Anda di halaman 1dari 15

STAKEHOLDER

KEBIJAKAN KESEHATAN

Kelompok 4
dr. Agus
dr. Baringin
dr. Suzi
DEFINISI STAKEHOLDER
• ISO 2600 SR : Individu atau kelompok yang memiliki
kepentingan terhadap keputusan serta aktifitas
organisasi.
• AA 1000 SES : Kelompok yang dapat mempengaruhi
dan / atau terpengaruh oleh aktivitas, produk atau
layanan.
• Nash , 2006 : Orang2 yg memiliki kepentingan dg di
pengaruhi isu berkembang atau justru memiliki
kekuatan mempengaruhi isu yaitu mereka yg memiliki
informasi, sumber daya dan keahlian yg di perlukan utk
merumuskan dan mengimplementasikan strategi
kebijakan
DEFINISI KEBIJAKAN KESEHATAN
• Suatu cara atau tindakan yang berpengaruh
terhadap perangakat, institusi, organisasi,
pelayanan kesehatan, dan pengaturan
keuangan dari sistem kesehatan [Walt 1994]
• Suatu jaringan keputusan yg saling
berhubungan, yg pada prakteknya peduli kpd
pelayanan kesehatan masyarakat [Green &
Thorogood 1998]
KOMPONEN SISTEM KESEHATAN
• Sumber Daya
• Struktur Organisasi
• Management
• Penunjang lain
• Pelayanan Kesehatan
STAKEHOLDER KEBIJAKAN KESEHATAN
• Pengambilan/pembuat Keputusan :
Bappenas, Depkes, Depdagri, Kepala Daerah,
Kepala Dinas terkait yg terkait kesehatan.
• Pengawas Kebijakan :
DPR, DPRD I dan DPRD II, LSM, Asosiasi profesi,
Perguruan tinggi, Pers/ Media, Partai politik
• Terkena dampak kebijakan : Kelompok Warga
Masyarakat sesuai dg kelompok spt Ibu, Balita,
Lansia, Pemakai layanan kes, forum
kemasyarakatan
Peran Stakeholder yg berwenang
mengambil/membuat kebijakan
• Susun produk hukum dan aturan main
• Revisi kebijakan pada tkt nasional, regional, lokal.
• Fit and proper test [review/penilaian kemamp pejabat.
• Melakukan peningkatan SDM, Profesi, Birokrat, warga
masy.
• Mendorong bantuan ke sasaran lbh tepat sasaran.
• Kajian biaya sosial budaya dan ekonomi di infokan ke
stakeholder.
• Penyusunan Program
Peran Stakeholder yang mengawasi
kebijakan
• Pengawasan secara benar atas proses dan
produk pemanfaatan layanan stakeholder.
• Menghidupkan fungsi pengawasan layanan
dan guardian angel dalam pemanfaatan
layanan.
• Melembagakan mekanisme pengawasan
publik yang transparan dan akuntable.
• Melakukan kajian2 untuk meningkatkan fungsi
pengawasan yang bermoral.
Peran Stakeholder yang terkena dampak
kebijakan
• Mendorong pengembangan forum warga.
• Berupaya mendapatkan manfaat lebih besar
dari pemanfaatan .
• Berupaya meminimalisasi konflik pemanfaatan
layanan dengan berorientasi manfaat dan
kesejahteraan masyarakat.
JENIS STAKEHOLDER
• INTERNAL : - DEPKES PUSAT / PROV
- KA DINKES/ RSUD/ PKM
- IDI/IBI/PPNI
- RS SWASTA
• EKSTERNAL : - KEPALA DAERAH
- DPRD
- BPJS
- Dinas SosiaL, LSM, To Ma
- Perguruan Tinggi
STAKEHOLDER MAPPING
STAKEHOLDER INTEREST RESOURCES
BIROKRASI - Pelaksana Tugas dan - Otoritas
fungsi pemerintahan - Legitimasi
- Pertanggungjawaban - Regulasi
kinerja

LEGISLATIF - Legislasi - Peran dan kewenagan


- Budgetting - Kekuatan Politik
- Pengawasan - Legitimasi
- Mengawasi Kinerja
Pemerintah

PENGUSAHA bid - Investasi - Perusahaan


kesehatan - Kemudahan Fasilitas - Modal
- Antisipasi thd kebijakan - Tenaga Kerja
STAKEHOLDER INTEREST RESOURCES
LSM - Perjuangkan aspirasi - Organisasi
masyarakat - Kontrol soaial
- Kontrol sosial thd
Masyarakat
- Mengangkat isu sosial
dan lingkungan
TOKOH MASYARAKAT - Sebagai penyampai - Pengaruh di masyarakat
aspirasi masyarakat - Dipercaya

PERGURUAN TINGGI - Peneliti dan - Lembaga Penelitian dan


pengembangan Pendidikan
ANALISA PARTISIPAN/STAKEHOLDER
• Proses pengumpulan data scr sistematis
• Analisis informasi kualitatif utk menentukan
kepentingan2 an yg perlu di pertimbangkan
saat pengembangan dan implementasi prog
• Di gunakan utk kelola dampak sosial dan
distribusi proyektif/ program atau kebijakan
dan antisipasi kepentingan.
ANALISA ada 3 Tahap
• 1. Identifikasi Stakeholder
• 2. Kajian Pengaruh dan Kepentingan
• 3. Identifikasi Partisipasi
1. INDENTIFIKASI STAKEHOLDER
STAKEHOLDER KEPENTINGAN DAMPAK
STAKEHOLDER INTERNAL
DEPKES
DINKES/RSUD/PKM
RS SWASTA
IDI/IBI/PPNI
STAKEHOLDER EKSTERNAL
BIROKRASI
LEGISLATIF
BPJS
LSM
TOKOH MASYARAKAT
PERGURUAN TINGGI
2. KAJIAN PENGARUH DAN KEPENTINGAN