Anda di halaman 1dari 25

BATUK PADA ATLET

dr.Khairuddin Hamdani Hasibuan


PENDAHULUAN

Batuk: gejala sering pada


atlet

Kondisi umum vs khusus


(exercise-induced cough,
alergen, musim)

Pedoman CHEST 
Manajemen batuk
METODE
PENCARIAN JOURNAL
Strategi Pencarian

• PubMed, Scopus, Cochrane Library


• Kata kunci 1: cough/exercise induced
asthma/rhinitis/sinusitis/ laryngitis/GERD/gastro-
esophageal reflux/gastroesophageal reflux/“chronic
eosinophilic bronchitis”/bronchoconstriction
“environmental exposures”/“vocal cord”/“upper
airway diseases”/allergies
• Kata kunci 2:
athlete/athletes/skiers/skiing/swimmers/
swimming/runners/rowing/marathon/Olympic/“compe
titive sports
• Berbahasa Prancis/Inggris, April 2015
METODE

Pemilihan Studi

• Seluruh desain studi


• PICO
• Inklusi: atlet, dewasa dan remaja ≥ 12 tahun dengan
batuk akut/rekuren

Ekstraksi Data dan Penilaian Kualitas

• Dua peneliti menilai  diskusi


METODE

Kerangka Pedoman
• Penggolongan  Grading of
Recommendations Assessment,
Development and Evaluation
• Kualitas  tinggi, sedang,
rendah/sangat rendah
• Kekuatan  level 1,2, dan seterusnya

Penyusunan Rekomendasi
• 80% persetujuan dari 75% anggota
Panel Ahli Batuk (sangat setuju/setuju)
HASIL
PENYEBAB BATUK
 Sering  Jarang
 Asma  exercise-induced
 EIB pulmonary edema
 Dehidrasi jalan napas  high-altitude
 Paparan lingkungan pulmonary edema
 RTI  Emboli paru
 UACS  Sindroma aspirasi air
garam
 GERD
 Perokok pasif

Rekomendasi Praktek 1
Pada atlet remaja/dewasa dengan batuk akut/rekuren,
evaluasi penyebab tersering batuk seperti asma, EIB,
RTI, UACS, dan paparan lingkungan terkait
lingkungan latihan olahraga
PENILAIAN BATUK

Studi variabilitas
Anamnesis musim refleks Prediktor
batuk
• Riwayat batuk • Prevalensi atlet >> • Kuesioner gejala
• Hubungan batuk- • Batuk tidak  bukan prediktor
latihan berhubungan untuk asma dan
• Onset, rekurensi, dengan hiperresponsivitas
lingkungan hipersensitivitas, jalan napas
bronkokonstriksi, terinduksi latihan
atau inflamasi
REKOMENDASI PRAKTIK
• Melakukan tes fungsi paru,
terutama bronchoprovocation test,
dan penilaian alergi dan efek
2 paparan lingkungan

• Melanjutkan dengan investigasi


sistematik berdasarkan kecurigaan
penyebab awal dengan perhatian
3 pada lingkungan latihan/olahraga
TERAPI BATUK
6 (Enam) studi
 Medikasi: ipratropium, albuterol,
ciclesonide, montelukast, budesonide
 Cross-country skier  berefek >>
 Suplementasi 600 mg Vitamin C
selama 21 hari
STUDI TERAPI BATUK PADA ATLET

Nama Penulis/Tahun Hasil


Bordeleau, 2014 Tidak ada perbedaan signifikan pada
penggunaan ipratropium, kecuali
pada kelompok cross country skiing

Gon g, 1988 Tidak berbeda signifikan


Peter, 1993 Durasi gejala << dengan
suplementasi vitamin C
Koya, 2009 Terapi ciclesonid memperbaiki gejala,
tapi tidak berbeda signifikan

Helenius, 2004 Tidak ada perbedaan signifikan pada


penggunaan montelukast
Sue-Chu, 2000 Tidak ada perbedaan signifikan pada
penggunaan budesonide
REKOMENDASI PRAKTIK

• Uji coba terapi batuk seperti populasi


umum. Perlu dipertimbangkan
regulasi anti-doping dan efek
4 samping yang mungkin terjadi

• Melakukan uji coba kontrol acak


untuk menilai efek terapi spesifik
penyakit dan/atau lingkungan pada
5 batuk
DISKUSI
 Data terbatas
 Asma, EIB, dan paparan lingkungan  kondisi
tersering  batuk persisten
KEKUATAN DAN KETERBATASAN

• Tinjauan >1.200 publikasi


• Metodologi digunakan
Kekuatan untuk analisis
• Tinjauan oleh CHEST
Expert Cough Panel

• Kurang studi berkualitas


tinggi
Keterbatasan • Definisi bervariasi
• Analisis spesifik <<
• Luaran bervariasi
PENELITIAN MASA DEPAN
 Penentuan prevalensi penyebab spesifik batuk
pada atlet
 Evaluasi mekanisme yang mendasari batuk
terinduksi latihan pada dewasa
 Dokumentasi insiden batuk saat latihan dan
bronchoprovocation challenges
 Penentuan daya nilai optimal pada atlet dengan
batuk
 Penentuan peran GERD sebagai penyebab batuk
pada atlet
 Melakukan uji coba kontrol acak untuk menilai
efek terapi batuk terkini untuk atlet terkait
identifikasi kondisi patologis
 Studi kualitas tinggi desain baik untuk
menentukan keuntungan terapi ketika penyebab
batuk teridentifikasi
KESIMPULAN
 Batuk merupakan gejala umum pada atlet,
sering berhubungan dengan paparan lingkungan
selama latihan, dan terjadi terutama pada
latihan intens
 Riwayat klinis dan investigasi spesifik
seharusnya mengidentifikasi penyebab dan
menjadi sasaran terapi.
 Karena kurangnya bukti, pedoman untuk
populasi umum dipakai untuk atlet, namun
dengan mempertimbangkan konteks latihan dan
regulasi anti doping.
1. JUDUL:
MENARIK ATAU BERGUNA ?

YA

Karena memberikan pengetahuan tentang penyebab, evaluasi dan


pengobatan batuk pada atlet

21
2. AUTHOR:
TRACK RECORD BAIK

TRACK RECORD BAIK?

YA

Artikel merupakan systematic Reviews bersumber dari seleksi sistematis


1.238 referensi
dan dipublikasikan secara internasional di CHEST 2017
22
3. HASIL:
JIKA VALID, APAKAH HASIL
BERGUNA ?

YA

Untuk menilai penyebab, evaluasi dan pengobatan


Batuk pada atlet

23
CRITICAL APPRAISAL

4. Jika valid
Apakah dapat
diaplikasikan?

Ya

Penelitian ini dapat diaplikasikan untuk


menilai penyebab batuk dan pemberian terapi
pada pasien yang berprofesi sebagai atlet
TERIMA KASIH