Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

“Intra Uterine Growth Restriction (IUGR) “


Disusun oleh :
Intan Rensiska 112170043
Ghina Sofiana Lestari 113170031

Pembimbing :
dr. Deni Wirhana, Sp. OG

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


SMF ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
RSUD WALED
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2018
Definisi
• Intra Uterine Growth Restriction (IUGR)
merupakan suatu keadaan dimana janin tidak
mampu berkembang sesuai dengan ukuran
normal akibat adanya gangguan nutrisi dan
oksigenase, atau suatu keadaan yang dialami bayi
dengan BBL dibawah batasan tertentu dari umur
kehamilannya.
• Definisi IUGR yang sering digunakan adalah bayi
yang mempunyai berat badan lahir dibawah
persentil ke-10 dari kurva berat badan normal
yang disesuaikan dengan usia kehamilan.
KLASIFIKASI
Terjadinya IUGR dapat diklasifikasikan kedalam tiga
kelompok :
1) IUGR tipe-1(Simetrik)
• Tipe IUGR ini menunjuk pada bayi dengan potensi
penurunan pertumbuhan. Lingkar dada dan
kepala panjang dan beratnya semua dibawah
persentil 10 untuk usia kehamilan.
• Tipe IUGR ini merupakan akibat dari hambatan
pertumbuhan pada awal kehamilan. Pada
tahapan awal pertumbuhan embrio fetus,
ditandai dengan mitosis pada usia kehamilan 4
sampai dengan 20 minggu yang disebut fase
hiperplasti.
• Apabila ada kondisi patologis selama fase ini
akan mengurangi jumlah sel untuk bayi. IUGR
simetrik terjadi pada 20-30% pada fetus yang
mengalami hambatan pertumbuhan.
• Keadaan ini disebabkan adanya hambatan
mitosis ketika terjadi infeksi dalam kandungan
( misalnya herpes simpleks, rubella,
cytomegalovirus, dan toksoplasma ), kelainan
kromosom, dan kelainan congenital.
2) IUGR tipe 2(Asimetrik)
• IUGR tipe-2 terjadi karena janin kurang
mendapat nutrisi dan energi, sehingga sebagian
besar energi digunakan langsung untuk
mempertahankan pertumbuhan organ vital
(seperti otak dan jantung). Hal ini umumnya
terjadi akibat insufisiensi plasenta.
• IUGR asimetris mempunyai ukuran kepala
normal tetapi lingkar perut kecil. IUGR tipe-2
memiliki berat badan yang kurang dari persentil
ke-10, sedangkan ukuran kepala dan panjang
badan normal.
• IUGR asimetris terjadi pada trimester terakhir, yang
disebabkan karena terjadinya penurunan kecepatan
pertumbuhan.
• Hambatan pertumbuhan fetus yang asimetrik, dimana
total jumlah sel mendekati normal, tetapi sel-sel
tersebut mengalami penurunan atau pengecilan
ukuran.
• Pada beberapa kasus IUGR asimetrik pertumbuhan
fetus adalah normal sampai dengan akhir trimester II
dan awal trimester III, ketika pertumbuhan kepala
tetap normal, sedangkan pertumbuhan abdominal
lambat ( brain sparring effect).
• Tipe asimetrik ini merupakan hasil dari mekanisme
kompensasi fetus dalam memberikan reaksi terhadap
fase penurunan perfusi plasenta.
3) IUGR Kombinasi
• Bayi mungkin mengalami pemendekan
skeletal, sedikit pengurangan jaringan lunak.
Jika malnutrisi terjadi dalam jangka waktu
lama dan parah, janin mungkin akan
mengalami kemampuan untuk kompensasi
sehingga terjadi peralihan dari IUGR
kombinasi menjadi IUGR tipe simetris.
FAKTOR RISIKO IUGR

• Lingkungan sosio-ekonomi rendah


• Riwayat IUGR dalam keluarga
• Riwayat obstetri yang buruk
• Berat badan sebelum hamil dan selama
kehamilan yang rendah
• Komplikasi obstetrik dalam kehamilan
• Komplikasi medik dalam kehamilan
Etiologi
• Penyebab terjadinya IUGR terbagi • Malformasi uterine dan fibroid
menjadi tiga kategori mayor yaitu • Trombofilia ( sindrom fosfolipid )
pengaruh dari maternal , janin, • Berat badan ibu-kurang berat
dan plasenta. badan pada awal kehamilan,
1) faktor maternal malnutrisi kalori-protein atau ibu
• Hipertensi dan penyakit vaskuler ( obesitas ( BMI tinggi )
hipertensi gestasional, autoimun) • Variasi sosio demografi
• Diabetes • Merokok dan atau pemakaian
• Infeksi viral dan parasit ( TORCH, alcohol, dan/atau pemakaian
malaria ) infeksi bacterial ( bahan lain
penyakit menular seksual ) • Wanita dengan pertumbuhan
• Hipoksemia maternal ( penyakit terhambat mempunyai riwayat
pulmonal, penyakit jantung kehamilan IUGR
sianotik, anemia berat )
• Toksin-medikasi ( warfarin ).
Antikonvulsan, agen neoplastik
2) faktor janin
• Kelainan bawaan ( termasuk mereka dengan
infeksi maternal )
• Kelainan kromosom ( contoh sindrom turner
dan sindrom down) kelainan genetic lainnya
yang tidak disebebkan masalah kromosom
adalah seperti sindrom Russel-Silver,
pertumbuhan tulang skeletal abnormal dan
beberapa sindrom lain
• Sindrom transfusi kembar ke kembar
• Gestasi multipel
3) faktor plasenta
• Plasenta infark
• Thrombosis pada pembuluh darah janin
• Gangguan kronis premature
• Vili plasenta edema
• Solusio plasenta
• Plasenta previa
Patofisiologi IUGR
• Normal pertumbuhan intra uteri terjadi dalam 3 tahap.
Mitosis cepat dan konten DNA meningkat (hyperplasia)
• Terjadi selama trimester pertama ( kehamilan 0-20
minggu)
• Trimester kedua ( umur kehamilan 20-28 minggu )
adalah periode hyperplasia dan hipertropi dengan
mitosis menurun tetapi peningkatan ukuran sel.
• Trimester ketiga ( umur kehamilan 28-40 minggu )
adalah periode peningkatan pesat dalam ukuran sel
dengan akumulasi lemak, otot, dan jaringan ikat.
• Hambatan pertumbuhan selama trimester
pertama menghasilkan janin yang sel berkurang
tetapi ukuran normal, menyebabkan IUGR
simetris. Disebabkan oleh faktor genetic, infeksi,
dan kelainan kromosom bawaan.
• Hambatan pertumbuhan selama trimester kedua
dan ketiga menyebabkan ukuran sel mengecil dan
berat badan janin dengan efek kurang pada
panjang dan pertumbuhan kepala yang mengarah
ke IUGR asimetris. Biasanya terjadi akibat
kekurangan atau defisiensi gizi uteroplasenta
selama trimester 3.
• Pada plasenta dari ibu dengan hipereklamsi
terjadi invasi sitotrofoblas yang dangkal pada
rahim dan diferensiasi sitotrofoblas yang
abnormal. Kegagalan invasi sitotrofoblas ini akan
mencegah remodeling desidual distal
menyebabkan berkurangnya perfusi maternal-vili
plasenta, hipoksia plasenta setempat yang akan
mengakibatkan terjadinya IUGR.
• Disfungsi vili plasenta yang disebabkan oleh
apoptosis pada trofoblas, stress oksidatif, infark
dan kerusakan sitokinin akan mengakibatkan
terjadinya angiogenesis yang tidak menentu pada
plasenta, sehingga menghambat pemulihan dari
plasenta.
Diagnosis IUGR
• Usia kehamilan harus diketahui dengan pasti:
1) Anamnesis : ada riwayat Faktor risiko
• Hipertensi
• Penyakit paru kronis
• Penyakit jantung sianotik
• Pemakaian obat-obatan
• Merokok
• Riwayat PJT sebelumnya
2) Pemeriksaan untuk mencari faktor risiko
3) Pemeriksaan klinis
• Pengukuran tinggi fundus uteri dan lingkar
perut
• Kecurigaan PJT ditegakan apabila TFU
ditemukan menetap pada 2x pemeriksaan dg
selang waktu 1-2 minggu atau menurun
dibawah 10 persentil
4) USG
• Untuk menentukan Biometri dan keadaan
fungsi organ lain: diameter biparietal, panjang
femur, lingkar kepala, lingkar perut, TBBJ, dan
cairan amnion
Evaluasi
• Pemantauan gerakan janin setiap hari
• USG doppler tiap minggu
• NST tiap minggu
• OCT, bila NST non-reaktif
• Cairan amnion untuk mendiagnosis
oligohidramnion (diameter kantong terdalam
< 2 dan AFI < 5)
Pengelolaan
1. Terapi kausal terhadap penyebab atau penyakit yang mendasari.
2. Konservatif
• Tirah baring
• Pemberian kalori >2600 kal/oral atau parenteral
• Pemberian kortikosteroid
3. Terminasi kehamilan
Dilakukan apabila ditemukan 1 dari hal-hal dibawah ini:
• Hamil aterm >37 minggu
• Sudah mendapatkan kortikosteroid (kehamilan 24-34 minggu)
yang disertai tanda dibawah ini :
a. Skor biofisik <2 (terutama bila ditemukan oligohidramnion)
b. Deselerasi lambat, variabel berulang
c. Doppler a. Umbilikalis: REDF (Reversed End Diastolic Flow) atau
AEDF (Absent of End Diastolic Flow)
Terimakasih