Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 11

KELAS B :

Kholfa Anisa NIM 16252989


Krisnawan Andiyanto NIM 16252990

Apa itu Konsolidasi Tanah?


 Kebijakan pertanahan berupa penataan kembali
penguasaan dan penggunaan serta usaha pengadaan
tanah untuk kepentingan pembangunan, untuk
peningkatan kualitas lingkungan dan pemeliharaan
sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif
masyarakat.
 (Pasal 1 ayat 1 ,PerKaBPN No.4 Tahun 1991) .
Tujuan Konsolidasi Tanah
( Pasal 2 ayat 1 ) PerKaBPN No 4 /1991

Tercapainya pemanfaatan tanah secara optimal,
melalui peningkatan efisiensi dan produktifitas
penggunaan tanah.

Mendorong partisipasi aktif


masyarakat dalam pembangunan
secara bersama-sama

Meningkatkan efisiensi penggunaan tanah dan


pemantapan kepastian hukum pemilik tanah
melalui penataan penggunaan dan penguasaan
tanah.
Hasil Dari Konsolidasi Tanah

 Tertatanya penggunaan, penguasaan dan pemilikan
tanah
 Terbangunnya sarana fisik lingkungan (jalan,
saluran, pertokoan, sarana pendidikan dan
kesehatan)
 Tersedianya ruang-ruang terbuka untuk keperluan
taman kota, rute dan ruang evakuasi;
 Adanya kepastian hukum atas kepemilikan tanah
bagi peserta konsolidasi tanah.


Penghambat Konsolidasi Tanah

Penertiban Konsolidasi Tanah

hendaknya mengedepankan

pencapaian efisiensi

produktifitas penggunaan
tanah
Hal-hal Penting Konsolidasi Tanah
di Masa Depan

 Pembuatan batas proyek konsolidasi dengan tidak
melanggar RTRW

 Pembuatan area fasilitas umum( taman bermain,


ruang terbuka hijau atau hutan kota)

 Mempertimbangkan aspek perlindungan


lingkungan
Penertiban pelaksanaan konsolidasi
tanah masa depan

 Proyek diusulkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan RTRW daerah, diperlukan adanya
informasi kepada semua pihak yang berkepentingan khususnya para pemilik lahan bahwa
sebagian dari tanahnya akan dibuat sarana penunjung seperti jalan, taman dan lainnya sehingga
tidak ada tuntutan di kemudian hari saat penerimaan tanda bukti hak dengan luasan yang
berkurang.

 Penggabungan peta-peta seperti peta ricikan yang berisi hasil pengukuran tanah sebelum
dikonsolidasi, peta rencana tata ruang wilayah, peta topografi yang terbaru digabungkan. Di
sinilah semua terlihat dari mana dan sampai mana batas konsolidasi tanah.

 Kemudian dibuat desain peta konsolidasi tanah berdasarkan batas terluar peta yang dibuat tadi
dengan membuat area penggunaan umum seperti jalan, taman bermain, tempat ibadah, sekolah
dan lainnya. Lalu sisanya dibagi kepada peserta konsolidasi tanah sesuai dengan rencana
pembagiannya. Adapun ketentuan dalam penentuan batas kepemilikan didasari bahwa:
 25% dari total lahan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan ruang publik lainnya.
 15% dari total lahan digunakan untuk sertifikasi, biaya legalisasi
 60% dari total lahan dikembalikan kepada pemilik lahan.

 Terakhir adalah mengenai pendistribusian tanah kepada peserta konsolidasi tanah yang berupa
sertipikat dan yang sebelum konsolidasi sudah sertifikat dilepaskan dahulu haknya baru
kemudian dia memperoleh hak baru setelah konsolidasi.
 KESIMPULAN

 Konsolidasi tanah di Indonesia hanya berfokus kepada penataan
batas bidang tanah atau rekonstruksi batas tapi tidak dengan
sarana pendukungnya.
 Pelaksanaan konsolidasi tanah paling utama adalah membuat
fasilitas umum berupa jalan, taman juga lahan terbuka hijau yang
kemudian diikuti oleh pendistribusian bidang-bidang tanahnya,

SARAN
Di kemudian hari diperlukan pelaksanaan konsolidasi tanah yang
lebih baik terutama dalam penataan daerah perkotaan maupun
pertanian guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat dengan
tersedianya pemukiman yang layak dengan tata kelola yang baik
sehingga dapat meningkatkan perekonomian, dan mengurangi
sengketa konflik di bidang pertanahan.

Terima Kasih