Anda di halaman 1dari 19

Oleh: Kelompok 7

Abd. Wasik
Riski Efendi
Siti. Amina
Ulfatul Jannah

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
KELUARGA
PENGERTIAN

Diagnosa Keperawatan keluarga


merupakan keputusan klinik tentang
respon individu, keluarga dan masyarakat
tentang masalah kesehatan aktual atau
potensial, dimana berdasarkan pendidikan
dan pengalamannya, perawat secara
akontabilitas dapat mengidentifikasi dan
memberikan intervensi secara pasti untuk
menjaga, menurunkan, membatasi,
mencegah dan merubah status kesehatan
Tahap Diagnosa Keperwatan Keluarga:

1.Analisa data
2.Perumusan masalah
3.Prioritas masalah
1. Analisa Data

Hasil pengkajian Data Subjektif

Data Objektif
Perumusan Diagnosa Keprawatan Keluarga

Komponen diagnosis keperawatan keluarga meliputi :


problem, etiologi, dan sign / symptom.
1. Problem (masalah)
Adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan
masalah ( tidak terpenuhinya kebutuhan dasar
keluarga atau anggota keluarga ) yang diidentifikasi
oleh perawat melalui pengkajian.
Tujuan: menjelaskan status kesehatan atau masalah
kesehatan secara jelas dan sesingkat mungkin.
2. Etiologi (penyebab)
pernyataan yang dapat Menyebabkan masalah
dengan mengacu kepada 5 tugas keluarga.
3. Sign and Symptom (S/ tanda dan gejala)

Tanda dan gejala adalah sekumpulan


data subjektif dan objektif yang diperoleh
perawat dari keluarga yang mendukung
masalah penyebab.
Macam-macam Diagnosa Kep.
Keluarga
1. Diagnosa Keperawatan Aktual ( terjadi deficit / gangguan kesehatan
Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai data yang ditemukan yaitu
dengan ciri dari pengkajian didapatkan tanda dan gejala dari
gangguan kesehatan
2. Diagnosa Keperawatan Resiko
Ciri diagnosa risiko adalah sudah ada data yang menunjang namun
belum terjadi gangguan.
3. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan
Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih
memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan
untuk memastikan adanya.
4. Diagnosa Keperawatan Sejahtera
Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai
individu, kelompok, atau masyarakat dalam transisi dari tingkat
kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik.
5. Diagnosa Keperawatan Sindrom
Diagnosa keperawatan sindrom adalah diagnose
yang terdiri dari kelompok diagnose actual dan
risiko tinggi yang diperkirakan akan muncul karena
suatu kejadian / situasi tertentu.
Menurunt NANDA ada 2 diagnosa keperawatan
sindrom, yaitu :
• Sindrom trauma perkosaan ( rape trauma syndrome
), Pada kelompok ini menunjukkan adanya tanda
dan gejala.
Misalnya : cemas, takut, sedih, gangguan istirahat
tidur dll
• Risiko sindrom penyalahgunaan ( risk for disuse
syndrome )
5 Tugas Keluarga
1. Mengenal masalah kesehatan setiap
anggotanya
2. Mengambil keputusan untuk melakukan
tindakan yang tepat bagi keluarga
3. Memberikan keperawatan anggotanya
yang sakit atau yang tidak dapat
membantu dirinya sendiri karena cacat
atau usianya terlalu muda
4. Mempertahankan suasana dirumah yang
menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggta
Prioritas Diagnosa Keperawatan
• Tentukan skornya sesuai dengan
kriteria yang dibuat perawat
• Selanjutnya skor dibagi dengan skor
tertinggi dan dikalikan dengan bobot
Skor yang diperoleh x bobot
Skor tertinggi
Kriteria Prioritas Masalah
Kriteria I, Sifat Masalah
a. Ancaman kesehatan: yaitu keadaan yang memungkinkan keadaan
terjadinya penyakit.
• Penyakit keturunan, seperti : asma, DM, dsb
• Anggota keluarga ada yang menderita penyakit menular, seperti :
TBC, hepatitis.
• Jumlah anggota terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan
sumber daya keluarga
• Keadaan yang menimbulkan stress, antara lain : Hubungan keluarga
tidak harmonis, hubungan orang tua dan anak yang tegang, orang tua
yang tidak dewasa
b.Kurang / tidak sehat: yaitu kegagalan dalam
memantapkan kesehatan
• Keadaan sakit ( sesudah atau sebelum di
diagnosa )
• Gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan
yang tidak sesuai dengan pertumbuhan normal
c. Situasi krisis: merupakan masa yang
membutuhkan banyak penyesuaian dari
individu atau keluarga
• Perkawinan
• Kehamilan
• Persalinan
• Masa nifas
• Menjadi orang tua
• Penambahan anggota keluarga ( bayi )
• Abortus
Kriteria II, yaitu kemungkinan masalah dapat diubah

1. Pengetahuan yang ada sekarang, teknologi dan


tindakan untuk menangani masalah
2. Sumber daya keluarga : fisik, keuangan, tenaga
3. Sumber daya perawat : pengetahuan, keterampilan,
waktu
4. Sumber daya lingkungan : fasilitas, organisasi, dan
dukungan
Kriteria III, yaitu potensial masalah dapat dicegah
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan adalah :
• Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit
• Lamanya masalah yang berhubungan dengan jangka waktu
• Tindakan yang sedang dijalankan atau yang tepat untuk
memperbaiki masalah
• Adanya kelompok yang berisiko untuk dicegah agar tidak aktual dan
menjadi parah

Kriteria IV, menonjolnya masalah


• Perawat perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga melihat
masalah kesehatan tersebut.
Skala menurut Bailon dan Maglaya (1978)
Daftar diagnosa keperawatan keluarga
berdasarkan NANDA 1995 adalah sebagai
berikut :
1. Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah lingkungan
• Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah ( higenis lingkungan )
• Risiko terhadap cidera
• Risiko terjadinya infeksi ( penularan penyakit )
2. Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah fungsi perawatan keluarga
• Perubahan pemeliharaan kesehatan
• Potensial peningkatan pemeliharaan kesehatan
• Perilaku mencari pertolongan kesehatan
• Ketidakefektifan penatalaksanaan aturan tarupeutik keluarga
• Resiko terhadap penularan penyakit
3. Diagnosa keperawatan keluarga pada masalah koping

-Potensial peningkatan koping keluarga


-Koping keluarga tidak efektif, menurun
-Koping keluarga tidak efektif, ketidakmampuan
-Risiko terhadap tindakan kekerasan