Anda di halaman 1dari 28

KEGAWATDARURATAN

PSIKIATRI
Pembimbing:
dr. Nova Sp. KJ
Kedaruratan Psikiatri

Gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang


memerlukan intervensi psikiatri atau pengobatan yang segera
karena akan membahayakan pasien ataupun orang lain
EVALUASI
• Tujuan utama → menilai kondisi pasien yang sedang dalam krisis secara cepat dan
tepat.
• Tindakkan segera dengan pendekatan harus dilakukan secara tepat adalah :
 Menentukan diagnosis awal
 Melakukan identifikasi faktor-faktor presipitasi dan kebutuhan yang diperlukan
segera oleh pasien
 Memberikan terapi atau merujuk pasien ke fasilitas yang sesuai
HAL-HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM
KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI

• Keamanan Pasien (Yang paling utama)


o Apakah aman bagi pasien ?
o Apakah aman bagi petugas (mis. dokter, paramedis)
• Medik atau Psikiatrik
o Penyebabnya organik, fungsional, atau campuran ?
• Psikosis
o Apakah ada halusianasi atau waham ?
• Suicidal atau Homicidal
o Membahayakan diri atau orang lain ?
• Kemampuan Merawat Diri Sendiri
o Jika pasien atau keluarga tidak mampu  Rawat Inap
Etiologi

F0

F4 Kasus
F1
kedaruratan
psikiatri

F3 F2
Tindak
Bunuh diri Gaduh gelisah
kekerasan

Sindrom
neuroleptik Delirium
maligna
1. Bunuh Diri
(kematian yang diniatkan dan dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri)

Risiko tinggi bunuh diri :


1. Laki-laki
2. Usia Tua
3. Isolasi sosial / hidup seorang diri
4. Riwayat bunuh diri dan percobaan bunuh diri dalam keluarga
5. Sakit kronis
6. Menjalani Operasi
7. Pengangguran
8. Riwayat kejadian suatu kehilangan
Tatalaksana
1. Psikofarmaka
Golongan Benzodiazepine.
Lorazepam 3 x 1 mg sehari selama 2 minggu

2. Non-farmakologi
Terapi suportif  membantu pasien dalam mengatasi
masalah
2. Gaduh Gelisah
 Agitasi : perilaku patologi berupa aktivitas verbal/motorik yang tak bertujuan
 Agresif : dapat berbentuk agresi verbal atau fisik terhadap benda/seseorang
 Kekerasan (violence) : agresi fisik oleh seseorang yang bertujuan melukai
seseorang.
Keadaan Gaduh Gelisah:

• Banyak bicara • Marah-marah


• Mondar-mandir • Mengancam
• Lari-lari • Agresif
• Loncat-loncat • Ketakutan
• Destruktif (merusak • Euphoria
barang)
• Bingung
Terapi obat
• Agitasi hebat: hipnotik sedatif (benzodiazepine) atau
antipsikotik
• Pasien psikotik: anti psikotik
• Pasien non psikotik: benzidiazepine
3. Tindak Kekerasan
(agresi fisik yang dilakukan seseorang terhadap orang lain)

Gangguan Psikiatri yang berkaitan:


1. Gangguan psikotik ( seperti skizofrenia, dan manik)
2. Intoksikasi alkohol
3. Gejala putus zat, alkohol, atau obat hipnotik sedatif
4. Depresi
5. Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kemarahan dan gangguan
pengendalian impuls
6. Gangguan mental organik
Tatalaksana :
1. Flufenazin, triofluoperazin atau haloperidol 5 mg, peroral atau IM
2. Olanzapine 2,5-10 mg IM , maks 4 injeksi perhari, dosis rata2 perhari 13-14 mg
3. Lorazepam 2-4 mg, diazepam 5-10 mg per IV perlaham dlm 2 menit
4. Sindrom Neuroleptik Maligna
Suatu sindrom toksik yang berhubungan dengan pemakaian obat
antipsikotik (penggunaan antipsikotik potensi tinggi dalam dosis tingggi
atau dosis yang meningkat cepat)
Gejala :
• Demam tinggi (mencapai 41,5C)
• Kekakuan otot yang nyata sampai seperti pipa (lead-pipe rigidity)
• Instabilitas otonomik (takikardi, TD yang labil, keringat yang berlebihan)
• Gangguan kesadaran
Tatalaksana :
• Amantadine 200-400mg PO/hari dalam dosis terbagi
• Bromocriptine 2,5mg PO 2 atau 3 kali/hari,dapat dinaikkan sampai 45 mg/hari
• Levodopa 50-100mg/hari IV dalam infus
• Dantrolene 1mg/kg/hari IV selama 8 hari, kemudian dilanjutkan PO selama 7 hari.
5. Delirium
• Prodromal (kelelahan, cemas, menjadi iritabel, gangguan tidur)
• Gangguan kesadaran
• Kewaspadaan
o Hiperaktivitas  sindrom putus asa : flushing, berkeringat, takikardia, nausea,
hipertermia
o Hipoaktivitas  depresi
• Gangguan pemusatan perhatian : kesulitan mempertahankan, memusatkan dan
mengalihkan perhatian
Diagnosis (PPDGJ III) DIAGNOSIS (DSM VI)
• Gangguan kesadaran
• Gangguan kesadaran dan
• Hambatan dalam fungsi kognitif
perhatian
• Onset biasanya tiba-tiba
• Gangguan kognitif
• Anamnesis, PF, Lab  Etiologi
• Gangguan psikomotor
delirium
• Gangguan siklus tidur-bangun
• Gangguan emosional
• Onset biasanya cepat
Tatalaksana
1. Farmakoterapi
Penyebab : toksisitas antikolinergik  pisostigmin salisilat 1-2 mg iv atau im dan dapat diulang 15-30
menit bila diperlukan menghilangkan kegelisahan : haloperidol 2-10 mg /hari

2. Non farmakoterapi
Terapi suportif dan tenangkan pasien
Rehabilitasi Mental

• Terapi psikososial dan rehabilitasi mengacu pada penggunaan berbagai


metode untuk memungkinkan orang dengan gangguan jiwa berat
mengembangkan keterampilan sosial atau kejuruan agar hidup mandiri.
Pelatihan Keterampilan Sosial
• Adalah perilaku interpersonal yang dibutuhkan untuk ketahanan komunitas,
untuk kemandirian, dan untuk menegakkan, mempertahankan, serta
memperdalam hubungan suportif dan secara sosial menguntungkan.
Metode
• Bermain peran adalah alat yang digunakan untuk mengkaji kompetensi sosial pasien praterapi
dan untuk melatih kelebihan atau defisit perilaku yang ditargetkan selama terapi.
• Program-program pelatihan keterampilan sosial untuk skizofrenia: keterampilan bercakap-
cakap, keterampilan manajemen konflik, keterampilan hidup dalam komunitas, keterampilan
berteman dan berkencan.
Tujuan
• Meningkatkan keterampilan sosial di dalam situasi khusus.
• Generalisasi sedang keterampilan didapat untuk situasi serupa.
• Perolehan atau mempelajari kembali keterampilan sosial atau percakapan.
• Mengurangi ansietas sosial.
Model Pelatihan Pemprosesan Informasi
• Metode pelatihan yang mengikuti perspektif kognitif, contohnya strategi penyelesaian masalah
enam langkah telah dikembangkan sebagai dasar untuk membantu pasien menghadapi dilema
interpersonal:
1. Mengadopsi sikap menyelesaikan masalah
2. Identifikasi masalah
3. Mengumpulkan penyelesaian alternatif
4. Mengevaluasi penyelesaian dan memilih satu untuk diterapkan
5. Merencanakan penerapan dan menjalankannya
6. Mengevaluasi efektivitas upaya, dan jika tidak efektif memilih alternatif lain.
Terapi Lingkungan
• Ciri utama terapi ini adalah penggunaan tim untuk memberikan terapi dan waktu yang
dihabiskan pasien di dalam lingkungan.
• Sebagian besar program terapi lingkungan menekankan interaksi kelompok dan sosial.
• Terapi lingkungan menekankan hak pasien terhadap tujuan dan memiliki kebebasan gerakan
serta hubungan informal dengan petugas.
Gedung Perkumpulan Psikososial
dan Program Mandiri
• Program psikososial mandiri muncul pada akhir
tahun 1940an ketika mantan pasien mulai
berkumpul bersama di klub sosial untuk
memenuhi kebutuhan mereka akan penerimaan
dan dukungan emosional.
Pelatihan Kejuruan
• Bagian penting rehabilitasi psikososial adalah memungkinkan orang untuk bekerja.
Thank you