Anda di halaman 1dari 14

Developmental Dysplasia of the Hip

(DDH) / Congenital Dislocation of


the Hip (CDH)

Pembimbing
Dr.bayu,SpOT

Oleh
Berta Yolanda Selviana
1118011022
Pengertian
 Kelainan kongenital dimana terjadi
dislokasi pada panggul karena acetabulum
dan capur femur tidak berada pada
tempat seharusnya.
Epidemiologi :
- Terjadi pada 4 – 10 kasus/1000
kelahiran hidup
- Terjadi 60% kasus pada anak
pertama
- Anak perempuan > laki-laki ; 6 :
1
- Meningkat pada presentasi
sungsang dan cairan ketuban
sedikit (oligohydramnion)
- Kiri lebih sering > kanan (60%)
Dapat juga bilateral (20%)
Pemeriksaan
Test Ortolani
Bayi pada posisi terlentang, lalu paha bayi
di abduksi dan ditarik ke atas
Test Barlow
Untuk mendeteksi sendi panggul dalam
keadaan normal tetapi dapat terjadi dislokasi
berkurangnya ROM abduksi sendi
panggul
Galleazi sign
- Panjang paha dari sendi
yang mengalami dislokasi
atau tampak lebih pendek
dari pada sisi sehat bila
panggul dalam flexi 90°
- Trochanter mayor tampak
lebih tinggi dan menonjol ,
Lordosis lumbal berlebihan
terutama pada CDH
bilateral
Trendelenburg sign
Pada penderita CDH yang disertai
gangguan pertumbuhan sampai dengan
panggul biasanya disertai dengan kontraktur
sendi panggul sisi kontralateral, sehingga
tampak kemiringan dari sendi panggul
(pelvic obliquity) dan panjang kedua tungkai
tidak sama
Pemeriksaan Penunjang
Roentgen
- Bermanfaat setelah usia 4 – 6 minggu
- Index acetabular > 30°
- Shenton line terputus
- Metafisis femur bagian proximal terletak
sebagai lateral garis Perkins ( Head of
Femur mengalami migrasi ke lateral dan
ke atas )
- Ossifikasi head of Femur terlambat
(normalnya 6 – 12 bulan)
Centre edge (Wiberg) kurang dari 20° –
25°  subluxasi
Arthrogram :
Untuk mengetahui ada tidaknya kontriksi
kapsul sendi oleh jepitan otot psoas yang
mengakibatkan timbulnya mekanik sudut
reduksi , dapat pula untuk mengetahui
konkruensi antara head femur dengan
mankuk asetabulum
USG
- Paling efektif untuk diagnosa CDH
dimana pusat osifikasi femur proximal
belum terjadi.
- Dapat untuk diagnosa subluxasi sendi
panggul dan konfirmasi hasil reduksi
dengan Paulic Harness
Menegakkan Diagnosis
 Asimetri lipatan paha
 Uji Ortolani, Barlow dan Galeazzi +
 Asetabuler indeks 40º atau lebih besar
 Disposisi lateral kaput femoris pada radiogram
 Limitasi yang menetap dari gerakan sendi
panggul dengan atau tanpa gambaran
radiologik yang abnormal
 Kombinasi dari yang diatas
Pengobatan
Pengobatan umumnya hanya dengan
memasang bidai untuk mempertahankan
sendi panggul dalam posisinya