Anda di halaman 1dari 35

Laporan kasus

“Ulkus Kornea”

Disusun oleh :
Amalia Devi
2012730116

Pembimbing:
dr. Dion Oscar Iskandar ,Sp.M
Identitas
• Nama : Tn. S
• Umur : 56 Tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Pekerjaan : PNS
• Alamat : Kp. Gunung guruh
• Status : Menikah
ANAMNESIS
Keluhan utama

• Mata merah sebelah kiri sejak 2 minggu SMRS.

RPS

• Pasien datang ke poli mata dengan keluhan mata merah sebelah


kiri dan terasa nyeri sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai
dengan penglihatan buram, terasa silau dan nyeri kepala.
• Sebelum keluhan muncul, pasien mengaku mata kiri terkena
serbuk dari tembok saat pasien sedang memalu tembok,
kemudian mata kiri pasien berwarna merah, terasa nyeri,
penglihatan buram pada mata kirinya, setelah itu pasien
membersihkan matanya dengan air mengalir tetapi tidak ada
perubahan dan semakin nyeri pada mata kiri.
• Pasien kemudian memeriksakan mata kirinya ke rumah sakit
pada 1 minggu yang lalu. Pasien diberi obat tetes tetapi gejala
masih menetap. Mata berair, mata gatal dan sekret dipagi hari
disangkal
RPD

• Pasien belum pernah mengalami hal ini sebelumnya


• Riwayat trauma mata (-)
• Riwayat Hipertensi (-)
• Riwayat diabetes melitus (-)

RPK

• Riwayat serupa (-)


• Riwayat alergi (-)
• Riwayat hipertensi (-)
• Riwayat diabetes melitus (-)

R.Pengobatan

• Pasien memeriksakan mata kirinya ke rumah sakit pada 1 minggu yang


lalu. Pasien diberi obat tetes tetapi gejala masih menetap. Riwayat
operasi mata disangkal, Riwayat kacamata/kontak lens disangkal.

R. Alergi

• Pasien tidak mempunyai riwayat alergi terhadap obat maupun makanan.


Pemeriksaan fisik
Status Generalis
• Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Composmentis
Tanda Vital
• Tekanan Darah : 120/80 mmHg
• Nadi : 84 x/menit
• Laju Napas : 20 x/menit
• Suhu : Afebris
Status oftalmologi
Okuli dekstra Pemeriksaan Okuli sinistra
6/6 Visus Mata 1/300
Ortoforia Kedudukan bola mata Ortoforia
Baik ke segala arah Pergerakan bola mata Baik ke segala arah
Hitam, simetris Super silia Hitam, simetris
Madarosis (-) Madarosis (-)
Edema (-) Palpebra Superior dan inferior Edema (-)
Hiperemis (-) Hiperemis (-)
Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)
Blefarospasme (-) Blefarospasme (-)
Ektropion (-) Ektropion (-)
Entropion (-) Entropion (-)
Hordeolum (-) Hordeolum (-)
Kalazion (-) Kalazion(-)
Hiperemis (-) Konjungtiva tarsalis superior Hiperemis (+)
Folikel (-) dan inferior Folikel (-)
Papil (-) Papil (-)
Sikatriks (-) Sikatriks (-)
Anemis (-) Anemis (-)
Okuli dekstra Pemeriksaan Okuli sinistra
Injeksi Konjungtiva (-) Konjungtiva bulbi Injeksi Konjungtiva (+)
Injeksi siliar (-) Injeksi siliar (+)
Injeksi subkonjungtiva (-) Injeksi subkonjungtiva (+)
Sekret (-) Sekret (-)
Punctum lakrimalis terbuka Sistem lakrimalis Punctum lakrimalis terbuka
Tes anel tidak dilakukan Tes anel tidak dilakukan
Hiperemis (-) Sklera Hiperemis (+)
jernih Kornea Keruh sisi kiri bawah kornea,
Edema kornea (-) ukuran 2x1 mm berbatas tegas
Infiltrat (-) dan reguler, edema (+),
infiltrat (+)

Kedalaman normal jernih BMD Kedalaman sulit dinilai, keruh,


Hipopion (+)
Warna cokelat Iris Warna cokelat
Kripte normal Kripte normal
Sinekia (-) Sinekia (-)
Isokor, Bulat Pupil Isokor, Bulat
Diameter 3mm Diameter 3mm
Reflek cahaya (+) Reflek cahaya (+)
Jernih Lensa Sulit dievaluasi
Okuli
dekstra

Okuli
sinistra
Resume
• Seorang laki-laki 56 tahun datang ke poli mata RSUD
Syamsudin dengan keluhan mata merah sebelah kiri dan
terasa nyeri sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan
penglihatan buram, terasa silau dan nyeri kepala.
• Pasien kemudian memeriksakan mata kirinya ke rumah sakit
pada 1 minggu yang lalu. Pasien diberi obat tetes tetapi gejala
masih menetap.
• Pada pemeriksaan oftalmologis mata kiri ditemukan : visus
oculi 1/300, sklera hiperemis (+), Injeksi Konjungtiva (+),
Injeksi siliar (+), Injeksi subkonjungtiva (+), kornea Keruh sisi
kiri bawah, ukuran 2x1 mm berbatas tegas dan reguler, edema
(+), infiltrat (+), bilik mata depan Kedalaman sulit dinilai,
keruh, Hipopion (+), lensa sulit dievaluasi.
• Diagnosis
Ulkus kornea cum hipopion Oculi sinistra
• Penatalaksanaan
Gatifloxacin 0,5% OS 8x1 tetes tiap 2 jam per hari
Analsik 2x1 tab per hari
Siklopentolat 1%
Cefixime 2x100mg per oral
• Prognosis
Quo ad vitam : ad Bonam
Quo ad functionam : dubia ad Bonam
Quo ad sanactionam : dubia ad bonam
Tinjauan pustaka
Ulkus kornea
Anatomi Kornea
• Kornea (cornum= tanduk)
adalah selaput bening mata,
bagian selaput mata yang
tembus cahaya dan merupakan
lapisan jaringan yang menutup
bola mata bagian depan.
DEFINISI
Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian
permukaan kornea akibat kematian jaringan
kornea, yang ditandai dengan adanya infiltrat
supuratif disertai defek kornea bergaung, dan
diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi
dari epitel sampai stroma.
Patologi ulkus kornea
ETIOLOGI
• Bakteri
Infeksi • Jamur
• Virus
• Acanthamoeba

• Bahan kimia
Non • Kelainan dari membran basal,
misalnya karena trauma.
Infeksi • Pajanan (exposure)
• Ulkus Mooren
Klasifikasi Ulkus kornea
• Ulkus kornea
bakterialis
• Ulkus kornea fungi
• Ulkus kornea virus
ULKUS • Ulkus kornea
acanthamoeba
ULKUS SENTRAL
KORNEA ULKUS • Ulkus marginal
• Ulkus mooren (ulkus
PERIFER serpinginosa
kronik/ulkus roden)
• Ulkus cincin (ring
ulcer)
1. Ulkus Kornea Sentral

A. Ulkus Kornea Bakterialis Ulkus Kornea Bakterialis

• Ulkus Pneumokokus :
Terlihat sebagai bentuk ulkus kornea sentral yang dalam. Tepi
ulkus akan terlihat menyebar ke arah satu jurusan sehingga
memberikan gambaran karakteristik yang disebut Ulkus Serpen.
Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan berwarna
kekuning-kuningan.
Ulkus Streptokokus :

• Khas sebagai ulcus yang menjalar dari tepi ke arah tengah


kornea (serpinginous). Ulkus bewarna kuning keabu-abuan
berbentuk cakram dengan tepi ulkus yang menggaung.

Ulkus Stafilokokus :
• Pada awalnya berupa ulkus yang bewarna putih kekuningan
disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epitel.
Apabila tidak diobati secara adekuat, akan terjadi abses
kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel leukosit.
Walaupun terdapat hipopion ulkus seringkali indolen yaitu
reaksi radangnya minimal.
Ulkus Pseudomonas
• Lesi pada ulkus ini dimulai
dari daerah sentral kornea.
ulkus sentral ini dapat
menyebar ke samping dan ke
dalam kornea. Penyerbukan
ke dalam dapat
mengakibatkan perforasi
kornea dalam waktu 48 jam.
• gambaran berupa ulkus yang
berwarna abu-abu dengan
kotoran yang dikeluarkan
berwarna kehijauan.
b. Ulkus Kornea Fungi

Mata dapat tidak


memberikan gejala selama
beberapa hari sampai
beberapa minggu sesudah
trauma yang dapat
menimbulkan infeksi jamur
ini.
Sering terjadi pada petani.
Penggunaan kortikosteroid
yang lama merupakan
faktor predisposisi
C. Ulkus Kornea Virus
Ulkus Kornea Herpes Zoster
• Pada mata ditemukan vesikel kulit dan
edem palpebra, konjungtiva hiperemis,
kornea keruh akibat terdapatnya
infiltrat subepitel dan stroma.
• Infiltrat dapat berbentuk dendrit yang
bentuknya berbeda dengan dendrit
herpes simplex.
• Dendrit herpes zoster berwarna abu-
Ulkus Kornea Dendritik
abu kotor dengan fluoresin yang
lemah.
Ulkus Kornea Herpes simplex :

• Infeksi primer yang diberikan


oleh virus herpes simplex dapat
terjadi tanpa gejala klinik.
• Biasanya gejala dini dimulai
dengan tanda injeksi siliar yang
kuat disertai terdapatnya suatu
dataran sel di permukaan epitel
Ulkus Kornea Herpetik
kornea disusul dengan bentuk
dendrit atau bintang infiltrasi.
D. Ulkus Kornea Acanthamoeba
• Awal dirasakan sakit yang tidak sebanding
dengan temuan kliniknya, kemerahan dan
fotofobia. Tanda klinik khas adalah ulkus
kornea indolen, cincin stroma, dan infiltrat
perineural.
2. Ulkus Kornea Perifer
a.Ulkus Marginal
• Bentuk ulkus marginal dapat simpel atau cincin. Bentuk simpel
berbentuk ulkus superfisial yang berwarna abu-abu dan
terdapat pada infeksi stafilococcus, toksit atau alergi dan
gangguan sistemik pada influenza disentri basilar gonokok
arteritis nodosa, dan lain-lain.
b. Ulkus Mooren
Merupakan ulkus yang berjalan progresif dari
perifer kornea kearah sentral. ulkus mooren terutama
terdapat pada usia lanjut.
Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui.
Banyak teori yang diajukan dan salah satu adalah teori
hipersensitivitas tuberculosis, virus, alergi dan
autoimun.
Biasanya menyerang satu mata. Perasaan sakit
sekali. Sering menyerang seluruh permukaan kornea dan
kadang meninggalkan satu pulau yang sehat pada bagian
yang sentral.
C. Ring Ulcer
• Terlihat injeksi perikorneal sekitar limbus.
• Di kornea terdapat ulkus yang berbentuk
melingkar dipinggir kornea, di dalam limbus, bisa
dangkal atau dalam, kadang-kadang timbul
perforasi.
MANIFESTASI KLINIS ULKUS KORNEA
• Mata merah ringan hingga berat
• Fotofobia
• Penglihatan menurun disertai sekret
• Ulkus kornea akan memberikan kekeruhan
berwarna putih pada kornea dengan defek
epitel yang bila diberi pewarnaan fluoresein
akan berwarna hijau ditengahnya.
• Iris sukar dilihat karena keruhnya kornea akibat
edema dan infiltrasi sel radang pada kornea
Diagnosis
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis dengan
menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium.

Anamnesis
Pasien penting pada penyakit kornea, sering dapat
diungkapkan adanya riwayat trauma, benda asing, abrasi,
adanya riwayat penyakit kornea yang bermanfaat, misalnya
keratitis akibat infeksi virus herpes simplek yang sering
kambuh. Hendaknya pula ditanyakan riwayat pemakaian obat
topikal oleh pasien seperti kortikosteroid
Pemeriksaan Fisik
Didapatkan gejala obyektif berupa adanya injeksi
siliar, kornea edema, terdapat infiltrat, hilangnya
jaringan kornea. Pada kasus berat dapat terjadi iritis
yang disertai dengan hipopion. Disamping itu perlu juga
dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti :
• Ketajaman penglihatan
• Tes refraksi
• Pemeriksaan slit-lamp
• Pewarnaan kornea dengan
zat fluoresensi.

Kornea ulcer dengan fluoresensi


Pemeriksaan Penunjang
• Goresan ulkus untuk analisa atau kultur (pulasan gram, giemsa
atau KOH)
• dilakukan kultur dengan pemeriksaan agar darah sabouraud,
triglikolat atau agar coklat

Pewarnaan gram ulkus kornea fungi


Pewarnaan gram ulkus kornea Pewarnaan gram ulkus kornea
herpes simplex herpes zoster

Pewarnaan gram ulkus kornea Pewarnaan gram ulkus kornea bakteri


bakteri akantamoeba
Terapi umum
• Pengobatan pada ulkus kornea bertujuan menghalangi
hidupnya bakteri dengan antibiotika, dan mengurangi reaksi
radang dengan steroid.
• Tidak boleh dibebat, karena akan menaikkan suhu sehingga
akan berfungsi sebagai inkubator
• Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali satu hari
• Kemungkinan terjadi nya glaukoma sekunder
• Debridemen sangat membantu penyembuhan
• Antibiotika yang sesuai dengan kausa. Biasanya diberi lokal
kecuali keadaan berat
Pengobatan dihentikan bila sudah terjadi
epitelisasi dan mata terlihat tenang, kecuali bila
penyebabnya pseudomonas yang memerlukan
pengobatan ditambah 1-2 minggu
Dilakukan pembedahan (keratoplasti) apabila:
• Pengobatan tidak sembuh
• Terjadinya jaringan parut yang mengganggu
penglihatan
PROGNOSIS
• Prognosis ulkus kornea tergantung pada
tingkat keparahan dan cepat lambatnya
mendapat pertolongan, jenis mikroorganisme
penyebabnya, dan ada tidaknya komplikasi
yang timbul.
• apabila tidak ada ketaatan penggunaan obat
terjadi pada penggunaan antibiotika maka
dapat menimbulkan resistensi.
Daftar Pustaka
• Vaughan D. Opthalmologi Umum. Edisi 14. Widya Medika,
Jakarta, 2000
• Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata, Edisi ketiga FKUI, Jakarta,
2004
• Perhimpunan Dokter Spesislis Mata Indonesia, Ulkus Kornea
dalam : Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan
Mahasiswa Kedokteran, edisi ke 2, Penerbit Sagung Seto,
Jakarta,2002
• Wijaya. N. Kornea dalam Ilmu Penyakit Mata, cetakan ke-4,
1989