Anda di halaman 1dari 49

PERATURAN UAP 1930

(STOOM VERORDENING 1930)


I. PERATURAN UMUM
(Pasal 1 s/d Pasal 4)

II. Tentang Pengesahan


Gambar Rencana
(Pasal 4 & 5)

PERATURAN III. Tentang izin untuk menjalankan


Pesawat Uap
UAP 1930
(Pasal 6 s/d pasal 38)
IV. Tentang Pengawasan Pesawat Uap
(Pasal 39 s/d 49)
V. Ketentuan Hukum
(Pasal 50)

VI. Ketentuan Peralihan


(Pasal 51)
VII. Ketentuan penutup
(Pasal 52)
PERATURAN UMUM
PASAL.1

 1e. Yang mempunyai T.Kerja melebihi 0,5 Kg/m2


 2e. Yang mempunyai T.Kerja paling Tinggi 0,5 Kg/m2
Pasal.2

 a. Ekonomiser
 b.Pengering uap
 c. guna membuat air sulingan dengan jalan pemanasan dgn
uap
 d. Hawa pemanasan
 Hawa uap pembakaran
 Hawa Uap (Evaporator)
 Hawa Bejana Uap
Pasal.3
 Pada hakekatnya ini adalah Bejana yang dalam mana
dimasukkan uap, kerena pembuatanya adalah demikian
telitinya, hingga tidak perlu pengawasan
PASAL 3

TIDAK TERMASUK BEJANA UAP,


1. PIPA UAP Ø d. 450 MM
2. CYLINDER/SALUT DARI MESIN UAP
3. PIPA UAP PEMANAS BAHAN CAIR
PASAL 4

PELAYANAN
PENGESAHAN GAMBAR RENCANA
(PEMBUATAN / PERBAIKAN)
- AJUKAN KE DEPNAKERTRANS RI
MELALUI
KANDISNAKER SETEMPAT DENGAN LAMPIRAN :
- KALKIR + AFDRUKNYA 4 X SKALA MIN 1:12
- SPESIFIKASI MATERIAL YANG AKAN
DIGUNAKAN
PASAL 5

RETRIBUSI SEKEDAR BIAYA


ADMINISTRASI YANG
TUJUANNYA BIAYA
BEBAN TANGGUNG
JAWAB AGAR TIDAK
SEMENA-MENA
PASAL 6

LIHAT SURAT PERMOHONAN


PASAL 7
TIDAK DIPERLUKAN AKTE IZIN
(TAPI TETAP DALAM PENGAWASAN)

a. KETEL UAP :
LUAS PANAS ( M2) X TEKANAN ― KERJA MAX
(KG/CM2)= <0
ATAU
BILA TEKANANNYA < 2 ATM.

b. PEMANAS AIR DARI PIPA


Ø d ≤ 50 MM.
PASAL.6
gambar rencana disahkan : 1:12
ukuran, perhitungan.
 1. Srt Permohoan
 2. Tujuan Pemakaian
 3. Bagian-bagian gambar ketel
 4.Tekanan
 5. Bahan yang dipakai
 6.Tingkap pengaman
 7. Tempat tinggal
 8.
C. PENGERING UAP TERPISAH DARI KETEL,
Ø d ≤ 25 MM

d. BEJANA PENGEMBUN/PENAMPUNG UAP DAN


SEBAGAINYA (TANPA TEKANAN) Ø d ≤ 450 MM
ATAU
VOLUME (DM3) X P. UAP (KG/CM3) ≤ 600
ATAU
VOLUMENYA < 100 DM3

e. BEJANA UAP UNTUK MEMANASI BAHAN CAIR


(DENGAN TEKANAN)
VOLUME (DM3) X TEKANAN (KG/CM2) = ATAU
VOLUME < 75 DM3
PASAL 9

LIHAT BENTUK 9 ATAU 9A

PASAL 10

PERHITUNGAN BERDASARKAN
GRONDSLAGEN (DASAR-DASAR
PERHITUNGAN UNTUK
PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKAN)
Pasal.8

 Akte Ijin diberikan setelah ada pemeriksan


dan pengujian
PASAL 11

PEMAKAIAN BESI COR


1. HANYA UNTUK :
a. KETEL VOL < 100 DM3 DAN P < 3 ATM
b. KETEL TEKANAN RENDAH
c. SALUT UAP DARI CYLINDER DAN MESIN
UAP, DAN DILUAR BAGIAN KETEL UAPNYA.

2. PEMANAS AIR DAN PENGERING UAP


KECUALI Ø < 200 MM

3. TUTUP PENGUAP BILA PENGUAPNYA DENGAN


DOUBLE

4. PERUNGGU DAN LAIN SEBAGAINYA BOLEH


DIPAKAI SEIZIN KEPALA DBNKK & NYP
PASAL 12

PERLENGKAPAN PENGAMAN PESAWAT UAP KETEL


UAP T.T :
a. 2 KATUP PENGAMAN
b. 1 PEDOMAN TEKANAN
c. 2 KERAN COBA/PENGUKUR AIR + 1 GELAS
DUGA DENGAN KERAN SEMBUR ATAU 2
GELAS DUGA.
d. 2 ALAT PENGISI
e. 1 ALARM
f. 1 TANDA BATAS AIR TERENDAH
g. 1 KERAN CABANG TIGA
h. 1 KERAN PEMBUANG AIR
i. LOBANG LALU ORANG/PEMERIKSAAN
j. PLAT NAMA
PASAL 13

KETEL UAP TEKANAN RENDAH


a. SATU GELAS DUGA
b. SATU POMPA
c. SATU PIPA PENGAMAN
d. SATU PELAT NAMA

p=5, T.max.0.5 Kg/cm2


PASAL 14

KETEL UAP DENGAN


- VOLUME < 500 DM3 &
- TEKANAN ≤ 3 KG/CM2

a. SATU KATUP PENGAMAN

KETEL UAP DIPARAREL SECARA


TERBUKA, DIANGGAP SATU UNIT
UNTUK PERALATAN
PENGAMANNYA, DAN PEDOMAN
TEKANANNYA MINIMAL PADA
DOM
PASAL 15

SELAIN KETEL UAP

A. PEMANAS AIR

1. SATU TINGKAP PENGAMAN


2. SATU KERAN PEMBUANG
3. CHEK VALVE/N.R VALVE PADA INLET
4. LOBANG PEMERIKSAAN
B. PENGERINGAN UAP

1. SATU TINGKAP PENGAMAN BILA


UNITNYA DAPAT DIPISAHKAN DARI
KETELNYA
2. KERAN PEMBUANG AIR
3. LOBANG PEMERIKSAAN
C. PENGUAP

1. SATU TINGKAP PENGAMAN


2. SATU PEDOMAN TEKANAN
3. SATU GELAS DUGA
4. SATU KERAN BUANG
D. BEJANA UAP

1. 1 (SATU) TINGKAP PENGAMAN


BILA : TEKANANNYA > ½ X TEKANAN
KETELNYA (kurang)
ATAU
2 (DUA) TINGKAP PENGAMAN
BILA : TEKANANNYA < ½ X TEKANAN
KETELNYA (Kurang dari)
ATAU
BILA : BEJANA DIMAKSUD DAPAT
MEMPRODUKSI UAP LANJUTAN
2. SATU KERAN KONTROL UAP
3. SATU MONOMETER
4. LOBANG PEMERIKSAAN
PASAL 16
1. TIDAK PERLU KATUP PENGAMAN
BILA : BEJANA DAN KETEL UAPNYA
BERSAMBUNG LANGSUNG DAN
TEKANANNYA JUGA SAMA

2. TINGKAP PENGAMAN SALURAN HARUS


DIPASANG SARINGAN

3. BILA BEJANA UAP PARAREL DAN TEKANAN


SAMA
MAKA : CUKUP SATU KATUP PENGAMAN
DAN SATU MANOMETER

4. BEJANA PEMANAS BAHAN CAIR YANG


RUANGAN BAHAN CAIR DIMAKSUD
TERPISAH DENGAN UAP DARI KETELNYA
DAN TEKANANNYA > ½ KG/CM2 PERLU
SATU TINGKAP PENGAMAN
PASAL 17

1. KEMAMPUAN TINGKAP PENGAMAN


AKAN DIHITUNG DAN DICOBA
2. TINGKAP PENGAMAN HARUS MUDAH
DIPERIKSA
3. KEMAMPUANNYA HARUS MUDAH
DISETEL
4. KONSTRUKSINYA HARUS AMAN,
SUPAYA JANGAN MUDAH
BERANTAKAN
5. TINGKAP PENGAMAN MODEL BANDUL,
BANDULNYA HARUS DIJAMIN TIDAK
TERGESER
6. BEGITU JUGA DUDUKANNYA
PASAL 18

PESAWAT TEKANAN < ½ KG/CM2, (Tdk Lebih)


CUKUP SATU TINGKAP HAWA SAJA,
BILA TEKANAN MAX. 1 KG/CM2
PASAL 19

PEDOMAN TEKANAN
- SKALA HARUS JELAS
- SKALA MIN. P. MAX + 2
- P MAX PAKAI STRIP MERAH
- PAKAI PIPA LENGKUNG
- HARUS JELAS TERLIHAT OLEH
OPERATOR
PASAL 20

ALAT PENGISI

- CUKUP SATU POMPA BILA LUAS


PANAS < 5 M2 NAMUN
KAPASITASNYA UAP DARI
KETELNYA
PASAL 21

1*- HARUS ADA VALVE


- HARUS ADA KERAN
- HARUS ADA KERAN KONTROL
2* KETEL UAP Tekan Rendah CUKUP SATU NR
PASAL 22

TANDA BATAS AIR TERENDAH

- PEMASANGANNYA, SEDEKAT
MUNGKIN DENGAN GELAS DUGA
- POSISINYA :
10 CM DIATAS GARIS API
ATAU
15 CM DIATAS GARIS API UNTUK
KETEL DIKAPAL
PASAL 23

GELAS PEDOMAN

1. BILA DIPASANG PADA SATU KOLOM


BERSAMA, DIAMETERNYA YANG KE KETEL
50 MM JIKA DIPASANG SENDIRI-SENDIRI,
DIAMETERNYA 25 MM, KECUALI KETEL
KECIL
2. HARUS MEMPUNYAI KERAN KONTROL
3. PANJANG GELAS DUGA
- MINIMAL DAPAT MELIHAT AIR 60 MM DIATAS
GARIS API DAN 40 MM DIBAWAH GARIS API
- Ø MINIMAL 8 MM
- PEMASANGANNYA, PADA TEMPAT/ARAH
PENGAPIAN
PASAL 24

- UNIT RUMAH KERAN. BILA


TIDAK ADA KETENTUAN LAIN, HARUS
DIBUAT DARI : PERUNGGU, BAJA TUANG
LEMAH ATAU BAJA CAIR

- KERAN DENGAN PAKING DENGAN


DIAMETER PENYALUR > 30 MM HARUS
PAKAI BAUT PENJAMIN
PASAL 25

- PIPA PENGHUBUNG ANTARA PESAWAT UAP


HARUS PAKAI FLEXIBLE DAN KERAN
PASAL 26

- RUANGAN KETEL PADA KAPAL


PENUMPANG HARUS
TERPISAH DINDING BESI DENGAN
KAMAR PENUMPANG
PASAL 27

PEMADATAN KETEL UAP YANG DIANGGAP


BARU ATAU SETELAH REPARASI BERAT
P. KERJA P. UJI
≤ 5 KG/CM2 2X
> 5 < 10 +5
≥ 10 1,5 X

- HOLDIN TIME ± 15 MENIT


- TIDAK BOCOR & DEFORMASI
PASAL 28

- STEAM TEST BOLEH IYA BOLEH TIDAK


PASAL 29

- PENGUJIAN 1 SEBELUM DI TEMBOK,


UNTUK KETEL BERTEMBOK
PASAL 30

- WEWENANG PEMERIKSA SECARA JURIDIS


PASAL 31

1. KEWAJIBAN PEMERIKSA SETELAH


MEMERIKSA (MELAPOR)
2. WEWENANG KEPALA KANTOR UNTUK
MEMBERI/TIDAK MEMBERI IZIN
3. S/D 6 WEWENANG KEPALA KANTOR
UNTUK MENENTUKAN JENIS
PEMERIKSAAN PESAWAT UAP YANG DI
MUTASI
PASAL 32

- WEWENANG YANG DIMAKSUD


TERMASUK MASALAH PEMADATAN
Pasal 33

 Dalam praktek izin sementara


Pasal 34

 Akte izin terdiri


 Nama
 Tujuan,bentuk, ukuran, luas panggang
 Bahan
 Perlengkapan
 Tekana kerja
Pasal 35

 A.I .disimpan karna berharga


Pasal 36
Distribusi

 Pasal 37
 Distribusi
 Pasal 38
 Naik dok, bantun,tidah sesuai lagi
 Pasal39
Pasal 40

 1.Ketel Uap kapal 2 Tahun


 2.Lokomotif. 3 Tahun, palinga lama 9,
diulangi lagi 6 Tahun
 3. Pesawat uap berkala 2 Tahun, sekurang-
kurangnya 4 Tahun
Pasal 44

 Pengujian Ulang, Tekana Paling tinggi 3 Kg


 Agar menghindari dari kerusakan.
Pemeriksaan P.U.Baru
PEMADATAN KETEL UAP YANG DIANGGAP
BARU ATAU SETELAH REPARASI BERAT
P. KERJA P. UJI
≤ 5 KG/CM2 2X
> 5 < 10 +5
≥ 10 1,5 X

- HOLDIN TIME ± 15 MENIT


- TIDAK BOCOR & DEFORMASI
Pasal 47

 Mutasi Pesawat Uap


Pasal 48

 Mutasi dari asal pindah ke tempat lain


Pasal 49

 Ps.Uap 3 Tahun, tidak dipakai A.I dicabut


Pasal 50

 Dihubungkan pasal 29, 30


 Pergujian pertama dan Pemberian Akte izin
 distribusi