Anda di halaman 1dari 32

Spektrofotometri

Infrared
KELOMPOK 5

 RIAN D1121171017
 SUPI YULIANTO D1121171019
 RANI TRIWARDHANI D1121171027
 KRISTINA DESIDERIA D1121171028
 MARIABEL MAURA D1121171029
 YAUMIL AKBAR D1121171007
 BRIGITA GAMALA D1121171016
 FLORENSIA MITHANIA M D1121171032
Spektroskopi adalah Infrared adalah radiasi
adalah ilmu yang elektromagnetik dari panjang
mempelajari materi dan gelombang yang lebih panjang
atributnya berdasarkan dari cahaya tampak, tetapi lebih
cahaya, suara atau partikel pendek dari radiasi gelombang
yang dipancarkan, diserap radio. Namanya berarti
atau dipantulkan oleh materi "bawah merah" (dari bahasa
tersebut. Spektroskopi juga Latin infra, "bawah"), merah
dapat didefinisikan sebagai merupakan warna dari cahaya
ilmu yang mempelajari tampak dengan gelombang
interaksi antara cahaya dan terpanjang. Radiasi inframerah
materi. memiliki jangkauan tiga "order"
dan memiliki panjang gelombang
antara 700 nm dan 1 mm.
Spektroskopi IR adalah studi mengenai
interaksi antara energi cahaya dan materi,
dimana energi yang dipancarkan berasal
dari radiasi inframerah dengan panjang
gelombang yang lebih panjang dari cahaya
tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi
gelombang mikro. Spektrofotometri IR
adalah salah satu teknik analisis yang
penting karena dapat mempelajari berbagai
jenis sampel, baik identifikasi senyawa
organik maupun anorganik.
Daerah Jangkauan Infrared
 Sinar Infrared akan terlihat, jika dilihat
dengan menggunakan spektroskop cahaya
dengan begitu maka radiasi cahaya Infrared
akan nampak pada spectrum elektromagnet
yang mana panjang gelombang di atas
panjang gelombang cahaya merah. Dengan
adanya panjang gelombang maka cahaya
Infrared yang ada, tidak akan terlihat oleh
mata telanjang. Walaupun begitu ridiasi yang
dihasilkan yaitu panas, akan terasa atau
terdetaksi oleh kulit tubuh.
Infrared

Infrared jarak
Infrared jarak
dekat dengan
Infrared jarak jauh dengan
panjang
menengah panjang
gelombang 0.75
dengan panjang gelombang 10 –
– 1.5 µm
gelombang 1.50 100 µm
– 10 µm
Tidak dapat dilihat manusia

Tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang

Dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas

Panjang gelombang pada infra merah memiliki hubungan yang


berlawanan terbalik dengan suhu. Ketika suhu mengalami
kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan.
 Atom-atom di dalam suatu molekul tidak diam
melainkan bervibrasi atau berosilasi bila molekul
menyerap ridiasi IR. Tipe ikatan dalam molekul
yang berlainan menyerap radiasi IR pada panjang
gelombang dengan karakteristik tertentu.
Kebanyakan gugus seperti C-H, O-H, C=O dan
CN, menimbulkan absorpsi IR yang hanya
sedikit berubah dari satu molekul ke molekul lain
bergantung pada substituen-substituen lain.
Hampir semua senyawa dapat menyerap radiasi
IR kecuali yang berinti sama, misalnya O2, N2, dan
lain-lain.
 Absorbansi adalah suatu polarisasi cahaya yang
terserap oleh bahan (komponen kimia) tertentu
pada panjang gelombang tertentu sehingga akan
memberikan warna tertentu terhadap bahan.
Sinar yang dimaksud bersifat monokromatis dan
mempunyai panjang gelombang tertentu.
Beberapa atom hanya dapat menyerap sinar
dengan panjang gelombang sesuai dengan unsur
atom tersebut. Sehingga memiliki sifat yang
spesifik bagi unsur atom.
 Absorbansi radiasi IR sesuai dengan tingkat energi vibrasi
dan rotasi pada ikatan kovalen yang mengalami perubahan
momen dipol dalam suatu molekul.
 Vibrasi molekul hanya akan terjadi bila suatu molekul
terdiri dari dua atom atau lebih. Untuk dapat menyerap
radiasi IR (aktif IR), vibrasi suatu molekul harus
menghasilkan perubahan momen dipol. Molekul yang
tidak mempunyai momen dipol (μ = 0) atau selama
bervibrasi ikatannya tidak menghasilkan perubahan
momen dipol, maka rotasi ataupun vibrasi molekulnya
tidak menyerap radiasi IR (tidak aktif IR).
 Suatu ikatan dalam suatu molekul dapat menyerap energi
lebih dari satu bilangan gelombang, disebabkan oleh
sebagian perubahan dalam momen ikatan pada saat energi
diserap. Dengan demikian, prinsip dasar spektrofotometer
IR adalah interaksi energi IR terhadap materi yang
menyebabkan terjadinya transisi diantara tingkat vibrasi
dasar dan tingkat vibrasi tereksitasi.
Vibrasi
 Atom-atom didalam molekul tidak dalam
keadaan diam, tetapi biasanya terjadi
peristiwa vibrasi. Hal ini bergantung pada
atom-atom dan kekuatan ikatan yang
menghubungkannya. Vibrasi molekul sangat
khas untuk suatu molekul tertentu dan
biasanya disebut dengan vibrasi finger print.
Jenis-Jenis Vibrasi
Jenis-jenis vibrasi molekul ada 2:
1. Vibrasi ulur/regangan (stretching vibrations)
Vibrasi stretching adalah pergerakan atom yang teratur
sepanjang sumbu ikatan antara dua atom sehingga jarak
antara atom dapat bertambah atau berkurang.
Vibrasi streching meliputi:
 stretching simetri, yaitu unit struktur bergerak bersamaan
dan searah dalam satu bidang datar (തѵ = ~ 2853 /cm).
 stretching asimetri, yaitu unit struktur bergerak
bersamaan dan tidak searah tetapi masih dalam satu
bidang datar (തѵ = ~ 2926 /cm).

Gambar 1. Vibrasi stretching simetri dan asimetri


2. Vibrasi tekuk/bengkok (bending vibrations)
Vibrasi bending adalah pergerakan atom yang menyebabkan
perubahan sudut ikatan antara dua ikatan atau pergerakan
dari sekelompok atom terhadap atom lainnya. Vibrasi
bending meliputi:
 scissoring (vibrasi gunting), unit struktur bergerak
mengayun simetri dan masih dalam bidang datar (തѵ = ~
1450 /cm).
 rocking (vibrasi goyang), unit struktur bergerak mengayun
asimetri tetapi masih dalam bidang datar (തѵ = ~ 720 /cm).
 wagging (vibrasi kibasan), unit struktur bergerak mengibas
keluar dari bidang datar (തѵ = ~ 1250 /cm).
 twisting (vibrasi pelintir), unit struktur berputar
mengelilingi ikatan yang menghubungkan dengan molekul
induk dan berada di luar bidang datar (തѵ = ~ 1250 /cm).
 Dari keempat vibrasi bending, vibrasi scissoring dan
rocking terletak pada satu bidang sedangkan vibrasi
wagging dan twisting terletak di luar bidang.
VIBRASI CH2
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI
VIBRASI

1.Kopling Vibrasional 2.Ikatan Hidrogen 4. Efek Resonansi


Ikatan C–H pada Ikatan hidrogen pada 3. Efek Induks Unsur (Mesomeri) Ikatan C=C
gugus metilen (–CH2) gugus C=O akan elektronegatif yang bertetangga
dengan gugus C=O
saling mengalami memperpanjang menarik elektron (disebut juga enamine)
kopling => 2 pita ikatan C=O sehingga sehingga ikatan C=O menyebabkan
vibrasi ulur (simetris kekuatan ikatan delokalisasi elektron 
lebih kuat, yang
ikatan C=O lebih
dan asimetris) berkurang dan mengakibatkan bersifat tunggal 
dengan frekuensi frekuensi lebih frekuensi lebih tinggi. ikatan lebih lemah 
berbeda. rendah. frekuensi lebih rendah.
5. Sudut Ikatan (Pengaruh
besarnya cincin) Cincin lingkar 6
(six membered ring) yg terikat
dng gugus karbonil tdk begitu 6. Efek Medan
tegang. Bila besar cincin
Dua gugus dpt saling
berkurang, frekuensi vibrasi
mempengaruhi frekuensi vibrasi,
C=O bertambah.
masing-masing krna terjadi
cycloheptanone : 1705 cm-1 interaksi ruang (elektrostatik
cyclohexanone : 1715 cm-1 dan/atau sterik).

cyclopentanone : 1751 cm-1


cyclobutanone : 1775 cm-1
Bila Cl berdekatan dng
C=O, elektron pd O akan
Turunan steroid
memperkuat ikatan
frekuensi serapan lebih
tinggi.
 Dasar spektroskopi infra merah ditemukan oleh Hooke dan didasarkan
atas senyawa yang terdiri atas dua atom dan diatom yang digambarkan
dengan dua buah bola yang saling terikat oleh pegas seperti tampak
pada gambar dibawah. Jika pegas direntangkan ataau ditekan pada jarak
kesetimbangan tersebut maka energi potensial dari sistem tersebut akan
naik.

 Setiap senyawa pada keadaan tertentu telah mempunyai tiga macam


gerak, yaitu :
a. Gerak translasi, yaitu perpindahan dari satu titik ke titik yang lain.
b. Gerak rotasi, yaitu berputar pada porosnya
c. Gerak vibrasi, bergetar pada tempatnya. Bila ikatan bergetar, maka
energi vibrasi secara terus menerus dan secara periodik berubah dari energi
kinetik ke energi potensial atau sebaliknya. Jumlah energi total adalah
sebanding dengan frekuensi vibrasi dan tetapan gaya(k) dari pegas dan
massa (m1 dan m2) dari dua atom yang terikat. Energi yang dimiliki oleh
infra merah hanya cukup kuat untuk mengadakan perubahan vibrasi
 Bila suatu senyawa diradiasi menggunakan sinar inframerah,
maka sebagian sinar akan diserap oleh senyawa, sedangkan yang
lainnya akan diteruskan. Serapan ini diakibatkan karena molekul
senyawa organik mempunyai ikatan yang dapat
bervibrasi(bergetar). Vibrasi molekul dapat dialami oleh semua
senyawa organik. Namun, ada beberapa yang tidak terdeteksi
oleh spektrometri inframerah. Masing-masing ikatan akan
mempunyai sifat yang khas.
 Jumlah frekuensi yang melewati senyawa diukur sebagai
transmitansi. Sebuah persentase transmitansi bernilai 100 jika
semua frekuensi diteruskan senyawa tanpa diserap.
 Dalam prakteknya, hal itu tidak pernah terjadi. Dengan kata lain
selalu ada serapan kecil, dan transmitansinya tertinggi hanya
sekitar 95%. Dalam spektrum inframerah, akan terdapat suatu
grafik yang menghubungkan bilangan gelombang dengan persen
transmitansi.
 Interaksi Energi IR
Radiasi IR terletak pada daerah panjang gelombang (): 0,78 –
1000 μm atau bilangan gelombang (തѵ): 12800 – 10 cm-1. Radiasi IR
dibedakan menjadi: IR dekat (Near IR, : 0.78-2,5 µm, ѵത : 12800-
4000 cm-1), IR pertengahan (Middle IR, : 2,5-50 µm, ѵത : 4000-200
cm-1) dan IR jauh (Far IR, : 50-1000 µm, ѵത : 200-10 cm-1).
Sedangkan untuk analisis instrumen radiasi IR memiliki : 2,5-
15µm, ѵത : 4000-670 cm-1).
Interaksi energi IR terhadap molekul menyebabkan terjadinya
vibrasi molekuler. Ketika radiasi IR dilewatkan melalui suatu
cuplikan, maka molekulnya dapat mengabsorbsi energi dan
terjadilah transisi diantara tingkat vibrasi dasar dan tingkat vibrasi
tereksitasi. Energi yang terserap ini akan dibuang dalam bentuk
panas bila molekul kembali ke keadaan dasar. Supaya molekul
dapat menyerap energi IR, maka gerakan vibrasi atau rotasinya
harus disertai perubahan momen dwikutub/dipol. Jika frekuensi
sinar tepat sama dengan salah satu natural vibrational frequency
dari molekul, maka sinar akan diserap sehingga terjadi perubahan
amplitudo vibrasi da ri molekul.
 Molekul terdiri dari berbagai susunan ikatan dan
setiap ikatan memiliki beberapa jenis vibrasi IR,
sehingga spektrum IR sangat kompleks dan
mempunyai banyak bentuk.
 Perubahan struktur molekul sedikit saja dapat
mempengaruhi frekuensi karakteristik dari vibrasi IR,
sehingga tidak mudah menentukan adanya fragmen
struktur hanya dengan spektra IR .
 Spektrum IR sangat berguna untuk mengidentifikasi
senyawa dengan cara membandingkan dengan spektrum
sampel otentik (yang mempunyai sidik jari), namum sangat
terbatas. Meskipun demikian, beberapa jenis atom yang
membentuk kromofor dengan mudah dapat dikenali.
 Instrumentasi spektrofotometer IR memiliki sistem optik
yang serupa dengan spektrofotometer UV-Vis. Perbedaan
utama terletak pada sumber energi, dan sel. Sumber
radiasi bisa berupa laser, dan selnya lebih tipis daripada
sel pada UV-Vis karena energi IR lebih rendah dari UV-Vis.
Umumnya alat IR menggunakan berkas ganda yang
dirancang lebih sederhana daripada berkas tunggal.
 Komponen dasar spektrofotometer IR = UV-Vis, tetapi
sumber, detektor, dan komponen optiknya sedikit
berbeda.
 Prinsip kerja:
 Sinar IR dilewatkan melalui sampel dan larutan pembanding
 Dilewatkan monokromator untuk menghilangkan sinar yang tidak
diinginkan (stray radiation)
 Berkas ini kemudian didispersikan melalui prisma atau grating
 Dilewatkan melalui slit
 Sinar difokuskan pada detektor
Kelebihan Infrared

• Pengiriman data dengan infra merah dapat dilakukan kapan


saja, karena pengiriman dengan inframerah tidak
1 membutuhkan sinyal.

• Pengiriman data dengan infra merah dapat dikatakan mudah


karena termasuk alat yang sederhana.
2

• Pengiriman data dari ponsel tidak memakan biaya (gratis).


3
•Pada pengiriman data dengan inframerah, kedua lubang inframerah
harus berhadapan satu sama lain. Hal ini agak menyulitkan kita dalam
1 mentransfer data karena caranya yang merepotkan.

•Inframerah sangat berbahaya bagi mata, sehingga jangan sekalipun


sorotan inframerah mengenai mata
2

•Pengiriman data dengan inframerah dapat dikatakan lebih lambat


dibandingkan dengan rekannya Bluetooth.
3
Manfaat Infrared
Adapun kegunaannya dari Infrared dalam kehidupan sehari-hari :
1. Pada Kesehatan
a. Meningkatkan metabolisme tubuh, yang mana dengan begitu
dapat mengurangi beban liver dan ginjal.
b. Mengaktifkan molekul air yang terdapat dalam tubuh,
sehingga apabila molekul yang ada dalam tubuh pecah maka
akan ada molekul tunggal yang akan meningkatkan cairan tubuh.
c. Mengembangkan Ph dalam tubuh, yang mana dapat
membersihkan darah. Juga dapat mencegah terjadinya
rematik yang dikarenakan oleh tingkat asam urat yang tinggi.
d. Meningkatkan sirkulasi mikro, serta dapat memperbaiki sirkulasi
darah serta mengurangi tekanan jantung yang berlebih.
e. Infra Merah jarak jauh dapat digunakan untuk alat kesehatan,
yang man dapat memberikan informasi tentang kondisi tubuh yang
sebenarnya.
f. Dapat digunakan untuk mengetahui suhu tubuh.
2. Pada komunikasi
a. Terdapat system sensor Iinfra Merah yang dapat digunakan
untuk menghubungkan dua perangkat. Yang mana sinar Infra
Merah merespon Infra Merah yang dikirimkan melalui pemancar.
b. Terdapat kamera yang tembus pandang dengan menggunakan
Infra Merah. Yang mana sinar Infra Merah memang tidak dapat
ditangkap dengan mata telanjang, namun dengan menggunakan
kamera digital atau hendycam sinar Infra Merah dapat
tertangkap. Dengan begitu kamera digital dan hendycam akan
meningkat.
c. Untuk pencitraan pandangan seperti nightscoop.
d. Digunakan untuk komunikasi jarak dekat, seperti pada remote
TV.
e. Dapat digunakan sebagai alat komunikasi, yang mana jarak
maximum adalah 10 meter dan tidak ada penghalangnya.
f. Sebagai salah satu standardisasi komunikasi tanpa kabel.
3. Pada bidang Industri
a. Lampu Infra Merah, Merupakan lampu pijar yang
kawat pijarnya bersuhu di atas ±2500°K.
b. Pemanasan Infra Merah, Merupakan suatu kondisi
ketika energi infra merah menyerang sebuah objek
dengan kekuatan energi elektromagnetik yang
dipancarkan di atas -273 °C (0°K dalam suhu mutlak).