Anda di halaman 1dari 33

REFERAT

TINITUS
Pembimbing:
Prof. dr. Soepomo Soekardono, Sp.THT (K)

Oleh:
Michael Carrey (2012-061-040)
Melissa Dharmawan (2012-061-041)
Dicky Stefanus (2012-061-045)
Adrian Prasetio (2013-061-098)
BAB I – PENDAHULUAN
• Tinitus merupakan gangguan persepsi suara tanpa
adanya sumber eksterna
• Prevalensi tinitus adalah 10,1% (Inggris) dan 10-15%
(AS). Sekitar 20% memerlukan intervensi klinis
• Tinitus sering terjadi bersamaan dengan kehilangan
pendengaran sensorineural, terutama pada pasien
dengan tinitus yang mengganggu dan tanpa patologi
telinga yang jelas

Latar Belakang
BAB II - ISI
Anatomi
Anatomi
Anatomi
• Pengaturan keseimbangan di dalam telinga dalam
diatur oleh aparatus vestibularis
• Kanalis semisirkularis berfungsi sebagai mendeteksi
akselerasi, deselerasi rotasional atau angular
• Utrikulus dan sakulus mandeteksi perubahan posisi
kepala dalam garis linear secara horizontal dan
vertikal

Fisiologi – Sistem Vestibularis


Histologi – Koklea
• Tinitus  salah satu bentuk gangguan pendengaran
berupa sensasi suara tanpa adanya rangsangan dari
luar, dapat berupa sinyal mekanoakustik maupun
listrik
• Keluhan suara yang didengar sangat bervariasi

Definisi
 Tinitus Subjektif

 Tinitus Objektif

Klasifikasi
Etiologi, Faktor Risiko, dan Patogenesis
Etiologi, Faktor Risiko, dan Patogenesis
Diagnosa – Algoritma
Latar belakang

Riwayat tinitus

Modifikasi pengaruh

Kondisi yang berkaitan

Diagnosa – Riwayat Pasien Tinitus


Diagnosa – Derajat Beratnya Tinitus
TATALAKSANA
• Penatalaksanaan tinnitus merupakan masalah
yang kompleks dan merupakan fenomena
psikoakustik murni sehinga tidak dapat diukur.
• Perlu diketahui penyebab tinnitus agar dapat
diobati sesuai penyebabnya.
• Terapi definitif untuk menghilangkan tinnitus
sampai saat ini belum ada.
• Tujuan dari tatalaksana tinnitus saat ini adalah
untuk menurunkan gangguan yang diakibatkan
oleh tinnitus sehingga dapat memperbaiki
kualitas hidup.

Tatalaksana
TATALAKSANA
Pendekatan manajemen tinnitus saat ini :
o Psikologis
o Stimulasi auditorik
o Farmakologi
o Stimulasi otak

Tatalaksana
Konseling dan Psikoedukasi
• Dilakukan oleh audiologist atau otologist
• Penjelasan informasi berupa
– Anatomi dan patologi cochlea
– Proses mekanisme bagaimana suara dapat
didengar
– Mekanisme tinnitus
– Stress dan cara menghadapinya

Tatalaksana
Tinnitus Retraining Therapy (TRT)
• Kombinasi konseling terpimpin, terapi akustik, dan
medikamentosa
• Tujuan : memicu dan menjaga reaksi habituasi dan persepsi
tinnitus dan atau suara lingkungan yang menggangu
• Proses 
– Anamnesis awal untuk mengidentifikasi masalah dan keluhan
pasien
– Menentukan pengaruh tinnitus dan penurunan toleransi
terhadap suara di sekitarnya
– Mengevaluasi kondisi emosional dan derajat stres pasien
– Mendapatkan informasi untuk memberikan konseling yang
tepat
– Membuat data dasar yang akan digunakan untuk evaluasi terapi

Tatalaksana
Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
• Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan
suatu pendekatan untuk membantu merubah
pola pikir penderita terhadap tinnitus dengan
cara meminimalisir pikiran negatif penderita
terhadap gejala tinnitus
• Beberapa literatur menunjukkan bahwa dengan
gabungan antara CBT dan sound therapy /
stimulasi auditorik menunjukkan peningkatan
kualitas hidup pada pasien yang terganggu
Tatalaksana
Sound Therapy
• Baik suara dari lingkungan atau suara yang
dibuat sendiri keduanya dapat dipakai untuk
penanganan tinnitus
• Penghasil suara lingkungan merupakan suatu
alat kecil yang menghasilkan suara alam
seperti bunyi ombak, air terjun, hujan, dan
bunyi lainnya yang bertujuan untuk
merelaksasi dan menurunkan persepsi pasien
terhadap suara tinnitus

Tatalaksana
Alat Bantu Dengar
• Alat bantu dengar  untuk mengkompensasi input
auditorik pada batas frekuensi yang terganggu
• Terbatas pada frekuensi tertentu
• Sebuah studi observasi menunjukkan manfaat dari
penggunaan alat bantu dengar pada pasien dengan
tinnitus hanya dapat kurang dari 6000 Hz dan harus di
dalam jarak amplifikasi alat bantu dengar
• Masih dibutuhkan studi – studi dengan randomized
controlled trial untuk membuktikan efekasi dari alat
bantu dengar ini

Tatalaksana
Cochlear Implants
• Pada pasien dengan sensorineural hearing loss disertai
tinnitus, sebuah penelitian melaporkan penurunan dari
derajat tinnitus dengan dilakukannya cochlear implant
• Studi lain juga membuktikan manfaat implan koklear
pada kasus berkurangnya pendengaran sebelah
• Hal ini membuktikan implantasi koklear menawarkan
supresi tinnitus yang bersifat jangka panjang pada
pasien dengan SNHL berat dengan cara merestorasi
input auditorik ke sistem pendengaran pusat

Tatalaksana
Farmakologi
• Saat ini belum ada terapi medikamentosa
untuk tinnitus
• Obat golongan benzodiazepine atau
carbamazepine  Bersifat simptomatik
• Pada penderita tinnitus penggunaan berlebih
dari alkohol, kafein, atau obat yang
merangsang sistem saraf pusat harus dihindari
• Aspirin  tinnitus.
Tatalaksana
Stimulasi Otak
• Stimulasi otak terapetik memungkinkan modulasi
fokal dari aktivitas neuronal dan diteliti dapat
menormalisasi tinnitus yang terkait dengan
abnormalitas dari aktivitas neuronal
• Repetitive transcranial magnetic stimulation
• Kekurangan dari tatalaksana ini adalah variasi
efek antar individu yang tinggi, durasi dari efek
yang sangat singkat sehingga harus dilakukan
secara berulang dengan biaya yang cukup mahal
Tatalaksana
GUIDELINES AAONS
• Pemakaian imaging untuk mendiagnosis tinnitus
sangat tidak disarankan kecuali pasien memiliki
salah satu dari gejala seperti tinnitus yang
terlokalisasi pada 1 telinga, tinnitus pulsatile,
adanya defisit fokal neurologis, atau kehilangan
pendengaran sebelah
• Pemakaian obat – obatan seperti antidepresan,
antikonvulsan, anti cemas atau medikasi
intratimpani tidak disarankan untuk pengobatan
primer tinnitus persisten
Tatalaksana
• Suplemen seperti Ginkgo biloba, melatonin, zinc,
juga tidak disarankan karena belum jelas
manfaatnya secara signifikan dalam menurunkan
gejala tinnitus serta masih sedikitnya penelitian
yang dilakukan mengenai zat – zat tersebut.
• Terapi akupunktur juga masih belum
direkomendasikan oleh literatur
• Pemakaian Transcranial Magnetic Stimulation
(TMS) tidak disarankan untuk pengobatan rutin
karena sedikitnya manfaat yang diterima
dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan
Tatalaksana
BAB III – KESIMPULAN DAN SARAN
• Tinitus  salah satu bentuk gangguan pendengaran
berupa sensasi suara tanpa adanya rangsangan dari
luar
• Tinitus ada yang bersifat subjektif dan objektif
• Terapi definitif untuk menghilangkan tinitus sampai
saat ini belum ada
• Tujuan dari tatalaksana tinitus saat ini adalah untuk
menurunkan gangguan yang diakibatkan oleh tinitus

Kesimpulan
• Penjelasan yang baik perlu diberikan agar pasien
tidak merasa takut
• Obat penenang atau obat tidur dapat diberikan saat
menjelang tidur
• Pasien dianjurkan agar beradaptasi dengan gangguan
tersebut

Saran
TERIMA KASIH