Anda di halaman 1dari 23

OMFALOKEL

UMI HANIK F.
ISTILAH OMFALOKEL

 Omphalokel secara bahasa berasal


dari bahasa yunani omphalos yang
berarti umbilicus=tali pusat

 dan cele yang berarti bentuk hernia.


 Omphalokel diartikan sebagai suatu defek
sentral dinding abdomen pada daerah
cincin umbilikus (umbilical ring), herniasi
organ-organ abdomen dari cavum
abdomen namun masih dilapiasi oleh
suatu kantong atau selaput. Selaput terdiri
atas lapisan amnion dan peritoneum.
Pengertian
 Defek pada dinding abdomen
dengan ukuran lebih dari 4 cm,
dilapisi oleh membran dengan
lapisan dalam terbentuk dari
peritoneum parietalis dan lapisan
luar amnion yang bersambungan
dengan tali pusat.
Penyebab omfakokel
 Ada 2 kemungkinan penyebab
omfakokel, yaitu :

1. akibat kegagalan usus tengah untuk


kembali ke dalam abdomen setelah
fase perkembangan exocoeleomic
normal.
 2. Penghentian perkembangan rongga
abdomen selama bulan ketiga gestasi
yang menyebabkan terjadinya perbedaan
ukuran rongga abdomen dan visera
sehingga tidak cukup ruang yang
tersedia untuk kembalinya usus tengah
ke dalam rongga abdomen.
PREVALENSI DAN
TIPE OMFALOKEL
 ANGKA KEJADIAN :1 DARI 6.000-10.000
KELAHIRAN HIDUP

TIPE OMFALOKEL dibagi 3, yaitu:


 Tipe 1 : diameter defek < 2,5 cm
 Tipe 2 : diameter defek 2,5 – 5 cm

 Tipe 3 : diameter defek > 5 cm


GEJALA
 Banyaknya usus dan organ perut
lainnya yang menonjol pada omfalokel
bervariasi, tergantung kepada
besarnya lubang di pusar.
 Jika lubangnya kecil, mungkin hanya
usus yang menonjol; tetapi jika
lubangnya besar, hati juga bisa
menonjol melalui lubang tersebut.
Penegakan Diagnosis
 Masa prenatal
Diagnosis prenatal sering ditegakkan
dengan bantuan USG. Biasanya dapat
dideteksi pada saat minggu ke 13
kehamilan, seharusnya usus telah
masuk seluruhnya kedalam kavum
abdomen janin
 masa post natal
Gambaran klinis bayi baru lahir dengan
omphalokel ialah terdapatnya defek
sentral dinding abdomen pada daerah
tali pusat. Defek bervarasi ukurannya,
dengan diameter mulai 4 cm sampai
dengan 12 cm, lapisan luar berupa
selaput amnion dan lapisan dalam
berupa peritoneum
Penegakan Diagnosis
 pemeriksaan fisik secara lengkap
 rontgen dada

 amnionsintesis

 ekokardiogram
Penatalaksanaan

 1. tempatkan bayi pada ruangan yang


asaeptik dan hangat untuk mencegah
kehilangan cairan, hipotermi, infeksi.

 2. posisikan bayi senyaman mungkin


dan lembut untuk menghindari bayi
menangis dan air swallowing
 3. Posisi kepala sebaiknya lebih
tinggi untuk memperlancar drainase.
 4. lakukan penilaian ada/tidaknya
distress respirasi yang mungkin
membutuhkan alat bantu ventilasi
seperti intubasi endotrakeal.
 5. pasang pipa nasogastrik atau pipa
orogastrik untuk mengeluarkan udara
dan cairan dari sistem usus
 6. pasang kateter uretra untuk
mengurangi distensi kandung kencing
dan mengurangi tekanan intra
abdomen.
 7. pasang jalur intra vena (sebaiknya
pada ektremitas atas) untuk
pemberian cairan dan nutrisi
parenteral
 8. lakukan monitoring dan
stabilisiasi suhu, status asam basa,
cairan dan elektrolit
 9. pemeriksaan darah lain :fungsi
ginjal, glukosa dan hematokrit
 10. evaluasi adanya kelainan
kongenital lain yang ditunjang oleh
pemeriksaan rongent thoraks dan
ekhokardiogram
Pertolongan pertama saat lahir

 1. Kantong omfalokel dibungkus kasa


yang dibasahi betadin , selanjutnya
dibungkus dengan plastic.
 2. Bayi dimasukkan incubator dan
diberi oksigen
 3. Pasang NGT dan rectal tube
 4. Antibiotika
Penatalaksanaan nonnoperasi
(konservatif)

 kasus omfalokel besar


 Neonatus dengan kelainan yang
menimbulkan komplikasi bila
dilakukan pembedahan.
 Bayi dengan kelainan lain yg berat&
sangat mempengaruhi daya tahan
hidup.
 Pada giant omphalocele bisa terjadi
herniasi dari seluruh organ-organ
intraabdomen dan dinding abdomen
berkembang sangat buruk, sehingga
sulit dilakukan penutupan
(operasi/repair) secara primer dan
dapat membahayakan bayi.
 Tindakan nonoperatif dilakukan
dengan dasar merangsang epitelisasi
dari kantong atau selaput. Setelah
granulasi terbentuk maka dapat
dilakukan skin graft dan setelah
status kardiorespirasi membaik.
Beberapa obat yang biasa
digunakan untuk merangsang
epitelisasi

 0,25 % mercurochrome
 0,25% silver nitrat,
 silver sulvadiazine
 dan povidone iodine (betadine)
Penatalaksanaan dengan operasi
 Tujuan mengembalikan organ visera
abdomen ke dalam rongga abdomen
dan menutup defek.
 Setelah tercapai resusitasi dan status
hemodinamik stabil.
 Operasi dapat bersifat darurat bila
terdapat ruptur kantong dan obstruksi
usus.
Sekian………
 Ada pertanyaan?????
 Paham????
 Semoga bermanfaat