Anda di halaman 1dari 10

Isnaini Rosyida, Emi Pudjiastuti, Mulyono

UNNES-2018
 Definisi 1. Barisan merupakan sebuah fungsi dari himpunan bilangan bulat positif
{0,1,2, … } atau {1,2,3, … } ke sebuah himpunan 𝑆. Notasi 𝑎𝑛 digunakan untuk
menyatakan peta dari bilangan bulat 𝑛 oleh fungsi tersebut. Notasi 𝑎𝑛 juga
melambangkan sebuah suku dari barisan tersebut. Sebuah barisan dengan suku-
suku 𝑎𝑛 dinotasikan dengan {𝑎𝑛 }.
1
 Contoh 1. Diberikan barisan 𝑎𝑛 dengan 𝑎𝑛 = , 𝑛 ≥ 1. Barisan 𝑎𝑛 dapat dituliskan
𝑛
1 1 1
sebagai berikut: 1, , , , ….
2 3 4
 Definisi 2. Barisan geometri merupakan sebuah barisan yang berbentuk
𝑎, 𝑎𝑟, 𝑎𝑟 2 , 𝑎𝑟 3 , … , 𝑎𝑟 𝑛 ,
dengan rasio 𝑟.
 Contoh 2. Barisan 𝑏𝑛 dengan 𝑏𝑛 = (−1)𝑛 . {𝑐𝑛 } dan 𝑐𝑛 = 2. 5𝑛 merupakan barisan
geometri.
Definisi 3. Barisan aritmatika merupakan sebuah barisan yang berbentuk
𝑎, 𝑎 + 𝑑, 𝑎 + 2𝑑, 𝑎 + 3𝑑, … , 𝑎 + 𝑛𝑑,
dengan selisih 𝑑.

Contoh 3. Diberikan barisan 𝑐𝑛 dengan 𝑐𝑛 = (−1) + 4𝑛 dan barisan 𝑑𝑛 dengan


𝑑𝑛 = 7 − 3𝑛 merupakan barisan aritmatika.

Permasalahan yang sering muncul: menentukan rumus suku ke-𝑛 dari sebuah barisan.
1 1 1
Contoh 4. Tentukan formula untuk menentukan suku ke-𝑛 dari barisan berikut ini: 1, 2 , 4 , 8 , …

1
Penyelesaian. Diperhatikan bahwa rasio dari barisan tersebut adalah 2. Oleh karena itu, rumus suku
1
ke-𝑛 dari barisan tersebut sebagai berikut: 𝑎𝑛 = ( )𝑛−1 , 𝑛 ≥ 1.
2
 Contoh 5.
 Tentukan formula untuk menentukan suku ke-𝑛 dari barisan berikut ini:
1, −1,1, −1,1
Penyelesaian. Diperhatikan bahwa rasio dari barisan tersebut adalah 𝑟 = −1. Oleh
karena itu, rumus suku ke-𝑛 dari barisan tersebut sebagai berikut: 𝑎𝑛 = (−1)𝑛+1 ,
𝑛 ≥ 1.
 Tentukan formula untuk menentukan suku ke-𝑛 dari barisan berikut ini:
1 1 1 1
1, , , , ⋯
2 4 8 16
1
Penyelesaian. Diperhatikan bahwa rasio dari barisan tersebut adalah 𝑟 = . Oleh
2
1 𝑛
karena itu, rumus suku ke-𝑛 dari barisan tersebut sebagai berikut: 𝑎𝑛 = ( ) ,𝑛 ≥ 0.
2
 Notasi sigma digunakan untuk menyatakan jumlah 𝑛 suku dari sebuah barisan.
Contoh: diberikan barisan {𝑎𝑛 }. Jumlahan suku-suku 𝑎𝑚 , 𝑎𝑚+1 , … , 𝑎𝑛 dapat
dinyatakan dengan σ𝑛𝑗=𝑚 𝑎𝑗 = 𝑎𝑚 + 𝑎𝑚+1 + ⋯ + 𝑎𝑛 .
 Contoh 6.
1 1 1
 Ekspresikan jumlahan 100 suku dari barisan {𝑎𝑛 } sebagai berikut 1, , , , ⋯
2 3 4
Penyelesaian. Diperhatikan bahwa jumlahan tersebut dapat dinyatakan dengan
1
σ100
𝑗=1 .
𝑗
 Ekspresikan jumlahan 50 suku dari barisan {𝑎𝑛 } sebagai berikut
12 , 22 , 32 , ⋯
Penyelesaian. Jumlahan tersebut dapat dinyatakan dengan σ100
𝑗=1 𝑛
2

 Ekspresikan jumlahan 200 suku dari barisan {𝑎𝑛 } sebagai berikut


1, −1, 23 , −33 , 43 ⋯
Penyelesaian. Jumlahan tersebut dapat dinyatakan dengan σ200
𝑗=0 (−𝑛)
3
 Definisi 4. Diberikan himpunan semesta 𝑆. Sebuah multiset 𝐴 pada 𝑆 adalah sebuah
himpunan dengan unsur-unsurnya dapat muncul lebih dari satu kali, yaitu 𝐴 =
{𝑚1 . 𝑎1 , 𝑚2 . 𝑎2 , … , 𝑚𝑟 . 𝑎𝑟 } dengan unsur 𝑎1 muncul sebanyak 𝑚1 kali, unsur 𝑎2 muncul
sebanyak 𝑚2 kali dan seterusnya sampai dengan unsur 𝑎𝑟 muncul sebanyak 𝑚𝑟 kali.
Muliplisitas 𝑚𝑖 merupakan sebuah fungsi dari 𝑆 ke himpunan bilangan bulat positif.

 Contoh 7.
 Himpunan {𝑎, 𝑎, 𝑎, 𝑏, 𝑏} merupakan multiset dengan unsur 𝑎 muncul sebanyak 3 kali dan
unsur 𝑏 muncul sebanyak 2 kali.
 Himpunan {1,1,1,3,3,5,5,5} merupakan multiset dengan unsur 1 muncul sebanyak 3 kali,
unsur 3 muncul sebanyak 2 kali, dan unsur 5 muncul sebanyak 3 kali.
 Himpunan {𝑎, 𝑏, 𝑐} juga dapat disebut multiset dengan unsur 𝑎, 𝑏, 𝑐 masing-masing
muncul sebanyak 1 kali.
 Himpunan {4. a, 5. b, 6. c, 7. d} merupakan multiset dengan unsur 𝑎 muncul sebanyak 4
kali, unsur 𝑏 muncul sebanyak 5 kali, unsur 𝑐 muncul sebanyak 6 kali, dan unsur 𝑑
muncul sebanyak 7 kali
 Diberikan himpunan semesta 𝑆, multiset 𝐴 dan 𝐵 pada 𝑆 dengan fungsi
multiplisitas masing-masing 𝑚𝐴 dan 𝑚𝐵 .
 Gabungan 𝐴 ∪ 𝐵 adalah multiset 𝐶 dengan fungsi multiplisitas 𝑚𝐶 didefinisikan
sebagai berikut
𝑚𝐶 (𝑥) = max{𝑚𝐴 (𝑥), 𝑚𝐵 (𝑥)}
untuk setiap 𝑥 ∈ 𝑆.
 Irisan 𝐴 ∩ 𝐵 adalah multiset 𝐷 dengan fungsi multiplisitas 𝑚𝐷 didefinisikan sebagai
berikut
𝑚𝐷 (𝑥) = min{𝑚𝐴 (𝑥), 𝑚𝐵 (𝑥)}
untuk setiap 𝑥 ∈ 𝑆.
 Multiset 𝐴 disebut termuat dalam multiset 𝐵, dinotasikan 𝐴 ⊆ 𝐵, jika
𝑚𝐴 (𝑥) ≤ 𝑚𝐵 (𝑥)
untuk setiap 𝑥 ∈ 𝑆.
 Diberikan himpunan semesta 𝑆, multiset 𝐴 dan 𝐵 pada 𝑆 dengan fungsi
multiplisitas masing-masing 𝑚𝐴 dan 𝑚𝐵 .
 Selisih multiset 𝐴 − 𝐵 adalah multiset 𝐹 dengan fungsi multiplisitas 𝑚𝐹
didefinisikan sebagai berikut
𝑚𝐹 𝑥 = 𝑚𝐴 𝑥 − 𝑚𝐵 (𝑥)
untuk setiap 𝑥 ∈ 𝑆
 Jika nilai selisih dalam 𝑚𝐹 𝑥 negatif, maka didefinisikan 𝑚𝐹 𝑥 = 0.
 Jumlahan multiset 𝐴 + 𝐵 adalah multiset 𝐻 dengan fungsi multiplisitas 𝑚𝐻
didefinisikan sebagai berikut
𝑚𝐻 𝑥 = 𝑚𝐴 𝑥 + 𝑚𝐵 (𝑥)
untuk setiap 𝑥 ∈ 𝑆
 Contoh 8.
 Diberikan himpunan semesta 𝑆 himpunan bilangan bulat positif. Diberikan
multiset
𝐴 = {1,1,2,2,2,3} dan 𝐵 = {1,2,2,2,3,3,3,4}
1. Gabungan 𝐴 ∪ 𝐵 = {1,1,2,2,2,3,3,3,4}.
2. Irisan 𝐴 ∩ 𝐵 = {1,2,2,2,3}.
3. Multiset 𝐴 termuat dalam multiset 𝐵.
4. Selisih 𝐴 − 𝐵 = {1}
5. Jumlahan 𝐴 + 𝐵 = {1,1,1,2,2,2,2,2,2,3,3,3,3,4}
 Contoh 8.
 Diberikan himpunan semesta 𝑆 yang merupakan himpunan alfabet. Diberikan multiset
𝐴 = {2a, 3b, c} dan 𝐵 = {a, 2b, 4d}
1. Gabungan 𝐴 ∪ 𝐵 = {2a, 3b, c, 4d}.
2. Irisan 𝐴 ∩ 𝐵 = {a, 2b}.
3. Selisih 𝐴 − 𝐵 = {a, b, c}
4. Jumlahan 𝐴 + 𝐵 = {3a, 5b, c, 4d}

 Diberikan himpunan semesta 𝑆 yang merupakan himpunan alfabet. Diberikan multiset


𝐴 = {5a, 3b} dan 𝐵 = {6a, 7b, 3d}
1. Gabungan 𝐴 ∪ 𝐵 = {6a, 7b, 3d}.
2. Irisan 𝐴 ∩ 𝐵 = {5a, 3b}.
3. Selisih 𝐴 − 𝐵 = {}
4. Jumlahan 𝐴 + 𝐵 = {11a, 10b, c, 3d}
5. Multiset 𝐴 termuat dalam multiset 𝐵.