Anda di halaman 1dari 27

PERSIAPAN INSTRUMEN UNTUK

PERAWATAN LUKA STERIL, LUKA


INFEKSI,DAN LUKA GANGGREN

Kelompok 5

-Eva Ervianawati Hardianita NIM P27901117005


Muhamad Ali Muharom NIM P27901117019
Sari Saiba Ningrum NIM P27901117033
Pengertian Perawatan Luka
 Perawatan luka merupakan tindakan untuk
merawat luka dan melakukan pembalut dengan
tujuan mencegah infeksi silang (masuk melalui
luka) dan mempercepat proses penyembuhan
luka (Delmafildasari, 2013)
1. Luka bersih

2. Luka kotor

3. Luka Gangrene
1. Instrument Untuk Perawatan Luka Steril
PERALATAN

1. pinset anatomis (3)

4. kom kecil (3)


2. duk bolong (1)

3. kassa steril (8)

5. Bengkok (1)
10. Perekat non
6. Handscoon bersih (1) alergenik +
Gunting (1)

7. Handscoon steril (1) 11. Perlak + alas (1)

12. Pinset
8. Salep antibiotic cilurgis bersih
(1)

13. Pelepas perekat (mis :


9. Larutan Nacl (1)
alkohol atau minyak telon) (1)
14. skot

15. bengkok
RENCANA KEPERAWATAN

1. Hasil yang diharapkan dari prosedur yang ada :


• Tidak ada tanda-tanda infeksi, penutupan luka membaik
• Klien mengatakan nyeri berkurang
• Klien memahami tujuan & metode perawatan luka
2. Jelaskan prosedur pada klien
3. Jika klien mendapatkan terapi analgesik oral, berikan obat
tersebut 30 menit sebelum prosedur perawatan luka
IMPLEMENTASI
1. Komunikasi
2. Cuci tangan
3. Siapkan alat
4. Pertahankan privasi klien
5. Gunakan handscoon bersih
6. Lepaskan perekat dengan menggunakan pelepas perekat, bersihkan jika ada sisa
perekat
7. Angkat balutan pertama dengan pinset bersih
8. Cuci tangan steril
9. Gunakan handscoon steril
10. Angkat kassa kedua dengan pinset steril
11. Bersihkan luka
a.Satu kassa steril untuk setiap satu usapan
b.Prinsip pembersihan luka steril : dari area yang kurang terkontaminasi ke area
terkontaminasi / dari area luka menuju ke luar
12. Berikan salep antiseptic
13. Fiksasi luka dengan plester
14. Rapikan alat dan cuci tangan
EVALUASI

Identifikasi faktor-faktor penyembuhan luka klien :


a. Usia
b. Obesitas
c. Diabetes
d. Gangguan sirkulasi
e. Status nutrisi buruk
f. Obat-obatan imunosupresiv
g. Stress
h. Steroid
2. Instrument Untuk Perawatan Luka
Infeksi

A. Fase Prainteraksi
 Mengecek catatan medis dan perawatan.
 Cuci tangan.
 Menyiapkan alat-alat yang diperlukan sesuai
dengan kondisi luka.
Alat Steril
4. Gunting lurus.
1. Pinset anatomis.

5. Bak instrumen.
2. Pinset cirurgis

6. Kom tutup
3. Depper.
7. Arteri klem 11. Kassa steril

8. Gunting 12. Korentang


up heacting. beserta tempatnya

9. Perban gulung

10. Hand
scone steril
Alat Bersih
1. Bak instrumen. 5. Plester

6. perban gulung
2. Hand scone bersih atau elastis perban

3. Gunting perban
7. Kapas alkohol
dalam tempatnya
4. Pinset anatomi
bersih
Fase Interaksi

1. Memberikan salam terapeutik (Assalamu’alaikum


Bpk/Ibu).
2. Melakukan evaluasi/validasi (Bagaimana
perasaannya hari ini).
3. Melakukan kontrak (waktu, tempat & topik).
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan.
5. Menjaga privasi klien dengan memasang schrem
atau penghalang.
Fase Kerja

 Cuci tangan dan pasang sarung tangan bersih.


 Mengatur posisi pasien.
 Mempersiapkan dan meletakkan alat didekat pasien.
 Perawat mencuci tangan.
 Pasang alas/perlak dibawah luka.
 Letakkan bengkok dekat dengan area luka yang akan
dirawat.
 Gunakan pinset untuk mengangkat balutan lama,
sebelumnya jangan lupa menggunakan kapas alkohol
untuk membuka plester dan buang dalam bengkok.
 Bila balutan lengket pada luka, lepaskan dengan memberikan larutan steril.
 Lepaskan hand scone bersih.
 Set up peralatan, membuka peralatan steril & siapkan cairan yang
diperlukan.
 Kenakan hand scone steril.
 Inspeksi luka, perhatikan kondisinya, integritas jahitan, karakter drainase.
 Bersihkan luka dengan larutan NaCl 0,9% pegang kassa yang telah dibasahi
larutan NaCl dengan pinset. Gunakan kassa untuk sekali usap, bersihkan dari
daerah yang kurang terkontaminasi ke daerah yang terkontaminasi.
 Lakukan nekrotomi jika ada jaringan nekrosis.
 Membilas luka dengan larutan NaCl 0,9%.
 Gunakan kassa baru untuk mengeringkan luka atau insisi.
 Berikan obat jika dipesankan.
 Tutup luka dengan kassa steril yang telah diberi larutan steril lalu dilapisi lagi
dengan kassa kering.
 Lepaskan hand scone.
 Pasang plester.
 Bantu pasien untuk posisi yang nyaman.
 Rapikan alat-alat.
 Cuci tangan
Fase Terminasi

1. Mengevaluasi klien setelah ganti balutan.


2. Rencana tindak lanjut.
3. Kontrak untuk kegiatan selanjutnya.
4. Pendokumentasian kondisi luka
3. Instrument Untuk Perawatan Luka
Ganggren
 Alat Steril ( baki instrument berisi ) :
1. 1 Pinset anatomi
2. 2 pinset chirurgis
3. 1 klem arteri
4. 1 gunting jaringan
5. Kassa dan deppers steril secukupnya
6. Kom kecil untuk larutan 2 buah
7. Sarung tangan steril
8. Kapas lidi
Alat Steril
1. Pinset anatomi 5. Kassa dan deppers
steril secukupnya

6. Kom kecil untuk


2. pinset chirurgis larutan 2 buah

3. klem arteri
7. Sarung tangan
steril

4. gunting jaringan 8. Kapas lidi


Alat Tidak Steril
 Larutan NaCl 0,9 %
 Handscone bersih
 Pinset anatomi bersih
 Verban/plester hipoalergik
 Verban elastic, gunting verban
 Spuit 50 cc dan 10 cc
 Pengalas/perlak
 Tempat sampah atau kantong plastik, bengkok
 Antiseptik: Iodine (jika perlu), alkohol.
 Sampiran
 Masker, dan scort jika perlu
1. Larutan NaCl 0,9 5. Verban elastic,
% gunting verban

2. Handscone
bersih 6. Spuit 50 cc dan
10 cc

3. Pinset anatomi
7. Pengalas/perlak
bersih

4.
8. Tempat
Verban/plester
sampah atau
hipoalergik
kantong plastik,
bengkok
9. Antiseptik: Iodine (jika perlu), alkohol. 10. Masker, dan scort jika perlu

11. Sampiran
Prosedur pelaksanaan:
1. pasang sampiran
2. Atur posisi klien
3. Cuci tangan, gunakan sarung tangan bersih
4. Pasang pengalas
5. Letakkan bengkok atau kantong plastik di dekat klien
6. Buka balutan luka dengan menggunakan gunting verban. Bila balutan
lengket pada luka, basahi balutan yang menempel pada luka dengan NaCl 0,9%
dan angkat balutan dengan pinset secara hati-hati.
7. Kaji kondisi luka serta kulit sekitar luka:
 Lokasi luka dan jaringan tubuh yang rusak, ukuran luka meliputi luas dan
kedalaman luka (arteri, vena, otot, tendon dan tulang).
 Kaji ada tidaknya sinus
 Kondisi luka kotor atau tidak, ada tidaknya pus, jaringan nekrotik, bau pada
luka, ada tidaknya jaringan granulasi (luka berwarna merah muda dan
mudah berdarah).
 Kaji kulit sekitar luka terhdap adanya maserasi, inflamasi, edema dan
adanya gas gangren yang ditandai dengan adanya krepitasi saat melakukan
paplpasi di sekitar luka.
 Kaji adanya nyeri pada luka
8. Cuci perlahan-lahan kulit di sekitar ulkus dengan kasa dan air hangat,
kemudian keringkan perlahan-lahan dengan cara mengusap secara hati-
hati dgn kasa kering
9. Cuci tangan dengan alkohol atau air bersih
10. Ganti sarung tangan dengan sarung tangan steril
11. Bersihkan luka:
 Bila luka bersih dan berwarna kemerahan gunakan cairan NaCl 0,9%
 Bila luka infeksi, gunakan cairan NaCl 0,9% dan antiseptik iodne 10%
 Bila warna luka kehitama: ada jar. Nekrotik, gunakan NaCl 0,9%.
Jar.nekrotik dibuang dengan cara digunting sedikit demi sedikit
samapi terlihat jar.granulasi.
 Bila luka sudah berwarna merah, hindari jangan sampai berdarah
 Bila ada gas gangren, lakukan masase ke arah luka
12. Bila terdapat sinus lubang, lakukan irigasi dengan menggunakan NaCl
0,9% dengan sudut kemiringan 45 derajat sampai bersih. Irigasi sampai
kedalaman luka karena pd sinus terdapat banyak kuman
13. Lakukan penutupan luka:
- Bila luka bersih, tutup luka dengan 2 lapis kain kasa yang
telah dibasahi dengan NaCl 0,9% dan diperas sehingga kasa
menjadi lembab. Pasang kasa lembab sesuai kedalaman luka
(hindari mengenai jaringan sehat di pinggir luka), lalu tutup
dengan kain kasa kering dan jangan terlalu ketat.
- Bila luka infeksi, tutup luka dengan 2 lapis kasa lembab
dengan NaCl 0,9% dan betadin 10%, lalu tutup dengan kasa kering.
14. Bila pembuluh darah vena mengalami kerusakan , lakukan
kompresi dengan menggunakan verban elastis.
15. Mengatur pasien ke posisi yang nyaman dan memungkinkan
aliran darah ke perifer dan ke daerah luka tetap lancar, misalnya
dnegan cara elevasi tungkai bila luka berlokasi di tumit atau
telapak kaki.
16. Merapikan alat-alat
17. Membuka sarung tangan dan Mencuci tangan
18. Mengevaluasi
EVALUASI

1. Mencatat hasil tindakan perawatan luka pada


dokumen/catatan keperawatan
2. Perhatikan teknik asepthik dan antiseptik
3. Jaga privasi klien
4. Perhatikan jika ada pus / jaringan nekrotik
5. Catat karakteristik luka
tks

Anda mungkin juga menyukai