Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN KASUS

“DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS)”


Oleh :
Ikhwan Rizki Rasyid T.
21704101053

Dosen Pembimbing :
dr. Indah Sulistyani, Sp.A

Departemen Ilmu Kesehatan Anak


RSUD SYARIFAH AMBAMI RATO EBU
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
LATAR BELAKANG

• Infeksi dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus


genus Flavivirus.
• Memiliki 4 jenis serotipe yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3,
DENV-4.
• Ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti atau
Aedes albopictus.
• Endemik di Asia Pasifik, Amerika, dan Afrika
• Spektrum klinis dari
1) dengue asimtomatik
2) demam dengue
3) demam berdarah dengue (DBD)
4) dengue shock syndrome (DSS)
• Perjalanan penyakit DBD terdiri dari
1) fase demam/viremia
2) fase kritis
3) fase penyembuhan.
• Tatalaksana utama dengue berupa pengobatan simptomatik
dan suportif
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
ANAMNESIS (SUBJEKTIF)
Cont..
PEMERIKSAAN FISIK (OBJEKTIF)
•Cont..
•Cont..
DIAGNOSA B ANDING

• DHF grade III (DSS)


• DHF grade I/II
• DF
PEMERIKSAAN PENUNJANG TGL 21 JUNI 2018
PEMERIKSAAN PENUNJANG TGL 22 JUNI 2018
PEMERIKSAAN PENUNJANG TGL 24 JUNI 2018
PEMERIKSAAN PENUNJANG TGL 25 JUNI 2018
Kadar Trombosit
100,000
90,000 93,000
80,000 78,000
70,000
60,000
50,000 54,000 51,000
40,000
30,000
20,000
10,000
0
21-Jun-18 22-Jun-18 23-Jun-18 24-Jun-18 25-Jun-18

Hematokrit
60

50 51.4
47.2
40
37.8 37.6
30

20

10

0
21-Jun-18 22-Jun-18 23-Jun-18 24-Jun-18 25-Jun-18
DIAGNOSA KERJA

• DHF grade III (DSS)

TERAPI

• Infus Ringer Laktat 10-20 ml/kgBB


• Oksigen (Nasal)
• Parasetamol 10 mg/kgBB (k/p)
SOAP
•Cont..
•Cont..
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Dengue Shock Syndrom (DSS) adalah derajat terberat dari


DBD yang terjadi karena peningkatan permeabilitas
kapiler

• Pada fase awal DSS, fungsi organ vital dipertahankan dari


hipovolemia
• DSS kompensasi, curah jantung dan tekanan darah normal
kembali.
• Pasien awalnya terlihat letargi atau gelisah  kulit dingin
lembab, sianosis, nadi cepat lemah, tekanan nadi ≤ 20 mmhg
dan hipotensi.
• Sindrom syok dengue berlanjut dengan kegagalan
mekanisme homeostasis.
ETIOLOGI

• Virus dengue merupakan small single stranded RNA


• 4 jenis serotipe, yaitu: Den-1, Den-2, Den-3, Den-4.
• Keempat serotipe virus dengue ditemukan di
berbagai daerah di Indonesia.
• Serotipe Den-3 merupakan serotipe yang dominan
dan diasumsikan banyak menimbulkan manifestasi
klinis yang berat.
PATO F I S I O L O G I

• Patogenesis infeksi virus dengue berhubungan dengan :


1. Faktor virus, yaiu serotipe, jumlah, virulensi,
2. Faktor pejamu, yaitu genetik, usia, status gizi, penyait
komorbid dan interaksi virus dengan pejamu
3. Faktor lingkungan, musim, curah hujan, suhu udara,
kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, dan kesehatan
lingkungan
PATO F I S I O L O G I

• Virus dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan


nyamuk genus Aedes dan infeksi pertama kali mungkin memberi
gejala sebagai demam dengue.
• Infeksi paling awal terjadi pada sel langerhan dan
keratinosit pada saat inokulasi virus.
• Selanjutnya virus akan menyebar via pembuluh darah (viremia
primer) dan menginfeksi makrofag di beberapa organ,
termasuk lien.
PATO F I S I O L O G I
KLASIFIKASI
M A N I F E S TA S I K L I N I S

Klinis :
Gejala klinis berikut harus ada, yaitu:
1. Demam tinggi mendadak dan terus-menerus selama
2 sampai 7 hari
2. Manifestasi perdarahan (Provokasi atau Spontan)
3. Pembesaran hati (hepatomegali)
4. Syok yang ditandai nadi kecil dan cepat, tekanan nadi
menurun < 20 mmHg , disertai kulit yang teraba
dingin dan lembab, CRT > 2 detik
Laboratorium :
• trombositopenia (100.000/mm3 atau kurang)
• Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit 20% atau
lebih).
D I AG N O S I S

• Demam Dengue
Demam onset akut disertai 2 atau lebih dari : sefalgia, nyeri
retro-orbita, myalgia, arthralgia, rash, manifestasi perdarahan,
leukopenia, trombositopenia, dan peningkatan hematocrit 5-
10%.

• DBD
Kriteria sama dengan demam dengue ditambah dengan bukti
kebocoran plasma ditandai dengan peningkatan Hct ≥ 20%
D I AG N O S I S

• DSS
Kriteria sama dengan DHF ditambah tanda syok berupa:
takikardia, akral dingin, peningkatan CRT, nadi teraba
lemah/kecil, penurunan kesadaran, penyempitan tekanan nadi ≤
20 mmHg dengan pengingkatan diastolic, hipotensi dengan
sistolik <80 mmHg (usia <5 tahun) atau 80-90 pada usia > 5
tahun.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah perifer: Hemoglobin,Trombosit, dan Hematokrit


• Antigen NS1 dapat dideteksi pada hari ke-1 setelah demam dan akan menurun
sehingga tidak terdeteksi setelah hari sakit ke-5-6.
• Antibodi IgM anti dengue dapat dideteksi pada hari sakit ke-5 sakit, mencapai
puncaknya pada hari sakit ke 10-14, dan akan menurun/ menghilang pada akhir
minggu keempat sakit.
• Antibodi IgG anti dengue pada infeksi primer dapat terdeteksi pada hari sakit ke-
14. dan menghilang setelah 6 bulan sampai 4 tahun. Sedangkan pada infeksi
sekunder IgG anti dengue akan terdeteksi pada hari sakit ke-2.
TATA L A K S A N A

GROUP A GROUP B GROUP C


G RO U P A
G RO U P B
•Cont..
G RO U P C
•Cont..
•Cont..
K R I T E R I A PA S I E N P U L A N G

• Bebas demam 48-72 jam tanpa obat


• 3 hari setelah shock teratasi
• Perbaikan kondisi klinis.
• Peningkatan trombosit.
• Tidak ada distress pernapasan
• Hematokrit stabil tanpa cairan iv.
KO M P L I K A S I
PENCEGAHAN
TERIMA KASIH