Anda di halaman 1dari 19

TUGAS BIOETIKA

Pembimbing : Oleh :
dr. Meivy Isnoviana, SH Khusnul Abidin
17710139
KASUS 1
Laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke salah satu rumah sakit di
surabaya, pasien tersebut datang dengan gejala demam dan diare kurang lebih 6
hari, selain itu pasien menderita sariawan sudh 3 bulan yang tidak kunjung sembuh
dan mengalami penurunan BB secara berangsur – rangsung. Smula pasien tersebut
gemuk tapi 3 bulan terakhir berat badanya turun 10 kg dari BB semula. Pasien ini
merupakan supir truck yang sering pergi keluar kota karena tuntutan pekerjaan
bahkah jarang pulang, kadang pulang dua minggu sekali ataupun satu bulan
sekali. Pasien tersebut masuk igd kemudian dari dokter jaga untuk diopname
diruang penyakit dalam karena kondisi yang sudah sangat lemas, keesokan harinya
dokter yang menanggani melakukan visite kepada pasien tersebut, dan memeberi
advice untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pasien yang ingin tahu sekali
tentang penyakitnya meminta kepada dr. tersebut untuk segera memberitahu
tentang penyakitnya. Sore hari pukul 16.00 wib hasil lab mengatakan bahwa
pasien tersebut positif terjangkit HIV/AIDS, kemudian dokter tsb menyuruh perawat
untuk memanggil keluarga pasien menjelaska tentang kondisi pasien dan
penyakitnya, keluarga terlihat kaget dan bingung, keluarga meminta kepada
dokter untk tidak memberitahu penyakitnya kepada pasien, keluarga pasien takut
pasien akan frustasi dan tidak mau menerima kondisinya dan merasa dikucilkan kan
oleh masyarakat dan dokter tidak mnyetujui permintaan keluarga pasien .
BENEFICENCE
No Kriteria Ada Tidak ada

1 Mengutamakan altruism 
2 Menjamin nilai pokok harkat & martabat manusia 
3 Memandang pasien/keluarga/sesuatu tak hanya sejauh menguntungkan 
dokter
4 Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan 
dengan keburukannya
5 Paternalisme bertanggung jawab/berkasih sayang 
6 Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7 Pembatasan goal-based 
8 Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9 Minimalisasi akibat buruk 
10 Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11 Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12 Tidak menarik honorarium di luar kepantasan
13 Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14 Mengembangkan profesi secara terus-menerus
15 Memberikan obat berkhasiat namun murah
16 Menerapkan Golden Rule Principle 
NON MALEFICENCE
No Kriteria Ada Tidak
ada
1 Menolong pasien emergensi 
2 Kondisi untuk menggambarkan kriteria ini adalah: 
 Pasien dalam keadaan amat berbahaya (darurat)/ beresiko hilangnya sesuatu
yang penting (gawat)

 Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut

 Tindakan dokter tersebut terbukti efektif
 Manfaat bagi pasien > kerugian dokter (hanya mengalami resiko minimal) 
3 Mengobati pasien yang luka 
4 Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia) 
5 Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien 
6 Tidak memandang pasien sebagai objek 
7 Mengobati secara tidak proporsional 
8 Tidak mencegah pasien dari bahaya 
9 Menghindari misrepresentasi dari pasien 
10 Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian 
11 Tidak memberikan semangat hidup 
12 Tidak melindungi pasien dari serangan 
13 Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan/kerumahsakitan yang 
merugikan pihak pasien/keluarganya
AUTONOMY
No Kriteria Ada Tidak ada
1 Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat 
pasien
2 Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada 
kondisi elektif)
3 Berterus terang 
4 Menghargai privasi
5 Menjaga rahasia pasien 
6 Menghargai rasionalitas pasien 
7 Melaksanakan informed consent 
8 Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan 
sendiri
9 Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien 
10 Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat 
keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri
11 Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non 
emergensi
12 Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13 Menjaga hubungan (kontrak) 
JUSTICE
No Kriteria Ada Tidak ada
1 Memberlakukan segala sesuatu secara universal 
2 Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 

3 Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 

4 Menghargai hak sehat pasien (affordability, equality, accessibility, availability, 


quality)
5 Menghargai hak hukum pasien 
6 Menghargai hak orang lain 
7 Menjaga kelompok yang rentan (paling dirugikan) 
8 Tidak melakukan penyalahgunaan 
9 Bijak dalam makro alokasi 
10 Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien 

11 Meminta partisipasi pasien sesuai dengan kebutuhan pasien 

12 Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) secara 


adil
13 Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 

14 Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah/tepat 

15 Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan kesehatan 

16 Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status sosial, dll 
4 BOX METHOD
Medical Indications Client Preferences
 Apakah pasien memiliki kemampuan
 Apakah tergolong akut, kronis, kritis untuk memutuskan ? Iya
ataupun darurat? kronis  Jika iya, apakah pasien sudah diberi
 Tujuan akhir dari pengobatan ? penjelasan secara cukup dan
Kesembuhan pasien dan membuat pasien
dimengerti ? Sudah
merasa ditemani dihargai dan disayangi
tanpa rasa dikucilkan  Jika tidak, siapa yang berhak
 Rencana jika saja pengobatan atau menggantikan ?
tindakan mengalami kegagalan ? Evaluasi  Apakah terdapat persetujuan tindakan
berdasarkan guideline dan konsultasi dr terlebih dahulu? Iya
spesialis
 Keuntungan tindakan yang diambil ? Pasien
sembuh
 Bagaimana resikonya jika tindakan medis
tidak dilakukan ? pasien tidak sembuh,
dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi
lebih lanjut hingga kematian
Quality of Life Contextual Features
 Apakah pasien dapat terselamatkan ?
Dapat  Apakah ada hubungan antara keadaan
 Bagaimana perasaan pasien setelah sosial ekonomi pasien dalam mengambil
dilakukan pengobatan ? Biasa saja keputusan pengobatan ? Tidak ada
 Apakah value yang didapatkan oleh
PRIMA FACIE YANG DIPILIH DOKTER :
AUTONOMI

Dokter memberikan keputusan tindakan medis sepenuhnya kepada


pasien berdasar hasil musyawarah dengan pihak keluarga.
Dasar Hukum
Undang-undang RI No.23 Tahun 1992
Pasal 52 d :
Menolak tindakan medis
Permenkes No.585 Pasal 8 :
Jika pasien sudah dewasa (sudah berumur 21 tahun atau
sudah pernah menikah) dan sehat akalnya maka yang berhak
memberikan persetujuan adalah pasien yang bersangkutan. Jika
pasien belum dewasa atau tidak sehat akalnya maka yang
berhak adalah orang tuanya atau walinya sebab mereka dianggap
tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum
 EXCELLENCE
 Tidak ada hubungannya antara prinsip ini dan kasus

 ALTURISM
 Pasien diberikan perawatan

 ACCOUNTABILITY
 Dokter bertanggung jawab kepada pasien karena menjelaskan secara baik dan lengkap
tentang keadaan pasien sekarang. Dokter juga menganjurkan tindakan medis yang diperlukan
pasien.

 DUTY
 Dokter mengutamakan kesehatan pasien dengan memberikan pilihan tindakan medis terbaik
yang ada.

 HUMANITY
 Dokter menyerahkan keputusan pada pasien

 RESPECT FOR OTHER


 Dokter mengharagai dan menghormati otonom pasien
ORDINARY DAN EXTRAORDINARY
Keputusan yang diambil dokter tersebut menawarkan harapan atau
perbaikan keadaan yang wajar yang dapat diperoleh atau dilakukan
tanpa merugikan atau ketidak nyaman oranga lain. Namun bila dokter
menggambil keputusan dari keluarga pasien maka termasuk kasus
extraordenary karena keputusan yang dimabil tidak menawarkan
harapan dan keadaan yang wajar dan malah merugikan orang sekitar.
KASUS 2
Seorang bapak-bapak usia 50th datang ke salah satu prakter dokter,
sebut saja dr. x mengeluh sering mengalami nyeri sendi, setelah dilakukan
pemeriksaan oleh dr. x pasien didiagnosa mengalami peradangan asam urat
(gout atritis) kemudian dr. x menulis resep untuk pasien tersebut. Dimana pasien
diberikan 3 macam obat yaitu Renadinac 50mg (Na diclofenak 50mg), Grazeo
20mg (piroxicam 20mg), dan opistan 500 (asan mefenamat 500mg) dengan
aturan pakai ketganya 3x sehari. Dr. x meyakini dengan memberikan obat
tersebut nyeri pada pasien tersebut akan bekurang dengan signifikan atau
bahkan menghilang tanpa melihat bagaimana efek samping dari obat
tersebut. Dimana kita ketahui ketiga jenis obat tersebut termasuk dalam
kategori obat OAINS dimana masing masing obat tersebut mempunyai efek
samping merusak dinding lambung, bahkan salah satu obat yaitu piroxicam
mempunya durasi lama sehingga pemakian cukup 1x sehari namun pada kasus
ini diberikan 3x sehari.
BENEFICENCE
No Kriteria Ada Tidak ada

1 Mengutamakan altruism 
2 Menjamin nilai pokok harkat & martabat manusia 
3 Memandang pasien/keluarga/sesuatu tak hanya sejauh menguntungkan 
dokter
4 Mengusahakan agar kebaikan/manfaatnya lebih banyak dibandingkan 
dengan keburukannya
5 Paternalisme bertanggung jawab/berkasih sayang 
6 Menjamin kehidupan baik minimal manusia 
7 Pembatasan goal-based 
8 Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien 
9 Minimalisasi akibat buruk 
10 Kewajiban menolong pasien gawat darurat 
11 Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan 
12 Tidak menarik honorarium di luar kepantasan
13 Maksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan 
14 Mengembangkan profesi secara terus-menerus 
15 Memberikan obat berkhasiat namun murah 
16 Menerapkan Golden Rule Principle 
NON MALEFICENCE
No Kriteria Ada Tidak ada

1 Menolong pasien emergensi


2 Kondisi untuk menggambarkan kriteria ini adalah:
 Pasien dalam keadaan amat berbahaya (darurat)/ beresiko hilangnya sesuatu
yang penting (gawat)
 Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut
 Tindakan dokter tersebut terbukti efektif 
 Manfaat bagi pasien > kerugian dokter (hanya mengalami resiko minimal) 
3 Mengobati pasien yang luka 
4 Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia) 
5 Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien 
6 Tidak memandang pasien sebagai objek 
7 Mengobati secara tidak proporsional 
8 Tidak mencegah pasien dari bahaya 
9 Menghindari misrepresentasi dari pasien 
10 Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian 
11 Tidak memberikan semangat hidup 

12 Tidak melindungi pasien dari serangan 


13 Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan/kerumahsakitan yang 
merugikan pihak pasien/keluarganya
AUTONOMY
No Kriteria Ada Tidak ada
1 Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat 
pasien
2 Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi 
elektif)
3 Berterus terang 
4 Menghargai privasi 
5 Menjaga rahasia pasien 
6 Menghargai rasionalitas pasien 
7 Melaksanakan informed consent 
8 Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan 
sendiri
9 Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien 
10 Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat 
keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri
11 Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus 
non emergensi
12 Tidak berbohong ke pasien meskipun demi kebaikan pasien 
13 Menjaga hubungan (kontrak) 
JUSTICE
No Kriteria Ada Tidak ada
1 Memberlakukan segala sesuatu secara universal 
2 Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan 

3 Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama 

4 Menghargai hak sehat pasien (affordability, equality, accessibility, availability, quality) 

5 Menghargai hak hukum pasien 


6 Menghargai hak orang lain 
7 Menjaga kelompok yang rentan (paling dirugikan) 
8 Tidak melakukan penyalahgunaan 
9 Bijak dalam makro alokasi 
10 Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien 

11 Meminta partisipasi pasien sesuai dengan kebutuhan pasien 

12 Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) secara adil 

13 Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten 

14 Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah/tepat 

15 Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/gangguan kesehatan 

16 Tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status sosial, dll 
4 BOX METHOD
Medical Indications Client Preferences
 Apakah tergolong akut, kronis, kritis  Apakah pasien memiliki kemampuan
ataupun darurat? akut untuk memutuskan ? Iya
 Tujuan akhir dari pengobatan ?  Jika iya, apakah pasien sudah diberi
Kesembuhan pasien penjelasan secara cukup dan
 Rencana jika saja pengobatan atau dimengerti ? Tidak ada dlm kasus
tindakan mengalami kegagalan ?  Jika tidak, siapa yang berhak
Evaluasi berdasarkan guideline dan menggantikan ?
konsultasi dr spesialis  Apakah terdapat persetujuan tindakan
 Keuntungan tindakan yang diambil ? terlebih dahulu? Iya
Pasien sembuh
 Bagaimana resikonya jika tindakan
medis tidak dilakukan ? pasien tidak
sembuh
Quality of Life Contextual Features
 Apakah pasien dapat terselamatkan ? Apakah ada hubungan antara keadaan
Dapat sosial ekonomi pasien dalam mengambil
 Bagaimana perasaan pasien setelah keputusan pengobatan ? Tidak ada
dilakukan pengobatan ? Biasa saja
 Apakah value yang didapatkan oleh
pasien setelah menjalani pengobatan ?
PRIMA FACIE YANG DIPILIH DOKTER :
BENEFIEBCE
Dokter memberikan tindakan untuk
kepentingan pasien, dengan memberi
kombinasi obat OAINS dengan meyakini agar
nyeri pasien berkurang bahkan menghilang.
ORDINARY DAN EXTRAORDINARY

Extraordinary :
Dr. x memberikan tindakan medis obat – obatan yang hanya
memberikan efek keyamanan sementara tanpa melihat efek dari obat
tersebut yang tidak memberikan harapan peerbaikan keadaan yang
wajar namun akan memberikan dampak yang lebih buruk dari kondisi
sebelumnya
TERIMAKASIH