Anda di halaman 1dari 23

 Menjadi tua adalah suatu proses yang merupakan

bagian dari kehidupan seseorang, dan sudah terjadi


sejak konsepsi dalam kandungan yang berlangsung
terus sepanjang kehidupan. Usia lanjut mengandung
pengertian adanya perubahan yang progresif pada
organisme yang telah mencapai kemasakan,
perubahan ini bersifat umum dan irreversible (tidak
dapat kembali).
 Menopause merupakan suatu gejala
dalam kehidupan wanita yang ditandai
dengan berhentinya siklus menstruasi.

 Menopause adalah fase alami dalam


kehidupan setiap wanita yang menandai
berakhirnya masa subur

 Menopause terjadi karena ovarium tidak


menghasilkan atau tidak memproduksi
hormon estrogen
 Klimakterium adalah suatu periode dimana terjadi
penurunan fungsi ovarium yang dimulai pada umur 40
tahun.

 Klimakterium merupakan keadaan yang berlangsung


beberapa tahun sebelum dan sesudah menopause. Saat
awalnya tidak dapat disamaratakan, tetapi kira-kira 6
tahun sebelum menopause (ketika kadar hormon
estrogen mulai turun dan hormon gonadotropin naik) dan
bila ada gejala-gejala klinis.

 Karakteristik klimakterium tampak dengan penurunan


fertilitas dan atropi jaringan yang progresif dan penurunan
produksi estrogen
 Klimakterium, yaitu merupakan masa peralihaan
anatara masa reproduksi dan masa senium.
Biasanya periode ini disebut juga dengan
pramenopause. (pada usia antara 48-55 th)

 Menopause, adalah periode terhentinya menstruasi,


perubahan fisik dan psikologis makin menonjol,
berlangsung 3-4th (usia 56-60 th)

 Senium, adalah periode sesudah pasca menopause,


yaitu ketika individu telah mampu menyesuaikan
dengan kondisinya, sehingga tidak mengalami
gangguan fisik (usia diatas 60 th)
 Pada ovarium  sklerosis pembuluh
darah,berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya
sintesis steroid seks.

 Penurunan fungsi dari ovarium tersebut dapat


menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium
untuk menjawab rangsangan Gonadotropin,
keadaan ini menyebabkan terganggunya interaksi
hipotalasmus-hipofisis.

 Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi korpus luteum,


kemudian produksi steroid ovarium menurun sehingga
reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalasmus
berkurang, keadaan ini dapat meningkatkan produksi
FSH dan LH.
 EFEK PSIKIS/ KEJIWAAN :
1. Merasa tua & tidak menarik lagi
2. Mudah tersinggung/ irritable
3. Mudah terkejut sehingga jantung
berdebar
4. Takut tidak dapat memenuhi kebutuhan
seksual suami
5. Libido/ keinginan seksual menurun
6. Merasa tidak berguna lagi
7. Sulit berkonsentrasi
 Penurunan estrogen sirkulasi sampai
pada kadar yang rendah setelah
menopause  atrofi organ pada traktus
genetalis, payudara, ovarium, tuba
falopii, dan uterus mengalami atrofi
progresif, epitel vagina menjadi lebih
tipis dan ruggae berkurang. Sekresi
vagina dan keasaman vagina
berkurang  mudah terkena infeksi
 Muka merah (Hot Flushes)  perasaan panas
terpusat pada wajah yang menyebar pada
leher dan dada dan berkeringat, kadang
disertai peningkatan suhu
 Vagina menjadi “kering” dan dispareunia
pada saat melakukan hubungan seksual
 Elastisitas otot dan jaringan berkurang
 Kulit mudah terbakar sinar matahari sehingga
terjadi hiperpigmentasi
 Kelemahan otot atau ligamen- ligamen
penyangga uterus
 Sakit kepala, mudah lupa, sulit tidur
*) Mudah terjadi osteoporosis  Estrogen
diperlukan untuk mengubah vitamin D
menjadi kalsitonin yang esensial dalam
absorpsi kalsium dalam usus halus.
Penurunan absorsi kalsium & penipisan
tulang membuat wanita menopause /
pasca menopuse mengalami
osteoporosis.
 Peningkatan dukungan keluarga/ orang
terdekat secara emosional maupun sosial
 Mengatur pola makan (diet rendah lemak,
tinggi protein, tinggi serat, konsumsi
makanan yg mengandung antioksidan) &
Hindari kegemukan
 Hindari paparan sinar UV secara langsung
 Mempertahankan aktivitas fisik (olahraga
teratur)
 Mempertahankan hubungan & aktivitas
seksual
 Karena penyebab gangguan pada
menopause umumnya karena
kekurangan estrogen maka pilihan
utama untuk pengobatannya adalah
pemberian substitusi estrogen dengan
syarat wanita tersebut tidak
menderita tumor yang bergantung
pada estrogen (estrogen dependent)
misalnya : adanya mioma uteri.
 Cara pemberian estrogen
Pemberian substitusi estrogen bergantung pada
keadaan estrogen penderita, untuk itu maka
dibedakan dua kelompok (jenis) penderita
klimakterium, yaitu :

 a. Kelompok I :Penderita yang masih haid, tetapi


keluhan sudah ada atau penderita sudah tidak
haid lagi dengan uterus utuh tetapi tidak responsif
(pada setiap pemberian estrogen atau
progesteron akan terjadi haid lagi).

 b. Kelompok 2: Penderita yang sudah lama tidak


haid lagi (menopause dan pasca menopause)
dengan uterus utuh tetapi tidak responsif (diberi
estrogen atau progesteron tetap tidak terjadi
perdarahan) termasuk jika penderita dengan
uterus yang telah diangkat.
 Pengobatan kelompok 1
Estrogen hari ke-5 – 25 siklus haid,
progesteron hari ke- 26 – 30 siklus haid.
Pil KB yang mengandung estrogen dan
progesteron setelah beberpa bulan
pengobatan, keluhan hilang dan haid
kembali normal, pengobatan
dihentikan, tetapi jika keadaan tersebut
muncul kembali, maka pengobatan
diteruskan lagi.
 Pengobatan kelompok 2
Cukup dengan pemberian estrogen dosis rendah
selama 21 hari berturut-turut diikuti istirahat 7 hari.
Selama istirahat tersebut diperhatikan keluhan
hilang atau menetap, jika hilang pengobatan
stop, tetapi jika masih pengobatan diteruskan.
Mengingat estrogen juga mempengaruhi
payudara (bila menjadi keganasan) maka
dianjurkan pengobatannya dengan progesteron
Caranya :
Pemberian estrogen beberapa tahun ternyata
menurunkan kejadian patah tulang (± 50 – 60 %)
dan mencegah jantung koroner (40 – 50 %) atas
dasar ini pemberian estrogen sejak awal masa
perimenopause, estrogen dapat diberikan 8 – 10
tahun, bahkan jangka pemberian bisa sampai 30 –
40 tahun.
 Kontra indikasi pemberian estrogen:
Tromboemboli,
Penyakit hati
kolelitiasis
Gangguan sekresi bilirubin
R. ikterus dalam kehamilan
Carcinoma endometrium,
Ca. camma, anemia berat
Varises berat
Penyakit ginjal.
 Syarat pemberian estrogen
Tekanan darah normal
Uji sitologi normal
Besar uterus normal
Tak ada varises extremitas bawah
Tidak terlalu gemuk
Kelenjar tiroid normal
Hb, kolesterol total, kalsium, fungsi hati
normal. Pemberian estrogen harus dimulai
dengan estrogen lemah, (estriol) dan
dimulai dengan dosis rendah, sehingga
untuk terapi jangka panjang tidak perlu
digabung dengan endomentrium rendah,
lain halnya dengan etinil estradiol atau
estrogen terkonjugasi, pemberian perlu
digabung dengan progesteron.
Metode alternatif penatalaksanaan kep:
1.Latihan kegel bila dipraktekkan teratur
dapat membantu pencegahan
prolaps
uteri & inkontinensia stress. Ini mrpk
metode intervensi yg murah, efektif &
tdk invasif. Ttp gejala akan timbul
kembali bila lat berhenti.
2. KY jelly & minyak kelapa mrpk dua
contoh pelumas untuk meredakan
nyeri
akibat hubungan seksual.

Anda mungkin juga menyukai