan
mengekstrapolasi kurva tersebut terhadap
sumbu shearing stress di mana v = 0, wf = 225
gram. Konstanta alat Kv = 52,0 dan Kf = 20,0.
Berapakah vikositas plastis dan yield value
sampel tersebut?

32
4. Viskometer Kerucut dan
Lempeng
O Contoh : viskometer Ferranti – Shirley
O Prinsip :
O Kerucut dikemudikan motor dengan
kecepatan yang berubah-ubah, sampel
dishear di antara lempeng yang diam dan
kerucut yang berputar. Rate of shear : rpm
(dengan dial pemilih). Shearing stress :
puntiran (dibaca pada skala penunjuk).

33
Kondisi laju geser konstan pada
viskometer kerucut-pelat.

34
O Untuk cairan Newton O Untuk cairan
plastis :

dimana :
C = konstanta alat
T = puntiran (torque)
V = rpm

35
Penerapan rheologi dalam
:bidang farmasi
1. Cairan
O Pencampuran
O Pengurangan ukuran partikel dari
sistem sistem dispersi dengan shear
O Pelewatan melalui mulut,penuangan,
pengemasan dalam botol, pelewatan
melalui jarum suntik
O Perpindahan cairan
O Stabilitas fisik sistem dispersi
36
2. Semi solid
O Penyebaran dan pelekatan pada
kulit
O Pemindahan dari wadah/tube
O Kemampuan zat padat untuk
bercampur dengan cairan-cairan
O Pelepasan obat dari basisnya

37
3. Padatan
O Aliran serbuk dari corong ke
lubang cetakan tablet/kapsul
O Pengemasan serbuk/granul
4.Pemprosesan
O Kapasitas produksi alat
O Efisiensi pemrosesan

38
39