Anda di halaman 1dari 14

STRATEGI KOMPETITIF

INTERNASIONAL
Oleh :
Hermina Dessy Dwi Septia Parera
(1711020002)
Tantangan Kompetitif yang Dihadapi Manajer
Bisnis Internasional
• Tantangan kompetitif manajer dalam BI yakni harus mampu
mengidentifikasi dan mengeksploitas kesempatan secara tepat
di mana pun berada, baik domestik maupun internasional.
• Manajer BI juga harus dapat mengerti betul mengapa,
bagaimana, dan di mana mereka ingin menjalankan bisnis,
sekarang dan seiring berjalannya waktu. Termasuk di dalamnya
adalah pemahaman terhadap visi dan misi, serta cara bersaing
dengan perusahaan lain.
• Memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan dan dapat
membandingkannya terhadap pesaing global mereka dapat
digunakan untuk memenuhi tantangan tersebut.
• Perencanaan strategis menyediakan alat berharga yang
membantu manajer mengatasi tantangan global.
Apa yang Dimaksud Strategi Internasional?
dan Mengapa Hal Itu Penting?
• Strategi internasional terkait dengan cara perusahaan membuat
pilihan fundamental mengenai pengembangan dan penyebaran
sumber daya yang terbatas secara internasional
• Strategi internasional termasuk keputusan yang terkait dengan
barang dan jasa yang ditawarkan, pasar mana yang dimasuki,
dan bagaimana untuk bersaing
• Strategi internasional yang efektif adalah strategi yang konsisten
baik secara internal maupun eksternal.
• Tujuan strategi internasional adalah untuk mencapai dan
mempertahankan posisi persaingan yang unik dan berharga
baik di dalam maupun secara global, sebuah posisi yang
diistilahkan sebagai keunggulan kompetitif.
• Keunggulan kompetitif yang berkesinambungan dapat dicapai
dengan mencoba mengembangkan kompetensi.
Perencanaan Strategis:
Mengapa Membuat Perencanaan Secara Global?
• Perencanaan Strategis merupakan proses di mana organisasi
menentukan masa depan, bagaimana cara mencapainya, dan
bagaimana perusahaan akan menilai apakah dan sampai sejauh mana
mereka telah mencapai tujuan tersebut.
• Perencanaan strategis penting guna menyediakan sarana bagi
manajemen puncak untuk identifikasi peluang dan ancaman dari
seluruh dunia, formulasi strategi untuk menanganinya, dan
menentukan bagaimana untuk membiayai dan mengelola
implementasi strategis.
• Perencanaan strategis membantu memastikan kesepahaman para
pengambil keputusan tersebut di seluruh dunia.
• Rencana strategis juga mendorong pertimbangan dampak tindakan
perusahan di area geografis dan fungsional lain guna respons
tantangan yang lebih efektif dibandingkan pesaing.
• Perencanaan strategis mendorong inovasi strategis, promosi
pengembangan, penangkapan, dan aplikasi ide-ide baru demi
kesuksesan perusahaan.
Proses Perencanaan Strategis Global
Fitur-fitur Rencana Strategis dan Fasilitator
Implementasi
• Proyeksi Penjualan dan Anggaran;
Proyeksi penjualan merupakan sebuah prediksi kinerja penjualan di
masa depan. Sementara itu, anggaran menyangkut proyeksi perincian
atas pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu.
• Fasilitator Implementasi Perencanaan
Fasilitator implementasi terdiri dari kebijakan dan prosedur. Prosedur
merupakan pedoman umum yang ditujukan untuk membantu personel
tingkat bawah dalam menangani isu dan masalah yang berulang.
Prosedur menyangkut cara spesifik dalam melaksanakan tugas atau
aktivitas tertentu.
• Pengukuran Kinerja.
Tiga hal yang diukur yakni; 1) pengaplikasian sumber daya, 2)
efektivitas personel perusahaan, 3) Pencapaian visi, misi, dan tujuan
perusahaan. Alat ukur yang digunakan pada umunya adalah balanced
scorecard dan triple-bottom-line.
Jenis-jenis Rencana Strategis

• Berdasarkan Horizon Waktu


Rencana strategis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa
periode, baik itu jangka pendek, menengah, atau panjang, ada
persetujuan mengenai lamanya periode ini.
• Berdasarkan Level dalam Organisasi
Setiap level organisasi di perusahaan akan memiliki tingkat
rencana masing-masing. Tingkatan rencana yang masing-masing
secara umum akan lebih spesifik dari rencana yang berada satu
tingkat di atasnya.
Metode Perencanaan

• Perencanaan Top-Down
Yakni proses perencanaan yang dimulaimdari level puncak organisasi
dan berlanjut ke bawah. Keuntungannya adalah formulasi rencana yang
memastikan penggunaan optimal sumber daya terbatas yang dimiliki
perusahaan, serta adanya promosi kreativitas. Kerugiaannya adalah
membatasi inisiatif tingkatan yang lebih rendah dan tidak peka
terhadap kondisi lokal.
• Perencanaan Bottom-Up
Merupakan proses perencanaan yang dimulai dari tingkatan yang
paling rendah dalam organisasi dan berlanjut ke atas. Keuntungannya
adalah adanya tanggung jawab dalam pencapaian tujuan. Sementara
itu, kerugiannya : jumlah tujuan afiliasi tidak dijamin sesuai dengan
yang diinginkan kantor pusat.
Lanjutan Metode Perencanaan….

• Perencanaan Top-Down
Yakni pengulangan proses perencanan bottom-up atau top-
down hingga seluruh perbedaan direkonsiliasi. Perencanaan ini
merupakan kombinasi aspek-aspek perencanaan bottom-up dan
top-down.
Arahan baru dalam Perencanaan

• Siapa yang melakukan perencanaan strategis?


Manajer operasi, bukan staf perencana, saat ini telah memiliki
peranan utama dalam perencanaan strategis.

• Bagaimana perencanaan strategis dilaksanakan?


Perusahaan menggunakan semakin sedikit format baku dan
dokumen yang lebih pendek.

• Isi Rencana
isi rencana yang lebih dikhawatirkan oleh manajer adalah isu,
strategi, dan implementasi.
Analisis Kekuatan Kompetitif dan Penilaian
Pesaing Baru
• Keberhasilan manajemen dan proses perencanaan strategis terutama
tergantung pada kualitas informasi yang masuk ke dalam proses
tersebut, juga interpretasi informasi tersebut.
• Spionase industri dijalankan perusahaan untuk informasi tentang
pesaing mereka. Spinase Industri merupakan tindakan memata-matai
pesaing untuk mempelajari mengenai rahasia strategi dan operasi
mereka.
• Spionase industri berbeda dengan analisis pesaing dalam hal
pengenalan manajemen puncak terhadap tingkat kebutuhan
pengetahuan tentang aktivitas pesaing dan kepemilikan sistem
intelijen pesaing.
• Sistem itelijen pesaing mengacu pada prosedur untuk mengumpulkan,
menganalisis, dan menyebarkan informasi mengenai pesaing
perusahaan. Sistem ini dapat menghasilkan akuisisi legal dan etis dari
informasi persaingan yang bermanfaat bagi perusahaan.
Sumber-sumber Informasi

• Di dalam perusahaan; melalui tenaga penjualan, personel teknis,


riset dan pengembangan, yang membaca jurnal, dll.
• Materi yang dipublikasikan; Database seperti ABI Inform, Dialog,
Berita, dll.
• Pemasok./Pelanggan;
• Pegawai Pesaing;
• Pengamatan Langsung atau Analisis Bukti Fisik
Menggunakan Penilaian Pesaing untuk
Melihat Ke Depan, Bukan Ke Belakang
• Aktivitas penilaian pesaing yang tradisional seperti
pengumpulan profil pesaing, laporan berkala, atau kiriman lain
yang ditujukan mengungkapan tindakan pesaing baru-baru ini,
cenderung terbatas.
• Oleh karena itu, eksekutif harus memastikan bahwa usaha
penilaian pesaing difokuskan untuk memberikan informasi yang
bisa diprediksi dan ditindaklanjuti untuk antisipasi ancaman
dan kesempatan, dan menghindari kejutan.
• Penilaian pesaing juga harus meningkatkan berbagi informasi
dan pengambilan keputusan strategis antarlevel organisasi dan
mempromosikan penggunaan praktik intelijen pesaing
Benchmarking

• Benchmarking merupakan sebuah teknik untuk mengukur


kinerja perusahaan terhadap kinerja perusahaan lain yang
berada di dalam industri.
• Permasalahan yang mungkin muncul adalah mengidentifikasi
perusahaan mana yang akan digunakan sebagai tolok ukur.
• Beberapa pilihan jenis dasar benchmarking di antaranya: 1-
Internal (membandingkan satu operasi dengan operasi lain), 2-
Kompetitif (membandingkan operasi perusahaan dengan di
operasi pesaing secara langsung), 3- Fungsional
(membandingkan fungsi perusahaan yang mirip dengan
perusahaan dalam industri ), 4- Generik (membandingkan
operasi dalam industri yang sama sekali tidak terkait)