Anda di halaman 1dari 31

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm.

, Apt) 1
Bab I. Sejarah dan perkembangan
Farmakognosi

2
Farmakognosi bahasa Yunani Pharmakon (obat) dan
Gnosis (ilmu/pengetahuan)

Tata nama Farmakognosi pertama kali dan paling sering


di gunakan oleh C.A Seydler (mhsw. Kedokteran di
Jerman) yg kemudian menggunakan Analetica
Pharmacognostica (1815) sebagai judul utama tesisnya.

Diluar negeri, tanaman obat sdh mulai digunakan orang


sejak tahun ±2500 SM, diketahui dari lempeng tanah liat
yg disimpan di perpustakaan di Assiria ( yang
menggambarkan adanya penggunaan adas, opium,
madu, miny. Jarak, ragi, dan kulit delima)

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 3


Pada tahun 446 SM yaitu pada Yunani Kuno,
Hippocrates (tabib) sudah mengenal kayu manis,
hiosiamin, kelebak, gom arab, dll sebagai obat.

Tahun 1737, Linnaeus (ahli botani Swedia), menuliskan


buku Genera Plantarum yang kemudia merupakan buku
pedoman utama dari sistematika botani.

Farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss,


(apoteker jerman) dalam bukunya “Grundriss der
Pharmakognosie Des Planzenreisesches” yang
menggolongkan simplisia menurut segi morfologinya
dan cara mengetahui kemurnian.

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 4


Farmakognosi mulai berkembang pesat pada abad ke -19 yang
masih terbatas pada uraian Makroskopik dan mikroskopik. Hingga
saat ini sudah sampai ke usaha isolasi, identifikasi, dan teknik
lainnya.

Sebelum kimia organik dikenal, simplisia merupakan bahan utama


yang harus tersedia ditempat meramu atau meracik obat dan
umumnya diramu/diracik oleh tabib.

Dalam proses pembuatan zat semisintesis, farmakognosi erat


hubungannya, misalnya dalam pembuatan obat hidrokortison,
prednison, dll.

Setelah kimia organik berkembang, simplisa semakin terdesak.


Tetapi pada abah ke-20 mulai berkembang kembali dan menjadi
tujuan nasional dalam pengembangan dan perdagangannnya.
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 5
Penggunaan Obat Tradisional
berlangsung ribuan tahun yg lalu  terbukti
dari lukisan di relief candi borobudur
resep tanaman obat tahun 991-1016 di daun
lontar di bali
25rb - 30rb spesies tanaman  90% (asia)
7rb spesies telah digunakan sebagai obat
283 spesies telah di daftarkan di BPOM

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt)


Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 7
Wortel (Vitamin dan mineral)
Alpukat (antioksidan)

Buah kenari (Omega 3)


Jahe (Ginggeriol)

Seledri (silikon)
Tomat (lycopene)
Faktanya:
Ilmu farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertegahan abad ke-19 tetapi
penggunaannya masih terbatas (sampai uraian makroskopis dan mikroskopis)

Sampai sekarang perkembangannya sudah sampai ke isolasi, identifikasi, bahkan teknik


analisa kualitatif dan kuantitatif.

9
Simplisia Semi sintesis Sintesis

Sintesis Asam
Metil
Salix Salicin As. asetil
salisilat
alba (1828) Salisilat salisilat
(1844)
(1838) (1853)

Simplisia Semi sintesis Sintesis

Sintesis curcumin
Sintesis dan
dan derivatnya, Uji
Curcuma longa Curcumin (1870) Penetapan struktur
antiinflamasi uji
(1910)
inhibisi (1990)

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt)


Tanaman unggulan
2005 (BPOM)
1. brotowali  antimalaria antidiabetic
2. Kuwalot  antimalaria
3. akar kucing  anti asam urat
4. Sambiloto  antimalaria
5. johar  perlindungan hati
6. biji papaya  kesuburan Daun brotowali

7. daging biji bagore  antimalaria


8. daun paliasa  perlindungan hati
9. makuto dewo  perlindungan hati
10.daun kepel  asam urat
11.akar senggugu  sesak napas
12.Seledri  batu ginjal
13.Gandarusa  KB lelaki
14.daun johar  antimalaria
15.mengkudu  dermatitis Daun akar kucing

16.rimpang jahe  antiTBC


17.umbi lapis kucai  antihipertensi
18.jati belanda &jambu biji  pelangsing

11
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 12
Piper retrofractum Vahl.  Cabe Jawa
Curcuma Xanthorrhiza Roxb.  Temulawak
Curcuma domestica Val.  Kunyit
Guazuma ulmifolia Lamk.  Jati Belanda
Andrographis paniculata Nees.  Sambiloto
Zingiber officinale Rosc.  Jahe
Morinda citrifolia L.  Mengkudu
Eugenia polyantha Wight.  Tanaman Salam
Psidium guajava L.  Jambu
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 13
Farmasis
1. Harapannya adalah Obat
Memperbaiki Bahan Alam dapat digunakan
status gizi
masy sebagai:
1. Promotif (meningkatkan
2. Sarana kesehatan),
6. Sarana
pelestarian 2. Preventif (mencegah
keindahan
alam penyakit),
3. Kuratif (penyembuhan),
4. Rehabilitatif
TOGA (mengembalikan keadaan
menjadi sehat pasca
5. mengalami sakit)
3. Sarana
Memotivasi
penyebaran
gerakan
penghijuaun
koperasi
4.
Pemerataan
pendapatan
masy
TUJUAN PENGEMBANGAN
OBAT TRADISIONAL/HERBAL
 Diterimanya dalam sistem pelayanan kesehatan
 Berkembangnya industri obat tradisional /herbal, juga
peluang ekspor
 Dapat bersaing di pasaran termasuk pasar global
 Berkembangnya agro industri tanaman obat

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt)


Terkait organoleptik
tanaman, cara pengambilan
sampel dan penyiapan
sampel, dll.
Farmakognosi

Terkait struktur kimia yang


menyusun tanaman tsb
Terkait macam tanaman sehingga menghasilkan khasiat
apa saja yang terbukti ttn.
memiliki pengaruh
dalam tubuh
Mata kuliah
lain terkait
Fitoterapi Fitokimia
bahan
Alam

Obat Asli
Indonesia Terkait pengolahan,
regulasi, dan
pengembangan dasar
obat herbal

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 16


Pasak Bumi

Annisa Dwi Cahya, S.Farm., Apt


Bab 2. Ruang Lingkup Farmakognosi

18
Dasar Hukum
• UU RI No 23 TH 1992 ttg KESEHATAN (psl 41 ay 1 )
• PP RI No 72 TH 1998 ttg PENGAMANAN SEDIAAN FARMASI DAN ALKES (psl 9 ay 1)
• PP 17 / 2001 tentang Tarif Atas Penerapan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
berlaku di Badan POM
• PERMENKES 246/1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional
• Kep Ka Badan POM No.HK.00.05.4.1384 th.2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana
Pendaftaran OT
• Permenkes no 246/Menkes/Per/V/1990 tentang izin usaha IOT dan pendaftaran OT
• Kepmenkes no 659/Menkes/SK/X/1991 tentang cara pembuatan obat tradisional
yang baik
• Permenkes RI no 760/Menkes/Per/IX/1992 tentang Fitofarmaka
• Kepmenkes 661/Menkes/SK/VII/1994 tentang persyaratan obat tradisional
• Keputusan Kepala Badan POM RI No : HK.00.05.4.2411 tahun 2004 tentang
ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia.
• Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor: HK.00.05.4.1380 tentang pedoman cara
pembuatan obat tradisional yang baik.
• Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor: HK.00.05.41.1384 tahun 2005 tentang
kriteria dan tata laksana pendaftaran obat tradisional, obat herbal terstandar dan
fitofarmaka.

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 19


Farmakognosi adalah pengetahuan secara serentak berbagai
1. macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala
segi yg perlu diketahui ttg obat (Flucliger)

Farmakognosi adalah salah satu ilmu yg mempelajari ttg bagian


2. tanaman atau hewan, yang dapat digunakan sbg obat alami yg
telah melewati berbagai macam uji seperti uji farmakodinamik,
uji toksikologi, dan uji biofarmasetika (wikipedia)

Farmakognosi adalah ilmu yg mempelajari obat yg berasal dari


3. alam yg membahas aspek biologi, kimia, biokimia, fisika,
farmakologi, budidaya dan cara pembuatan sediaan serta aspek
ekonominya.

Pengertian Farmakognosi 20
Pengertian Simplisia
Simplisia (obat gubal) adalah …
Bahan alamiah yang berasal dari bahan nabati, hewani, atau mineral yg
digunakan sebagai obat yang belum mengalami perubahan apapun kecuali
dinyatakan lain berupa bahan yang dikeringkan

Bahan alamiah yang dimaksud adalah:

Bahan nabati berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat


(eksudat adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman
atau dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya) atau zat-zat
nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanaman.

Bahan hewani berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat


berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia
murni.

Bahan mineral berupa mineral yang belum diolah atau telah diolah
dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.
21
Perbedaan antara Obat konvensional vs Obat Herbal

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 22


Pengertian Obat Asli Indonesia
• Obat Asli Indonesia (OAI) adalah bahan
atau ramuan bahan berkhasiat, bahan
hewan, bahan mineral atau sediaan Jamu
sarian (galenik) yang berasal dari alam
Indonesia.

• OAI oleh masy. lazim disebut Obat


Tradisional atau Obat Herbal
Katergori
• Obat Herbal  sediaan yang memiliki obat
komposisi sepenuhnya atau lebih dari bahan
75% bobotnya terdiri dari bahan atau alam
ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan hewan, bahan
mineral atau sediaan sarian (galenik) OHT Fitofarmaka
atau campuran dari bahan-bahan
tersebut yang secara turun-temurun
telah digunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman.

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 23


Jamu, OHT, Fitofarmaka

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 24


• Jamu = Jaminan Mutu (?)
• Jamu berasal dari bahasa jawa
• Pusatnya Jawa Tengah  Solo
• Industri Jamu raksasa ada di Jateng

• Beberapa jamu dibuat dengan tujuan utk


memulihkan kecantikan dan paska melahirkan
• Sebagian besar bentuk serbuk dan
diminum,sering dikombinasi dengan pijat
• Kebanyakan untuk perbaikan mutu sexual

• Mengurangi atau menghilangkan keluhan.


Bukan menyembuhkan suatu diagnosa
penyakit

• Tidak boleh ada kata super,cespleng,


atau dapat menyembuhkan segala
penyakit (obat dewa)
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 25
Jamu dapat dinaikkan kelasnya menjadi herbal
terstandar dengan syarat bentuk sediaannya berupa
ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang
terstandarisasi.

Disamping itu herbal terstandar harus melewati uji


praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis,
farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik
(keamanan terhadap janin).

Uji praklinis meliputi in vivo dan in vitro.


• Riset in vivo dilakukan terhadap hewan uji seperti
mencit, tikus berbagai galur, kelinci atau hewan uji
lain.
• Sedangkan in vitro dilakukan pada sebagian organ
yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Riset in vitro
bersifat parsial, artinya baru diuji pada sebagian organ
atau pada cawan petri.
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 26
Proses pengembangan Produk hingga
menjadi Fitofarmaka
1.Tahap Seleksi
Ditetapkan salah satau tumbuhan / bagian tumbuhan dari
pengalaman / empiris yang diduga berkhasiat

2. Tahap Biological Screening


menyaring ada atau tidaknya efek farmakologi yang
mengarah ke khasiat terapetik dan ada tidaknya efek
keracunan akut atau spektrum toksisitas dan sistem organ
mana yang paling peka terhadap efek keracunan tersebut.

3. Tahap Penelitian Farmakodinamik


Untuk melihat pengaruh calon fitofarmaka terhadap
masing-masing sistem biologis organ tubuh dan
mengetahui mekanisme kerja yang lebih rinci dari
fitofarmaka.

4. Tahap Pengujian Toksisitas


Terdiri atas toksisitas khas/khusus, toksisitas akut, dan
toksisitas subkronis.

Tugas:
Sebutkan contoh produk
Fitofarmaka lainnya!
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 27
5. Tahap Pengembangan Sediaan (Formulasi)
Mengetahui bentuk-bentuk sediaan yang memenuhi syarat mutu, keamanan, dan estetika untuk pemakaian pada manusia
untuk diteruskan ke uji klinik yaitu teknologi farmasi tahap awal, pembakuan (standarisasi), dan parameter standar mutu.

6. Tahap Uji Klinik Pada Manusia

Uji Klinik Fase I Uji Klinik Fase II . Uji Klinik Fase III Uji klinik Fase IV
Pengujian pada Pengujian pada orang Pengujian pada pasien yang Pengujian saat post marketing surveillance,
sukarelawan sehat untuk sakit yang sesungguhnya sesungguhnya dalam jumlah yang pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
mengetahui keamanan zat dalam jumlah yang sedikit lebih besar, (random control dan efektivitas dan efek yang merugikan setelah
aktif pada manusia dan untuk mengetahui double blind, intinya pengujian obat dilepas ke pasar dan dipakai oleh banyak
untuk mengetahui efektivitas zat aktif pada pasien acak dan tanpa ada pasien, pengujian ini dilakukan setelah
rentang dosis aman serta tersebut. (lebih fokus perlakuan khusus) untuk melihat mendapat ijin edar sementara. pengujian ini
profil farmakokinetiknya. pada khasiat/efek efektivitas dan kemungkinan dilakukan apabila tidak ditemukan efek yang
(lebih fokus pada farmakologi obat) timbulnya efek yang tidak merugikan yang cukup serius saat uji klinik fase I
keamanan obat) diinginkan. sampai fase III. Selama uji klinik fase IV harus
terus dipantau dan dimonitoring mengenai
(sampel 20-50 org) (Sampel 100-200 org) (sampel ≥ 500 orang) efek obat

Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 28


Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 29
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 30
Obat Asli Indonesia (Annisa, S.Farm., Apt) 31