Anda di halaman 1dari 20

PENGELOLAAN

KEGIATAN KESEHATAN DI
KELOMPOK USIA LANJUT
GERAKAN USIA LANJUT SEHAT MANDIRI
(GEULIS MANDIRI)
A. Pendahuluan
■ PENINGKATAN UMUR HARAPAN HIDUP
■ PERMASALAHAN AKIBAT MENINGKATNYA JUMLAH USILA
■ PENDEKATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
■ PENINGKATAN CAKUPAN DAN KETERJANGKAUAN PELAYANAN LANSIA
■ ISU TUPOKSI:
– Kurangnya penggerakan masyarakat dalam upaya kesehatan lansia
– Pelayanan kesehatan di kelompok usila belum optimal
– Kurangnya koordinasi antar LP dan LS
B. Dasar Hukum
1. UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan, yang
menyebutkan bahwa setiap penduduk mempunyai hak dan kewajiban yang sama
dalam upaya perkembangan kependudukan dan perkembangan keluarga sejahtera
2. UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Pasal 19, yg menyebutkan bahwa
melaksanakan penyelenggaraan upaya dan peningkatan kesehatan lanjut usia
agar tetap produktif
3. UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Pasal 14
menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan lanjut usia melalui upaya
penyuluhan, penyembuhan dan pengembangan lembaga
4. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang antara lain
menyebutkan bahwa otonomi daerah adalah kewenangan untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri ,
berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan
5. UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
6. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kesejahteraan usia lanjut melalui kegiatan Kelompok Usia Lanjut
yang mandiri dalam masyarakat
2. Tujuan Khusus
 Adanya pdoman pengelolaan Kelompok Usia Lanjut dibidang kesehatan
sebagai acuan petugas dalam melaksanakan pembinaan
 Meningkatnya kemudahan bagi usia lanjut dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan dasar dan rujukan
 Meningkatnya cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan usia lanjut
 Berkembangnya Kelompok Usia Lanjut yang aktif melaksanakan kegiatan
dengan kualitas yang baik secara berkesinambungan
D. Sasaran
1. Sasaran Langsung
 Para usia lanjut (vinilitas/pra senilis) 45-49 tahun
 Usia Lanjut 60-69 tahun
 Usi Lanjut resiko tinggi, yaitu usia lebih dari 70 tahun atau usi lanjut 60 tahun
atau lebih dengan masalah kesehatan
2. Sasaran Tidak Langsung
• Keluarga dimana usia lanjut berada
• Masyarakat dilingkungan usia lanjut
• Organisasi sosial yang perduli terhadap pembinaan usia lanjut
• Petugas Kesehatan yang melayani Usila
• Petugas Lain yang menangani Usila
• Masyarakat luas
PEMBENTUKAN
KELOMPOK USIA LANJUT
Melalui Pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa
1. Pertemuan Tingkat Desa
 Tujuan yang hendak dicapai
 Peserta pertemuan
 Proses pertemuan
2. Survei Mawas Diri
 Persiapan
 Pelaksanaan Survei
 Pengolahan Data
 Musyawarah Masyarakat Desa
3. Pelatihan Kader
Mempersiapkan kader agar tahu, mau dan mampu melaksanakan tugas dan
peran yang akan dilakukan kelompok usia lanjut
4. Pelaksanaan Kegiatan
Dilaksanakan oleh masyarakat , kader bersama-sama dengan petugas, kegiatan
bisa diintegrasikan dengan kegiatan yang lain
5. Pembinaan dan pelestarian kegiatan
Pembinaan berkesinambungan dari petugas
Telaah Mawas Diri oleh kader dan toma secara berkala, mengkaji berfungsinya
kepemimpinan, pengorganisasian dan pendanaan dalam pelaksanaan kegiatan
KETERKAITAN KOMPONEN KELOMPOK USIA
LANJUT

KADER

KELOMP KEPEMIMPINA
PENDANAAN OK N
USILA

PENGORGANI
SASIAN
KEGIATAN KESEHATAN DI KELOMPOK USIA
LANJUT
A. PELAYANAN KESEHATAN
 Pemeriksaan aktifitas kegiatan sehari-hari
 Pemeriksaan status mental
 Pemeriksaan status Gizi (IMT)
 Pengukuran Tensi dan Nadi
 Pemeriksaan HB
 Pemeriksaan Gula
 Pemeriksaan protein urine
 Rujukan
 Penyuluhan
 Kunjungan rumah (PHC)
 Pemberian Makanan Tambahan
 Kegiatan kebugaran
B. Sarana dan Prasarana
■ Tempat kegiatan 9gedung, ruangan atau tempat terbuka)
■ Meja dan Kursi
■ Alat Tulis
■ Buku pencatatan (Register)
■ Kit Lansia
■ KMS
■ Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK) Usila
C. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan
1. Pendaftaran anggota kelompok Usila
2. Pencatatan kegiatan sehari-hari yg dilakukan Usila, serta pengukuran BB, TB
3. Pengukuran TD, Pemeriksaan kesehatan dan status mental
4. Pemeriksaan laboratorium sederhana
5. Pemberian penyuluhan dan konseling
6. Kegiatan Kebugaran
NO Kegiatan Sarana Pelaksana

1 Pendaftaran Meja kursi, altulis, buku Kader


kegiatan, KMS, BPPK

2 Pencatatan keg. Sehari-hari Meja kursi, altulis, KMS, Kader (IMT perlu
Pengukuran BB TB BPPK, Timbangan, Meteran bantuan petugas)

3 Pengukuran TD, Pemeriksaan Meja kursi, altulis, KMS, Petugas (bisa dibantu
Kesehatan, dan status mental BPPK, Stetoskop, Tensimeter kader)

4 Pemeriksaan HB HB meter Petugas Kesehatan


Pemeriksaan Urine Combur test

5 Penyuluhan Meja kursi, KMS, Leaflet, Petugas Kesehatan


Poster, BPPK
Indikator tingkat perkembangan kegiatan
1. Frekwensi kegiatan selam 1 tahun
2. Kehadiran Kader
3. Cakupan Pelayanan Kesehatan
 Cakupan Pengukuran BB,TB
 Cakupan Pemeriksaan laboratorium
 Cakupan hasil pemeriksaan kesehatan
 Cakupan anggota yg ikut penyuluhan/konseling
4. Kegiatan Penunjang
 Senam Lanjut Usia
 Pengajian/pendalaman agama
 Diskusi/ ceramah
 Usaha ekonomi produktif
 Rekreasi, dll
5. Tersedianya Dana Kegiatan
Strata Kelompok Usia Lanjut bidang Kesehatan
Kegiatan Pratama Madya Purnama Mandiri
Frekwensi Kegiatan (x <8 8-9 ≥ 10 ≥ 10
/ Tahun)

Kehadiran Kader <3 >3 >3 >3


(pada hari H, orang)

Cakupan Pelayanan <50% 50-60% >60% >60%


Kesehatan
(jenis)

Kegiatan penunjang 0 1 2 >2


(jenis)

Pendanaan kegiatan 0 0 <50% >50%


berasal dari
masyarakat
Pencatatan sesuai format pelaporan

■ Kemandirian:
A. Bila ketergantungan
B. Ada gangguan kadang perlu bantuan
C. Mandiri
■ Status Mental Emosional
 Pertanyaan Tahap I: 1) Apakah mengalami sukar tidur?, 2) Apa sering merasa
gelisah?, 3) Apa sering murung / nangis sendiri?, 4) Apa sering was-was atau
khawatir?
 Bila ada 1 jawaban “YA” lanjut pertanyan tahap 2
■ Pertanyaan tahap 2: 1) Apa lama keluhan lebih dari 3 bln atau lbh dari 1 kali dlm
sebln?, 2) Apa mempunyai masalah atau banyak pikiran?, 3) Apa mempunyai
gangguan atau masalah dengan keluarga atau orang lain?, 4) Apa menggunakan
obat tidur/penenang atas anjuran dokter?, 6) Apa cenderung mengurung diri
didalam kamar?.
■ Bila 1 atau lebih jawaan “YA” maka usia lanjut memiliki masalah emosional
■ IMT Normal Usia lanjut pria dan wanita berkisar antara 18,5 – 25
L (Lebih): bila grafik warna merah
N (Normal): Bila grafik warna hijau
K (Kurang): Bila grafik warna kuning
■ TD
T (Tinggi): Bila salah satu dari sistole atau diastole, atau keduanya diatas normal
N (Normal): Bila sistole antara 120-160 dan diastole ≥ 90 mmHg
R (Rendah): Bila sistole atau diastole dibawah normal
■ Hb
N (Normal): 13 g% untuk pria dan, 12 g% untuk wanita bila memakai sahli atau
cuprisulfat dan ≥ 70% bila memakai talquist
TERIMA KASIH