Anda di halaman 1dari 17

KASUS 2 :

Seorang pasien wanita 25 tahun, sedang hamil 12 minggu, datang ke dokter dengan
keluhan sesak nafas hebat sejak kemarin malam, setelah di cek TTV pasien tersebut :

• TD:110/70 mmHg;
• Nadi: 70x/ menit;
• Laju pernafasan : 8 kali per menit.

Tidak ada riwayat asma, orang tua, kakak dan adik tidak ada menderita asma. Di dekat
rumah sedang ada pekerjaan pembangunan perumahan sejak 5 hari yang lalu, dan
berdasarkan keterangan pasien tersebut area perumahan sangat berdebu.

Tidak ada konsumsi obat-obatan lain, pasien hanya minum suplemen merk folamil.

A. Bagaimana manajemen terapi pada pasien tersebut? Obat apakah yang dapat
diberikan pada pasien tersebut?

B. Apakah ada kaitan antara sesak nafas dengan suplemen folamil yang yang
diminum pasien?
Data Pasien

Identitas pasien: Riwayat penyakit :


•Nama : Nn. y
Pasien tidak memiliki riwayat keturunan
•Umur : 25 tahun
dari keluarga pengidap asma (anggota
•Alamat :-
keluarganya bukan pasien asma)
•No. Telp :-

Riwayat Alergi
Tidak ada

Penggunaan obat saat ini/ riwayat pengobatan:


Konsumsi folamil selama kehamilan.
Data Subjektif sesak nafas hebat sejak kemarin malam

•TD :110/70
Data Objektif •Denyut nadi : 70x / menit
•Pernafasan : 8x/ menit
ASASSEMENT

Mempertimbangkan dari data subjektif dan objektif yang ada,


diagnosa pasien adalah asma akut.

Untuk mendiagnosa pasien mengalami asma atau gangguan


pernafasan lainnya sebenarnya butuh data tes yang lebih
lengkap. Namun dikarenakan keterbatasan data yang ada,
asassement dilakukan dengan sederhana menggunakan data
yang ada saja, namun sebaiknya tetap dilakukan tes lanjutan
berupa pemeriksaan menggunakan peakflow dan spirometri
untuk memastikan bahwa pasien memang benar mengalami
asma atau justru gangguan pernafasan lainnya seperti COPD.
Tidak ada riwayat asma

Umur 25-34 tahun mempunyai


prevalensi asma tertinggi sebesar
5,7%

Berdasarkan data dari WHO (2002) dan GINA (2011), di


seluruh dunia diperkirakan terdapat 300 juta orang
menderita Asma. Buruknya kualitas udara dan berubahnya
pola hidup masyarakat diperkirakan menjadi penyebab
meningkatnya penderita asma.
Pasien dalam Kondisi Hamil

Kwon et all (2003)


melaporkan bahwa
asma yang terjadi
pada ibu hamil
berkisar 3.7-8.4%
Adanya polutan yang diperkirakan berupa debu dari
pekerjaan bangunan
Tujuan Terapi
• Mengontrol penyakit asma
• Meningkatkan kualitas hidup
• Mengembalikan fungsi paru ke keadaan
sebelum serangan
• Mencegah kekambuhan
• Mencegah kematian
• Pencegahan serangan berulang
• Memberikan terapi terbaik tanpa
memberikan efek samping pada janin
Dalam publikasi : Managing asthma in pregnancy (2015), beberapa
hal yang harus diperhatikan pada kasus pasien ibu hamil dengan
kondisi asma adalah sebagai berikut :

Dalam jurnal lain (Asthma In Pregnant Women), menyatakan bahwa


penanganan asma pada pasien hamil akan berbeda dengan pasien biasanya,
salah satunya karena keberadaan janin yang harus dipertimbangkan.
Walaupun begitu, pengobatan asma pada pasien hamil justru lebih aman
dibandingkan dengan membiarkan gejala terus berlanjut. Karenanya perlu
dipilih obat yang dinilai paling aman atau resiko yang paling kecil untuk
dipilih sebagai terapi pada pasien asma dalam kondisi hamil.
Pengobatan farmakologi secara umum
Golongan Nama obat dosis
merk
Agonis β albuterol larutan Ventolin 2.5-5 mg/ 20 menit
inhaler nebulezer 5 mg/mL sebanyak 3 dosis
kemudian 2,5-10 mg
setiap 1-4 jam sesuai
keperluan
Agonis β Efinefrin 1mg/mL 0,3-0,5 mg setiap 20
sistemic menit sebanyak 3 dosis
subkutan

Terbutalin Lasmalin, Relivan 0,01 mg/kg setiap 20


menit sebanyak 3 dosis
kemudian setiap 2-6
jam sesuai keperluan
subkutan
Lanjutan….
Golongan obat Nama obat merk dosis
antikolinergik Ipratropium Br, atrovent 500 mcg setiap 30 menit
larutan nebulizer( sebanyak 3 dosis
0,25 mg/mL)
Ipratropium r, 4-8 hirup sesuai keperluan setiap
MDI (18 2-4 jam
mcg/hirup)
Kortikosteroid Prednisolon, Klorfeson 60 -80 mg dalam 3 atau 4 dosis
metiprednisolon terbagi selama 48 jam lalu 30-40
mg/hari sampai PEF mencapai
puncak 70%
Rencana Pengobatan

planing

Folamil short acting β 2


(asam folat) Agonis (Kontrol

- Albuterol
inhalasi
-fenoterol
Rencana Asuhan Kefarmasian
Ventolin 100 mcg/puff Asam Folat Tablet 1mg
(Albuterol) (Folamil)
KI : Hipersensitif terhadap albuterol I : untuk anemia pada ibu hamil
ES : Tremor, ketegangan, sakit
kepala, kram otot, palpitasi, ES : Perubahan pola tidur,
takikardi, aritmia,vasodilatasi iritabilitas gangguan tidur,
perifer,gangguan tidur dan IO : Asam amino salisilat,
tingkah laku. Bronkospasme
paradoksikal, urtikaria, kontrasepsi oral.
angioderma, hipotensi. MK : untuk sintesis nukleoprotein,
MK : Relaksasi otot polos jalan memelihara eritropoesis
nafas dengan menstimulasi
reseptor β2 adrenergik dengan normal, menstimulasi
meningkatkan C-AMP dan pembuatan sel darah merah.
menghasilkan antagonisme
fungsional terhadap
bronkokontriksi
Terapi Non Farmakologis
• Hindari paparan allergen yang dapat
menyebabkan asma.
• Melindungi bantal dan kasur untuk mengurangi
paparan dari debu.
• Menghindari asap rokok.
• Hindari aktivitas fisik berat dan kegiatan yang
menyebabkan stress.
• Gunakan oksigen untuk menghindari hipoksia
pada janin.
• Rajin latihan pernafasan bagi ibu hamil, bisa
dengan yoga dan lainnya.
Tindakan sebelum asma muncul

1. Tenang tidak panik

2. Duduk dan ambil nafas perlahan dengan


stabil

3. Semprotkan inhaler setiap 30-60 detik max


10 semprotan, jika tidak ada inhaler, segera
hubungi ambulans

4. Jika tidak ada perubahan berikan 4 menit


sekali, jika serangan asma berat semprot 6-8x
setiap 5 menit.