Anda di halaman 1dari 14

MIKROSKOP BEDAH

Oleh :
Patris Olla, ST., MT

Akademik Teknik Elektromedik


ATEM SEMARANG
2018
TUJUAN INSTRUKSIONAL
KHUSUS
“Agar Peserta Didik dapat mengerti akan
kegunaan, bagian-bagian alat, cara kerja,
pemeliharaan dan perbaikan Mikroskop Bedah “
Apa Itu Mikroskop?

• Alat yang terdiri dari beberapa macam lensa yang berguna untuk
memperbesar bayangan dari benda yg diamati.
• Suatu alat untuk memperjelas benda- benda yang kecil (bakteri,
jamur, sel).
• Juga mempunyai bagian-bagian lain (komponen) yang
keseluruhannya saling mempunyai arti dalam menghasilkan
bayangan benda.
• Seandainya kombinasi bagian-bagian tersebut tidak sempurna
mustahil akan menciptakan bayangan yang baik.
MIKROSKOP
BEDAH

Sistem lensa lengkap yang bisa melihat penampakan binocular dengan


perbesaran sekitar 4x - 40x. Kedua berkas cahaya jatuh secara paralel
ke retina pengamat sehingga tidak perlu daya konvergasi mata dan
kebutuhan otot mata yang digunakan sangat minimal.

Mikroskop bedah terdiri dari magnification changer, lensa objektif,


lighting unit, tabung binocular dan eyepieces
MANFAAT
MIKROSKOP BEDAH
Iluminasi, Magnifikasi, dan Peningkatan
keterampilan dalam kemampuan bedah.

Keuntungan mikroskop : kenyamanan


operator yang lebih besar dan
pandangan yang sama dapat diberikan,
juga dapat diproyeksikan pada monitor,
selain itu juga bisa untuk merekam
proses operasi.
Bagian Mikroskop Bedah
Aksesoris Mikroskop Bedah
PEMBETUKAN BANYANGAN
PEMBETUKAN BANYANGAN
PERBESARAN MIKROSKOP
PEMELIHARAAN
a. Mikroskope selalu dalam keadaan kering tidak
lembab.
b. Mikroskope dibersihkan sebelum dan sesudah
pemakaian.
c. Bersihkan lensa-lensanya dengan kain halus, kulit
atau tisu.
d. Pergunakan cairan xilol untuk membersihkan kaca
mikroscope.
e. Jangan bersihkan lensa dengan kain katun dan wol.
f. Hindarkan lensa dari bahaya kimia xylene dan etanol.
g. Apabila hendak mengganti lampu, pergunakan tisu
yang halus agar lampu tidak tersentuh jari tangan
yang dapat mengakibatkan lampu putus.
Menghindari Jamur pada lensa dengan cara :
a. Jangan tutup mikroskope dengan plastik.
b. Usahakan pada ruangan mikroskope
mendapat cukup ventilasi atau kipas angin.
c. Simpan bagian optik dalam container yang
kedap udara.
d. Bersihkan lensa dengan tisu atau kain kering
sebelum dan sesudah dipakai dengan
menggunakan cairan xylol.
e. Semprotkan lensa dengan contac cleaner
untuk menghindari jamur.
TROUBLESHOOTING
1. Obyek tidak kelihatan atau tidak jelas dengan dengan
memakai lensa obyektif 10 X atau 40 X
 Adanya minyak pada lensa  Bersihkan minyak
 Adanya lapisan debu pada lensa obyektif bagian atas 
Bersihkan
 Lensa obyektif pecah atau retak  Periksa, bila pecah
atau retak ganti dengan yang baru
2. Obyek tidak kelihatan atau tidak jelas dengan dengan memakai
lensa obyektif 100 X
 Minyak imersi yang digunakan untuk melapisi lensa ada
buihnya  Minyak mungkin sudah mengental, jangan
dipakai lagi. Gunakan minyak yang masih baru dan
oleskan ulang.
 Lensa obyektif kotor  Kemungkinan pada saat
pemeriksaan terkena obyek yang diperiksa, periksa dan
bersihkan.
TROUBLESHOOTING
3. Sinar kurang atau lapangan pandang gelap
 Posisi cermin tidak tepat  Periksa, betulkan
letak cermin sampai terlihat gambar yang jelas
 Revolver belum tepat dalam perputarannya 
Periksa, putar revolver sampai tepat pada
lubangnya
4. Terdapat bayangan gelap bila lensa okuler diputar
 Permukaan lensa okuler bergaris  Periksa, bila
ada garis cari sebab garis tersebut. Bila dari
kotoran besihkan, tapi kalau disebabkan lensa
tergores maka ganti dengan yang baru.
 Lensa okuler kotor  Periksa, bila kotor
bersihkan