Anda di halaman 1dari 15

Noriko Manus

PENDAHULUAN
SEREH

 Sereh adalah tumbuhan anggota suku rumput-


rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu
dapur untuk mengharumkan makanan.
 Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh
dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan
tersebut.
 Komponen utama minyak atsiri Sereh ialah sitral yang
memiliki 2 isomer yaitu geraniol (α-sitral), dan neral
(β-sitral), β-mirsena, sitronelal, tujhopsena, nerol
asetat dan kolumelarin
Gel
 Dasar gel hidrofobik
Dasar gel hidrofobik umumnya terdiri dari
partikel-partikel anorganik.
Contoh: petrolatum, mineral oil/gel polyethilen,
plastibase, alumunium stearat, carbowax
 Dasar gel hidrofilik
Dasar gel hidrofilik umumnya adalah molekul-
molekul organik yang besaran dapat dilarutkan
atau disatukan dengan molekul dari fase
pendispersi.
Contoh: gom alam tragacanth, pectin, carrageen,
agar, asam alginat, serta bahan-bahan sintesis dan
semi sintesis seperti metilsellulosa,
hidroksimetilselulosa, karboksimetilsellulosa, dan
karbopol
KOMPONEN GEL

Komponen utama sediaan gel terdiri atas:

• Gelling agent, (CMC-Na, karbopol, HPMC, gom arab, tragakan)


• Pengawet (metil paraben, propil paraben)
• Penambahan bahan higroskopis (gliserin, propilenglikol)
• chelating agent (EDTA)
• Surfaktan (Trietanolamine)
JERAWAT

 Pada kulit yang semula dalam kondisi normal, sering kali terjadi
penumpukan kotoran dan sel kulit mati karena kurangnya perawatan dan
pemeliharaan, khususnya pada kulit yang memiliki tingkat reproduksi
minyak yang tinggi.
 Akibatnya saluran kandung rambut (folikel) menjadi tersumbat
menghasilkan komedo. Sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk
tersebut, kemudian terkena bakteri acne, maka timbulah jerawat. Jerawat
yang tidak diobati akan mengalami pembengkakan (membesar dan
berwarna kemerahan) disebut papul.
 Bila peradangan semakin parah, sel darah putih mulai naik ke permukaan
kulit dalam bentuk nanah (pus), jerawat tersebut disebut pustul
PENYEBAB JERAWAT
 Sekresi kelenjar sebaseus yang hiperaktif
 Hiperkeratosis pada infundibulum rambut
 Efek dari bakteri
PREFORMULASI
Formula (%)
Bahan Kegunaan
F1 F2 F3
Carbopol - 2,45 1 Gelling agent
HPMC 10 4000 - Gelling agent
Propilenglikol 15 15 10 Humektan
Propil paraben 0,02 0,02 Pengawet
Metil paraben 0,18 0,18 0,1 Pengawet
TEA - 2,45 1 Alkalizing agent
Kuersetin 0,05 - - Zat aktif
Minyak atsiri Sereh - - 1 Zat aktif
Minyak atsiri Jeruk Sambal - 1 - Zat aktif
Aquadest ad 100 ad 100 ad 100 Pelarut

Keterangan:
F1 : Formulasi Dan Uji Stabilitas Gel Antijerawat Yang Mengandung Kuersetin Serta Uji Efektivitas Terhadap
Staphylococcus epidermidis
F2 : Uji Efektivitas Sediaan Gel Anti Jerawat Minyak Atsiri Daun Jeruk Sambal (X Citrofortunella microcarpa (Bunge)
Wijnands) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
F3 : Formulasi Penulis
Pembuatan Sediaan Gel

Semua bahan yang telah


Carbopol dikembangkan
tercampur dihomogenkan
dalam air panas bersuhu
dengan menggunakan
lebih dari 80ºC. Proses Ditambahkan aquadest
homogenizer dengan
pengembangan dilaukan
kecepatan dan pengadukan
selama 30 menit.
yang optimal.

Ditambahkan TEA sedikit


demi sedikit sambil Ke dalam campuran 3
dihomogenkan dengan ditambahkan minyak atsiri Sediaan gel kemudian
homogenizer hingga Sereh (Cymbopogon dikemas.
terbentuk basis gel citratus)
(campuran 1).

Ditambahkan metil paraben


dan propil paraben yang
Ditambahkan propilenglikol
sudah dilarutkan dengan
ke dalam campuran 1
sebagian propilenglikol ke
(campuran 2).
dalam campuran 2
(campuran 3).
EVALUASI
 Uji Organoleptik
 Uji Homogenitas
 Uji Viskositas dan sifat alir
 Uji Kemampuan Menyebar
 Uji pH
 Uji Stabilitas
 Uji Iritasi
 Uji Antibakteri
PEMBAHASAN
 F1karakteristik sediaan semipadat, berwarna kuning muda, tidak berbau, pH kulit
sesuai pH kulit, daya lekat besar, viskositas tinggi stabil hingga 12 minggu pada
penyimpanan suhu 4°C, 28±2°C dan 40°C. Pada formulasi ini tidak dilakukan
pengujian homogenitas dan uji keamanan. Metode ekstraksi untuk mendapatkan
isolat kuersetin yang digunakan tidak dijelaskan di dalam jurnal penelitian.
 F2 menggunakan minyak atsiri jeruk sambal sebagai zat aktif. Metode ekstraksi yang
digunakain ialah destilasi uap air. F2 menghasilkan karakteristik gel yang berwarna
putih susu, homogen, pH 6,9, berbau khas daya sebar tinggi, viskositas rendah.
Evaluasi yang tidak dilakukan dalam penelitian ini yakni uji keamanan (uji iritasi).
 F3 digunakan minyak atsiri Sereh sebagai zat aktif karena mengandung geraniol dan
sitral sebagai komponen senyawa antibakteri.
 Karbopol digunakan sebagai salah satu bahan dasar gel berdasarkan bentuk dan
penampakan gel yang ingin diperoleh yakni gel satu fase dan bening atau transparan.
 Propilenglikol digunakan sebagai humektan yang akan mempertahankan
kandungan air dalam sediaan.
 TEA berfungsi sebagai sebagai alkalizing agent sehingga dapat meningkatkan
viskositas dari karbopol, memberikan konsistensi yang baik.
 Metil paraben dan propil paraben digunakan sebagai pengawet.
 Metode ekstraksi yang digunakan yakni destilasi uap air.
 Karakteristik sediaan gel yang diharapkan yakni semipadat, transparan,
berbau khas Sereh, pH 5, memiliki daya sebar yang baik, viskositas rendah,
tidak mengiritasi, serta stabil pada suhu kamar (25ºC) dan suhu 60ºC
selama 12 minggu. Pengujian aktivitas antijerawat dilakukan dengan uji
antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus
epidermidis.
KESIMPULAN
 Metode pembuatan gel bervariasi tergantung bahan dasar yang
digunakan, viskositas, konsistensi sistem koloid, atau sistem dispersi
berpengaruh pada pembuatan.
 Komponen utama gel terdiri atas gelling agent, (CMC-Na, karbopol,
HPMC, gom arab, tragakan), pengawet (metil paraben, propil
paraben), penambahan bahan higroskopis (gliserin, propilenglikol),
chelating agent (EDTA), surfaktan (trietanolamine).
 Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sediaan gel
antijerawat F3 yaitu Minyak atsiri Sereh, karbopol, propilenglikol, TEA,
metil paraben propil paraben serta aquadest. Evaluasi yang dilakukan
diantaranya uji organoleptik, uji homogenitas, uji viskositas dan sifat
alir, uji kemampuan menyebar, uji pH, uji stabilitas, uji iritasi dan uji
aktivitas antibakteri. Dihasilkan karakteristik gel yang memenuhi
parameter mutu yakni semipadat, transparan, berbau khas Sereh, pH
5, memiliki daya sebar dan sifat alir yang baik, viskositas rendah, tidak
mengiritasi, serta stabil pada suhu kamar (25ºC) dan suhu 60ºC
selama 12 minggu.


TERIMA KASIH