Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

PEMBAHASAN
• Menurut teori Siregar (2013), • Penyebab terjadinya kanker
dan Sulistyowati (2012) payudara menurut teori
• Klien Ny.R mengalami kanker terbagi menjadi 2 yaitu
payudara dengan menurut faktor yang dapat
pertumbuhan sel yang dipastikan dan faktor yang
abnormal ke arah ganas belum dapat dipastikan
dengan perbesaran massa
pada sisi payudara sebelah
kiri dan bermestastase ke
kelenjar getah bening jika
diihat dar stadiumnya sesuai
dengan teori maka klien Ny. R
sudah berada di stadium III B
karena Karsinoman sudah
mengalami inflamasi,
menginvasi kulit, dengan
nodus kulit satelit, atau
setiap karsinoma dengan
metastasis ke kelenjar getah
bening.
Pengkajian
• Riwayat Kesehatan Sekarang
• Riwayat Kesehatan Dahulu
• Riwayat Kesehatan Keluarga
• Pemeriksaan fisik
• Pada teori mengatakan 11 pola Gordon
- Nutrisi – Metabolik
- Aktivitas dan Latihan
Diagnosa Keperawatan
• Diagnosa keperawatan 1: Nyeri • Diagnosa keperawatan 2 : Kerusakan
kronis berhubungan dengan integritas jaringan berhubungan
dengan gangguan sirkulasi
metastase kanker
• klien dengan kanker payudara
• Metastase kanker sudah memiliki tanda adanya perubahan
menyebar dan menimbulkan tekstur kulit hingga jaringan pada
pertumbuhan sel yang abnormal payudara seperti benjolan yang
membesar dan ganas sehingga tumbuh semakin besar, Mulai timbul
menekan oragan lain hingga luka pada payudara dan lama tidak
sembuh meskipun sudah diobati,
menginterupsi sel saraf sehingga
serta puting susu seperti koreng atau
nyeri dirasakan klien terus eksim dan tertarik ke dalam. Kulit
menerus tentunya mengganggu payudara menjadi berkerut seperti
kenyamanan klien baik itu saat kulit jeruk (Peau d' Orange). Benjolan
beristirahat maupun saat menyerupai bunga kobis dan mudah
beraktivitas, berdarah Metastase (menyebar) ke
kelenjar getah bening sekitar dan
alat tubuh lain
• Diagnosa keperawatan 3 : • Diagnosa keperawatan 4:
Ketidakefektifan Perfusi Defisit Perawatan diri : Mandi
jaringan perifer berhubungan berhubungan dengan tingkat
dengan kadar Hb dibawah nyeri
normal • akibat dari ketidaknyamanan
• Hasil Lab HB : 9,3 g/dl, MAP klien untuk beraktivitas,
kurang dari normal ini diagnose defisit perawatan
menunjukkan adanya diri ( mandi) walaupun
gangguan perfusi jaringan diteori tidak disebutkan
perifer yang diakibatkan dari diagnose keperawatan ini ,
proses penyakit yaaitu namun diagnose
penurunan HB sehingga keperawatan defisit
suplai darah terganggu dan perawatan diri (mandi)
tidak sampai ke daerah yang ditegakkan sesuai dengan
perifer keadaan klien Ny.R dan
keperluannya untuk
memenuhi kebersihan klien
• Diagnose keperawatan 5 : Resiko infeksi dengan
faktor resiko
• apabila pasien menujukkan adanya tanda-tanda
infeksi sehubungan dengan penurunan leukosit dan
HB
Intervensi & Implementasi
• Pada diagnosa nyeri kronis tindakan yang paling tepat
dilakukan adalah dengan memberikan teknik
nonfarmakologi relaksasi : napas dalam.
• .Pada diagnosa kerusakan intergritas jaringan, tindakan
yang paling tepat dilakukan adalah perawatan luka
• Pada diagnosa ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
tindakan yang paling tepat adalah kolaborasi
pemberian tranfusi darah
• Pada diagnose deficit perawatan diri : mandi, tindakan
yang paling tepat dilakukan yaitu yang membantu
untuk membersihkan tubuh klien ( menyeka ).
• Pada diagnose resiko infeksi, tindakan yang paling
tepat dilakukan adalah kolaborasi dalam pemberian
leokogen untuk meningkatkan leukosit, dan selalu
melakukan tindakan sesuai teknik aseptik
Evaluasi
• Diagnose deficit perawatan diri : mandi, teratasi
sepenuhnya dengan melakukan intervensi lanjutan untuk
mengecek kebersihan klien dan mengingatkan keluarga
untuk menjaga kebersihan diriNy. R. diagnose resiko infeksi
juga teratasi dengan tidak ditemukannya tanda – tanda
infeksi dan suhu yang normal.
• Pada diagnose nyeri kronis, teratasi sebagian dikarenakan
skala nyeri berkurang tetapi nyeri yang dialami masih ada.
Untuk diagnose ketidakefektifan perfusi jaringan teratasi
sebagian karena nilai Hb ada naik tetapi masih di bawah
normal.
• Untuk diagnose kerusakan integritas jaringan teratasi
sebagian, benjolan dan luka masih ada tetapi tidak meluas,
tidak ada pus dan tidak berbau sesuai dengan kriteria hasil
yang diharapkan