Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL BISNIS JASA KONSTRUKSI

PT. Brantas
Abipraya
KELOMPOK 4
Anggota :
1. Henny Heryanti
2. Apif Pratama
3. Pradhana Bagaskara
4. Erina Ermalina
5. Muhammad Fauzan
Latar Belakang Usaha
01 Potensi usaha jasa konstruksi sangat berperan dalam kegiatan
perekonomian, terkhusus dalam kegiatan pembangunan

02 Indonesia merupakan negara yang berkembang yang masih


banyak membangun sarana dan prasarana.

03 Industri jasa konstruksi (kecil, menengah dan besar) di


Indonesia memilki nilai strategik

04 Hambatan dan permasalahan di bidang jasa konstruksi


(impor kapital, tenaga kerja dan material dll)
TUJUAN
Membangun sesuai standar perusahaan dan negara
guna menjadi bangunan mutu tinggi dan profesional
dan berkelanjutan

Tujuan
& MANFAAT

Manfaat menyediakan lapangan kerja bagi warga


Indonesia, dan memajukan sumber daya
manusia menjadi ahli konstruksi.
Sejarah Perusahaan
Versifikasi Perseroan
Perseroan saat ini
melakukan diverisifikasi
usaha dan 2 Kantor DIvisi
mengembangkan bisnis 4 Kantor Divisi Regional
melalui anak perseroan 3 Kantor Cabang
(PT. Brantas Energi) 3 Pabrik Beton

1980 2011 2013 2018

Proyek Awal Pabrik Beton


Proyek induk Perseroan mendirikan
pengembangan Sungai pabrik-pabrik beton di
Brantas. Porong, Sunter dan
Padang
LOKASI
PERUSAHAAN

Kantor pusat gedung PT. Brantas Adipraya terleta


k di Jalan D.I. Panjaitan Kav. 14, Cawang, Jakart
a Timur 13340. Seperti terletak pada Gambar

Phone : (021) 851 6290


Fax : (021) 851 6095
Website : www.brantas-abipraya.co.id
Email : brap@brantas-abipraya.co.id
VISI DAN MISI
MISI
Memberikan produk yang bersaing dalam
hal harga, mutu, pelayanan dan ramah ter
VISI
hadap lingkungan serta mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja.
Memiliki segala persyaratan
professional yang memadai
Bekerja secara efisien menurut standar
d yang unggul dan diakui secara
Intrnasional (ISO,OHSAS, SMK3,SNI,
COSO,MBCfPE, dll). Dalam 5 (lima) tahun ke depan
mampu menjadi 5 (lima) besar
Selalu menjaga hubungan yang perusahaan konstruksi nasional
baik dengan seluruh stakeholder
Budaya
Perusahaan
PROFESSIONALISM
“Jujur, kompak, team-work, mandiri, bekerj
a dengan standar yang unggul dan diakui
secara internasional serta menjunjung ting
gi etika profesi guna memenuhi harapan
ENTREPRENEURSHIP stakeholder”.
"Dalam setiap tindakan mempertimbangkan
untung rugi bagi Perusahaan, baik finansial
maupun non finansial, risiko dan tanggung
jawab terhadap para stakeholder.”

COMPETITIVE
“Tangguh, pantang menyerah dan INNOVATIVE
ulet dalam mempertahankan dan m “Bekerja dengan dengan konsep yang
eningkatkan eksistensi Perusahaan jelas, kreatif dalam menerapkan solusi
memenangkan persaingan dalam baru yang lebih baik dalam hal input,
industri konstruksi serta memberika proses, produk dan layanan untuk
n nilai tambah yang terbaik bagi memberikan keuntungan bagi Perusahaan
Perseroan.” serta memuaskan pelanggan”.
Struktur Organisasi
Produk Perusahaan (1)

BENDUNGAN IRIGASI TEROWONGAN REKLAMASI JALAN % JEMBATAN


• Kedungombo • Normalisasi Sun • Diversion Tunnel • Ancol Geotube • Fly Over Bukittinggi
Multipurpose gai Sunter Jatibarang Dam • Pantai Matras • Tol Solo-Kertosono
Dam • Cibalapulang • Terowongan • Reklamasi Nipah • Fly Over STS Permata
• Kotopanjang • PRAFI II Sangkup Dam, • Upper Citarum Hijau
Dam • Peng. Sungai dll Basin • Fly Over Yos Sudarso,
• Batu Bulan Dam, Wonokromo dll
dll
Produk Perusahaan (2)

BANDARA GEDUNG
• Bandara Juanda, Surabaya • Rumah Sakit Bekasi
• Aquatic Pool, Bekasi
• Bangunan Penjara Bengkulu
• Kantor Cabang Askes, Makassar
• Gedung Perpustakaan Depok, dll
ANALISIS PASAR
PT Brantas Abipraya seluruhnya (100%) dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Nilai Saham
Analisis Potensi Pasar
Pangsa Pasar Konstruksi di Indonesia Pangsa pasar konstruksi baik dari sumber APBN/APBD,
dan kegiatan investasi BUMN/BUMD, serta Swasta setiap
tahunnya meningkat, pada tahun 2002 dengan anggaran
Rp.88 triliun, sedangkan pada tahun 2003 meningkat
menjadi Rp.107 triliun, tahun 2004 sejumlah 160 triliun
sedangkan pada tahun 2005 menjadi Rp.168 triliun dan
tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp.170 triliun (gambar
) . Apabila di elaborasi per sektor, maka pasar jasa
konstruksi adalah: sektor transportasi 42 persen, sektor
migas 3 persen, sektor energi listrik dan sektor sumber
daya air 23 persen, sektor air minum & sanitasi 9 persen,
sektor perumahan dan permukiman 21 persen, serta
sektor telekomunikasi sebesar 2 persen (BPS, 2007).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Diar (2007) menunjukkan bahwa pangsa pasar akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan
karena kepercayaan sektor swasta mulai meningkat, gejolak harga minyak mulai stabil, dan kebijakan-kebijakan ekonomi cenderung stabil
Analisis Konsumen

Analisis konsumen ber


dasarkan ikhtisari hasil
usaha dari tahun 2012
sampai dengan tahun
2016.
Analisis
Kompetitor

Kontraktor nasional masih memperebutkan proyek pemerintah, terlihat karena


Indonesia masih didominasi jumlah perusahan konstruksi golongan kecil yang
belum memiliki tenaga ahli kompeten. Mengenai pemanfaatan material, masih
tingginya kebutuhan material impor yang menjadikan jasa konstruksi lokal juga
terbelit persoalan, seperti material aspal, besi baja serta peralatan lainnya.
Thank you