Anda di halaman 1dari 22

Community Acquired Pneumonia

Oleh:
Rokhis Amalia
11101-061

Pembimbing:
dr. Muhammad Budiman, SpPD

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
RSUD BANGKINANG
2016
Definisi
Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan


parenkim paru atau peradangan paru
yang disebabkan oleh mikroorganisme
(bakteri, virus, jamur, parasit).
Klasifikasi
Pneumonia

Berdasarkan Klinis dan Berdasarkan Lokasi:


epidemiologis :
•Pneumonia Lobaris
• CAP (Community
Acquired Pneumonia) •Bronchopneumonia
• HAP (Hospital •Interstisial
Acquired Pneumonia) Pneumonia
• Pneumonia Aspirasi
• Pneumonia
Opportunistik
Faktor Risiko
Pneumonia

• Usia sangat muda < 5 tahun atau


terlalu tua > 65 tahun
• Penyakit Kronik (AIDS, Gagal ginjal
kronik, PPOK, Diabetes, dll)
• Perokok, Asma, Alkoholik
• Dirawat di rumah sakit dengan
menggunakan ventilasi atau intubasi
Etiologi
Pneumonia
Klasifikasi berdasarkan
penyebab:
Patofisiologi
Pneumonia
Mikroorganisme dapat masuk kedalam tubuh melalui:
• Inhalasi langsung dari udara
• Aspirasi orofaring dan nasofaring
• Perluasan dari tempat lain
• hematogen

Terjadinya manifestasi klinis tergantung pada


• mekanisme pertahanan saluran
nafas
• virulensi bakteri
• sistem imun tubuh

Reaksi inflamasi
Stadium Kongesti
 aliran darah,  permebilitas kapiler
Pelepasan sel radang  sel mast, histamin, prostaglandin,
komplemen  edema antar kapiler dan alveoli gangguan
pertukaran gas

Stadium Hepatisasi merah


Alveoli terisi eritrosit, leukosit, eksudat, fibrin
Lobus terlihat merah dan padat
Udara di alveoli 

Stadium Hepatisasi Kelabu


Sel darah putih berkolonisasi di alveoli
Endapan fibrin terakumulasi
Fagosit sisa sel dan eritrosit mulai di reabsorbsi  pucat,
kapiler tidak kongesti

Stadium Resolusi
Respon imun mereda, sisa fibrin dan eksudat lisis  jaringan
kembali seperti semula
Diagnosis
Pneumonia

Manifestasi:
Pemeriksaan Fisik:
 Demam tinggi dapat  pergerakan dinding dada
lebih dari 40°C tertinggal
 Menggigil  vokal fremitus mengeras
 Batuk dengan dahak  perkusi redup
mukoid atau purulen  auskultasi bronkovesikuler,
kadang-kadang disertai bronkial, rhonki
darah
Pemeriksaan Penunjang:
 Sesak napas
 lab: leukositosis,
 Nyeri dada peningkatan LED
 Mual, Muntah  rad: infiltrat sampai
konsolidasi
 Kultur dahak
Skoring Derajat Keparahan Pneumonia
Berdasarkan CURB-65
P
e
n
a
t
a
l
a
k
s
a
n
a
a
n

p
n
e
u
m
o
n
i
a
ILUSTRASI KASUS

Nama pasien : Tn.S


Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 35 tahun

ANAMNESIS (Autoanamnesis)
KELUHAN UTAMA :
Demam sejak ± 3hari yang lalu.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :
• Pasien mengeluhkan demam yang datang tiba-tiba pada hari
jumat siang. Demam disertai menggigil pada malam harinya.
Demam dirasakan sangat tinggi sudah 3 hari ini naik turun. Pada
pagi hari demamnya turun dan sore hingga malam harinya naik
lagi hingga menggigil. Sebelumnya pasien juga mengeluhkan
demam ± 1 minggu yang lalu namun tidak terlalu tinggi, dan
pasien mengatakan hanya demam karena flu saja. Demam yang
dirasakan pada saat itu selama ± 3 hari naik turun.
• Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala pada saat demamnya
kambuh. Nyeri kepala dirasakan sejak 3 hari ini. Nyeri kepala
dirasakan berat dan seperti diikat, kambuh terutama saat malam
hari dan saat menggigil dan setelah menggigil pasien mengatakan
berkeringat banyak.
• Pasien mengeluhkan batuk sejak 2 minggu yang lalu. Batuk
berdahak berwarna putih, namun dahaknya tidak sering keluar.
Sekali keluar satu sendok teh. Riwayat batuk berdarah tidak ada
sebelumnya. Riwayat batuk kering yang lama dan kambuh-
kambuhan juga tidak ada.
• Pasien mengatakan sejak batuk tidak ada keluhan nyeri dada,
namun pada saat batuk, dada pasien sakit tetapi dihiraukan
pasien.
• Sesak nafas disangkal pasien, riwayat sesak nafas sebelumnya
tidak ada.
• Nyeri ulu hati + sejak demam (3 hari ini), nyeri ulu hati dirasakan
terus menerus, berkurang saat istirahat dan tidur.
• Mual dan muntah dialami pasien sejak 3 hari ini. Muntahnya > 10
kali per hari berisi air dan makanan sebanyak seperempat aqua
gelas. Namun, kemarin sebelum masuk rumah sakit pasien hanya
merasakan mual dan tidak muntah.
• Pasien mengeluhkan penurunan nafsu makan sejak demam (3 hari
ini), dan jika makan mual dan muntah.
• BAB pasien lancar 1 kali sehari berwarna kecoklatan, BAB
kecoklatan ini dialami pasien 1 hari sebelum masuk rumah sakit.
Selama di rumah sakit pasien belum ada BAB.
• BAK lancar berwarna kuning, tidak nyeri.
• Nyeri sendi dirasakan pasien sejak ± 2 hari ini, nyeri dirasakan
pegal-pegal di tangan dan kakinya
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
• Riwayat menderita keluhan yang sama disangkal
• Riwayat HT (-)
• Riwayat Maag (+ 1 tahun yang lalu)
• Riwayat DM (-)

RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA :


•Riwayat DM (-)
•Riwayat HT (-)
•Riwayat Maag (-)
•Tidak ada keluarga pasien yang
mengeluhkan keluhan yang sama
Pemeriksaan Penunjang:
• Pemeriksaan Darah Lengkap (tanggal 7
Desember 2015)
• Hemoglobin : 13,7 gr %
• Leukosit : 11.900/mm3
• Hematokrit : 35,2 %
• Trombosit : 320.000/mm3
DIAGNOSIS
- CAP
- Dyspepsia
PENATALAKSANAAN
Non Farmakologi :
• Tirah baring
• Makan makanan lunak dan bergizi
• Farmakologi
• IVFD Nacl 0,9% 20 tpm
• Drip Ondancetron 4 mg/12 jam
• Inj Ceftriaxon 1gr/12 jam
• Inj Ranitidin 1gr/12 jam
• Paracetamol 3x500mg
• Ambroxol 2x1
KESIMPULAN

Berdasarkan keluhan yang dirasakan pasien, gejala


ini menunjukkan adanya peradangan di paru-paru
pasien. Pasien mengalami batuk sejak 2 minggu
yang lalu menandakan bahwa pasien mendapat
infeksi dari lingkungan sekitarnya. Berdasarkan
Klinis dan epidemiologis, pasien ini termasuk pada
klasifikasi CAP (community Acquired Pneumonia).
Berdasarkan bakteri penyebab pasien ini
kemungkinan merupakan pneumonia tipikal.
Sedangkan menurut kriteria CURB-65 pasien ini
termasuk risiko rendah artinya pasien belum
memenuhi kriteria untuk rawat inap.