Anda di halaman 1dari 35

Presentasi Kasus

CA MAMMAE

Intani Kurnia Savitri


G4A016114
Identitas pasien

• Nama : Ny. W
• Umur : 55 tahun
• No CM : 02048687
• Jenis kelamin : Perempuan
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Tanggal Lahir : 27 September 1962
• Alamat : Kober 011/006 Purwokerto Barat
• Berat Badan : 52 kg
• Tinggi Badan : 150 cm
• Diagnosis : tm mamae dextra
• Tanggal masuk RS : 5 April 2018
• Tanggal Operasi : 12 April 2018
Anamnesis Pasien

RPS
Pasien datang dengan keluhan benjolan pada
payudara kanan, benjolan diketahui sejak 1
tahun yang lalu sebesar ibu jari, semakin lama
semakin membesar, benjolan terasa tidak sakit,
terasa keras, batuk (+), pilek (-), nyeri ulu hati
(+), sesak (-), demam (-), mual (+), muntah (-),
BAB (+) normal, BAK (+) normal
 RPD
riw asma (-), maag (+) DM (-) , sesak nafas (-),
jantung (-), pingsan (-), HT (-), hepatitis (-), alergi
makanan (-), alergi obat (-), riw op (-).
 RPK
asma (-), diabetes (-), jantung (-), hipertensi (-),
gangguan pembekuan darah (-), tm mamae (-)
Pemeriksaan Fisik

 Kepala :
Mata : konjungtiva anemis (-/-),sklera ikterik (-/-)
Telinga/Hidung : discharge (-)
Mulut dan gigi : dbn
Lain-lain : dbn
 Leher :
Massa di leher (-), deviasi trakea (-), gerak leher
(mobile)
Tyroid : dbn
 Thoraks:
Paru : SD ves +/+, wh -/-, rbk -/-, rbh -/-
Jantung : S1>S2 irreguler, gallop (-), murmur (-)
Abdomen :
Datar, BU(+)N, NT (+) regio epigastrik
Hepar/lien : teraba tidak besar
Punggung : dbn
C. Vertevrae : dbn
Ginjal : dbn
 Ekstremitas
Superior : Akral hangat(+/+), edema (-/-)
Inferior : akaral hangat (+/+), edema (-/-)
Pemeriksaan limphonodi : dalam batas normal
 Pemeriksaan turgor kulit : <2 detik
 Status lokalis : Regio mamae dekstra berukuran 4x5 cm, lokasi
superomedial, konsistensi keras, permukaan tidak rata, batas
tegas, NT (-).
Pemeriksaan Penunjang

 Laboratorium 5/04/2018
Darah Lengkap
Hb : 16.6 H
Leukosit : 12720 H
Hematokrit : 51 H
Eritrosit : 5.6x10^6 H
Trombosit : 267.000
GDS : 71
Natrium : 141 mmol/L
Kalium : 4,8 mmol/L H
Klorida : 101 mmol/L
Kalsium : 9,4 mg/dL
Pemeriksaan Penunjang

 HASIL USG RSMS 7/04/18


KESAN:
- Massa solid bentuk lobulated tepi
spiculated orientasi taller than wider
pada jam 2/5 cm dari papilla mammae
kanan (ukuran ±2.95x3.35 cm) 
highly sugestive og malignancy (Bi rads
mass US 5)
- Tak tampak massa pada mamme kiri
- Multiple limfadenopati non reaktif
pada regio axilla kanan (ukuran
terbesar sekitar 3.17x1.85 cm)
FOLLOW UP POST OP

Tanggal 23/07/2017
 Subjektif : nyeri cenut-cenut dibekas operasi, masih
terasa lemas, belum bisa kencing
 Objektif :
Pemeriksaan tanda vital :
GCS : 15 RR : 18
TD : 120/70 S : 36
Nadi : 70
Pemeriksaan Fisik

Kepala :
Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
Telinga/Hidung : discharge (-)
Mulut dan gigi : dbn
Lain-lain : dbn
Leher :
Massa di leher (-), deviasi trakea (-), gerak leher
(mobile)
Tyroid : dbn
 Thoraks:
Paru : SD ves +/+, wh -/-, rbk -/-, rbh -/-
Jantung : S1>S2 irreguler, gallop (-), murmur (-)
 Abdomen :
Datar, BU(+)N, NT (-)
Hepar/lien : teraba tidak besar
Punggung :
C. Vertevrae : dbn
Ginjal : dbn
 Ekstremitas
Superior : Akral hangat(+/+), edema (-/-)
Inferior : akaral hangat (+/+), edema (-/-)
Pemeriksaan limphonodi : dalam batas normal
 Pemeriksaan turgor kulit : <2 detik
 Status lokalis : Regio mamae dekstra berukuran
4x5 cm, lokasi superomedial, konsistensi keras,
permukaan tidak rata, batas tegas, NT (-), luka
post op dengan kassa (+)
TINJAUAN PUSTAKA

• Definisi
Kanker payudara adalah tumor yang berasal dari kelenjar
payudara. Termasuk saluran kelenjar air susu dan jaringan
penunjangnya yang tumbuh inlfitratif, destruktif, serta dapat
bermetastase (Suryana, 2008).
• Epidemiologi
Kanker payudara adalah salah satu kanker paling umum di
Amerika Serikat lebih dari 160.000 wanita mengalami
kanker ini setiap tahun dan 40.000 perempuan meninggal
setiap tahun karena keganasan ini. Risiko meningkat
dengan usia, dan meningkat pesat saat menopouse. Risiko
besar terjadi pada wanita usia 60 tahun ke atas, dan
memiliki kesempatan 3-4% menderita
• ETIOLOGI
Faktor risiko yang tidak dapat diubah
o Umur
o Menarche usia dini
o Menopause usia lanjut
o Riwayat keluarga
o Riwayat kanker payudara
Faktor risiko yang dapat diubah
• Riwayat kehamilan
• Obesitas dan konsumli lemak tinggi
• Penggunaan hormon dan kontrasepsi oral
• Diet
• Konsumsi Alkohol
• Gejala klinis kanker payudara
o Benjolan pada payudara, keras atau lembut.
o Nyeri, yang bervariasi dengan siklus haid dan independen
dari siklus haid.
o Perubahan pada kulit payudara :
 Skin dimping
 Skin ulcer
 Peau d’orange
o Gangguan puting :
 Puting tertarik kedalam
 Eksim (ruam yang melibatkan puting atau areola atau keduanya)
 Putting discharge
• Klasifikasi histopatologi kanker payudara
1. Non Invasive carcinoma
a. Ductal carcinoma in situ/ intraductal cancer, merujuk pada sel
kanker yang telah terbentuk dalam saluran dan belum menyebar.
Saluran menjadi tersumbat dan membesar seiring bertambahnya
sel kanker di dalamnya
DCIS muncul dengan dua tipe sel:
– Tipe pertama, dengan perkembangan lebih lambat, terlihat lebih
kecil dibandingkan sel normal  solid, papillary atau cribiform
– Tipe kedua bersifat progresif di awal perkembangannya, terlihat
sebagai sel yang lebih besar dengan bentuk tak beraturan 
comedeonecrosis
b. Lobular carcinoma in situ
Bermula dari kelenjar yang memproduksi air susu, tetapi tidak
berkembang melewati dinding lobulus. Mengacu pada
National Cancer Institute, Amerika Serikat, seorang wanita
dengan LCIS memiliki peluang 25% munculnya kanker invasive
(lobular atau lebih umum sebagai infiltrating ductal
carcinoma) sepanjang hidupnya.
2. Invasive Carcinoma
a. Paget’s disease dari papilla mammae
Seringnya muncul sebagai erupsi eksim kronik dari papilla
mammae, dapat berupa lesi bertangkai, ulserasi, atau
halus. Patognomonis dari kanker ini adalah terdapatnya sel
besar pucat dan bervakuola (Paget's cells) dalam deretan
epitel. Terapi pembedahan untuk Paget's disease meliputi
lumpectomy, mastectomy, atau modified radical
mastectomy, tergantung penyebaran tumor dan adanya
kanker invasif.
b. Invasive ductal carcinoma
– Adenocarcinoma with productive fibrosis (scirrhous,
simplex, NST) (80%).
– Medullary carcinoma (4%)
– Mucinous (colloid) carcinoma (2%)
– Papillary carcinoma (2%)
– Tubular carcinoma (2%)
c. Invasive lobular carcinoma (10%)
Gambaran histopatologi meliputi sel-sel kecil dengan inti yang
bulat, nucleoli tidak jelas, dan sedikit sitoplasma.Pewarnaan
khusus dapat mengkonfirmasi adanya musin dalam
sitoplasma, yang dapat menggantikan inti (signet-ring cell
carcinoma). Seringnya multifokal, multisentrik, dan
bilateral.Karena pertumbuhannya yang tersembunyi sehingga
sulit untuk dideteksi.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
• Adanya benjolan di aksila atau
• Keluhan di payudara dan aksila dileher/supraklavikula (pembesaran KGB
• Adanya benjolan padat aksila, supraklavikula)
• Ada tidaknya rasa nyeri • Edema lengan disertai adanya benjolan
• Kecepatan tumbuh di payudara atau aksila ipsilateral
• Niiple discharge • Keluhan ditempat lain (berhubungan
• Retraksi papila mama dengan metastasis)
• Krusta dan eksim yang tidak sembuh • Nyeri tulang yang terus-menerus dan
pada areola atau papila mama dengan semakin berat (di daerah vertebra,
atau tanpa masa tumor pelvis, femur)
• Kelainan kulit di atas tumor • Rasa sakit, “nek” dan “penuh” di ulu
hati
• Perubahan warna kulit
• Batuk kronis dan sesak nafas
• Pemeriksaan fisik
Status generalis dihubungkan dengan performance status :
karnofsky score, WHO/ECOG score.
• Status lokalis
– Pemeriksaan payudara kanan dan kiri (ipsilateral dan kontralateral)
– Masa tumor
– Lokasi (kuadran)
– Ukuran (diameter terpanjang, untuk volume tumor -> MRI)
– Konsitensi
– Permukaan tumor
– Bentuk dan batas tumor
– Jumlah tumor (yang palpable)
– Fiksasi pada “kulit”, “muskulus pektoralis”, “dinding toraks”
• Papila mama
– Retraksi
– Erosi
– Krusta
– Eksim
– Discharge (ipsilateral, satu muara, bloody)
– KGB regional
• KGB aksila, palpable, ukuran, konsistensi, konglomerasi, fiksasi satu
dengan lain atau dengan jaringan sekitar
– KGB infra-klavikula, penilaian sama dengan atas
– KGB supra-klavikula, penilaian sama dengan diatas
– Pemeriksaan organ yang menjadi tempat dicurigai terjadi metastasis
– Tergantung lokasi organ (paru, hati, tulang, cerebral)
Pemeriksaan Radio-Diagnostik/ Oncologic Imaging
• Diharuskan (recommended)
– Mamografi USG mam (untuk keperluan diagnostik dan staging)
– Foto toraks
– USG abdomen (hati)
• Optional (atas indikasi)
– Bone scanning (diameter KGB >5cm, T4/LABC, klinis dan sitologi
mencurigakan
– Bone Survey, sama dengan diatas, dan tidak tersedia fasilitas
untuk bone scan
– CT scan
– MRI (Penting untuk evaluasi “volume tumor’)
• Pemeriksaan histopatologi (Gold standard diagnostic)
– Streotactic biopsy dengan bantuan USG atau mammogram
pada lesi nonpalpabel
– Core neddle biopsy (micro-specimen)
– Biopsi insisional untuk tumor
– KPD operabel dengan diameter >3cm , sebelum operasi
definitif
– Inoperabel -> diagnosis, faktor prediktor dan prognostik
– Biopsi eksisional
– Spesimen mastektomi disertai pemeriksaan KGB regional
Pemeriksaan laboratorium
• informasi kemungkinan adanya metastasis (transaminase,
alkali-fosfatase, kalsium darah, penanda tumor “CA 155-3,
CEA”).
• Pemeriksaan enzim transaminase untuk memperkirakan
adanya metastasis pada liver, sedangkan alkali fosfatase dan
kalsium untuk memprediksi adanya metastasis pada tulang.
Pemeriksaan kadar kalsium darah rutin dikerjaan pada kanker
payudara stadium lanjut dan merupakan keadaan onkologis
yang mmerlukan pengobatan segera.
Skrining
• Wanita berumur ≥ 40 tahun, dianjurkan setiap tahun.
• Wanita berumur 20-30 tahun, dianjurakan setiap 3 tahun.
• Umur 20 tahun Sadari untuk kemudian melakukan konsultasi ke dokter
bila menemukan kelainan.
• Wanita yang berisiko tinggi (>20%) harus melakukan pemeriksaan MRI dan
mammogram setiap tahun.
• Wanita yang risiko sedang (15-20%) harus melakukan mammogram setiap
tahun, dan konsultasi ke dokter apakah perlu disertai pemeriksaan MRI
atau tidak.
• Wanita yang risiko rendah (<15%) tidak perlu pemeriksaan MRI periodik
tiap tahun.
PENATALAKSANAAN
• Terapi seacara pembedahan
– Mastektomi partial (breast conservation)
– Modified Radical Mastectomy
• Terapi secara medikalis (non-pembedahan)
– Radioterapi
• Kemoterapi adjuvan
• Neoadjuvant chemotherapy
• Terapi anti-estrogen
• Terapi antibodi anti-HER2/neu
• Pembedahan
– Terapi bedah terutama untuk kanker payudara stadium awal. Tipe pembedahan :
– Mastektomi radikal
– Modifed Radical Matetomy (patey ->memotong m.pectoralis minor untuk dapat melakukan diseksi axilla
sampai level 3)
– Modifed Radical Mastectomy (unchinclos & maaden ->mempertahankan m.pectoralis mayor dan minor)
– Mastektomi simple (Mc Whirter) ditambah radioterapi terutama pada axilla
– BCS (Breast Conserving Suregery) ->eksisi tumor primer dengan atau tanpa diseksi axilla dan radioterapi.
PROGNOSIS
Survival rates untuk wanita yang didiagnosis karsinoma
mammae antara tahun 1983-1987 telah dikalkulasi
berdasarkan pengamatan, epidemiologi dan hasil akhir
program data, didapatkan bahwa angka 5-year survival untuk
stadium I adalah 94%, stadium IIa 85%, IIb 70%, dimana pada
stadium IIIa sekitar 52%, IIIb 48% dan untuk stasium IV adalah
18%.
TERIMAKASIH 