Anda di halaman 1dari 19

METODE PENELITIAN

• Desain penelitian
Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan
cross sectional study. Studi cross sectional adalah suatu desain
penelitian dimana variabel independen dan variabel dependen
diidentifikasi secara bersama-sama pada saat penelitian dilakukan.

• Waktu penelitian
Waktu pengumpulan data selama 15 hari yaitu mulai tanggal
1-15 Desember 2017.

• Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kerja Puskesmas
Megamendung
POPULASI DAN SAMPEL
• POPULASI
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang pernah melaksanakan
persalinan di wilayah kerja Puskesmas Megamendung tahun 2017 yang berjumlah
16 orang.

• SAMPEL
Unit observasi adalah ibu yang pernah melakukan persalinan di wilayah
kerja Puskesmas Megamendung tahun 2017.

Unit analisis adalah variabel independen (umur, pendidikan, pendapatan


keluarga, biaya persalinan, kepercayaan terhadap bidan, akses pelayanan
kesehatan, takut terhadap intervensi medis, lingkungan persalinan,
dukungan suami/keluarga, dukungan penolong persalinan, paritas, dan
pengetahuan tentang persalinan) dan variabel dependen (pemanfaatan
pertolongan persalinan “NAKES/DUKUN”).
PENYAJIAN DATA

Penyajian data disajikan dalam bentuk tabel


distribusi frekuensi dan dalam bentuk tabulasi
silang (crosstab) antara variabel dependen
dan independen, kemudian data-data tersebut
dipresentasikan disertai dengan penjelasan-
penjelasan tabel.
Distribusi karakteristik responden
Variabel Total

n (%) (%)

Usia

20-35 14 87,5 100,0


≤ 20 2 12,5
Pendidikan
SD 4 25.0 100,0
SMP 9 56.3
SMA 3 18.7
Pendidikan Suami
SMP 14 87.5 100,0
SMA 2 12.5
Pekerjaan
Wiraswasta 2 12.5 100,0
IRT 14 87.5
Pekerjaan Suami

Pegawai Swasta 5 31.3 100,0


Wiraswasta 3 18.7
Lain-Lain 8 50.0
Pendapatan Keluarga
≥ Rp. 965.000 12 75.0 100,0
˂ Rp. 965.000 4 25.0
Paritas
≥3 13 81.3 100,0
˂3 3 18.7
• Tabel 1 menunjukkan bahwa responden
umumnya mempunyai kelompok umur 20-
35 tahun (87,5%), dengan pendidikan SMP
(56,3%), pekerjaan sebagai Ibu Rumah
Tangga (87,5%), pendapatan keluarga ≥ Rp,
965,000 (75,0%) dan paritas ≥ 3 (81,3%).
Pendidikan suami umumnya SMP (87,5%)
dan pekerjaan suami lain-lain (50%).
• Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang
memiliki JKN sama banyak dengan yang tidak
memiliki JKN (50%), umumnya pernah
mengikuti penyuluhan (68,8%), yang
memberi informasi adalah bidan (81,3%).
dukungan keluarga diberikan (50,0%), dalam
bentuk mengantarkan ke tempat persalinan
(43,8%). Semua responden melakukan
pemeriksaan kehamilan (100%), yang
dilakukan oleh bidan (93,7%).
Fakator yang berhubungan
dengan penolong persalinan
Tabel 5 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan
oleh tenaga kesehatan semuanya berusia 20-35 tahun (57,1%), sedangkan
responden yang memilih penolong persalinan oleh tenaga non medis (dukun
bayi) lebih banyak berusia kurang dari 20 tahun (100,0%), Hasil uji chi square
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan usia dengan pemilihan penolong
persalinan tenaga non medis (p>0,05).
Tabel 6 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan oleh
tenaga kesehatan semuanya berpendidikan SMA (100%), sedangkan responden
yang memilih penolong persalinan oleh tenaga non medis (dukun bayi) lebih
banyak berpendidikan SD (100,0%), Hasil uji chi square menunjukkan bahwa
ada hubungan pendidikan dengan pemilihan penolong persalinan tenaga non
medis (p ˂0,05).
Tabel 8 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan
oleh tenaga kesehatan semuanya berpendapatan keluarga ≥ Rp, 965,000
(66,7%), sedangkan responden yang memilih penolong persalinan oleh
tenaga non medis (dukun bayi) lebih banyak berpendapatan keluarga
kurang dari < Rp, 965,000 (100,0%), Hasil uji Chi Square menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan pendapatan keluarga dengan pemilihan
penolong persalinan tenaga non medis (p>0,05).
Tabel 9 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan
oleh tenaga kesehatan semuanya menyatakan biaya persalinan lebih mahal
bidan (80,0%), sedangkan responden yang memilih penolong persalinan oleh
tenaga non medis (dukun bayi) lebih banyak menyatakan biaya persalinan
sama mahal antara bidan dengan dukun (100,0%), Hasil uji chi square
menunjukkan bahwa ada hubungan biaya persalinan dengan pemilihan
penolong persalinan tenaga non medis (p<0,05).
Tabel 10 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan
oleh tenaga kesehatan semuanya menyatakan akses mudah (53,3%), sedangkan
responden yang memilih penolong persalinan oleh tenaga non medis (dukun
bayi) lebih banyak menyatakan akses sulit (100,0%), Hasil uji Chi
Squaremenunjukkan bahwa tidak ada hubungan akses dengan pemilihan
penolong persalinan tenaga non medis (p>0,05).
Tabel 11 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong
persalinan oleh tenaga kesehatan semuanya mendapat dukungan keluarga
(100%), sedangkan responden yang memilih penolong persalinan oleh
tenaga non medis (dukun bayi) semuanya tidak mendapat dukungan
keluarga (100,0%), Hasil Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan
dukungan keluarga dengan pemilihan penolong persalinan tenaga non
medis (p<0,05).
Tabel 12 menunjukkan bahwa responden yang memilih penolong persalinan
oleh tenaga kesehatan semuanya mempunyai pengetahuan baik (72,1%),
sedangkan responden yang memilih penolong persalinan oleh tenaga non
medis (dukun bayi) lebih banyak mempunyai pengetahuan kurang (100,0%),
Hasil uji fisher’s exact menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan
dengan pemilihan penolong persalinan tenaga non medis (p<0,05).
• KESIMPULAN DAN SARAN

• Tidak ada hubungan usia dengan pemilihan penolong persalinan oleh


tenaga non kesehatan
• Ada hubungan pendidikan dengan pemilihan penolong persalinan oleh
tenaga non kesehatan
• Tidak ada hubungan pekerjaan dengan pemilihan penolong persalinan
oleh tenaga non kesehatan
• Tidak ada hubungan pendapatan keluarga dengan pemilihan penolong
persalinan oleh tenaga non kesehatan
• Ada hubungan biaya persalinan dengan pemilihan penolong persalinan
oleh tenaga non kesehatan
• Tidak ada hubungan akses dengan penolong persa pemilihan penolong
persalinan oleh tenaga non kesehatan linan
• Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemilihan penolong persalinan
oleh tenaga non kesehatan
• Ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan oleh
tenaga non kesehatan
TERIMA KASIH