Anda di halaman 1dari 37

OKTOVIANUS SARANGA

Pembimbing :
dr. IMS MURAH MANOE, Sp.OG(K)
IDENTITAS
Nama : Ny. M
Umur : 34 tahun
Alamat : Anassapu-Bontonompo, Kabupaten
Gowa
Suku : Makassar
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Rumah Sakit : BLU RS dr. Wahidin Sudirohusudo
No. Reg : 47 38 57
Tgl. MRS : 16 Juli 2011
Tgl. KRS : 21 Juli 2011
ANAMNESIS
Ibu masuk rumah sakit rujukan RSIA Pertiwi dengan
D/ : G1P0A0 gravid 40 minggu 4 hari + PEB + Susp.
NYHA. Ibu mengeluh sesak sejak usia kehamilan 6
bulan dan memberat sejak 3 hari terakhir. Sesak
tidak terus menerus, dipengaruhi oleh aktivitas. Ibu
merasa lebih nyaman pada posisi duduk. Nyeri dada
(-). Riwayat sesak sebelumnya (-). Riwayat berobat ke
dokter penyakit jantung (-). Riwayat penyakit yang
sama dalam keluarga (-). Nyeri perut tembus ke
belakang (-). Riwayat pelepasan lendir darah (-),
riwayat pelepasan air ketuban (-). Riwayat ANC ˃ 4x
di Sp.OG, suntik TT 2 kali. Riwayat tekanan darah
tinggi (-), baru diketahui sejak masuk RS. Riwayat
penyakit gula (-), riw. penyakit asma (+) sejak kecil.
RIWAYAT HAID
HPHT : 05 Oktober 2010

TP : 12 Juli 2011

Menarche : 12 tahun

Siklus haid : 28 – 30 hari

Lama haid : 3 – 5 hari


STATUS PRAESENS

Status generalis : Baik/ Gizi cukup/ Sadar


Status vitalis
 Tekanan darah : 160/110 mmHg
 Nadi : 100 x/mnt
 Pernapasan : 32 x/mnt
 Suhu : 36,7OC
STATUS REGIONAL
Kepala : Mesosefal, konjungtiva anemis (-), sklera ikterus (-),
sianosis (-), edema wajah (-)
Leher : Massa tumor (-), pembesaran kelenjar (-)

Paru :
 Inspeksi : Simetris kanan dan kiri
 Palpasi : Massa tumor (-), nyeri tekan (-)
 Perkusi : Sonor, kanan = kiri, batas paru hepar ICS VI kanan
depan
 Auskultasi : Bunyi pernapasan bronkovesikuler
Bunyi tambahan Ronkhi +/+, Wheezing -/-
Jantung :
 Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
 Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
 Perkusi : Pekak, batas jantung kesan melebar (2 jari LMC
 Auskultasi : sinistra
BJ I/II murni, regular
Ekstremitas : Edema (+) pretibial dan dorsum pedis
STATUS OBSTETRIK
Pemeriksaan Luar :
TFU : 33 cm
Situs anak : Memanjang
Punggung : Kiri
Bagian terendah : Kepala
Perlimaan : 5/5
His : (-)
DJJ : 150 x/mnt
Janin kesan : Tunggal
Gerakan janin : (+) dirasakan ibu
TBJ : 33 x 90 = 2970 gram

Pemeriksaan Dalam Vagina : Tidak dilakukan


PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG : Gravid tunggal hidup, letak kepala,
punggung kiri, plasenta di korpus
anterior, cairan amnion cukup (AFI=7,3
cm), biometri janin ~ uk 40 minggu
KTG : NST Reaktif
Darah Lengkap :
WBC : 17,23 x103 /mm3
RBC : 4,85 x 106 /m
HGB : 8,8 gr/dL
HCT : 30,8 %
PLT : 361 x 103 /mm3
CT : 5’30’’
BT : 1’25’’
Kimia Darah :
GDS : 73 mg/dl
Ureum : 26 mg/dl
Kreatinin : 0.8 mg/dl
SGOT : 19 U/l
SGPT : 10 U/l
Albumin : 2,9 gr/dL
Asam urat : 6,7 mg/dL

Urin Rutin :
Proteinuri : +4
DIAGNOSIS KERJA

G1P0A0 gravid 40 minggu 4 hari belum


inpartu + Preeklamsia Berat + Susp. CHF
NYHA IV
TINDAKAN
• O2 4-6 liter/mnt
• Posisi setengah duduk
• Lapor konsulen, advis
– Penanganan sesuai protap PEB
– Konsul bagian Kardiologi
– Rencana terminasi kehamilan bila ada
jawaban konsul kardiologi
JAWABAN KONSUL BAGIAN KARDIOLOGI

• EKG :Sinus takikardi, HR 115x/mnt, normoaksis,


poor R-wave progression
• D/ : CHF NYHA IV e.c. Susp Peripartum
Cardiomiopati
• Lasix 2 amp/ 12 jam/ iv (jika TDS ≥ 100 mmHg &
tidak ada kontra indikasi)
• Berdasarkan Goldman’s Cardiac Risk Index maka
pasien ini termasuk dlm kriteria Low Risk
• Usul : Ekokardiografi postpartum (bila kondisi
pasien memungkinkan)
• Lapor konsulen, advis :
–Informed consent keluarga
–Cito SC
RESUME
Ibu masuk rumah sakit rujukan RSIA Pertiwi dengan D/ :
G1P0A0 gravid 40 minggu 4 hari + PEB + Susp. NYHA. Ibu
mengeluh sesak sesak sejak usia kehamilan 6 bulan dan
memberat sejak 3 hari terakhir. Sesak tidak terus
menerus, dipengaruhi oleh aktivitas. Ibu merasa lebih
nyaman pada posisi duduk. Nyeri dada (-). Riwayat sesak
sebelumnya (-). Riwayat berobat ke dokter penyakit
jantung (-). Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga
(-). Nyeri perut tembus ke belakang (-). Riwayat
pelepasan lendir darah (-), riwayat pelepasan air ketuban
(-). Riwayat ANC ˃ 4x di Sp.OG, suntik TT 2 kali. Riwayat
tekanan darah tinggi (-), baru diketahui sejak masuk RS.
Riwayat penyakit gula (-), riw. penyakit asma (+) sejak
kecil.
Pemeriksaan fisis TD 160/110 mmHg, nadi
100 x/mnt, pernapasan 32 x/mnt, suhu
36,7OC. Pada pemeriksaan obstetrik
didapatkan : TFU 33 cm, situs anak
memanjang, punggung kiri, bagian terendah
kepala, perlimaan 5/5, his tidak ada, DJJ 150
x/mnt, janin kesan tunggal, gerakan janin (+)
dirasakan ibu, TBJ 33x90=2970 gr,
pemeriksaan dalam tidak dilakukan.
Pemeriksaan laboratorium : darah rutin, tes
fungsi hati dan tes fungsi ginjal dalam batas
normal. Kadar asam urat sedikit meningkat
(6,7 mg/dL) serta kadar albumin serum
menurun (2,9 gr/dL). Proteinuri didapatkan
+4. Berdasarkan pemeriksaan USG obstetri
didapatkan gravid tunggal hidup, letak
kepala, punggung kiri, plasenta di korpus
anterior, cairan amnion cukup (AFI=7,3 cm),
biometri janin ~ uk 40 minggu dan hasil KTG :
NST reaktif.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang yang telah
dilakukan maka pasien ini didiagnosis dengan
G1P0A0 gravid 40 minggu 4 hari belum
inpartu + Preeklamsia Berat + Susp. CHF
NYHA IV. Setelah melakukan penanganan
awal, maka dilaporkan ke konsulen. Konsulen
mengadviskan penanganan sesuai protap
PEB, konsul bagian Kardiologi dan rencana
terminasi kehamilan bila ada jawaban konsul
kardiologi.
Bagian kardiologi mendiagnosis pasien ini
dengan CHF NYHA IV e.c. Susp Peripartum
Cardiomiopati dan di berikan terapi : Lasix 2
amp/ 12 jam/ iv (jika TDS ≥ 100 mmHg &
tidak ada kontra indikasi). Berdasarkan
Goldman’s Cardiac Risk Index maka pasien ini
termasuk dlm criteria Low Risk. Usul Bagian
Kardiologi : Ekokardiografi postpartum (bila
kondisi pasien memungkinkan).
Setelah dillaporkan ke konsulen maka
diadviskan untuk dilakukan cito SC. Setelah
dilakukan informed consent untuk tidak
hamil lagi dan menerima kontrasepsi Kontap
karena kehamilan berikutnya akan
meningkatkan mortalitas ibu tetapi pasien
menolak untuk dilakukan tubektomi, pasien
memilih kontrasepsi injeksi hormonal 12
minggu.
Pada perawatan selanjutnya keadaan pasien
membaik. Hasil pemeriksaan Ekokardiografi,
kesan : MR ringan & LVH. Pada post-op hari
ke-5 pasien dipulangkan dan dianjurkan
untuk melakukan kontrol di Bagian Kardiologi
untuk penanganan penyakit jantung
selanjutnya.
PENDAHULUAN
• Kriteria diagnostik Kardiomiopati Peripartum
(PPCM) :
– Perkembangan gagal jantung terjadi dalam waktu satu
bulan terakhir kehamilan atau enam bulan
pascapersalinan.
– Penyebab gagal jantung tidak dapat diidentifikasi.
– Tidak ditemukan penyakit jantung sebelum bulan
terakhir kehamilan
• Tambahan kriteria diagnostik Echocardiographic
yang menunjukkan disfungsi ventrikel kiri :
—Fraksi ejeksi <45%
—Left ventricular fractional memendek <30%
—Left ventricular end-diastolic dimension > 2,7 cm/m2
luas permukaan tubuh
INSIDENS

• Bervariasi di seluruh dunia


• Insidens lebih tinggi yang dilaporkan terjadi di
Afrika Selatan 1: 1.000 kelahiran hidup
• Laporan terbaru dari berbagai bagian Dunia
menunjukkan kejadian dari 1 di 1.485 sampai
4.000 kelahiran hidup dan cenderung untuk
meningkat
FAKTOR RESIKO
• Usia tua
• Multiparitas
• Kehamilan mutipel
• Ras kulit hitam
• Obesitas
• Malnutrisi
• Hipertensi dalam Kehamilan
• Preeklamsia
• Pemeriksaan antenatal yang kurang
• Penyalahgunaan alkohol, kokain dan tembakau
• Kondisi sosial ekonomi yang rendah
ETIOLOGI
• Penyebab pasti PPCM tidak diketahui
• Beberapa hipotesis penyebab PPCM seperti:
– Miokarditis
– Infeksi virus
– Faktor autoimun
– Sitokin inflamasi
– Respon hemodinamik abnormal terhadap
perubahan fisiologis pada kehamilan
– Penggunaan tokolitik berkepanjangan
– Defisiensi selenium
GAMBARAN KLINIS
• Gejala
– Dispnea saat aktivitas, ortopnea, batuk, dan dispnea
paroksismal nokturnal
– Gejala penyumbatan oleh trombus  nyeri dada,
hemoptisis dan hemiplegia
– Gejala nonspesifik  palpitasi, kelelahan, malaise,
dan nyeri abdomen
• Tanda
– Tekanan darah mungkin normal, tinggi atau rendah
– Takikardia, irama Gallop, vena leher membesar
– Jantung bisa normal atau mungkin ada regurgitasi
mitral dan atau trikuspid dengan krepitasi paru dan
hepatomegali
– Kejang yang berhubungan dengan edema serebri dan
herniasi serebelum
PEMERIKSAAN
1. EKG
2. Foto thorax
3. Ekokardiografi Doppler
4. Biopsi Endomiocardial
5. Kateterisasi jantung
6. Pemeriksan lain yang lebih sering digunakan :
– Polymerase chain reaction (PCR)
– Compliment fixation tests
– Radionuklida ventrikulografi
– Immunofluorescence dan pewarnaan imunohistokimia
– Estimasi enzim jantung
– Hematologi rutin , biokimia dan tes serologi
DIAGNOSIS
• Diagnosis dini PPCM mungkin sulit karena banyak
kesamaan gejala klinis dengan komplikasi kehamilan
lanjut (seperti anemia, toksemia dan emboli cairan
ketuban)
• Diagnosis PPCM didasarkan pada pengecualian penyebab
umum kegagalan jantung seperti infeksi, toksin dan
metabolik, penyakit jantung iskemik atau katup
• Diagnosis diferensial termasuk :
– Accelerated hypertension
– Preeklamsia
– IDCM
– Emboli paru
– Anemia
– Tirotoksikosis
KOMPLIKASI
1. Tromboemboli
2. Aritmia
3. Kegagalan organ
4. Komplikasi obstetrik & perinatal
– Aborsi
– Partus prematur
– Bayi kecil untuk masa kehamilan
– Bayi berat lahir rendah
– Pertumbuhan janin terlambat
– Kematian janin intrauterin
– Anomali kongenital janin
PENATALAKSANAAN

A. TINDAKAN NON-FARMAKOLOGIS
• Gejala klinis membaik  Olahraga sederhana
dapat meningkatkan perbaikan otot serta
tonus arteri
• Asupan cairan 2 L/ hari
• Asupan garam 2 – 4 gram/ hari
B. MANAJEMEN FARMAKOLOGI
• Digoksin
• Diuretik
• Vasodilator
• Calcium channel blocker
• Beta blocker
• Antiaritmia
• Antikoagulan
• Imunosupresif
• Imunoglobulin
• Interferon
• Imunomodulasi
C. MANAJEMEN OPERASI
Transplantasi jantung menguntungkan pada:
1. Usia muda
2. Kerusakan end-organ minimal
3. Onset dini
D. MANAJEMEN OBSTETRIK
• Merupakan pendekatan multidisiplin
melibatkan Obgin, Kardiologi, Anestesi dan
Perinatologi
• Nyeri persalinan  Analgesia regional
• Mempercepat kala 2  Forceps atau vakum
• SC atas indikasi obstetrik & keadaan
dekompensasi berat
• Perawatan ICU pasca persalinan
PROGNOSIS

Dipengaruhi oleh :
1. Umur
2. Paritas
3. Kehamilan gemelli
4. Onset lambat ( 2 minggu pasca persalinan)
5. Trombus intrakardiak
6. Defek konduksi jantung
7. Disfungsi ventrikel persisten enam bulan
setelah melahirkan
8. Penyakit medis sebelumnya
9. Keterlambatan dalam penangan medis awal
10.LVEF (<45%) pada dua bulan setelah
diagnosis
11.Kadar antibodi anti-klamidia, TNF dan IgG
kelas 3 yang tinggi