Anda di halaman 1dari 40

Anemia pada anak

dr. Bambang Mulyawan SpA

1
Definisi
 Sindroma Klinik yang disebabkan :
- Penurunan masa eritrosit total dalam tubuh
- Penurunan Hb, Ht, Eritrosit
 Definisi lain :
- Menurunnya jumlah hemoglobin dalam sel
darah merah sehingga oksigenasi ke jaringan
dan organ terganggu.
 Biasanya diikuti dengan penurunan Ht
 Kadar Hb dipengaruhi umur, jenis kelamin,
geofrafis dan metode pemeriksaan.
Circulating Blood Cells
DARAH
PROTEIN
( alb, glob, fibr )
PLASMA
FAK PEMBEKUAN
LEUKOSIT
BUFFY-COAT
TROMBOSIT
ERITROSIT

4
Anemia…

… abnormal low hemoglobin, hematocrit or RBC


count, lower than the age-adjusted
reference range for healthy children.
Anemia : Not a diagnosis in itself.
An Objective Sign

Common problem in clinical practice.


It is defined as reduction in the conc. of Hb . Considered normal for
person’s age /sex group.
As RBC’s pass through the lungs the
hemoglobin in the red blood cell gives off
CO2 and picks up O2
Anemia
 Definisi
– Kadar Hb > 2 SD di bawah angka rata-rata
normal sesuai kelompok umurnya
 Angka normal bervariasi tergantung usia
anak
Age Newborn 2 wks 3 months 6m – 6 yrs 7-12 yrs

Hb 168 165 120 120 130


(137-210) (130-200) (95-145) (105-140) (110-160)
Hct 55 50 36 37 38
Anemia
Faktor penyebab :
1. Penurunan pembentukan sel drh merah

2. Peningkatan penghancuran
(HEMOLYSIS)

3. Kehilangan darah / perdarahan

11
Etiologic classification
I Impaired red cell formation
A/ Deficiency
Decreased dietary intake
Increased demand
Decreased absorption
Increased loss
B/ Bone marrow failure
Failure of a single or all cell lines
Infiltration
C/Dyshematopoietic anemia
II Blood loss
III Hemolytic anemia
Corpuscular (membrane, enzymatic or hemoglobine defects)
Extracorpuscular (immune, idiopathic)
3 HAL UTAMA
YG PERLU DIPERHATIKAN
PADA PENDERITA PENYAKIT DARAH

Pucat ( anemis )
Perdarahan
Petekie, purpura, ekimosis,
Epitaksis, melena

Organomegali
Hepato-splenomegali,
Pemb kel. Lymp

ikterik

13
NUTRIEN ESENSIAL
Besi
Asam folat
Vit B 12
Protein
eritrosit
Perkembangan optimal
Eritropoetik

14
ANEMIA DEFISIENSI BESI
KEGUNAAN ZAT BESI DALAM TUBUH
Pembentukan hemoglobin
Pertumbuhan
Bekerjanya bbrp macam enzim
Meningkatkan :
ketahanan terhadap infeksi
kemampuan usus menetralisir zat toksik
kemampuan belajar ( konsentrasi )
16
KEJADIAN DEFISIENSI BESI PADA ANAK

 Negara maju : 20%


 Negara berkembang / miskin : 30-80%
( terutama BALITA )

WHO ( INDONESIA )
 2/3 ibu hamil : Hb rendah
 Kejadian BBLR : 20%

50% Bayi lahir berisiko

17
Faktor predisposisi
 Status hematologi ibu hamil
 BBLR
Ketidak tahuan
 Pemberian makanan Sosioekonomi
Perilaku pemberian makan
 Infeksi menahun Jenis makanan

 Infestasi parasit

18
METABOLISME BESI
Zat besi
Fe+++
Dalam makanan

HCL
Fe+++
lambung
Ferritin
Vit C
usus Fe++ Hemosiderin
Myoglobin
Transferin enzim
Sintesa Hb
( sumsum tulang )
19
KEBUTUHAN TERHADAP BESI

 5 – 10 mgr / hari
 Meningkat pada :
 Bayi
Pertumbuhan
 Prasekolah meningkat
 Remaja / pubertas

 Penyakit infeksi

Sangat sedikit
Pengeluaran besi Deskuamasi: sel-sel kulit, sal cerna
Keringat, urine & empedu
20
FAKTOR PENYEBAB

INTAKE KURANG
Gizi buruk
Makanan tambahan

ABSORBSI KURANG
Diare KEBUTUHAN MENINGKAT
Sindr malabsorbsi Pertumbuhan
Gizi buruk Infeksi kronis / berulang

SINTESA BERKURANG PENGELUARAN MENINGKAT


Infeksi cacing
Kongenital hipo-
amubiasis
transferinemia

21
Derajat Defisiensi Besi

PRELATEN LATEN LANJUT


Cadangan tak ada ( ANEMIA)
Cadangan besi kurang
Besi serum kurang
Besi serum masih normal
Feritin kurang Cadangan tak ada
Feritin kurang
Belum anemia Besi serum rendah
Belum anemia
Feritin sangat kurang
Timbul gejala

22
Penegakan Diagnosis
 detailed history/
anamnesis
 careful physical
examination
 peripheral blood  bone marrow
smear evaluation
– red cell morphology
 additional
– MCV
testing
– RDW
– WBC and platelet
morphology
History / Anamnesis

 diet
 family history
 environmental exposures
 symptoms (headache, exertion dyspnea,
fatigue, dizziness, weakness, mood or
sleep disturbances, tinnitis)
MANIFESTASI KLINIK

Lesu, letih Kulit kering


Pucat Lidah : atropi papil
Mudah terangsang Pembesaran jantung
Nafsu makan kurang Bising sistolik fungsional

Konsentrasi kurang
Prestasi sekolah menurun

25
LABORATORIUM

Darah tepi : Lab lainnya :


 Hb rendah
Mikrositer,  Hematokrit rendah
Hipokrom  SI menurun, TIBC meningkat
Anisositosis,  Ferritin menurun
Poikilositosis
 Saturasi transferin
 FEP ( Free erytrhrocyt Phorphyrin )

26
Indeks eritrosit
 MCV= Ht x 10 (Normal 80-97 fl)
eri
 MCH = Hb x 10 (Normal 27-31 pg)
eri
 MCHC= Hb x 100 (Normal 32-36 %)
Ht
MCV : Mikro/Makro
MCH , MCHC : Hipo / Hiper
Anemia Menurut morfologi SDM
1. Mikrositik hipokromik (MCH/MCV/MCHC rendah):
anemia def. Besi, thalasemi, keracunan timah,
sideroblastik, peny kronis
2. Normositik normokromik (MCV/MCHC N):
anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia
hemorragik)
3. Makrositik normokromik (MCV tinggi, MCHC N):
a. Anemia Megaloblastik
- Def vit B12 / as folat
PENGOBATAN
 Pengobatan kausal
 Pemberian preparat besi :
 Ferro sulfat, fosfat, fumarat
 Suplementasi besi

 Fortifikasi besi

 Transfusi darah

29
TRANSFUSI DARAH
 Tidak sering dilakukan
 Indikasi khusus :
 Keadaan umum yang buruk
 Infeksi berat ( Bronkopneumonia )
 Gagal jantung
 Pemberian transfusi: sedikit dan berulang

30
PROGNOSIS

 Sangat bergantung kepada kausal


( kausal diobati, pemberian preparat besi,Prognosa baik )

 Defisiensi besi saja, jarang menimbulkan


kematian
 Defisiensi besi sejak lahir / sejak kecil,
konsentrasi belajar menurun, prestasi
menurun

31
ANEMIA

ANEMIA

Erythrocyte Indices
Blood Smear

MCV>100 MCV 80-100 MCV < 80

Macrocytic Normocytic Microcytic


Mean Cell Volume (MCV)

MCV

Microcytic Normocytic Macrocytic


Iron Deficiency (IDA) Chronic diseases, CKD Megaloblastic anemias
Chronic Infections Early IDA Liver disease/alcohol
Thalassemias Hemoglobinopathies Hemoglobinopathies
Hemoglobinopathies Primary marrow disorders Metabolic disorders
Sideroblastic Anemia Combined deficiencies Marrow disorders
Increased destruction Increased destruction
Anemia megaloblastik
Anemia dimana terjadi kelaianan pada sel dan
fungsi di sumsum tulang dan darah tepi yang
disebabkan sintesis DNA yang tidak sempurna
Penyebab:
1. Defisiensi B12 dan asam folat : yg penting utk
sintesa DNA, Defisiensi menimbulkan
pematangan inti terlambat(megaloblastik)
2. Abnormalitas metabolisme B12/as folat
3. Cacad sintesa DNA :
a. defisiensi enzim kongenital
b. Akuisita : terapi hidroksiurea,
sitosin arabinosa
 Macrocytic, normochromic red blood cells
are on the left, while normocytic
normochromic red blood cells are pictured
on the right.
MACROCYTIC ANEMIA

Marrow Morphology

Megaloblastic Non-Megaloblastic

Serum Vitamins Reticulocyte Count

B12 def &/or Folate def


Increased N or Decreased
Diet
Hemolytic Anemia Hepatic Diseases
Hemorrhage Hypothyroidism
Poor Good Chronic Lung Disease

Dietary def Malabsorption


Pregnancy Tropical Sprue
Infancy Gastric Resection
Folate and B12 Deficiency

 Macrocyticanemia – MCV >100


and may be >120
 Hypersegmented neutrophils
 “Megaloblastic” bone marrow
 Sebab Defisiensi as Folat:
1. Nutrisional : Tua, Skorbut,Gastrektomi parsial
2. Malabsorbsi : Peny. Crohn, Gastrektomi parsial
3. Pemakaian berlebih :
- Fisiologis : kehamilan, laktasi
- Patologis : Hemolitik, Keganasan,Radang (TBC,
RA, Peny. Crohn, Psoriasis )
4. Pembuangan As. Folat >> : Peny. Hati, Jtg
5. Terapi obat antikonvulsan
6. Alkoholisme
Folic Acid (Folate) Sources
 Natural  Enriched
– Meat &Poultry (varies by country)
 Liver – Breakfast cereal
– Dark green veggies – Flour
 Spinach
– Bread
 Asparagus
– Pasta
 Broccoli
– Peas & Beans
– Fruit
 oranges
Pemeriksaan An Megaloblastik
 Dt: makrositik normokromik
 Sdm : basofilik stipling, howell jolly, eritrosit
berinti, fragmentosit, Schistosit, makrosit oval
 Netrofil hipersegmen
 Retikulosit turun
 MCV meningkat, MCHC normal
 Netrofil dan trombosit turun
 Sumsum tulang : Eritroid hiperplasi, seri Myeloid
( btk Giant, granulosit hipersegmen ),
Megakariosit
 Serum B12 & As. Folat
 Pem lain : tes gastrin & tes Shilling