Anda di halaman 1dari 36

Pelvic Inflamatory

Disease

Oleh :
dr. Meri Destarina

Pembimbing:
dr. Fadli Rabani, SpOG

Pendamping :
dr. Hj. Nanie Rusanty, M.Kes
dr. Hj. Rima Budiarti

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


RSUD BENGKALIS
PERIODE SEPTEMBER 2017 - SEPTEMBER 2018
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama Ny. HE
Umur 30 tahun
Jenis Kelamin Perempuan
Alamat Jl. Utama Bengkalis
Agama Islam
Status Menikah
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga
Masuk RS 28 April 2018

MR 0309xx
RPS
KU: Nyeri perut bagian bawah
Pernah mengalami hal yang sama 1
Dirasakan sejak 6 Hari SMRS Nyeri dirasakan terus menerus
TSMRS. Nyeri hilang timbul

Demam , mual dan muntah

Pasien mengeluhkan adanya keputihan


Nyeri saat berkemih dan sering menggunakan cairan
Nyeri saat bersenggama
pembersih vagina

Pasien belum pernah berobat


nyeri ulu hati Nafsu makan berkurang
RPD RPK Kebiasaan
Keluhan yang sama (-) Keluhan yang sama (-) Merokok (-)

Hipertensi (-) Alkohol (-)

Ganti-ganti pasangan
DM (-) (-)

Trauma (-)

Abortus dan Kuretase


(+)
Status Reproduksi

Status Perkawinan Riwayat Menstruasi Riwayat Kehamilan


• - Menikah, 1 kali • Menarche usia 13 tahun, P3A1H2
• - Menikah saat berusia 20 siklus haid 28 hari, teratur
tahun lamanya 5-7 hari. • I : Usia 5 tahun,
perempuan, BBL 2900 gr,
- Dengan suami sekarang
normal, aterm, dibantu
lamanya 10 tahun
bidan
• II : Abortus, kuret (+)
• III : Usia 3 tahun, Laki-
Laki, BBL 3100 gr, normal,
aterm, dibantu bidan
PEMERIKSAAN FISIK
KU: Tampak sakit sedang Kesadaran: Composmentis

Berat : 60 kg
TD Tinggi : 160
NADI FREK. NAFAS SUHU
130/70 cm
88 x/i 20 x/i 37,70 C
mmHg BMI: 23,4
(Normal)
Pemeriksaan Fisik
Kepala •Dalam batas normal

Thoraks •Dalam batas normal

Abdomen •Status ginekologis

Ekstremitas •Dalam batas normal


Pemeriksaan Penunjang
Hb 12,2 mg/dl USG:
Ht 31,8 % Kesan : Terdapat cairan
Leukosit 13. 000/m3 bebas di cavum douglassi
Trombosit 373. 000/m3 curiga PID
Tes Kehamilan Positif (-)
GDS 104 mg/dl
URIN RUTIN
Sedimen
Eritrosit : 1
Leukosit : 2
Ephitel : negatif
Bakteri : negatif
Cylinder : negatif
Cristal : negatif
RESUME
Ny. HE 30 tahun datang ke RSUD Bengkalis mengeluhkan perut bagian bawah
yang di rasakan sejak 1 TSMRS. Keluhan saat itu dirasakan hilang timbul. 6 HSMRS
Os mengeluhkan keluhan yang sama. Nyeri dirasakan terus menerus. Nyeri
dirasakan sampai ke pinggang belakang. Nyeri lebih dirasakan saat beraktifitas.
Pasien juga mengeluhkan demam, mual dan muntah. OS mempunyai riwayat
keputihan sejak 1,5 tahun dan sering menggunanakan cairan pembersih vagina. Dan
terasa nyeri saat bersenggamadan berkemih. Selain itu pasien juga mengeluhkan
nyeri ulu hati dan nafsu makan menurun.

Pada pemeriksaan fisik abdomen nyeri tekan pada perut bagian bawah. Pada
pemeriksaan laboratorium dalam batas normal kecuali leukosit meningkat. Dan hasil
USG didapatkan kesan PID.
DIAGNOSIS KERJA

Pelvic Inflamatory Disease (PID) / Penyakit Radang Panggul


Penatalaksanaan
- Observasi keadaan umum, tanda tanda vital
- Rawat jalan
- Levofloxacyin tab 1x500 dan metronidazole 2x 500 mg ( 14 hari)
Ketoprofen tab dan antasid syr 3xC1
- Kontrol seminggu lagi
Follow Up Pasien
Tanggal Subjektif/Objektif/Assestment – Planning
05 Mei 2018 S: -
O:
Keadaan umum: baik
Kesadaran: kompos mentis
TD: 110/70 mmHg
Nadi: 76 x/menit
RR: 18 x/menit
T: 36,5ºC
Kepala: Konjungtiva anemis (-/-)
Thorax :
Jantung : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)
Paru-paru : Simetris. Retraksi (-) Suara nafas vesikuler (+/+),
ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen: Cembung, supel, nyeri tekan (-). BU (+) normal.
Ekstremitas : Akral hangat (+) sianosis (-) CRT <2”
A: Pelvic Inflamatory Disease
P:
– USG (dalam batas normal)
PENDAHULUAN
Kelainan inflamasi pada daerah traktus genital bagian atas, dapat
berupa:
 Endometritis
 Salpingitis
 Tubovarian Abcess
 Salpingitis
 Pelvic Peritonitis
DEFINISI
Penyakit Radang Panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah suatu
kumpulan radang pada saluran genital bagian atas oleh berbagai organisme, yang dapat
menyerang endometrium, tuba fallopi, ovarium dan peritonitis pelvic.

Pelvic inflammatory disease (PID) merupakan salah satu komplikasi


penyakit menular seksual yang serius

Diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat dan cepat sangat diperlukan dalam kasus ini
karena komplikasi PID dapat mengancam kehidupan dan kesuburan seorang wanita.
EPIDEMIOLOGI

• Satu dari 7 wanita Amerika telah


menjalani perawatan karena infeksi ini
dan kurang lebih satu juta kasus baru
terjadi setiap tahun

• PID ini sebagian besar (90%) terjadi karena


infeksi, selebihnya karna tindakan medis.

• PID dapat terjadi dalam rentang usia


berapapun, namun wanita dewasa yang
aktif secara seksual dan wanita kurang dari
25 tahun mempunyai resiko lebih besar.

• Kasus PID ini sebagian besar menjalani


rawat jalan dan beberapa melalui proses
bedah (rawat inap)
ETIOLOGI

Penularan yang utama terjadi melalui hubungan


seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk kedalam tubuh setelah
prosedur kebidanan/kandungan ( misalnya pemasangan IUD,
perslinan, keguguran, aborsi dan biopsy endometrium).
Con’t….

Penyebab paling sering dari penyakit ini adalah infeksi chlamydia


trachomatis (60%) dan Neisseria gonorrhoeae (30-80%) )

penyebab lain diantaranya :


1. Infeksi Gardnerella vaginalis
2. Infeksi Bacteroides
3. Bacterial vaginosis
4. Streptococcus Group B
FAKTOR RESIKO

Pemakaian Alat
kontrasepsi
PATOFISIOLOGI
Diagnosis radang panggul berdasarkan kriteria dari “Infectious Disease
Society for Obstetrics & Gynecology”, USA.

1) Negatif gram diplokok pada secret


endoserviks.
1) Nyeri tekan pada 2) Suhu diatas 38º C.
abdomen 3) Lekositosis lebih dari 10.000 per mm³.

2) Nyeri bila servik uteri 4) Adanya pus dalam kavum peritonei


yang didapat dengan kuldosentesis
digerakkan.
maupun laparaskopi.
3) Nyeri pada adneksa.
5) Adanya abses pelvic dengan
pemeriksaan bimanual maupun USG.
Berdasarkan rekomendasi “Infectious Disease Society for Obstetrics &
Gynecology”, USA, Hager membagi derajat radang panggul menjadi :

Derajat I : Radang panggul tanpa penyulit (terbatas pada tuba dan


ovarium ), dengan atau tanpa pelvio – peritonitis.

Derajat II : Radang panggul dengan penyulit (didapatkan masa radang,


atau abses pada kedua tuba ovarium) dengan atau tanpa pelvio –
peritonitis.

Derajat III : Radang panggul dengan penyebaran diluar organ-organ


pelvik,misal adanya abses tubo ovarial.
PATOFISIOLOGI
Interlumen
Penyakit radang panggul akut non purpuralis hampir selalu (kira-kira 99%)
terjadi akibat masuknya kuman patogen melalui serviks ke dalam kavum uteri.
Organisme yang diketahui menyebar dengan mekanisme ini adalah N.
gonorrhoeae, C. Tracomatis, Streptococcus agalatiae, sitomegalovirus dan virus
herpes simpleks.

Limfatik
Infeksi purpuralis (termasuk setelah abortus) dan infeksi yang
berhubungan denngan IUD menyebar melalui sistem limfatik seperti infeksi
Myoplasma non purpuralis.

Hematogen
Penyebaran hematogen penyakit panggul terbatas pada penyakit
tertentu (misalnya tuberkulosis) dan jarang terjadi di Amerika Serikat.
Con’t….
Intraperitoneum
• Infeksi intraabdomen (misalnya apndisitis, divertikulitis) dan
kecelakaan intra abdomen (misalnya virkus atau ulkus dengan
perforasi) dapat menyebabkan infeksi yang mengenai sistem
genetalia interna.
Kontak langsung
• Infeksi pasca pembedahan ginekologi terjadi akibat
penyebaran infeksi setempat dari daerah infeksi dan
nekrosis jaringan.
KOMPLIKASI
 Infertilitas

 Ektopic Precnancy

 Nyeri Pelvis Kronis

 PID Berulang

 Abses
DIAGNOSIS
- Px darah lengkap
Gejala sangat bervariasi, 1) Nyeri tekan pada
tergantung lokasi, - Px urin lengkap
intensitas, serta daya abdomen
- Px USG : terdapat
tahan tubuh. cairan bebas di cavum
2) Nyeri bila servik uteri
douglassi curiga PID
ANAMNESIS

PF

PP
•Nyeri/ketegangan
abdomen bagian bawah digerakkan.
•Demam
3) Nyeri pada adneksa.
•Gangguan berkemih
•Nyeri goyang serviks
•Nyeri pada adneksa
•Discharge vagina yang
berlebihan
•Diagnosis klinis PID
mempunyai nilai duga
positif 65-90%
PENATALAKSANAAN

RAWAT INAP

Rekomendasi terapi parenteral A


 Sefotetan 2 g intravena setiap 12 jam atau
 Sefoksitin 2 g intravena setiap 6 jam ditambah
 Doksisiklin 100 mg oral atau parenteral setiap 12
jam
Terapi parenteral B

- Klindamisin 900 mg setiap 8 jam ditambah

- Gentamisin dosis muatan intravena atau intramuskuler (2


mg/kg berat badan) diikuti dengan dosis pemeliharaan (1.5
mg/kg berat badan) setiap 8 jam. Dapat diganti dengan
dosis tunggal harian.
Terapi parenteral alternatif

- Levofloksasin 500 mg intravena 1x sehari dengan atau tanpa


metronidazol 500 mg intravena setiap 8 jam atau

- Ofloksasin 400 mg intravena setiap 12 jam dengan atau tanpa


metronidazol 500 mg intravena setiap 8 jam atau

- Ampicillin/Sulbaktam 3 g intravena setiap 6 jam ditambah doksisiklin


100 mg oral atau intravena setiap 12 jam
RAWAT JALAN
Rekomendasi terapi A

- Levofloksasin 500 mg oral 1x setiap hari selama 14 hari atau ofloksasin


400 mg 2x sehari selama 14 hari dengan atau tanpa

- Metronidazol 500 mg oral 2x sehari selama 14 hari


Rekomendasi terapi B
- Ceftriaxone 250 mg intramuskuler dosis tunggal ditambah doksisiklin oral
2x sehari selama 14 hari dengan atau tanpa metronidazol 500 mg oral 2x
sehari selama 14 hari atau

- Cefoxitine 2 g intramuskuler dosis tunggal dan probenesid ditambah


doksisiklin oral 2x sehari selama 14 hari dengan atau tanpa metronidazol
500 mg oral 2x sehari selama 14 hari atau

- Cephalosporine generasi ketiga (misal seftizoksim atau sefotaksim)


ditambah doksisiklin oral 2x sehari selama 14 hari dengan atau tanpa
metronidazol 500 mg oral 2x sehari selama 14 hari
PEMBAHASAN
Diagnosis
Anam-
nesis
PF

PP

Sesuai
Pelvic Inflamatory Disease dengan
(PID)/Penyakit Radang Panggul teori
PENATALAKSANAAN

Pada pasien Teori


• Levofloxacyin tab 1x500 dan • Terapi regiman A
metronidazole 2x 500 mg ( 14 hari) • Rawat Jalan
KESIMPULAN
•Pelvic inflammatory disease (PID) merupakan salah
satu komplikasi penyakit menular seksual yang serius

•Diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat dan cepat


sangat diperlukan dalam kasus ini karena komplikasi
PID dapat mengancam kehidupan dan kesuburan
seorang wanita.