Anda di halaman 1dari 4

Kontusio Paru

• Kontusio Paru adalah suatu keadaan dimana


terjadi perdarahan alveolar dan rusaknya
parenkim paru tanpa ada robekan pada
jaringan paru. Kontusio biasanya terjadi
setelah trauma tumpul pada dada. Hal ini
akan mengakibatkan akumulasi darah dan
cairan lainnya pada jaringan paru.

• Ganie FA, Lone H, Lone GN, et al. Lung Contusion: A Clinico-Pathological Entity with Unpredictable Clinical Course . Bulletin of Emergency &
Trauma. 2013;1(1):7-16.
• Požgain Z, Kristek D, Lovrić I, Kondža G, Jelavić M, Kocur J, Danilović M. Pulmonary contusions after blunt chest trauma: clinical significance
and evaluation of patient management. Eur J Trauma Emerg Surg. 2017 Nov 22.
Gejala Klinis

• Gangguan pada pertukaran udara pada alveolar, dapat


menyebabkan penurunan saturasi oksigen, penurunan
konsentrasi oksigen pada darah arteri, sianosis dan
dyspnea. Pasien bisa mengalami takipnea dan bahkan bisa
mengalami takikardi, pada kontuisi yang berat.
• Pada saat aukultasi , dapat ditemukan suara napas yang
rendah. Dapat ditemukan gejala wheezing, batuk,
bronkokorea dan ditemukannya darah pada sputum pada
beberapa kasus. Hipotensi dan penurunan cardiac output
juga dapat terjadi. Respiratory distress karena hipoxia dan
hiperkarbia mencapai puncaknya pada 72 jam.

Ganie FA, Lone H, Lone GN, et al. Lung Contusion: A Clinico-Pathological Entity with Unpredictable Clinical
Course . Bulletin of Emergency & Trauma. 2013;1(1):7-16
Efusi Pleura
• Efusi pleura adalah kumpuan cairan abnormal
pada cavum pleura, yang biasanya terjadi
karena produksi cairan berlebihan atau
penurunan absorbsi limfatik.

Diaz-Guzman E, Dweik RA. Diagnosis and management of pleural effusions: a practical


approach. Compr Ther. 2007 Winter. 33(4):237-46. [Medline].
Gejala Klinis
• Gejala klinis dari efusi pleura bergantung pada jumlah cairan
yang ada dan penyebab yang mendasarinya. Banyak pasien
yang tidak memiliki gejala pada saat efusi pleura ditemukan
Gejala lain yang mungkin antara lain , nyeri dada pleuritik,
dyspnea, batuk non produktif yang kering. Nyeri dada dapat
berhubungan dengan efusi pleura akibat inflamasi pleura
pada pleura parietal yang merupakan akibat dari gesekan
antara dua permukaan pleura. Nyeri pleuritik dapat
dilokalisasi atau menjalar. Rasa nyerinnya biasanya tajam dan
dieksaserbasi oleh pergerakan permukaan pleura , inspirasi
dalam, batuk dan bersin.

Karkhanis VS, Joshi JM. Pleural effusion: diagnosis, treatment, and management. Open
Access Emergency Medicine : OAEM. 2012;4:31-52. doi:10.2147/OAEM.S29942.