Anda di halaman 1dari 37

RIZAL NUGRAHA,SKM,.M.

MKes
LATAR BELAKANG
 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor
4 Tahun 2005 tentang Pedoman Analisis Jabatan di
Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah
Daerah
 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan) Nomor 33
Tahun 2011 tentang Pedoman Analisis Jabatan
 Peraturan Kepala BKN (Perka BKN) Nomor 12 Tahun
2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan
 Permenpan no.23 Tahun 2014 tentang Jabatan
Fungsional Perawat Gigi dan angka kreditnya
 Permenkes Nomor 43 Tahun 2017 tentang Penyusunan
Formasi Jabatan Fungsional Kesehatan
Pengertian
1. Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas,
tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang PNS dalam
suatu satuan organisasi negara.

2. Evaluasi Jabatan adalah suatu proses yang


sistematis untuk menilai setiap jabatan yang ada
dalam struktur organisasi dalam rangka
menetapkan nilai jabatan atas dasar sejumlah
kriteria yang disebut faktor jabatan.

4
DEFENISI ANALISIS
JABATAN
Defenisi Analisis Jabatan
 Proses, metode dan teknik untuk memperoleh data jabatan
yang diolah menjadi informasi jabatan dan disajikan untuk
kepentingan program kepegawaian serta memberikan
umpan balik bagi organisasi, tata laksana, pengawasan dan
akuntabilitas. (Permenpan Nomor 33 tahun 2011 tentang
Pedoman Analisis Jabatan )
 Proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan dan
penyusunan data jabatan menjadi informasi jabatan. (Perka
BKN Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan
Analisis Jabatan)
TUJUAN ANALISIS
JABATAN
1 Tersusunnya uraian jabatan untuk setiap
jabatan

2 Teridentifikasinya persyaratan jabatan untuk


setiap jabatan

3 Teridentifikasinya jumlah dan susunan jabatan


yang diperlukan

4 Teridentifikasinya informasi mengenai pelaksanaan


tugas sehari-hari bagi setiap pegawai
METODE ANALISIS BEBAN KERJA
 URAIAN TUGAS
 SATUAN KERJA
 WAKTU PENYELESAIAN
 WAKTU KERJA EFEKTIF
 BEBAN KERJA
 PEGAWAI YANG DIBUTUHKAN
DEFENISI
ANALISIS BEBAN KERJA: Suatu teknik
manajemen yang dilakukan secara
sistematis untuk memperoleh informasi
mengenai tingkat efektivitas dan
efisiensi kerja organisasi berdasarkan
volume kerja.
SATUAN HASIL
 Hasil kerja adalah suatu produk berupa barang,
jasa (pelayanan) atau informasi yang dihasilkan
dari suatu proses pelaksanaan tugas
 Hasil kerja dapat diperoleh bila ada sesuatu
yang diolah (bahan kerja)
 Contoh hasil kerja adalah Kegiatan, Dokumen,
Laporan, Data, dsb.
WAKTU PENYELESAIAN
 Waktu penyelesaian adalah waktu ideal yang
dibutuhkan dalam menyelesaikan 1 uraian tugas
 Waktu penyelesaian ditulis dalam satuan menit
BEBAN KERJA

 Beban kerja adalah jumlah satuan kerja yang


dihasilkan dalam sekali waktu kerja efektif
 Misalnya 2 laporan dalam kurun waktu tahunan (1
laporan tiap 6 bulan) atau 10 surat masuk dalam kurun
waktu harian
WAKTU KERJA EFEKTIF (WKE)

 WKE adalah jam kerja yang secara efektif digunakan


untuk bekerja
 Jam kerja efektif = jam kerja formal – allowance
(waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja
seperti melepas lelah, istirahat makan, dsb)
 Dalam menghitung jam kerja efektif dilakukan
melalui standar yang telah ditetapkan
WAKTU KERJA EFEKTIF

 Jam Kerja Efektif per Hari = 1 hari x 4 jam = 250 menit


 Jam Kerja Efektif per Minggu = 6 hari x 4jam = 24 jam =
1500 menit
 Jam Kerja Efektif per Bulan = 24 hari x 4 jam = 100 jam =
6000 menit
 Jam Kerja Efektif per tahun = 240 hari x 4 jam = 1200 jam
= 72000 menit
 Untuk yang 6 hari kerja jam kerja efektif per Hari = 250
menit
KETERKAITAN ANJAB DENGAN
REMUNERASI
ANJAB ABK

INFORMASI BEBAN
INFORMASI JABATAN KERJA JABATAN

EVALUASI JABATAN

NILAI JABATAN (JOB KELAS JABATAN (JOB


VALUE) GRADING/JOB CLASS)

SISTEM
REMUNERASI

NILAI TUNJANGAN
PENGERTIAN
1. Angka Kredit
suatu angka yang diberikan berdasarkan Penilaian atas prestasi kerja
yang telah dicapai oleh seorang Tenaga Fungsional dalam mengerjakan
butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk
Pengangkatan dan kenaikan pangkat

2. Jabatan Fungsional
- Kedudukan yang menunjukan tugas
- Tanggung Jawab
- Wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi
yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan
atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri

3. Sarana Kesehatan
Tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan,
yaitu :
- Rumah Sakit
- Puskesmas
- Poliklinik Departemen dan atau unit kesehatannya lainnya
17
4. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK)
Blanko yang berisi keterangan perorangan Tenaga Fungsional dan butir
kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Tenaga Fungsional dalam
rangka Penetapan Angka Kredit

5. Penetapan Angka Kredit (PAK)


Blanko yang berisi keterangan perorangan Tenaga Fungsional dan
satuan nilai dari hasil penilaian butir kegiatan atau akumulasi nilai
butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Tenaga Fungsional yang
telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan Angka
Kredit

6. Tim Penilai
Tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Tenaga Fungsional

18
JABATAN FUNGSIONAL

a. Jabatan Fungsional Terampil


(1). Berijazah D.III (Diploma III)

b. Jabatan Fungsional Ahli


(1). Berijazah serendah-rendahnya Sarjana S1/ Diploma IV
(2). Pangkat serendah-rendahnya Gol.Ruang III/A
Untuk dokter pangkat serendah-rendahnya golongan
ruang III/B

19
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT TERAMPIL

No Nama Jabatan Pangkat Golongan


1 Pelaksana/Terampil Pengatur II/c
Pengatur Tk.I II/d

2 Pelaksana Penata Muda III/a


Lanjutan/Mahir Penata Muda Tk.I III/b

3 Penyelia Penata III/c


Penata Tk. I III/d

20
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT AHLI

No Nama Jabatan Pangkat Golongan


1 Pertama Penata Muda III/a
Penata Muda Tk.I III/b
2 Muda Penata III/c
Penata Tk. I III/d

3 Madya Pembina IV/ a


Pembina Tk.I IV/ b
Pembina Utama Muda IV/ c

4 Utama Pembina Utama Madya IV/d


Pembina Utama IV/e

21
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN
DAN KENAIKAN JABATAN/ PANGKAT BIDANG AHLI

PRESEN JENJANG JABATAN, GOLONGAN, RUANG, DAN ANGKA

No UNSUR TASE KREDIT


JABATAN JABATAN JABATAN MADYA JABATAN
PERTAMA MUDA UTAMA
III/ a III/ b III/ c III/ d IV/ a IV/ b IV/ c IV/d IV/e

1 UNSUR UTAMA > 80 % 80 120 160 240 320 440 560 680 840
A. PENDIDIKAN
B. PELAYANAN
KESEHATAN
C. PENGABDIAN
MASYARAKAT
D. PENGEMBANGA
N PROFESI

2 UNSUR < 20 % 20 30 40 60 80 110 140 170 210


PENUNJANG
Kegiatan yang
mendukung
pelaksanaan tugas
Yankes
JU MLAH 100 % 100 150 200 300 400 550 700 850 1050
22
JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN
DAN KENAIKAN JABATAN/ PANGKAT BIDANG TERAMPIL

JENJANG JABATAN, GOLONGAN, RUANG, DAN ANGKA


KREDIT
JABATAN JABATAN JABATAN JABATAN
PRESEN PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA PENYELIA
No UNSUR
TASE PEMULA LANJUTAN

II/ a II/ b II/ c II/ d III/ a III/ b III/ c III/ d

1 UNSUR UTAMA > 80 % 20 32 48 64 80 120 160 240


A. PENDIDIKAN
B. PELAYANAN
KESEHATAN
C. PENGABDIAN
MASYARAKAT
D. PENGEMBANGAN
PROFESI

2 UNSUR PENUNJANG < 20 % 5 8 12 16 20 30 40 60


Kegiatan yang mendu
kung pelaksanaan
tugas Yankes

J U M L A H 100 % 25 40 60 80 100 150 200 300


23
TATA CARA PENILAIAN
 DUPAK
1) DUPAK di ajukan apabila menurut
perhitungan pejabat fungsional
telah memenuhi jumlah angka
kredit yang disyaratkan untuk kenaikan
jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi
 Penilaian dilakukan 2 kali dalam 1 tahun yaitu
selambat-lambatnya :

1) Untuk kenaikan pangkat bulan April


adalah minggu kedua di bulan Januari

2) Untuk kenaikan pangkat bulan oktober


adalah minggu kedua di bulan Juli

3) DUPAK sebelum dikirim ke sekretariat


Tim Penilai terlebih dahulu di syahkan
oleh Pejabat yang berwenang ( tanda
tangan dan stempel kedinasan)
KEWAJIBAN PEMANGKU JABFUNG
1. Melaksanakan tupok jabfung masing-masing
2. Mengumpulkan dan menghitung Angka Kredit hasil
prestasi kerjanya sendiri dari kegiatan pelayanan,
pengembangan profesi, pengabdian masyarakat,
dan penunjang pelayanan.
3. Membuat DUPAK/smt dan mengumpulkannya apabila
menurut perhitungan sementara telah memenuhi
jumlah AK yang ditentukan untuk kenaikan
jabatan/pangkat lebih tinggi.
KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT
 Minimal 80 % dari unsur utama, yang meliputi :
- Pendidikan ( formal. Diklat fungsional )
- Pelayanan sesuai dengan tugas pokok
- Pengembangan profesi ( membuat karya tulis, menerjemahkan,
menyadur buku kesehatan,
membuat pedoman kesehatan, wajib bagi jabfub jenjang Madya ke
atas min. 12 AK untuk
kenaikan jabatan/pangkat ).

 Maksimal 20 % dari unsur penunjang yang meliputi :


- Mengajar
- Mengikuti seminar
- Menjadi anggota organisasi profesi
- Menjadi anggota Tim Penilai AK
- Memperoleh gelar keseragaman di luar bidang tugas
- Memperoleh tanda jasa/piagam penghargaan
Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat jabfung yang sesuai
dengan jenjang jabatannya maka jabatan lain yang berada satu
tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatannya dpt
melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara
tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan
Penilaian Angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana
tersebut di atas
ditetapkan sebagai berikut :
1. Tenaga fungsional yang melaksanakan tugas di atas
jenjang jabatannya, maka AK yang diperoleh ditetapkan
sebesar 80 % ( delapan puluh persen) dari setiap angka
kredit butir kegiatan.

2. Tenaga fungsional yang melaksanakan kegiatan di


bawah jenjang kegiatannya, angka kredit yang diperoleh
ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir
kegiatannya.
 Pejabat fungsional penyelia pangkat penata
tingkat I golongan ruang III d setiap tahun
diwajibkan memperoleh sekurang – kurangnya
10 ( sepuluh ) AK dari kegiatan Pelayanan
Kesehatan
 Pejabat fungsional Madya Pangkat Pembina
Utama Muda golongan Ruang IV c setiap tahun
diwajibkan memperoleh sekurang – kurangnya
20 ( dua puluh ) AK dari kegiatan Pelayanan
Kesehatan.
 Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP
adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh
seorang pegawai , yang disusun dan disepakati
bersama antara pegawai dengan atasan pegawai.
 Target adalah jumlah beban kerja yang akan dicapai
dari setiap pelaksanaan Tugas Jabatan.
 Capaian SKP adalah hasil akhir kegiatan yang
diperoleh seorang Pegawai Negeri Sipil.
UNSUR-UNSUR SKP
 Kegiatan Tugas Jabatan
Setiap Kegiatan Tugas Jabatan yang akan dilakukan
harus didasarkan pada rincian tugas, tanggungjawab
dan wewenang jabatan, yang secara umum telah
ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organisasi.
 Angka Kredit
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan
dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang
harus dicapai oleh seorang PNS dalam rangka
pembinaan karier dan jabatannya.
 Target
Setiap pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan harus
ditetapkan target yang akan diwujudkan secara jelas,
sebagai ukuran penilaian prestasi kerja, dalam
menetapkan target prestasi kerja harus
mempertimbangkan 4 (empat ) aspek yaitu :
1. Aspek Kuantitas (target output)
Dalam menentukan target kuantitas/output (TO) dapat
berupa dokumen, konsep, naskah, surat keputusan,
laporan dan sebagainya
2. Aspek Kualitas (target kualitas)
Dalam menetapkan target kualitas (TK) harus
memprediksi pada mutu hasil kerja yang terbaik, dalam
hal ini nilai yang diberikan adalah 100 dengan sebutan
Sangat Baik
 Aspek Waktu (target waktu)
Dalam menetapkan target waktu (TW) harus
memperhitungkan berapa waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan,
 Aspek Biaya ( Target Biaya)
Dalam menetapkan target biaya ( TB) harus
memperhitungkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 1 (satu) tahun
TATA CARA PENYUSUNAN SASARAN
KERJA PEGAWAI (SKP)
Dalam menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP) harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Jelas
 Kegiatan yang dilakukan harus dapat diuraikan secara
jelas.
2) Dapat diukur
 Kegiatan yang dilakukan harus dapat diukur secara
kuantitas dalam bentuk angka seperti jumlah satuan,
jumlah hasil, dan lain lain maupun secara kualitas
seperti hasil kerja sempurna, tidak ada kesalahan,
tidak ada revisi dan pelayanan kepada masyarakat
memuaskan, dan lain-lain.
3) Relevan
 Kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan lingkup
tugas jabatan masing masing.
4) Dapat dicapai
 Kegiatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan
kemampuan PNS.
5) Memiliki target waktu
 Kegiatan yang dilakukan harus dapat ditentukan
waktunya.
PNS yang tidak menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
dapat dijatuhi hukuman sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang mengatur
mengenai disiplin Pegawai Negeri Sipil.
NUHUN