Anda di halaman 1dari 12

OPTIMALISASI PRODUKSI BACKHOE KOBELCO

SK 330 DAN DUMP TRUCK HINO FM260TI UNTUK


MENCAPAI TARGET PRODUKSI ANDESIT DI SITE
GUNUNG TUGU PT SUMBER GUNUNG MAJU
KABUPATEN SERANG
Muhammad Rizqi Okta Ardiansah
03021181320043

Dibimbing Oleh:
Pembimbing I : Ir. Muhammad Amin, MS.
Pembimbing II : Syarifudin, ST., MT.

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
LATAR
BELAKANG
Kegiatan penambangan di PT. Sumber
Gunung Maju menggunakan kombinasi
alat gali muat dan alat angkut untuk
memproduksi andesit.

Target produksi pada bulan Mei 2017


yang direncanakan sebesar 150.000 LCM,
tetapi berdasarkan kegiatan
penambangan yang dilakukan, produksi
pada bulan Mei 2017 sebesar
105.652,663 LCM. Target produksi yang
diinginkan oleh perusahan belum tercapai
dengan persentase ketercapaian 70,46%.
Oleh karena itu, perlu dievaluasi faktor
apa saja yang menyebabkan tidak
tercapainya target produksi sehingga
dapat diperoleh solusi yang tepat untuk
mencapai target yang direncanakan.
TUJUAN PENELITIAN
2. Mengetahui faktor yang dapat
mempengaruhi produksi dari backhoe
1. Mengetahui ketercapaian Kobelco SK 330 dan dump truck Hino
produksi di Site Gunung Tugu pada FM260TI di Site Gunung Tugu.
bulan Mei 2017.

4. Mengoptimalisasi upaya untuk


3. Menganalisis faktor meningkatkan jumlah produksi
keserasian kerja pada sehingga target produksi dapat
backhoe Kobelco SK 330 tercapai.
dan dump truck Hino
FM260TI di Site Gunung
Tugu.
PEMBATASAN MASALAH
1. Penilitian ini dilakukan pada bulan Mei
2017 di Site Gunung Tugu PT Sumber
Gunung Maju.

3. Perhitungan yang dilakukan meliputi


estimasi produksi, waktu kerja efektif ,
efisiensi kerja, dan waktu edar backhoe
Kobelco SK 330 dan dump truck Hino
FM260TI serta keserasian kerja alat
gali muat dan alat angkut.
2. Penelitian ini dilakukan pada
backhoe Kobelco SK 330 dan
dump truck Hino FM260TI yang
digunakan di Site Gunung Tugu.
PERHITUNGAN
PRODUKSI
ALAT

Produksi Jumlah
Rencana 150.000 LCM
Backhoe 147.494,908 LCM
Dump Truck 105.652,663 LCM
Faktor yang mempengaruhi produktivitas

Jumlah pengisian bucket


jumlah pengisian bucket ke dalam

1
vessel kurang maksimal yaitu sebanyak
6 kali, sehingga akan berdampak
terhadap jumlah produksi alat angkut.

Kehilangan Waktu Kerja Produktif

2
Kehilangan waktu kerja produktif
dipengaruhi oleh hambatan yang tidak
dapat dihindari dan hambatan yang dapat
dihindari. Effisiensi kerja alat hanya
mencapai 63%, Rendahnya effisiensi kerja
alat berengaruh terhadap jumlah produksi
alat angkut.
Cta Ctm
Loading Point n Na Nm MF
(menit) (menit)

MATCH FACTOR Tengah 1 6 5 1 17,68 0,38 0,65

Tengah 2 6 5 1 19,21 0,52 0,81

Timur 6 5 1 19,50 0,51 0,79

Barat 6 5 1 24,63 0,55 0,67

Bawah 6 3 1 12,86 0,45 0,63

BACKHOE DAN
DUMP TRUCK
Upaya Optimalisasi
Penambahan jumlah isian bucket
Jumlah pengisian bucket ke dalam vessel
dapat di tambahkan menjadi 8 kali
pengisian dari awalnya 6 kali pengisian, di
karenakan kapasiatas maksimum dump
truck mencapai 19 m3. Dengan 79
penambahan jumlah pengisian bucket maka
produksi yang di hasilkan akan meningkat.
Penambahan jumlah pengisian bucket
merupakan cara yang paling tepat karena
dengan cara tersebut target produksi dapat Meningkatkan effisiensi kerja
tercapai tanpa harus membutuhkan Dengan pengurangan kehilangan waktu
penambahan biaya operasional dan kerja produktif yang akan meningkatkan
penambahan unit alat angkut dump truck. waktu kerja efektif yaitu meminimalisir
hambatan yang dapat dihindari.
Meningkatnya waktu kerja efektif akan
meningkatkan jumlah produksi.
Presentase effisiensi kerja produktif

8 setelah diperbaiki sebesar 79 %.


PRODUKSI
SETELAH
PERBAIKAN

150.000 LCM 167.799,742 LCM


Dengan adanya penambahan jumlah pegisian
bucket kedalam vessel dump tuck dan
105.652,663 LCM peningkatan effisiensi kerja jumlah produksi
setelah optimalisasi telah mencapai bahkan
melebihi target produksi yang telah
ditentukan.

Rencana Sebelum Setelah


perbaikan perbaikan
KESIMPULAN
1. Jumlah perhitungan produksi alat angkut pada 3. Faktor keserasian alat gali muat dan alat
bulan Mei 2017 yang dapat dicapai sebesar angkut masing-masing loading point adalah
105.652,663 LCM. 0,6 - 0,81 dapat diketahui bahwa faktor
keserasian alat tersebut memiliki nilai kurang
dari 1 sehingga alat gali muat tidak bekerja
100% dan terdapat waktu tunggu.

2. Faktor yang mempengaruhi produktivitas


alat gali muat dan alat angkut yaitu :
a.Kurangnya jumlah pengisian bucket ke dalam
4. Optimalisasi produksi dapat dilakukan dengan
vessel sebanyak 6 kali, dimana seharusnya
cara penambahan jumlah pegisian bucket kedalam
jumlah pengisian bucket dapat dilakukan 8
vessel menjadi 8 kali pengisian dari awalnya 6 kali
hingga 10 kali.
pengisian dan peningkatan effesiensi kerja menjadi
b.Kehilangan waktu kerja produktif yang
79%. Ketercapaian produksi pada alat angkut
berpengaruh terhadap effesiensi kerja,
setelah dilakukan penambahan jumlah pengisian
didapatkan presentase effisiensi kerja alat
bucket dan perbaikan effisiensi kerja sebesar
gali muat sebesar 63 %.
167.799,742 LCM.
SARAN

1. Untuk memaksimalkan produksi maka 2. Diperlukan pengawasan yang lebih 3. Menyediakan alat penunjang untuk
waktu hambatan yang dapat dihindari perlu ketat, pemberian peringatan dan sanksi merapihkan dan mengumpulkan material yang
diminimalkan, seperti keperluan operator bagi para operator dan karyawan yang akan dimuat sehingga mempermudah operator
yang tidak terlalu penting. Jadi perlu adanya masih tidak disiplin, kususnya dalam untuk memuat material dan dapat
pengaturan ulang jam masuk kerja karyawan. memulai dan mengakhiri pekerjaan. meminimalisir waktu yang terbuang untuk
merapihkan, mengumpulkan material tersebut.
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

TERIMAKASIH