Anda di halaman 1dari 83

 Memelihara dan Memperbaiki Motor AC 1

Fasa
◦ Tujuan Kegiatan Pembelajaran

 Setelah mempelajari kegiatan belajar 1,


peserta didik diharapkan dapat:
 Mengenal jenis-jenis motor AC 1 Fasa
 Memahami konstruksi motor AC 1 Fasa
 Memahami prinsip kerja motor AC 1 Fasa
 Memelihara dan memperbaiki motor AC 1 Fasa
 Motor AC 1 Fasa banyak digunakan pada peralatan rumah tangga listrik,
misalnya pompa air, mesin cuci, lemari es, mixer, kipas angin dan
sebagainya.
 Karena bentuknya yang sederhana dan harganya yang relatif murah
motor induksi 1 fasa banyak dipakai untuk keperluan motor-motor
kecil. Struktur motor induksi 1 fasa hampir sama dengan motor induksi
3 fasa. Motor AC 1 fasa berkapasitas kecil ini sering dikenal dengan
nama Fraction Horse Power Motor, dibuat dalam berbagai macam type
sesuai dengan kebutuhan. Motor ini bekerja pada arus bolak balik 1
fasa dengan frekuensi nominal.
 Disebut motor 1 fasa karena untuk mendapatkan daya mekanik hanya
dipelukan sumber satu fasa, yang pada dasarnya motor satu fasa
mempunyai prinsip kerja motor dua fasa, hal ini disebabkan karena pada
lilitan statornya terdiri dari dua lilitan, yaitu lilitan utama dan lilitan
bantu dan diantara keduanya mempunyai beda fasa 90o Listrik. Dari
kedua fluks yang ada pada lilitan stator tersebut maka terjadilah suatu
medan magnit putar sehingga motor dapat berputar. Ada beberapa jenis
motor AC 1 fasa yang banyak digunakan diantaranya adalah:

 beberapa jenis motor AC 1 fasa yang banyak
digunakan diantaranya adalah:

 Motor induksi AC 1 fasa motor fasa belah (splite
phasa)
 Motor induksi AC 1 fasa motor kapasitor, terbagi
menjadi tiga jenis yaitu:
◦ Motor kapasitor start (starting capasitor)
◦ Motor kapasitor Running (Running capasitor)
◦ Motor kapasitor Start-running (Starting running capasitor)
 Motor repulsi (repultion motor)
 Motor kutub bayangan (shaded pole motor)
 Motor universal (Universal motor)
 Motor Fasa Belah (splite phasa motor)

 Jenis motor ini menggunakan rotor sangkar (Squirrel Cage
winding) terdiri dari sejumlah batang tembaga yang
dimasukkan ke dalam alur rotor, pada ujung-ujungnya
dihubungkan oleh cincin tembaga sehingga terdapat
sirkuit tertutup. Sedangkan kumparan statornya terdiri
dari dua lilitan yaitu kumparan utama (main winding) dan
kumparan bantu (starting winding). Kedua kumparan
tersebut terhubung paralel pada saat start, kedua-duanya
terhubung pada jala-jala kemudian setelah motor berputar
mencapai + 75 % putaran nominal, sebuah saklar
sentrifugal akan memutuskan rangkaian kumparan bantu
dan selanjutnya motor bekerja hanya dengan kumparan
utama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di
bawah ini:
 Dilihat dari konstruksinya motor fasa belah
mempunyai saklar sentrifugal yang berfungsi
untuk memutuskan rangkaian kumparan
bantu setelah motor berputar mendekati
putaran nominal, dan mencegah arus lebih
dari jala-jala ke kumparan bantu dan juga
untuk melindungi kumparan dari kerusakan
yang disebabkan oleh pemanasan arus yang
melewatinya.
◦ Konstruksi Motor Fasa Belah

 Dilihat dari konstruksinya motor fasa belah


mempunyai beberapa bagian yaitu
diantaranya adalah:
 Rangka motor
 Stator
 Belitan
 Saklar sentrifugal
 Langkah-langkah pemeliharaan dan menganalisa
gangguan serta perbaikan motor fasa belah

 Pemeliharaan secara umum dapat diartikan sebagai usaha
yang dilakukan secara rutin agar peralatan atau sistim
selalu dalam keadaan siap pakai sehingga hasil kegiatan
yang dilakukan dapat hasil yang sangat memuaskan
 Sedangkan perbaikan dapat diartikan sebagai usaha yang
dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti komponen
peralatan yang rusak atau tidak berfungsi agar alat
tersebut dapat berfungsi seperti semula.
 Dalam praktiknya kegiatan pemeliharaan dibedakan
menjadi dua bagian yaitu:
 Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
 Pemeliharaan perbaikan (corrective maintenance)
 Pemeliharaan pencegahan meliputi:
pemeriksaan, pengujian, pembersihan,
pengeringan, pengecatan, pelumasan dan
pengaturan. Pemeliharaan pencegahan
menjamin kelancaran operasi dan mencegah
terjadinya kerusakan total (break down)
 Kegiatan pemeliharaan pencegahan meliputi:
 Perawatan reguler: yaitu meliputi
pembersihan, pelumasan dan pengaturan,
frekuensi pelaksanaannya tergantung pada
kondisi peralatan dan situasi lingkungan.
 Perawatan penggantian yaitu penggantian
bagian-bagian yang habis masa pakainya.
 Proses identifikasi dan pencari gangguan.
 Pemeliharaan perbaikan yaitu memperbaiki atau
mereparasi peralatan atau sistim yang mengalami
kerusakan.
 Di industri, persoalan pemeliharaan dan
perawatan adalah sangat penting, karena
menyangkut kelancaran dan kelangsungan hidup
suatu industri.
 Pembahasan tentang pemeliharaan dan
perbaikan ini sangat luas sehingga anda perlu
mengkaji sumber lain untuk memperdalam
pengetahuan maintenance and inspekstion, baik
dari reverensi buku maupun dari kalangan
industri.
 Memperbaiki motor fasa belah dengan kerusakan
belitan terdiri dari beberapa pekerjaan yaitu:
 Mencatat data motor (taking date) sesuai dengan kartu
perbaikan)
 Membongkar tutup stator
 Membongkar belitan dan menggambar bentangan belitan
stator.
 Membersihkan alur-alur dan memasang prespan (mika)
baru.
 Melilit ulang
 Menghubungkan lilitan sesuai dengan gambar bentangan
semula.
 Mengikat kepala kumparan
 Menguji lilitan (testing)
 Pemberian vernis/ lak cair dan pengeringannya
 Uji coba (pengujian motor)
 Untuk mendapatkan hasil pemeliharaan dan
perbaikan yang memuaskan maka seluruh
data yang ada pada motor harus ada dalam
catatan kartu pemeliharaan dan perbaikan,
baik sebelum proses pemeliharaan dan
perbaikan maupun sesudahnya.
 Motor Kapasitor

 Konstruksi motor kapasitor hampir sama dengan
motor fasa belah, hanya pada motor ini di tambah
satu unit kapasitor. Motor kapasitor bekerja untuk
tegangan AC satu fasa dan umumnya banyak
digunakan untuk pompa air, refrigerator, compressor
udara, mesin cuci dan lainnya. Tempat kedudukan
kapasitor pada motor terletak pada bagian atas
motor ada juga yang di dalam kerangka motor itu
sendiri. Kapasitor ini berfungsi untuk mempertinggi
kopel awal dan mengurangi arus start pada motor
kapasitor dan geseran fasa antara belitan utama dan
bantu lebih dipertajam.
 Jenis kapasitor yang banyak digunakan pada
jenis motor kapasitor ini antara lain:
 Kapasitor kertas (The Paper Capacitor)
 Kapasitor minyak (The oil Capacitor)
 Kapasitor elektrolit (The electrolytic
Capacitor)
 Umumnya kapasitas dari kapasitor ini antara
6 F – 150 F. Menurut hubungan
kapasitornya jenis motor kapasitor dapat
dibagi menjadi tiga macam yaitu:
 1. Motor kapasitor start (starting capacitor
motor)
 2. Motor kapasitor tetap/ running (permanent
capacitor motor)
 3. Motor kapasitor start/ running (start-
running capacitor motor)

 Motor kapasitor start (starting capacitor motor)

 Motor ini adalah merupakan jelmaan dari motor fasa belah,
tetapi mempunyai kapasitor yang dihubungkan seri dengan
belitan bantu dan sakelar sentrifugal, secara konstruktif sama
persis, hanya ditambah satu unit kapasitor untuk memperbesar
kopel awal (start). Seperti dikatakan di awal prinsip kerja motor
kapasitor start ini sama seperti motor induksi, yaitu jika pada
lilitan utama diberikan sumber arus maka akan terjadi medan
magnit putar (fluks magnit) yang ada dan besarnya sama, tidak
ada resultan gaya. Tetapi dengan adanya lilitan bantu dan
kapasitor maka ada beda fasa diantara keduanya, disinilah
terjadi fluksi magnit dan resultan gaya yang berbeda maju atau
mundur tergantung besarnya resultan gaya itu sendiri dan pada
umumnya terjadi resultan gaya searah jarum jam sehingga motor
dapat berputar ke kanan. Setelah motor berputar 75% dari
putaran nominal maka sakelar sentrifugal bekerja memutuskan
rangkaian lilitan bantu dan motor bekerja hanya dengan lilitan
utama.
 Keuntungan motor jenis ini dibanding dengan
type motor fasa belah adalah:
 Mempunyai kopel yang lebih kuat.
 Faktor kerjanya lebih besar (mendekati 1)
 Adapun bagian-bagian yang terpenting dari
motor ini adalah:
◦ Stator (tempat belitan utama dan bantu) pada alur-
alur stator
◦ Rotor sangkar dengan porosnya
◦ Bantalan peluruh (laher)
◦ Tutup stator dan rangka body
◦ Kapasitor
◦ Ujung-ujung terminal motor
 Motor kapasitor tetap/running (permanent capacitor motor)

 Motor ini mempunyai kapasitor yang dihubungkan seri dengan
kumparan bantu, terhubung paralel dengan kumparan utama
dan terhubung langsung paralel dengan sumber listrik.
 Belitan utama, lilitan bantu dan kapasitor tetap terhubung pada
sirkuit jala-jala saat motor bekerja.
 Jenis motor ini banyak digunakan pada pompa air satu fasa,
dimana lilitan utama dan bantu jumlah lilitannya sama banyak
tetapi diameter kawatnya berbeda diantara keduanya. Diameter
kawat lilitan utama lebih besar dibanding diameter lilitan
bantunya. Type motor ini kopel awalnya kurang bagus, tetapi
kopel jalan (torsi jalan) merata. Kebanyakan pompa air berbagai
merek banyak menggunakan jenis motor running kapasitor
dengan kecepatan mendekati 3000 rpm,
 Motor kapasitor start/ running (start-running capacitor
motor)

 Jenis motor ini adalah perpaduan antara
motor start kapasitor dan running kapasitor,
dimana tujuan dibuatnya double kapasitor
adalah untuk memperioleh kopel awal yang
lebih besar dan kopel jalan yang merata. Jenis
motor ini banyak digunakan pada room air
conditioner. Untuk lebih jelasnya dapat anda
lihat pada gambar di bawah ini:
 Langkah-langkah pemeliharaan dan perbaikan motor kapasitor

 Gangguan pada motor kapasitor pada umumnya
karena cacat pada kapasitornya. Macam
gangguan antara lain hubung singkat, hubungan
terbuka perubahan kapasitas dari kappa-
sitornya. Gangguan-gangguan hubung singkat
dapat menye-babkan motor terbakar. Untuk
menganalisa jenis gangguan kita buat tabel
troble shotingnya
 Motor Kapasitor
 Motor tidak dapat start (motor dalam keadan tidak berputar)
◦ Sumber listrik 1 fasa tidak ada
◦ Jek (tusuk kontak) dari kabel putus.
◦ Hubungan sakelar sentrifugal putus
◦ Kabel ke terminal untuk lilitan bantu dan utama putu
◦ Capasitor rusak, tidak dapat menyimpan arus
 - Cek stop kontak(sumber listrik) dengan tespen dan AVO meter pastikan sumber
listrik 220 Volt AC jika tidak ada tunggu sampai listrik menyala.
 - Buka tusuk kontak pastikan hubungan kabel benar, jika tidak betulkan.
 - Cek kabel dengan Avo meter jika putus sambung kembali dengan benar
 - Buka tutup statornya dan cek sakelar dengan avo meter , jika ada yang putus
sambungkan dengan benar.
 - Buka tutup statornya cek kabel yang ke terminal jika ada yang putus segera
perbaiki dengan benar.
 - Cek kapasitor dan ganti dengan yang baru.
 Motor berputar tetapi cepat panas
 1. Secara kelistrikan
 - Kumparan utama sudah lama dan mendekati isolasi kering
 - Sakelar sentrifugal tidak putus
 - Short antar lilitan dan body dan antara lilitan utama dan bantu sangat
tipis
 - Di bongkar, kemudian statornya dilak dengan vernis baru (lak cair
yang kualitas tinggi) keringkan dan coba tes kembali.dengan megger.
 - Cek arus pada kutub bantu, jika pada putaran nominal arus pada
kutub bantu tidak putus, perbaiki sakelar sentrifugal (ganti yang baru)
 - Cek dengan megger jika standar tahanan sekat < 0,5 M Ohm, maka
perlu dicurigai, lakukan pengisolasian kembali dengan lak cair kualitas
baik dan dicoba jika gagal, bongkar kumparannya dan lilit kembali.
 Motor berputar tetapi cepat panas dan suara
keras ( gemerisik)
 2. Secara mekanik
 - Terjadi gesekan antara rotor dengan body
 - Bearing kurang grace /setempet (rusak)
 - Bongkar stator dan rotor dan perbaiki
 - Lumasi bearing dengan grace atau ganti
bearing baru
 Motor-motor listrik yang mengalami gangguan atau
kerusakan tidak akan bekerja normal menurut semestinya.
Untuk mengetahui gangguan atau kerusakan tersebut ,
maka dilakukan diagnosa untuk mencari gangguan atau
kerusakan dari motor tersebut. Salah satunya adalah
dengan cara membuat tabel trobel shorting.
 Diagnosa yang akan dilakukan terhadap motor-motor
listrik adalah dengan melakukan pengujian-pengujian
motor dengan tepat yang dapat menyatakan bahwa motor
tersebut mengalami gangguan atau kerusakan pada
bagian-bagian tertentu seperti bantalan (bearing), sakelar
(switch), kumparan (coil) atau perlu dilakukan keseluruhan
perbaikan kumparan (rewinding).
 Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis
gangguan atau kerusakan motor listrik harus menurut
urutan logika yang diiringi oleh skala gejala-gejala
gangguan atau kerusakan dari motor listrik tersebut.
Bagian-bagian yang perlu dianalisis dari motor tersebut
adalah:
 Kerusakan pada bagian mekanis
 Kerusakan bearing (bantalan motor)
 Kerusakan stator atau rotor
 Kerusakan kawat penghubung ke sumber tegangan
 Kerusakan pada lilitan utama dan bantu pada stator
 Kerusakan pada capasitor
 Langkah-langkah melilit ulang stator motor
kapasitor pada perbaikan kumparan, setelah
identifikasi gangguan.
 Kerusakan dinyatakan tepat pada kerusakan
kumparan, maka dilakukan rewinding (melilit
kumparan utama dan bantu secara
keseluruhan. Adapun cara-cara melakukan
perbaikannya sama dengan cara-cara
melakukan rewinding pada motor fasa belah
 Motor Repulsi

 Motor repulsi mempunyai dua buah kumparan yaitu
kumparan medan stator dan kumparan rotor.
Diantara kedua kumparan tersebut adalah tidak
mempunyai hubungan galvanis antara satu sama
lainnya. Konstruksi rotornya hampir sama dengan
rotor motor DC (arus searah).
 Motor repulsi mempunyai sebuah belitan stator yang
diatur untuk hubungan ke sumber tegangan dan
sebuah belitan rotor yang dihubungkan ke sebuah
komutator.
 Secara prinsip motor ini mempunyai belitan stator sama seperti
motor fasa tunggal, tetapi mempunyai rotor seperti rotor motor
DC, dengan sikat-sikat yang berlawanan pada jangkar yang
dihubung singkatkan.
 Sikat (brush) dihubungsingkatkan secara permanent. Kumparan
stator dihubungkan dengan sumber arus bolak balik, sehingga
mengalir arus pada stator, maka pada rotor timbul tegangan
induksi. Arus induksi pada rotor menimbulkan magnit. Resultan
dari kedua kutub medan dan kutub jangkar akan menyebabkan
terjadinya medan putar. Medan putar ini terjadi pada kedudukan
sikat digeser dari garis netral. Garis netral adalah letak garis
sumbu sikat segaris dengan sumbu kumparan stator, yaitu garis
medan magnit rotor sama dengan statornya. Kecepatan motor
dapat diatur dengan cara menggeser letak sikat ke kiri atau ke
kanan dari garis netral. Semakin besar sudut pergeseran semakin
besar perubahan kecepatan motor demikian pula terhadap
momen kopel dari motor.
 Pada dasarnya motor repulsi dapat dibedakan
menjadi tiga kelompok yaitu:
 Motor repulsi start (induction run motor)
 Motor repulsi
 Motor Repulsion induction full

 Motor repulsion start induction run motor

 Dimana gerak mulanya seperti motor
repulsion, bila tercapai kecepatan penuh,
kumparan rotor dihubungsingkatkan dengan
menggunakan sakelar sentrifugal, maka
motor akan berubah menjadi motor rotor
sangkar dengan kecepatan tetap.

 Motor repulse

 Motor dengan kumparan rotor lewat
komutator dimana sikat-sikatnya
dihubungsingkatkan.
 Motor repulsion induction full

 Motor ini menggunakan rotor sangkar pada bagian bawah dari alur
kumparan rotor (rotor mempunyai dua tingkat alur, yaitu alur sangkar
dan alur kumparan) motor type ini tidak dilengkapi dengan sakelar
sentrifugal. Prinsip gerak mulanya sama dengan type motor repulsi.

 Kopel mula motor repulsi sama dengan motor kapasitor start yang
berkisar antara 300%-350% dari kopel beban penuh. Sedangkan arus
start pada motor repulsi ini jauh lebih mudah 30% - 40% dibandingkan
dengan motor induksi satu fasa lainnya. Variasi kecepatan waktu beban
penuh terjadi slip antara 2,5 % – 5 %.
 Motor-motor repulsi dibuat dalam ukuran ¼-5 HP pada kecepatan 1800
rpm dengan kopel awal 350 % dari kopel beban penuh. Karakteristik
motor repulsi ini sangat baik. Motor beroperasi dengan kecepatan yang
berubah ubah, disamping motor mempunyai gerak mula yang besar,
sehingga dapat digunakan untuk beban yang berat.
 Langkah-langkah Pemeliharaan dan Perbaikan motor
repulse
 Seperti pada motor–motor yang lain
gangguan dan kerusakan mesti ada,
walaupun jenis gangguannya bervariasi. Jenis
gangguan pada motor repulsi kita dapat lihat
trobel shorting di bawah ini:
 Motor Repulsi
 1. Motor tidak dapat start, sedangkan sakelar tertutup.
◦ Sekering putus
◦ Bantalan aus
◦ Sikat melekat pada pemegang
◦ Sikat-sikat aus
◦ Komutator kotor
 - Cek dan ganti yang baru.
 - Cek bantalan dan perbaiki
 - Betulkan sikatnya, jika sudah jelek ganti dengan yang
baru
 - Cek sikat-sikat jika aus ganti dengan yang baru
 - Bersihkan komutator dengan ampelas halus
 2. Motor dapat distart tetapi tidak sebagaimana mestinya
 1. Bantalan aus
 2. Permukaan komutator kotor
 3. Sikat–sikat mendadak terangkat
 4. Beban lebih
 - Cek bantalan jika aus perbaiki dengan cara dibubut.
 - Cek komutator dan bersihkan dengan ampelas halus
 - Cek sikat-sikat dan perbaiki pada kedudukan yang benar
 - Kurangi pembebanan dan sesuaikan degan beban
nominal

 3. Motor terlalu panas
 Motor tidak sesuai dengan sumber listrik , seharusnya 220
V tetapi dihubungkan tegangan 380 V
 Beban lebih
 3. Pemegang sikat tidak pada posisinya
 - Cek tegangan motor pada name plat dan sesuaikan
dengan tegangan sumber atau turunkan melalui
transformer penurun tegangan.
 - Cek pembebanan , kurangi pembebanan
 - Cek brush holder (rumah sikat) betulkan posisinya, kalau
rusak ganti dengan yang baru
 4. Motor berisik dalam bekerja
 1. Bantalan atau porosnya aus.
 2. Perisainya / tutup kipas / rangka kendor
 - Cek bearing (laher) berikan setempet, jika
rusak ganti yang baru. Porosnya diperbaiki
ditambal lalu dibubut
 - Cek perisai tutup-tutup kipas kerangka, jika
kendor, kencangkan kembali
 Motor Universal
 Motor universal adalah motor seri arus bolak
balik, konstruksi maupun karakteristik motor
universal sama dengan motor seri arus searah
(motor seri DC). Keuntungan motor universal
ini dapat dioperasikan dengan sumber
tegangan bolak balik atau denga tegangan
arus searah pada nilai tegangan yang sama.
 Stator motor universal dapat berupa sepatu kutub (salient pole) maupun stator
silinder (non salient). Motor universal dengan stator sepatu kutub umumnya
beroperasi untuk daya 250 Watt (1/4 HP) ke bawah. Sedangkan stator non salient
dioperasikan untuk daya di atas 250 Watt.
 Kecepatan beban nol motor ini sangat tinggi, tetapi pada saat beban dipasang
kecepatan motor berkurang dan akan terus berkurang jika bebannya bertambah
lagi. Pengaturan kecepatan motor universal dapat dilakukan dengan cara
memasang tahanan depan (rheostat resistance) dihubungkan seri dengan motor.
Tahanan depan yang di atur bervariasi pada motor akan memberikan tegangan
masuk bervariasi pada motor, sehingga fungsi tegangan terhadap kecepatan
sesuai dengan formula dasar dari motor listrik. Pengaturan kecepatan kedua
adalah dengan kumparan medan dibuat dalam beberapa tingkat (step) untuk
memberikan variasi impedansi lilitan medan, sehingga fluksi medan terhadap
kecepatan sesuai dengan rumus dasar motor listrik. Dengan pengaturan tap-tap
lilitan medan (impedansi medan) maka kecepatan motor dapat diatur. Kopel start
motor universal cukup besar dan kecepatannya bervariasi menurut beban. Di
bawah diperlihatkan gambar rangkaian motor universal dengan variasi kecepatan.
 Di atas telah dijelaskan bahwa motor ini
dapat dijalankan dengan sumber AC maupun
DC karena sifatnya ini maka motor ini juga
mempunyai belitan medan dan jangkar yang
tidak jauh berbeda denganmotor DC
umumnya. Motor jenis ini banyak digunakan
pada alat rumah tangga misalnya blender,
mixer, mesin jahit
 Langkah-langkah Pemeliharaan dan Perbaikan motor
universal
 Cara-cara pemeliharaan dan perbaikannya
sama persis dengan motor DC seri, baik
gangguan maupun jenis kerusakannya.
Untuk menentukan jenis gangguan dan
kerusakan kita tentukan dengan membuat
tabel troble shorting seperti berikut
 Motor Universal
 1. Motor mengeluarkan bunga api (pada sikatnya)
 Kesalahan pada komutatornya, yaitu kedudukan tidak benar.
 Hubung singkat kutub medan magnit
 Jangkar terbuka
 Jangkar hubung singkat
 - Perbaiki kedudukan sikat-sikat pada komutator dan haluskan
kedudukan komutator sesuai dengan sikatnya
 - Cek belitan medan magnit yang terhubung singkat perbaiki bila perlu
divernis kembali
 - Cek lilitan jangkar pada solderan di lamel komutator, jika ada yang
lepas segera perbaiki dan disolder
 - Cek kumparan jangkar dengan menggunakan avo meter, jika terjadi
hubung singkat, maka perlu diperbaiki, jika kerusakan berat perlu dililit
ulangatau ganti dengan yang baru
 2. Motor waktu bekerja menimbulkan panas yang berlebihan
 Bantalan aus dan kering
 2. Hubung singkat kumparan
 Beban lebih
 4. Sikat tak berfungsi
 - Cek bantalan peluruh dengan membongkar motor, jika rusak
ganti dengan yang baru, jika kering maka harus diberi grace
(setempet)
 - Cek kumparan medan dengan avo meter/megger antara kawat
dengan body apakah ada yang shorting, jika ada perbaiki dengan
lak cair(vernis)
 - Kurangi pembebanan, jangan terlalu berlebihan
 - Cek sikat-sikat arang, jika perlu ganti dengan yang baru
 3. Jika motor start lalu berasap
 Hubung singkat jangkar, hubung singkat kumparan medan
 Kesalahan tegangan
 Kelebihan beban yang sangat tinggi
 - Secepatnya kita matikan sakelar agar tidak terjadi
kebakaran motor, selanjutnya kita cek hubungan lilitan
apakah ada konsleting, jika perlu kita perbaiki
 - Cek data motor apakah sudah sesuai dengan tegangan
sumber saat kita mengoperasikan, jika salah segera kita
lepaskan jek dari sumber tegangan, lalu kita sesuaikan
antar tegangan motor dengan tegangan sumber
 - Segera lepaskan beban jangan sampai motor terbakar,
lalu sesuaikan beban dengan kemampuan motor.
 Motor shaded pole (kutub bayangan)
 Motor shaded pole atau motor kutub bayangan adalah adalah sebuah
motor induksi satu fasa yang diperlengkapi dengan belitan bantu yang
dihubungkan secara parallel dengan belitan utama. Stator motor shaded
pole berbentuk sepatu kutub (salient). Kumparan stator hanya terdiri
dari kumparan utama. Untuk membentuk medan putar dipasang shaded
coil yang merupakan suatu rangkaian tertutup pada sepatu kutub
tersebut.
 Tegangan bolak balik dari kumparan utama akan di induksikan pada
shaded coil. Dengan adanya tegangan induksi ini maka pada shaded coil
akan mengalir arus dan menimbulkan fluks lawan dari kumparan utama.
Dengan demikian terjadi beda fasa antara fluks kumparan utama dengan
fluks shaded coil (kumparan bayangan). Kedua fluks tersebut berbeda
nilainya dan dianggap kutub itu menghasilkan fluks lemah (dalam cincin)
dan di superimpose fluks kuat (diluar cincin) sehingga terdapat medan
putar. Konstruksi motor shaded pole dapat dilihat seperti gambar di
bawah ini:
 Motor Shaded Pole ( kutub bayangan)
 1. Motor tidak dapat distart
 Sumber AC (stop kontak) tidak ada arus
 Kabel penghubung putus
 Kabel sakelar pemilih putaran ke motor putus.
 Lilitan kumparan utama putus
 - Cek stop kontak dengan avo meter pastikan tegangan ada, AC 220 V,
jika tidak ada cek MCB apakah turun (off) jika ya naikkan MCB (on).
 - Cek kabel penghubung dengan avo meter jika ada yang putus
sambungkan denga disolder lalu diisolasi, pastikan hubungan sudah
benar.
 - Cek kabel antara sakelar output ke lilitan motor, jika ada yang putus
segera sambungkan dengan solderan dan pastikan sudah tersambung
dengan benar.
 - Cek ujung-ujung lilitan kumparan utama dengan avo meter jika benar
ada yang putus segera sambung dengan solderan dan diisolasi. Jika
kumparan rusak segera ganti dengan belitan yang baru.
 2. Motor dapat distart tetapi tidak berputar (mendengung)
 Bantalan as longgarakibat aus
 Cincin bayangan (shaded coil) putus / lepas
 Poros bengkok pada rotor
 - Cek bantalan asapakah sudah aus, jika benar segera perbaiki
dengan cara mengganti dudukan bantalan dengan yang baru.
 - Cek shaded coil jika benar putus/lepas segera perbaiki dengan
memasang kembali shaded coil tersebut, jika putus dapat kita
sambung dengan solderan.
 - Cek porosnya, jika benar bengkok dapat kita perbaiki dengan
center mesin bubut lalu kita luruskan sedikit demi sedikit, jika
tidak bisa kita ganti dengan rotor cadangan.