Anda di halaman 1dari 32

Ruang Vektor Real

Aksioma vektor real sebagai berikut:


■ Jika u dan v adalah objek pada V, maka u + v berada
pada V.
■ u+v=v+u
■ u+(v+w)=(u+v)+w
■ Di dalam V terdapat suatu objek 0, yang disebut vektor
Di ruang vektor umum kita akan nol ( zero vector) untuk V, sedemikian rupa sehingga 0 +
mengembangkan konsep mengenai u = u + 0 = u untuk semua u pada V.
vektor dengan mengambil sifat-sifat
■ Untuk setiap u pada V, terdapat suatu objek –u pada V,
paling penting dari vektor-vektor yang disebut negatif dari u, sedemikian rupa sehingga u
yang telah kita kenal dan kemudian + ( -u ) = ( -u) + u = 0
mengubahnya menjadi aksioma
■ Jika k adalah scalar sebarang dan u adalah objek
(Rorres, 2004). sebarang pada V, maka ku terdapat pada V.
■ k( u + v ) = ku + kv
■ ( k + l )u = ku + lu
■ K( lu ) = ( kl )( u )
■ 1u = u
Ruang Vektor Real

■ Elemen–elemen dari V disebut vektor dan biasanya dinyatakan oleh huruf–huruf pada
bagian akhir dari abjad: u, v, w, x, y dan z.
■ Istilah skalar biasanya adalah suatu bilangan real, meskipun dalam beberapa kasus
adalah bilangan kompleks.
■ Seringkali istilah ruang vektor real digunakan untuk menyatakan bahwa himpunan
skalar–skalar adalah himpunan bilangan–bilangan real.
■ Simbol 0 telah digunakan dalam aksioma 3 untuk membedakan vektor nol dari skalar
0. Satu unsur dari definisi di atas adalah sifat ketertutupan dari kedua operasi. Sifat –
sifat ini dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
Subruang

■ Teorema
Suatu subhimpunan W dari suatu Jika W adalah suatu himpunan yang terdiri dari satu
ruang vektor V disebut subruang atau lebih vektor dari suatu ruang vektor V, maka W
(subspace) dari V jika W itu sendiri adalah suatu subruang dari V, jika dan hanya jika
merupakan suatu ruang vektor di syarat-syarat berikut terpenuhi,
bawah penjumlahan dan perklian
skalar yang didefinisikan pada V (a) Jika u dan v adalah vektor-vektor pada W, maka u
(Rorres, 2004). + v berada pada W.
(b) Jika k adalah scalar sebarang dan u adalah vektor
sebarang pada W, maka ku berada pada W.
Kebebasan Linear
■ Teorema
Suatu himpunan S dengan dua atau
lebih vektor adalah:
(a) Tak bebas linear jika dan hanya jika
paling tidak salah satu diantara vektor
pada S dapat dinyatakan sebagai
sebagai kombinasi linear dari vektor S
lainnya.
(b) Bebas linear jika dan hanya jika tidak
ada vektor S yang dapat dinyatakan
sebagai suatu kombinasi linear dari
vektor S lainnya (Anton, 1987).
Basis dan Dimensi

Ruang Baris dan Kolom


Hubungan apa yang terjadi antara solusi suatu
sistem linear Ax = b dan ruang baris, ruang kolom,
dan ruang nul dari matriks koefisien A?
Hubungan apa yang terjadi antara ruang baris,
ruang kolom, dan ruang nul dari suatu matriks?





Basis untuk Ruang Baris, Ruang Kolom, dan Ruang nul

Teorema 5.5.3
Operasi baris elementer
tidak mengubah ruang nul
suatu matriks
Teorema 5.5.4
Operasi baris elementer tidak mengubah ruang baris suatu matriks.

Teorema 5.5.5
Jika A dan B adalah matriks-matriks yang ekuivalen baris, maka :
Suatu himpunan vektor-vektor kolom dari A tertentu adalah bebas linear jika dan hanya jika vektor-
vektor kolom yang bersesuaian dari B adalah bebas linear.
Suatu himpunan vektor-vektor kolom dari A tertentu membentuk suatu basis unutk ruang kolom dari A
jika dan hanya jika vektor-vektor kolom yang bersesuaian dari B membentuk suatu basis untuk ruang
kolom dari B.
Teorema berikut memungkinkan kita untuk menentukan basis untuk ruang baris dan ruang kolom dari
matriks dalam bentuk eselon baris melalui inspeksi.
Teorema 5.5.6
Jika suatu matriks R berada dalam bentuk eselon baris, maka vektor-vektor baris dengan 1 utama
(yaitu vektor-vektor baris taknol) membentuk suatu basis untuk ruang baris dari R, dan vektor-vektor
kolom dengan 1 utama dari vektor-vektor baris membentuk suatu basis untuk ruang kolom dari R.

Karena hasil ini secara virtual telah terbukti dengan sendirinya ketika kita melihat contoh-contoh
numeriknya, maka kami meniadakan pembuktiannya. Pembuktian ini melibatkan lebih dari sekedar
analisis posisi bilangan-bilangan 0 dan 1 dari R.






ALJABAR LINEAR STATISTIK

RUANG VEKTOR UMUM


Oleh Kelompok 3:
Fery Prastio H1091131023
Utin Indah Lestari H1091151011
Lisa Noviani H1091151014
Lia Amelia Tarigas H1091151028
Alvin Firdaus H1091151029
Fika Dian Lestari H1091151034
Nada Syaugia Risti Ahmad H1091151035
Ruang Vektor Umum

Ruang Baris, Ruang


Ruang Vektor Real
Kolom, dan Ruang Null

Subruang Basis dan Dimensi

Kebebasan Linear Rank Nulitas


Empat ruang matrik dasar
Jika diketahui sebuah matriks A dan transposenya adalah 𝐴𝑇 secara bersamaan, maka ada enam ruang vektor yang
penting :
1. Ruang baris dari 𝐴 2. Ruang kolom dari 𝐴
3. Ruang nul dari 𝐴 4. Ruang baris dari 𝐴𝑇
5. Ruang kolom dari 𝐴𝑇 6. Ruang nul dari 𝐴𝑇

Namun demikian, dengan mentranpos suatu matriks akan mengubah vektor-vektor barisnya menjadi vektor- vektor
kolom dan mengubah vektor-vektor kolomnya menjadi vektor-vektor baris. Dengan ini kita tinggal memiliki empat ruang
vektor yang penting.

1. Ruang baris dari 𝐴


2. Ruang kolom dari 𝐴
3. Ruang nul dari 𝐴
4. Ruang baris dari 𝐴𝑇

Ruang Baris dan Ruang Kolom yang Memiliki Dimensi Sama


Pemahaman Dasar

Rank : Dimensi dari ruang baris dan ruang kolom

Nulitas : Dimensi dari ruang nul

Dimensi : Banyaknya vektor-vektor dalam suatu basis

Basis : Himpunan vektor-vektor pada suatu ruang


Teorema

■ 5.5.4
– Operasi Baris Elementer tidak mengubah bentuk suatu matriks
■ 5.5.5b
– Jika A dan B adalah matriks-matriks yang ekuivalen baris, maka
■ Suatu himpunan vektor-vektor kolom dari A tertentu membentuk suatu
basis untuk ruang kolom dari A jika dan hanya jika vektor-vektor kolom
yang bersesuaian dari B membentuk suatu basis untuk ruang kolom dari
B..
Teorema 5.6.1
Jika A adalah suatu matriks sebarang, maka ruang baris dan ruang kolom dari A memiliki dimensi yang sama
Bukti : misalkan R adalah bentuk eselon baris sebarang dari A. Sesuai Teorema diatas maka
dim(ruang baris dari A ) = dim(ruang kolom dari R)
dim(ruang kolom dari R) = Dim(ruang baris dari A)
Jadi, bukti ini akan menjadi sempurna jika kita dapat menunjukan bahwa ruang baris dan ruang kolom dari R memiliki
dimensi yang sama. Tetapi dimensi ruang baris dari R adalah banyaknya baris tak nol dan dimensi ruang kolom dari R
adalah banyaknya kolom yang mengandung 1 utama. Akan tetapi, baris-baris taknol tepatnya merupakan baris-baris
dimana terdapat 1 utama, sehingga banyaknya 1 utama dan banyaknya baris taknol adalah sama. Hal ini menunjukan
bahwa ruang baris dan ruang kolom dari R memiliki dimensi yang sama.
RANK DAN NULITAS

Dimensi umum dari ruang baris dan ruang kolom dari


suatu matriksA disebut rank dari A dan dinyatakan sebagai
rank(A); dimensi ruang nul dari A disebut sebagai
nulitas(nulity) dari A dan dinyatakan sebagai nulitas(A).

−1 2 0 4 5 −3
𝐴 = 3 −7 2 0 1 4
2 −5 2 4 6 1
4 −9 2 −4 −4 7
Penyelesaian
Karena ada 2 baris taknol atau
Bentuk eselon baris tereduksi dari A adalah secara ekuivalen, ada dua
1 0 −4 −28 −37 13 baris yang memiliki 1 utama ,
0 1 −2 −12 −16 5 maka ruang baris dan ruang
0 0 0 0 0 0 kolom keduanya berdimensi
0 0 0 0 0 0 dua, sehingga rank(A)=2
Solusi umumnya

Atau

Empat vektor disamping


adalah basis dari ruang null
A, artinya dimensi ruang null
dari A adalah 4, sehingga
nulitas(A)=4
Teorema 5.6.2
jika A adalah matriks sebarang, maka Rank(A)=Rank(𝐴𝑇 )

Contoh 2
1 −3 −2
1 2 4 0
A= −3 1 5 2 𝐴𝑇 = 2 1 3
4 5 9
−2 3 9 2
0 2 2
Bentuk eselon baris tereduksi
−6 −4
1 0 1
1 0 7 7
A= 0 1 17 2 𝐴𝑇 = 0 1 1
7 7
0 0 0
0 0
0 0 0 0 0
Dari matriks bentuk eselon baris tereduksi untuk masing-masing matriks maka,
Dim(ruang baris A)=Dim(ruang baris 𝐴𝑇 )=Rank(A)=Rank(𝐴𝑇 )=2
Teorema
jika A adalah matriks dengan n kolom maka
𝑟𝑎𝑛𝑘 𝐴 + 𝑛𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐴 = 𝑛
Contoh 3
Ambil dari contoh 2
1 2 4 0 −6 −4
A= −3 1 5 2 1 0 7 7
−2 3 9 2 Bentuk eselon 0 1 17 2
0 0 7 7

Kita tahu bahwa, Rank(A)=2 0 0

6 4 6 4
𝑥1 = 7 𝑥3 + 7 𝑥4 𝑥1 7 7 Kita dapatkan dimensi
17 2 𝑥2 −7
17 2
ruang null A adalah 2,
𝑥2 = − 7 𝑥3 − 7 𝑥4 =r + s −7
𝑥3
𝑥3 = 𝑟 𝑥4 1 0
𝑥4 = 𝑠 0 1
𝑟𝑎𝑛𝑘 𝐴 + 𝑛𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐴 = 𝑛
2+2=4
Teorema
jika A adalah suatu matrik 𝑛 × 𝑛, maka
Rank(A)=banyaknya variabel utama pada solusi dari Ax=0
Nulitas(A)= banyaknya parameter pada solusi umum dari AX=0

Contoh 4
2 0 −1
A= 4 0 −2
0 0 0
Dengan mengubah kedalam bentuk eselon baris tereduksi didapat
1
1 0 −
2
0 0 0
0 0 0
Banyak variabel=3 solusi umum
Dim(ruang baris A)=1 1 𝑥1
𝑥1 = 𝑥3 0 0
2 atau 𝑥2 =r 1 + s 0
Banyak variabel utama=Rank(A)=1 𝑥2 = 𝑟
𝑥3 0 1
Banyaknya variable bebas=nullitas(A)=2 𝑥3 = 𝑠

Dim(ruang null)=2

Anda mungkin juga menyukai