Anda di halaman 1dari 17

Materi Persidangan

Oleh : PMPB
Secara sederhana, sidang merupakan bentuk diskusi resmi yang
diikuti orang banyak untuk memutuskan sesuatu dengan
mekanisme-mekanisme yang jelas/teratur.
Mekanisme-mekanisme yang dibuat dan diberlakukan di sidang
bertujuan agar sidang yang dilakukan berjalan aman, aspiratif, dan
demokratis. Oleh karena itu aturan main sidang harus jelas.
Sidang atau persidangan adalah salah satu kelengkapan organisasi
yang mutlak harus dimiliki oleh setiap organisasi dimanapun dan
apapun, karena ditangan persidangan inilah arah dan tujuan
organisasi tersebut ditentukan. Melalui sidang pulalah baik
buruknya sebuah laju organisasi dapat dievaluasi, sehingga lazimnya
bagi sebuah organisasi, sidang memiliki kekuatan hukum tertinggi
dibandingkan dengan kelengkapan organisasi yang lainnya.
Prinsip-prinsip persidangan
 Adanya pokok masalah kasus
 Persidangan harus terencana dengan baik
 Persidangan harus dilandaskan sikap baik
 Persidangan harus dihindarkan dari kepentingan pribadi
 Persidangan harus komunikasi baik untuk mencapai mufakat
Jenis Persidangan
1. Sidang Pleno
 Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau
Permusyawaratan
 Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang
 Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang
berhubungan dengan Permusyawaratan

2. Sidang Paripurna
 Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau
Permusyawaratan
 Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang
 Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang
berhubungan dengan Permusyawaratan
3. Sidang Komisi
 Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi
 Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang
ditentukan oleh Sidang Pleno
 Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang
Sekretaris Sidang Komisi
 Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam
Komisi tersebut
 Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari
Komisi yang bersangkutan
Syarat-Syarat / Unsur-Unsur Persidangan

 Tempat / Ruang sidang


 Waktu sidang
 Acara sidang
 Pimpinan dan sekretaris sidang
 Peserta sidang
 Perlengkapan sidang
 Tata tertib sidang
 Kesimpulan/ keputusan sidang
ATURAN PERSONALIA SIDANG
Peserta
Hak peserta:
 Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan
mengajukan usulan kepada pimpinan baik secara lisan maupun
tertulis
 Hak Suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan
keputusan
 Hak Memilih, adalah hak untuk menentukan pilihan dalam proses
pemilihan
 Hak Dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan
Kewajiban peserta:
 Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
 Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
ATURAN PERSONALIA SIDANG
Peninjau
Hak Peninjau:
 Hak Bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan
pendapat dan mengajukan usulan kepada pimpinan baik
secara lisan maupun tertulis
Kewajiban Peninjau:
 Mentaati tata tertib persidangan/permusyawaratan
 Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
ATURAN PERSONALIA SIDANG
Presidium Sidang
 Presidium Sidang dipilih dari dan oleh peserta
Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu
oleh Panitia Pengarah
 Presidium Sidang bertugas untuk memimpin dan
mengatur jalannya persidangan seperti aturan yang
disepakati peserta
 Presidium Sidang berkuasa untuk memimpin dan
menjalankan tata tertib persidangan
Syarat-syarat Presidium Sidang
 Mempunyai sifat leadership, bijaksana dan bertanggung
jawab
 Memiliki pengetahuan yang cukup tentang persidangan
 Peka terhadap situasi dan cepat mengambil inisiatif dalam
situasi kritis
 Mampu mengontrol emosi sehingga tidak terpengaruh
kondisi persidangan
ETIKA SIDANG
Ketukan Palu Sidang
1 kali :
 tanda pengesahan kesepakatan.
 Skorsing pendek.
 menyerahkan dan menerima forum sidang.
2 kali :
 tanda pending.
 Skorsing panjang.
3 kali :
 untuk membuka dan menutup sidang.
 mengesahkan ketetapan final
TATA TERTIB DAN SANKSI
 TATA TERTIB
Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh
peserta pada saat persidangan dengan memperhatikan aturan
umum organisasi dan nilai-nilai universal dimasyarakat.

 SANKSI-SANKSI
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang
ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan
sanksi dengan mempertimbangkan saran, dan usulan peserta.
INTERUPSI
Interupsi adalah menyela atau meminta waktu kepada pimpinan sidang
untuk berbicara dan menemukakan pendapat.
Dalam persidangan, umumnya terdapat beberapa jenis tingkatan
interupsi, yaitu :
 Interupsi point of order (meminta kesepakatan untuk berbicara
 Interupsi Point of information (meminta atau memberikan penjelasan
 Interupsi point of clarification (minta diperjelas)
 Interupsi point of personal/previllage (permintaan untuk pembersihan
nama)
Keterampilan Memimpin sidang
 Harus mampu memberi bimbingan dan tegas.
 Harus diterima oleh para peserta sidang sebagai pemimpin, baik karena
kemampunnya dan pengetahuannya tentang tugas pokok organisasi,
maupun karena kemampuannya memelihara hubungan yang baik dengan
orang lain.
 Berbicara to the point dan tidak boleh mendominasi pembicaraan.
 Mempunyai integritas, kemauan dan kerelaan untuk memberikan
kesempatan berbicara kepada orang lain sebanyak mungkin. Selain itu
pemimpin sidang harus juga mempunyai pendirian yang tetap,
konsekuen , dan tidak mudah terombang- ambing oleh suasana
sekelilingnya.
 Mempunyai ketrampilan yang tinggi dan sistematis dalam memecahkan
masalah.
SIMULASI SIDANG !!!